
🌻H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻
🌹✨💞✨🌹
Hari ini keberangkatan Chelsea dan Ria ke Negara B, mereka di dampingi salah satu dosen yang di utus kampus untuk menjaga mereka selama acara kompetisi berlangsung.
"Ce, perasaan sudah lama kita tidak bepergian dengan pesawat sekarang kita kembali pergi sungguh sesuatu yang tidak pernah ku bayangkan. Dulu aku berpikir setelah masuk universitas kita bisa lebih santai, ternyata itu salah. Bahkan baru beberapa bulan kuliah kita sudah di tendang keluar," ucap Ria berpikir kehidupan begitu unik mempercayakan nya dan Chelsea bepergian dengan penuh kepercayaan bisa kembali membawa sesuatu yang berharga untuk semua.
"Kau benar Ra, kita sudah lama tidak seperti ini, dan aku senang hari ini bisa di beri kepercayaan kembali. Bagi ku hidup yang indah itu ini," sahut Chelsea tersenyum. Dia berpikir sudah hampir 7 bulan tidak melakukan perjalanan jauh lagi.
Setiap libur semester Chelsea tidak pernah kemana-mana selain di rumah, itu pun duduk diam di rumah. Kedua orang tuanya sibuk dengan kerjaan. Papa di rumah sakit, Mama di sekolah meski libur tetap kesana mengurus tugas di akhir ujian semester.
Chelsea tidak pernah merasa kesepian, dia menghabiskan waktu nya dengan membawa dan bermain komputer. Hal itulah yang di lakukan Chelsea.
Dia menikmati hari libur dengan senyuman, Chelsea mengingat semua pesan orang tuanya untuk bisa menjaga diri, kehormatan seorang wanita harus di jaga.
"Ya indah membosankan. Apa rencana mu liburan semester ini? satu bulan lagi kita memasuki libur semester, jika tidak ada rencana Ikutlah dengan ku," ujar Ria sudah memiliki rencana liburan kedepan nya.
"Kemana?" tanya Chelsea menoleh pada Ria.
Mereka saat ini berada di dalam pesawat, kedua menghabiskan waktu dengan berbicara.
"Nonton balap, bulan depan akhir pekan akan ada balap di kota A, bagaimana kau mau menemani ku?"
"Balap?" Chelsea mengucapkan ulang perkataan Ria. Pikiran nya kembali teringat pada saat itu dimana dia hampir kehilangan sesuatu yang sudah susah payah dia jaga.
"Kenapa Ce? apa yang kau pikirkan? kenapa kau begitu cemas saat aku mengatakan kata balap? apa terjadi sesuatu?" bingung Ria melihat ekspresi Chelsea aneh membuat nya bertanya-tanya.
__ADS_1
"Tidak, sepertinya aku tidak bisa ikut dengan mu Ra. Aku mau menghabiskan waktu bersama kedua tua ku," ucap Chelsea.
"Kau yakin? apa itu alasan yang sesungguhnya atau ada yang lain tidak ku ketahui kau sembunyikan?" curiga Ria yakin ada yang di tutupi Chelsea, jika tidak, tidak mungkin Chelsea berubah aneh saat dia mengatakan kata balap.
Chelsea diam, dia bingung harus menjawab apa, usia nya masih 17 tahun saat itu dan tahun ini baru 18, tapi 4 bulan lagi. Dia sudah melakukan hal di luar batas dan pria yang menyentuh nya tidak merasa bersalah.
Chelsea tersenyum kecut setiap mengingat kejadian itu dia terlalu bodoh, mungkin sekarang masih bodoh.
"Tidak, aku hanya berpikir sudah lama tidak mengambil job kerja di balap itu saja, tidak ada yang lain. Aku merasa aneh setiap melihat balap, karena biasa aku menjadi panitia, tapi kalau aku menuruti mu tetap nonton aku akan menjadi penonton, itu terasa tidak nyaman untuk ku," jelas Chelsea dan Ria mendengar itu mengangguk mengerti.
"Hmmm, kau benar aku mengerti sekarang, tidak apa-apa aku tidak akan memaksa mu lagi," ucap Ria.
