
Serena masih di bawah pohon itu dan dia terkejut bukan main karena Gery berdiri di samping nya.
"Lagi apa? " Tanya Gery sambil tersenyum manis pada Serena.
Serena bukannya menjawab tapi malah meninggalkan Gery begitu saja.
Gery menghela nafasnya karena Serena meninggalkannya begitu saja.
Serena masuk kedalam tenda, dia tiduran didalamnya sambil memainkan ponselnya.
Ponselnya sepi karena notifikasi dari King lah yang sering masuk tapi sekarang malah tidak ada karena dia sendiri yang memblokir King.
"Ih jadi kesel sendiri, kok bisa dia gak hubungin aku sih? "Omel Serena kesal padahal karena ulahnya sendiri.
Serena membelakangi pintu tenda sambil sibuk memainkan ponselnya.
Tiba-tiba saja, ada tangan yang melingkar bahkan memeluknya dari belakang.
" Aaaaaaa! "Teriak Serena tapi orang itu membekap mulut Serena, dan Serena juga bisa melihat jelas siapa orang itu.
" Bayyyy"Ujar Serena melotot melihat King ada di hadapannya, sejak kapan bahkan dia tidak tau kapan King masuk kedalam tendanya.
King tersenyum lalu memeluk Serena dengan manjanya, menjadikan dadanya Serena bantalnya.
"Byyyy aku capee, kejar kamu kesini, apalagi nahan rindunya yang paling capee" Ujar King dengan manjanya layaknya anak kecil yang mengadu pada ibunya.
Serena masih membeku dengan kehadiran King yang sangat tiba-tiba, padahal dia masih kesal pada King tapi bohong jika dia tidak khawatir jika King kenapa-napa.
"Byyy kok diam? gak bakal ada yang masuk kok, soalnya di luar sudah ada bodyguard yang jaga, siapa pun gak akan bisa mendekat apalagi masuk" Ucap King lalu dia menaikkan tubuhnya, jadinya wajahnya ada di leher nya Serena.
"Kamu masih marah ke aku? " Tanya King manja pada istrinya.
"Masih" Jawab Serena cepat.
King mengangkat kepala nya agar bisa melihat wajah Serena, lalu kembali ke lehernya Serena.
"Ih jangan marah-marah lagi byy! aku takuttt" Ucap King masih manja pada Serena.
"Dia teman ku kuliah byy, namanya Michelle" Jelas King.
"Aku gak mau dengar apapun" Ucap Serena bahkan meninggikan suaranya.
"Iyah gak cerita lagi" Ucap King seperti suara anak kecil.
"Kamu udah makan? kamu mau tidur? " Tanya King lembut, tapi wajahnya masih berada di lehernya Serena.
__ADS_1
"Byy kita keluar yuk" Ajak King tapi serena mencubit tangan King dengan kuatnya.
"Byyyyyyyy" Teriak King karena sakit dari cubitan Serena.
Serena melepaskan cubit nya, mereka saling tatap dengan wajah yang sejajar. posisi King sekarang berada di depannya Serena.
Wajah Serena datar sedang kan King mengelus tangannya yang baru saja Serena cubit tadi.
"Sakit gak? " Tanya Serena dan King mengangguk pelan dengan ekpresi wajah masamnya.
"Itu gak seberapa sama sakit hati aku" Ucap Serena pelan tapi benar-benar membuat King terdiam.
"Aku minta maaf" Ucap King dengan serius.
"Lebih baik kita gak bertemu dulu" Ucap Serena tapi King menggeleng.
"Aku gak bisa kalau gak liat kamu" Ucap King.
"Aku masih marah, kesel sama kamu" Ucap Serena.
King tersenyum lalu tangannya tergerak dan mengelus rambut dan pipi nya Serena dengan lembut.
"Cemburu yah? artinya kamu sudah mencintai orang yang selalu kamu sebut menyebalkan ini" Ucap King sambil tersenyum hangat.
King sudah tidak mengelus rambut nya Serena tapi dia diam menatap istrinya yang sedang marah padanya.
