
Bersekolah kembali
sudah 3 hari yuki di rawat dirumah sakit, dan sekarang sudah di perbolehkan pulang agar bisa istirahat dirumah
"sayang, kamu istirahat duluu yaaa. mama mau buatkan kamu bubur" ucap iva sambil mengelus kepala yuki dengan lembut
"iyaa mi" jawab yuki menganggukkan kepalanya lalu tersenyum. kemudian iva berjalan keluar kamar untuk membuat kan yuki bubur tak lupa ia menutup kembali pintu kamar yuki
"pasti gue kena gigit nyamuk di halaman sekolah nihh!!! ini gara gara guru tua itu. kalau dia gak menyuruh gue ngebersihin halaman yang banyak sampahnya, gue pasti ga demam" ngomel yuki dengan muka kesalnya. taklama kemudian, iva pun datang sambil membawakan bubur kacang hijau
"sayang dimakan dulu yaa" ucap iva lalu duduk disamping yuki. kemudian yuki bangun dari tidurnya dan ikut duduk di ranjangnya. iva pun mulai menyuapi yuki dengan telaten hingga bubur itu pun habis tak tersisa
"bubur buatan mami emang paling the best dehhh. gadaa tandingannya" ucap yuki sambil menunjukkan jempol jarinya
"duhh, bisa aja kamu" jawab iva
"ahahahahah" tawa mereka bersamaan
****
keesokan paginya, yuki sudah bersiap untuk sekolah
"pagii mii, pagi pii" ucap yuki saat menuruni anak tangga lalu duduk di kursi meja makan
"pagi jugaa" jawab keduanya
"kamu sekolah hari ini?" tanya anugrah
"ehehe, iya pii" jawab yuki
"yauda nanti kalau demam lagi, kamu telpon papi aja ya. nanti papi jemput" ucap anugrah kemudian memakan sarapannya
__ADS_1
"iyaa pii" jawab yuki
setelah selesai makan, yuki pun berangkat ke sekolahnya dengan anugrah, karna anugrah tidak mengizinkan yuki membawa sepeda motornya di karenakan belum stabil. padahal yuki sudah merasa mendingan. tak lama kemudian mereka sampai di sekolah yuki, dan yuki pun langsung berpamitan dengan anugrah lalu masuk kedalam gerbang sekolah
"huhhh, lagi lagi dan lagi gak punya temen" gumam yuki saat memasuki lorong sekolah.seteleh sampai kelasnya, ia pun duduk di bangku miliknya dan memainkan ponselnya. tak lama kemudian pelajaran pun dimulai
"pagi semuanya" ucap guru itu
"pagi pak" jawab para murid
"saya adalah guru baru disini, dan nama saya Regan Stevano Aksarion. saya mengajar pelajaran seni budaya, bahasa Indonesia dan ekonomi. saya harap kalian tidak berbuat salah sama saya!" ucap regan sambil menatap para murid dengan mata elangnya yang dingin dan menakutkan
"baik pak" jawab para murid lagi
"sebelumnya saya mau nanya kepada kalian. saya harap kalian bisa menjawabnya" ucap regan lalu berjalan kearah bangku dan duduk kemudian ia membuka buku absensi dan tersenyum jahat saat melihat nama yuki disitu
"Miyuki Anasia Nafisya" ucap regan
"tolong jawab pertanyaan saya. sebutkan pengertian seni menurut Aristoteles" ucap regan sambil menatap yuki dengan tajam dan tersenyum samar berharap yuki tidak bisa menjawabnya agar ia bisa memberikan hukuman untuk gadis nakal itu
"jawab nya tidak boleh melihat buku" ucap regan lagi lalu melipat tangannya
'ck, ngeremehin gue nih' batin yuki tak senang
"menurut Aristoteles, seni adalah suatu bentuk ungkapan dan penampilan yang tidak pernah menyimpang dari kenyataan, dan seni itu meniru alam. tidak sampai disitu, Menurut Ki Hajar Dewantara seni adalah hasil keindahan sehingga dapat mempengaruhi perasaan seseorang yang melihatnya, dan seni merupakan perbuatan manusia yang bisa mempengaruhi dan menimbulkan perasaan indah dan masih banyak lagi yang belum saya sebutkan" ucap yuki dengan lancarnya sambil lempar tatapan sengit ke arah regan dan membuat para siswa lain tercengang akan jawaban dari yuki
"sudah pak. ada lagi?" tanya yuki dengan senyum jahatnya
"tidak, terima kasih" ucap regan
"sama sama" balas yuki
__ADS_1
pelajaran hari ini telah selesai, dan yuki sengaja keluar dari kelas terakhir karna ia tak mau melihat orang lain berhamburan. saat ia melewati kelas yang sudah kosong, tiba tiba ia mendengar sesuatu. ia pun mulai memeriksa kelas itu dan membuka pintunya dengan tendangan terbaik yang ia punya
grubbb
"wooiii!! apaa apaan kalian ini?" tanya yuki pada sekerumpulan laki laki yang sedang menyandra seseorang. tiba-tiba ia di serang orang satu orang laki laki, lalu laki laki itu melayangkan tinjunya namun dengan sigap yuki berhasil menghindar. dan ia pun mulai melayangkan tinjunya kepada laki laki itu dan berhasil membuat laki laki itu jatuh kelantai. Yuki adalah anak lulusan terbaik dalam ilmu bela diri, ia sengaja mengikuti kelas bela diri sejak usia 13 tahun tanpa sepengetahuan kedua orang tuanya.
"sialan loo!! beraninya sama cewek!" umpat yuki. dan ia kembali diserang oleh 4 orang laki laki dan dengan mudahnya yuki melawan mereka hingga mereka tak berdaya. setelah habis tak tersisa, mereka pun memilih untuk pergi. lalu yuki berjalan kearah seseorang dan membuka ikatan di tangannya dan membuka penutup mulut nya
"yuk pergi" ucap yuki, kemudian yuki memegang tangan lelaki itu dan membawa nya pergi dari situ hingga keluar dari sekolah lalu duduk di halte bus yang tak jauh dari sekolah
"nih minum dulu. muka lo pucat" ucap yuki sambil menyerahkan motol minuman kepada orang itu, lalu kemudian diminumnya
"makasih" ucap seseorang itu
"emm. lo kenapa ga ngelawan aja sih?" tanya yuki
"engga, kalau gue ngelawan yang ada gue makin di siksa" jawab lelaki itu dengan muka melas
"huhhh. mereka sering ngebully lo?" tanya yuki serius. lelaki itu mengangguk
"terus kenapa ga ngelapor aja?? atau gak pindah sekolah aja" ucap yuki.
"engga" jawab lelaki itu
"kenapa?" tanya yuki
"gapapa" ucapnya sambil menggeleng
"elo pulang sama siapa?" tanya yuki
"naik angkot" jawabnya
__ADS_1
"tapi udah jam segini, angkot pasti jarang ada yang lewat sini kalau udah jam segini" ucap yuki sambil melihat arloji ditangannya