
King mematung sambil membelakangi Serena yang sedang memasang pembalut.
"Jangan noleh! " Larang Serena.
"Iyah gak kok" Ujar King.
"Kenapa sih aku ikut disuruh masuk? padahal aku juga gak ngapa-ngapain" Protes King.
"Gak boleh di luar! " Jawab Serena tegas.
"Kenapa? aku gak bakal kabur juga" Ucap King.
"Diam byyy, jangan banyak protes" Ucap Serena.
King diam sambil menatap langit toilet itu, entah apa yang dia pikirkan.
"Byy kalau kamu menstruasi gini, berarti aku gak bisa minta jatah kaya tadi malam dong? " Tanya King dengan nada sedih.
"Ya gak bisa lah" Jawab Serena cepat.
"Kamu mau hamil gak sih byy? " Tanya King.
"Mau kok" Jawab Serena cepat.
"Tapi anaknya harus cowo gak boleh minta cewe" Ucap Serena lagi.
"Kenapa gitu? " Tanya king heran.
"Kalau cewe, nanti aku punya saingan, aku maunya cuma aku yang cantik di keluarga kita" Jawab Serena.
"Tapi aku yang punya saingan byy" Ucap King.
"Gak papa" Ucap Serena.
"Egois nya" Ucap King.
"Hiih kok jadi takut, aku nya bakal di cuekin kalau punya anak" Ucap King yang berpikir aneh-aneh.
King menempelkan dahinya ke dinding, tatapannya ke bawah, dia seperti frustasi memikirkan dirinya, yang akan memiliki saingan nantinya jika serena hamil anak laki-laki dari nya.
"Byyy kalau kita punya jangan cuekin aku yah" Ucap King manja sekali pada serena.
"Aku hamil aja belum, udah mikir yang engga-engga kamu tuh" Ucap Serena.
"Udah nih" Ujar Serena, King membalik tubuh nya dengan wajahnya yang masam menatap Serena.
"Kenapa sih? udah gak usah mikirin yang aneh-aneh" Ucap Serena lalu dia mendorong tubuh King keluar toilet.
Serena menggandeng tangan King,tapi dia hanya diam dengan ekpresi manyun.
"Pantas aja si Cio mau punya anak cewe dulu baru cowo" Ucap King pelan tapi Serena mendengar nya.
__ADS_1
"Mana ada! Ka Cio mau anak cewe karena dia dulu pengen punya kaka cewe jadinya wujudin itu keanak-anak dia" Sanggah Serena.
King hanya menatap Serena dengan lesu lalu menganggukkan Kepala nya.
"Kita pulang aja atau gimana? " Tanya Serena.
"Pulang aja" Jawab King lemas.
Mereka masuk mobil, Wajah King masih seperti tadi, Sikap jahil Serena muncul, dia menepuk-nepuk pipi King yang awalnya pelan sampai kencang.
King semakin kesal bahkan ngambek pada Serena, sikap yang malah kebalikan dari Serena.
"Cowo kok suka ngambek" Ucap Serena tapi tangannya sambil mencubit tangan King.
"Sakitttt" Ujar King sambil menjauhkan tangan Serena dari tangannya.
"Yang lagi menstruasi siapa sih? aku atau kamu? " Tanya Serena sambil menunjuk dadanya King.
"Diam dulu" Suruh King.
"Gak bisa diam" Jawab Serena bahkan dia menjulurkan lidahnya mengejek King.
King mematung, seperti nya batas kesalnya sudah di hampir habis.
"Byyy kamu tau gak? katanya ada pantai baru,Kesana yuk" Ajak Serena tapi King tetap diam sambil memegang setir mobilnya.
"Gak mau nyetir? sini biar aku yang nyetir" Ujar Serena yang ingin turun dari mobil tapi King sudah melajukan mobilnya.
"Kepantai yah" Ujar Serena tapi King hanya diam sambil menyetirkan mobilnya.
"Gak! " Jawab King cepat.
"Tapi banyak orang dari masalalu tapi mukanya mirip dengan orang jaman kita" Ucap Serena.
"Cuma kebetulan mirip, reikarnasi itu gak ada" Jelas King.
"Aku bisa gak sih berharap Mamah alice berinteraksi di jaman kita" Ucap Serena.
"Mana mungkin bisa, gak usah berkhayal yang gak mungkin terjadi" Tegur King.
