
🌻H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻
🌹✨💞✨🌹
"Iya Kak," sahut Chelsea.
"Saya tidak tau apakah perasaan yang saya rasakan sekarang padamu, setelah mendengar penjelasan mu dan El tidak memiliki hubungan yang serius saya seperti senang, entah kenapa saya tidak tau. Semalam saya sudah merenung memikirkan semua dan sekarang saya tau apa jawabannya," ujar Aiden dan Chelsea mendengar itu tidak mengerti.
"Ria mengatakan kau tidak menjalin hubungan dengan siapapun kau seorang diri. Bisakah saya mendampingi mu di sisimu, bisakah saya menjadi bagian dari hidup mu, separuh nafas mu sekarang dan selamanya," ungkap Aiden jujur mengenai perasaannya dan dia yakin itu adalah cinta yang di rasakan untuk Chelsea, seperti perasaannya dulu lima tahun lalu dia rasakan.
"Kak, kita baru bertemu kemarin, bagaimana bisa Kakak sudah memiliki perasaan pada saya? bisa saja perasaan kakak sekarang hanya sebatas kakak sayang pada adik," jelas Chelsea tidak percaya, ungkap perasaan Aiden membuat nya syok.
Chelsea tidak menyalahkan perasaan cinta Aiden. Cinta datang begitu saja tanpa kita sadari, seperti cinta nya pada El tanpa sapaan hanya sekedar lewat hati nya sudah jatuh terperangkap padanya.
"Saya sadar itu Ce, tapi namanya cinta tidak ada yang tau. Saya merasa kau wanita berbeda dari wanita yang pernah saya temui. Usia kita yang berbeda jauh bukan masalah besar, karena saya akan tetap mencintai mu," ucap Aiden serius. Chelsea bingung harus berbicara apa, dia tidak pernah berada di posisi seperti ini.
Seumur hidup nya baru kali ada pria yang mengatakan cinta padanya, jika selama ini banyak yang menyukai nya tapi tak ada seorang pun yang berani mengutarakan, berbeda dengan Aiden langsung mengatakan.
Aiden memberanikan diri mendekati Chelsea yang diam belum mengatakan apapun. Chelsea menyadari itu gugup, saat ingin mengatakan sesuatu, bibir nya lebih dulu di bungkam.
Hmmpt....
Chelsea kaget, Aiden berani mencium nya. Ciuman Aiden sama lembut dengan El. Pria itu mel*** pelan. Matanya menatap lekat mata Chelsea, ciuman semakin dalam, dia mengigit bawah bibir Chelsea masuk melakukan lebih dalam.
"Kenapa semua pria dewasa selalu melakukan ini? apa sudah menjadi suatu kebiasaan bagi mereka menjadi ini awal percintaan?" batin Chelsea bertanya-tanya.
"Ria, ada yang ingin saya tanyakan padamu, apa kita bisa berbicara sebentar?" tanya El. Saat ini waktu istirahat, sejak kepergian Chelsea bersama Aiden. Hati nya tak tenang, ada perasaan aneh yang baru dia sadar setelah melihat kedekatan Chelsea dengan pria lain
"Boleh Kak, silakan bicara saja," jawab Ria melihat El seperti cacing kepanasan jadi bingung sebenarnya hal apa yang ingin di bicara El padanya.
"Kita bicara di sana saja, ayo," ajak El. Berada di sini sedikit tidak nyaman untuk membicarakan masalah pribadi.
__ADS_1
Ria mengikuti El mengajak nya pergi dari ruang aula, entah apa yang ingin El bicara saat ini dia yakin pasti penting kalau tidak, tidak mungkin seserius ini.
"Apa yang ingin kakak bicarakan?" tanya Ria, rasa penasaran nya sudah tidak bisa di tahan lagi, sikap El membuat nya gatal ingin segera tau.
"Ini tentang Chelsea saya harap kau bisa berkata jujur," jawab El sebelum memulai pada inti pembicaraan dia ingin Ria menjawab jujur setiap pertanyaannya.
"Emangnya apa yang ingin Kakak tau mengenai Chelsea, hingga seserius ini?" Ria makin penasaran. Wajah El seperti sekarang membuat nya bertanya-tanya.
