Gadis Kecilku Yang Baik Hati

Gadis Kecilku Yang Baik Hati
Bab 20: Terus menggoda


__ADS_3

🌻H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻


🌹✨💞✨🌹


Setelah membersihkan diri bersama di kamar mandi, El membantu mengeringkan rambut Chelsea. Pria itu begitu lembut memperlakukan Chelsea.


"Kak, apa kerjaan kakak tidak akan terganggu selama berada di sini menjadi panitia kompetisi?" tanya Chelsea.


"Tidak, sayang. Aku malah senang berkat menjadi panitia aku menemukan pujaan hati yang sebentar lagi menjadi istri ku," jawab El, dia sama sekali tidak pernah membayangkan akan menikah secepat ini dengan gadis kecil yang di anggap nakal.


"Aku juga, Kak. Rasanya sekarang masih gak percaya bakal nikah dan status ku akan berubah menjadi istri, apa aku bisa menjadi istri yang baik? usia ku masih sangat muda, aku takut membuat Kakak kecewa sudah menikahi ku," ucap Chelsea takut. Dia tidak tau harus melakukan apa menjadi istri yang baik untuk suami.


"Tidak perlu memikirkan terlalu jauh, cukup patuh dan tidak pernah berkata bohong pada suami itu sudah cukup. Aku tidak menuntut mu ini itu sayang, aku hanya mau kau bahagia bersama ku," bijak El begitu menyayangi Chelsea.


"Terimakasih, aku janji akan patuh padamu, dan tidak akan berkata bohong," ucap Chelsea.


"Pintar," puji El, tangannya masih bergerak mengeringkan rambut Chelsea dengan hairdryer yang di pegang.


10 menit....


"Sudah, Ayo kita langsung ke aula," ajak El menggandeng tangan Chelsea keluar kamar.


"Kak, apa tidak sebaiknya kita tidak bergandengan tangan? aku takut yang lain curiga," ucap Chelsea cemas menjadi masalah.


"Baiklah, aku akan melepaskan," sahut El menurut.


Setiba di aula, mereka langsung masuk El menuju kursi panitia dan Chelsea menuju kursi para peserta lomba duduk.

__ADS_1


Kedua terlihat serasi memasuki ruangan. Para peserta wanita melihat itu histeris tidak terima pria idaman mereka berjalan bersama Chelsea.


Tentu, hal tersebut di sadari Chelsea, dia tau El memiliki wajah tampan dan banyak perempuan di luar sana menganggumi.


Tapi Chelsea bersyukur El lebih memilih nya dari pada wanita di luar sana yang cantik, dewasa lebih darinya yang terlihat biasa dan masih sangat mudah.


"Roman-roman nya ada yang melakukan malam pertama ni," goda Ria melihat tanda merah di leher Chelsea yang di tutupi oleh rambut panjang nya.


"Apaan sih Ra, gak usah mulai deh," ucap Chelsea malu Ria bisa tau apa yang di lakukan nya bersama El.


"Cieh... yang malu nih ee... " Ria semakin senang menggoda Chelsea merona.


"Ria," cemberut Chelsea malu terus di goda.


"Hahaha, kau lucu Ce. Tapi aku bahagia kalau kau bahagia bersama Kak El. Apa dia melakukan dengan lembut?" tanya Ria kepo ingin tau permainan pertama Chelsea, El melakukan dengan lembut atau sebaliknya.


"Sepertinya aku tau, Kak El pasti melakukan dengan lembut, kalau kasar kau pasti sudah kewalahan mengimbangi nya," ucap Ria terkekeh sendiri dengan perkataan nya senang menggoda Chelsea.


Entah kenapa melihat Chelsea seperti sekarang sangat lucu. Ria jadi ingin terus menggoda.


Dari atas kursi panitia El melihat interaksi kedua wanita di bawah mengerut kening, Chelsea terlihat malu, dan Ria terus berbicara. Sebenarnya hal apa yang Ria bicarakan hingga wanita nya menutup wajah.


Ria menyadari El memandang ke arah mereka, tersenyum manis pada El sambil menyenggol Chelsea.