"Iya, bagaimana kau dengan Kak Bay? sudah lama aku tidak mendengar mu bercerita mengenai nya?" tanya Chelsea penasaran. Ria tersenyum mendapat pertanyaan sahabat nya baru sekarang bertanya, kemarin kemana saja bos.
"Dih, kenapa tersenyum? aku nanya bukan ingin melihat senyuman mu," bingung Chelsea, Ria tersenyum manis.
"Tebak lah dari senyuman ku ini," ucap Ria santai.
"Oh Tuhan, kau ini sangat mengemaskan Chelsea," Ria mencubit pipi Chelsea dengan gemas.
"Auwh... Ria... sakit, tau," cemberut Chelsea, Ria mencubit lumayan kuat.
"Habis salah sendiri, kenapa tidak bisa menebak," seru Ria.
"Itu karena aku bukan peramal, jadi tidak bisa menebak Ria," ucap Chelsea memengang pipi nya yang di cubit Ria.
"Ya, aku tau itu Chelsea, tapi bisa dong kau tebak dari ekspresi ku ini. Masa gitu aja gak bisa," sahut Ria.
__ADS_1
"Aku gak bisa nebak, jadi aku bertanya Ra."
"Benar, kau hanya bisa tebak masalah pelajaran," kata Ria.
"Itu tidak buruk aku suka," sahut Chelsea tersenyum.
Ria menggeleng kepala mendengar itu.
...----------------...
"Chelsea, Ria untuk 10 hari kedepan kita akan tinggal di sini dan ini kamar kalian berdua. Pergilah bersih-bersih, nanti Ibu akan kembali kesini kita harus turun berkumpul bersama yang lain mengikuti beberapa materi yang akan kalian lakukan dalam kompetisi Microsoft Imagine Cup," ujar dosen pembimbing.
"Bu, apa materi yang akan di terima hari ini dari juri Negara kita?" tanya Ria penasaran. Dia ingin tau siapa juri kompetisi kali ini, hingga orang dari Negara mereka di beri kepercayaan begitu besar, pasti kedua juri itu orang hebat, jika tidak, tidak mungkin jadi juri, karena kompetisi ini antar negara dan meraih juara dunia.
"Iya, ada enam juri dan mereka akan memberi materi selama satu minggu kedepan, sebelum kalian memutuskan proyek yang akan di buat dari materi mereka," jawab dosen tersebut jelas. Ria mendengar itu mengerti dia makin tidak sabar ingin tau.
"Baik Bu. Saya mengerti sekarang," ucap Ria.
"Masuk lah bersih-bersih, kita tidak memiliki banyak waktu. Ibu akan datang 30 menit lagi," kata Dosen.
Kepergian dosen, mereka langsung masuk. Chelsea langsung bebersih seperti kata dosen, sedangkan Ria berbaring di ranjang.
"Inilah yang tidak ku suka Ce, kompetisi kuliah sangat berbeda dengan sekolah. kompetisi kuliah membuat ku ingin teriak, tapi aku harus juara membuktikan pada nenek lampir itu, kalau kita tidak memalukan nama besar kampus melainkan membanggakan," ucap Ria menatap atap langit. Otaknya kembali teringat pada Biva nenek lampir itu, sebelum pergi tadi sempat-sempatnya membuat ulah padanya.
"Iya, kita akan berusaha yang terbaik untuk nama baik kampus, terpenting sekarang kita harus tenang. Proyek yang kita lakukan ini tidak kecil, orang yang ikut kompetisi memiliki otak cerdas, jika kita gegabah kata out akan kita dapatkan sebelum memulai," sahut Chelsea. Dia sudah banyak menonton di youtube mengenai kompetisi mereka, semalam.
Kompetisi ini di ikuti orang-orang cerdas dalam bidang IT. Chelsea sedikit ragu dengan kemampuannya, dia dan Ria baru duduk di bangku kuliah, tapi sudah di beri kepercayaan sebesar ini. Apalagi yang di dengar para peserta yang mengikuti kompetisi ini adalah semester tinggi semua, bukan seperti mereka.
__ADS_1
...Bᴇʀsᴀᴍʙᴜɴɢ......
...✨____________ 🌼🌼_______________✨...