"Byyy kamu pernah liat sosok Papah Matthew gak? " Tanya Serena.
"Dia sudah tenang.Makanya, aku gak pernah liat dia" Jawab King.
"Benarkah?" Ucap Serena dengan nada sedih.
"Kenapa harus sedih sih? Aku kemarin dapat beberapa foto papah Matthew dengan Mamah Alice, ada kamu juga tapi kamu masih dalam perut Mamah Alice" Ucap King, dia mengeluarkan ponselnya dari kantongnya, lalu mencari-cari foto yang ingin perlihatkan ke Serena.
King menemukan nya dan dia menyerahkan nya Serena. "Entah dari mana para bodyguard ku mendapatkan nya tapi aku tidak perduli yang penting mereka mendapat kan ini" Ucap King.
Serena diam menatap kedua orang nya "Papah, Mamah" Ujar Serena lirih. Tangan kanan Serena memeluk tangan King.
__ADS_1
Serena terdengar sesegukan menangis menatap foto kedua orang tua nya yang ketika masih hidup. King menghentikan mobilnya, Dia merebut ponselnya dari tangan Serena.
"Byy kok di ambil? " Tanya Serena dengan nada tinggi.
"Aku kasih liat ini biar kamu gak sedih lagi bukan malah nangis" Jawab King.
Serena buru-buru menghapus air matanya dengan kasar"Udah gak nangis kok, janji gak akan nangis"Ucap Serena, tingkah Serena seperti anak kecil membuat King tersenyum melihatnya.
"Kiss dulu" Ujar King tapi Serena menggeleng.
"Kiss dulu baru aku kasih" Syarat King sebelum dia mengembalikan ponselnya ke Serena.
"Gak mau! " Tolak Serena dia merebut ponselnya King tapi King tentu mealih-alihkan ponselnya agar Serena tidak bisa mengambilnya.
"Byyyy" Ambek Serena dengan berteriak.
"Siapa istri aku cium" Ucap King sambil menunjuk-nunjuk pipinya.
Serena mencium pipi King tapi hanya sebentar "Udah kan? " Ucap Serena.
"Itu bukan ciuman, mana ada cuma nempel gitu" Protes King.
Serena menonjok perut nya King, dan dia dengan mudah mengambil ponselnya di tangan King.
"Byyy sakit banget" Ucap King yang memegangi perutnya.
"Bodo amat" Ujar Serena lalu dia menatap foto kedua orang tuanya lagi.
King diam sambil memegangi perutnya, dia menatap wajahnya Serena dengan diam.
"Aku tau kok byy, kamu memang punya segalanya, kasih sayang dari Om Rio dan Aunty intan juga sangat besar ke kamu, Kamu masih merindukan kedua orang tua kandung kamu, Maafin aku yah karena gak bisa wujudin itu, tapi aku janji bakal buat kamu bahagia" Batin King.
Serena menghela nafas berat, dia menahan tangisnya, lalu dia mengembalikan ponselnya king.
"Kenapa di kembalikan? " Tanya King.
"Yang ada cuma bikin nangis, Aku memang merindukan mereka tapi kalau aku semakin menatap foto itu, aku malah membuat harapan, agar mereka bisa hidup kembali" Ucap Serena, King menarik tubuh Serena masuk kedalam pelukanya.
King membersihkan air mata Serena dengan jari jempolnya dengan lembut.
"Orang cantik dan baik itu gak boleh nangis, kita bawa bahagia aja yah, nanti pas kita pulang, kita ke makam mereka" Ucap Kin
"Tapi makam Papah Matthew kan ada di Amerika" Ucap Serena.
"Kita kesana nanti" Ucap King.
"Kita sebulan disini, terus kita ke Amerika terus kita pulang lagi ke makam Mamah Alice yah" Sambung King lembut.
"Makam Papah Matthew kan dijaga sama anak buahnya Anderson byy" Ucap Serena.
"Memangnya kenapa? Kamu itu anak kandungnya, rasanya gak akan mungkin mereka melarang kamu kesana" Ucap King.
__ADS_1
"Aku takut Anderson bakal berbuat macam-macam" Ujar Serena.
"Gak akan sayang" Yakin King pada Serena, Dia menganggukkan Kepala nya, King mencium puncak kepalanya Serena.