"Tapi aku bisa liat kamu cemburu" Ucap King.
"Gengsi terlalu tinggi bisa membuat sesuatu menghilang" Ucap King.
"Ungkapkan saja semuanya ke aku Byy, aku gak akan mengeledekin kamu, bahkan aku sangat senang" Ucap King.
Serena membalikkan tubuh nya membelakangi King dan dia tertawa melihat tingkah Serena.
"Byyy ini pertama kalinya kamu marah ke aku" Ucap King.
"Aku kira kamu gak akan pernah marah ternyata bisa juga" Sambung King tapi Serena diam saja.
Terdengar sesegukan dari Serena dan King langsung duduk lalu menarik tubuh Serena agar mengarah ke arahnya.
Benar saja jika Serena menangis membuat King terkejut dengan hal itu.
"Byy kok nangis? aku gak apa-apain kamu kan" Tanya King panik.
Wajah Serena penuh dengan air mata, Serena hanya diam menatap King dengan wajahnya yang sudah tak karuan.
__ADS_1
"Byyy kenapa nangis? " Tanya King panik.
"Aku kesel sama kamu" Jawab Serena agak susah menjawab karena menangis.
"Wanita independen bisa nangis? " Ucap King lalu dia memeluk Serena dengan eratnya.
"Cup... Cup.. cupppp.. Jangan nangis lagi yah cantik" Ujar King sambil memeluk istrinya dengan mesra.
Serena semakin kencang menangis bahkan dia duduk dan memeluk King juga dengan erat, Sikap manja Serena seperti nya keluar tanpa dia sadari.
"Aku kesel kamu dekat sama cewe lain, aku gak mau kamu ngomong sama cewe lain, aku gak mau! kalau kamu di ambil orang! gak mau, kalau kamu tinggalin aku, aku bakal suruh Daddy buat bunuh kamu" Ucap Serena sambil menangis di pelukan nya King.
King tersenyum mendengar kan ocehan Serena, yang mengeluarkan unek-unek nya.
"Iyah-iyah janji gak bakal ngomong sama cewe lagi selain kamu yah, tapi Mamah Tiara, Mommy Intan, Nuna dan keluarga perempuan kita gimana? gak boleh juga nih aku ngomong sama mereka? " Tanya King dengan nada becanda.
"Bolehh" Jawab Serena pelan.
"Kalau kamu langgar, aku bakal pergi yang lebih jauh dari ini" Ancam Serena dengan serius.
"Pergi sejauh ini aja bikin aku kalang kabut byy, apalagi lebih jauh" Ucap King dengan nada lembut.
"Janji? " Ucap Serena, dia melepaskan pelukannya lalu menatap wajah King.
King menganggukkan kepalanya sambil tersenyum, tangannya juga menghapus air matanya Serena.
"Aku janji" Ucap King.
"Aishhh... Menangis seperti ini kenapa sangat lucu sih? bahkan lebih lucu kamu ketimbang aletha jika menangis" Canda King agar Serena tertawa.
"Suka kamu liat aku nangis? bukannya laki-laki itu gak suka kalau cewenya nangis? " Ucap Serena.
King bukannya menjawab pertanyaan Serena tapi malah fokus membersihkan wajah Serena yang basah sambil senyum-senyum sendiri.
Serena memeluk King lagi, bahkan kakinya juga melingkar fi pinggang nya King.
Pelukannya yang sangat erat dan manja ke King, "Aku bakal aduin ke Papah Prince kalau kamu bikin akun nangis lagi, Aku juga bakal suruh Ka cio dan daddy buat hukum kamu seberat-beratnya" Ancam Serena sambil terus memeluk King.
King tertawa kecil sambil mengelus punggungnya Serena dengan lembut.
"Tukang adu" Ucap King pelan tapi Serena mendengar nya.
Tapi Serena hanya diam sambil memeluk suaminya dengan manjanya.
"Syukur lah dia bisa luluh, byyy aku sangat takut kalau kamu gak akan maafin aku bahkan aku mikirnya, kamu bakal ceraikan aku" Batin King.
__ADS_1