"Ya ini serius. Sekarang jawab apa benar Chelsea di sudah di jodohkan oleh orang tuanya?" mata El serius menatap Ria menunggu jawab jujur yang akan di katakan.
"Di jodohkan? apa maksud Kak El? siapa yang mengatakan hal tidak benar ini?" kaget Ria, pertanyaan El membuatnya tidak percaya pembicaraan serius yang El katakan ternyata tidak penting.
Dia terlihat terkejut seperti mengetahui kebenaran yang selama ini tidak di ketahui. Ada perasaan senang dan juga marah, Chelsea sudah membohongi. Tapi seketika dia teringat sesuatu dan sadar apa alasan Chelsea berbohong, tapi juga ada sedikit keraguan mengenai dugaan nya ini.
"Iya, Chelsea tak pernah di jodohkan," jawab Ria membenarkan.
"Kakak mendapat berita bohong ini dari siapa?" tanya Ria lagi penasaran. Dia ingin tau siapa yang berani mengatakan hal tidak benar mengenai Chelsea.
"Chelsea sendiri yang mengatakan ini," jawab El. Wajah Ria mendengar itu susah paya menelan saliva, kaget.
__ADS_1
Entah apa yang di katakan Chelsea hingga berbohong tentang ini. Ria tidak tau.
"Bagaimana bisa Chelsea mengatakan itu pada Kakak? kalau dia sendiri menyukai kakak saat pertama kali bertemu di jalan, jadi ini terasa aneh. Mungkin kakak pernah mengatakan sesuatu yang menyinggung perasaan Chelsea hingga dia berbohong. Saya mengenal betul Chelsea seperti apa. Kami bersahabat sejak SD, jadi saya tau Chelsea," terang Ria begitu mengenal sosok Chelsea.
"Maksud mu, Chelsea menyukai saya? kenapa tidak kau katakan sejak awal? kenapa Chelsea juga tidak mengatakan perasaannya dan malah berbohong?" El tidak percaya ternyata dugaan nya tidak salah, memang benar adanya yang di pikir.
"Jangan salahkan saya, tanyakan dirimu sendiri Kak, saya yakin pasti ada yang kakak katakan hingga Chelsea melakukan ini. Saya sangat mengenal nya," tidak terima Ria di salahkan El seperti ini.
Perkataan Ria ada benar nya, El sadar semua pasti karena perkataan nya itu, jika tidak, tidak mungkin Chelsea berbohong.
"Nah betul kan dugaan ku, lihat sekarang Kakak diam pasti sedang memikirkan perkataan mana saja yang kakak katakan pada Chelsea pasti sangat banyak, hingga bingung sendiri, bukan?" tebak Ria melihat El diam seperti orang sedang berpikir.
"Hmmm, kau benar. Tapi saya tidak tau saat itu kalau Chelsea menyukai saya, kalau saya tau dari awal, mungkin tidak akan seperti ini," ucap El.
"Lalu apa rencana kakak sekarang? apa ingin mengejar atau melepaskan Chelsea? banyak pria di luar sana menanti Chelsea, Kak. Termasuk Kak Aiden, saya bisa melihat wajah lega nya saat kakak dan Chelsea mengatakan tidak ada hubungan di antara kalian," terang Ria.
Dia mengatakan sesuai apa yang di lihat dan di pikirkan dari sudut pandang nya melihat raut wajah cara Aiden berekspresi setiap memandang Chelsea sangat berbeda. Ria tidak mungkin salah menilai, dia begitu yakin Aiden menyukai Chelsea, tapi Chelsea nya tidak sadar, karena tidak terlalu memperhatikan Aiden.
"Aiden? bagaimana bisa kau berkata seperti itu? apa dia mengatakan perasaannya pada mu? Apa Chelsea mengetahui ini? dia dari dulu tidak pernah berubah selalu menyukai apa yang saya suka, tapi tidak, kali ini saya tidak akan tinggal diam. Chelsea milik saya hanya milik saya, tidak akan saya biarkan dia mengambilnya lagi," marah El, mengingat masa lalu seperti kembali terulang lagi.
...Bᴇʀsᴀᴍʙᴜɴɢ......
__ADS_1
...✨\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_ 🌼🌼\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_✨...