"Ce, lihatlah pria mu di atas sana terus memandang mu penuh cinta, apa kau tidak ingin memandang balik memberi cinta mu agar Kak El makin semangat, sepertinya dari penglihatan ku permainan ranjang kalian belum membuat Kak El puas," goda Ria berbisik, Chelsea mendengar itu pipi nya makin merona seperti tomat.


El melihat tingkah Chelsea di bawah yakin saat ini pasti Ria sedang menggoda Chelsea, jika tidak, tidak mungkin wajah Chelsea merah padam. Kursi duduk kedua wanita tersebut berada paling depan tidak terhalang oleh kursi manapun, hingga El bisa melihat jelas.

__ADS_1


"Apa yang di bicarakan Ria, hingga Chelsea begitu malu?" batin El penasaran. Dia khawatir Ria sih wanita bar-bar mempengaruhi Chelsea dengan kata yang tidak harus Chelsea tau saat ini.


Chelsea masih begitu polos, El tidak mau otak nya di penuhi kata-kata kasar yang tidak baik.


"Apa kau mau ki ajari cara memuaskan pria di ranjang? aku sudah berpengalaman Ce. Lihatlah sekarang ada baby kita disini. Kak Bay selalu minta lagi setiap kita bercinta, bahkan dia memuji permainan ku," ucap Ria membanggakan dirinya. Di usia yang masih sama muda dengan Chelsea. Ria sudah mengetahui banyak tentang percintaan di atas ranjang.


Setelah menjalin hubungan dengan Bay, Ria yang polos tidak ada lagi, hanya ada Ria yang pandai dalam berhubungan.


Bay selalu mengajak nya bercinta dengan banyak gaya, bahkan mengajari Ria agar bisa memimpin setiap mereka bermain. Dan dengan senang hati Ria tidak menolak, belajar semua yang di anggap menyenangkan.


"Tidak, aku tidak membutuhkan itu Ra. Jadi hentikan omongan mu itu, jangan mempengaruhi ku melakukan lebih dalam, aku tidak ingin hamil sekarang, aku masih mau menikmati uang beasiswa ku sampai selesai," sahut Chelsea tidak ingin seperti Ria melepaskan beasiswa dan memilih hamil.


"Kau ini mata duitan, orang tua mu tidak kekurangan uang Ce, mereka bisa membiayai mu, tapi lihat tingkah mu seperti orang tua mu miskin dan akan mati kalau mengetahui beasiswa mu di cabut," seru Ria kesal, Chelsea tidak bisa di ajak menikmati indahnya bercinta.


"Terserah mu saja Ra. Aku tidak peduli. Sekarang fokus lah ke depan kita harus bisa melakukan yang terbaik untuk kampus kita," ucap Chelsea tidak ingin membahas hal di luar materi lagi.


Jika terus berlangsung, dosen pembimbing nya bisa marah, melihat mereka.


Baru juga di pikirkan, dosen nya benar melihat dan menghampiri mereka.


"Apa yang kalian obrolkan? ingat kalian di sini untuk kompetisi bukan untuk main-main jadi fokuslah, jangan membuat nama baik kampus jelek, karena kalian menganggap semua ini tidak penting. Dan kau Chelsea, Ibu tau kemampuan mu sejak dulu bagaimana, lakukan yang terbaik meski bukan pertama setidaknya masuk tiga besar," tegur dosen pembimbing tidak suka mahasiswinya ngobrol di saat semua peserta fokus mendengar materi mereka malah asyik sendiri.


"Maaf Bu," ucap Chelsea tidak tau harus berkata apa selain permintaan maaf, dia mengaku salah tindakan nya dan Ria salah.


"Iya, kedepannya jangan di ulangi lagi, kalian sudah datang terlambat banyak materi yang tertinggal jadi gunakan waktu yang ada untuk mendengar dan memahami ketertinggalan kalian terutama kau Chelsea keterlambatan mu sudah sampai satu jam dan tidak bisa di toleransi lagi. Setelah materi selesai ikut Ibu," tegas Dosen. Chelsea mendengar itu mengangguk mengerti.


...Bᴇʀsᴀᴍʙᴜɴɢ......

__ADS_1


...✨____________ 🌼🌼_______________✨...


__ADS_2