GADIS NAKAL ITU ISTRIKU

GADIS NAKAL ITU ISTRIKU
Cio lagi


__ADS_3

Tepat pukul 03.07 dinihari.


King terbangun karena mendengar tangisan yang didekatnya, King membuka matanya memeriksa sekitar, ternyata Serena yang duduk dibawah ranjang sambil menangis dengan sesegukan.


"Byyy! " Panggil King, lalu dia segera turun dari ranjangnya mendekati Serena yang sedang duduk dibawah sambil memeluk lututnya.


King berjongkok didepannya sambil menangkup wajahnya Serena.


"Kenapa nangis? mau apa sayang? biar aku turutin yah" Ucap King sangatlah lembut, dia juga menghapus air mata Serena yang sudah sangat membasahi wajahnya.


Serena menatap King dengan wajahnya yang penuh air mata. "Mau apa cantik? mau apa sayang? " Tanya King lagi.


"Aku tadi telpon ka Cio, tapi gak dia angkat" Ujar Serena sesegukan.


"Kamu nelpon dia mau apa? kan ini jam orang tidur, jelas dia gak akan angkat telpon kamu" Ucap King masih dengan nada lembut bahkan seperti mengajak bicara anak kecil.


"Aku mau dia kesini Bayy, aku dia masakin aku sesuatu" Jawab Serena meninggi.


"Masakin apa? Cio kan gak bisa masak? kalau aku aja gimana? " Tawar King.


"Gak mauu Bayyyy" Tolak Serena sambil geleng-geleng.


"Kalau kita aja yang ke sana gimana? " Tawar King lagi.


"Aku mau dia yang kesini" Jawab Serena, King jadi garuk-garuk kepala dengan tingkah istrinya.


"Sekarang kamu naik ke kasur dulu yah, aku yang telpon dia sampai dia bangun terus kesini" Ucap King, Serena menurut lalu dia naik ke kasur, duduk sambil bersandar, sedangkan King mulai menelpon Cio.


Disisi Cio.


Dia masih tidur sambil memeluk istrinya, sejak tadi ponselnya berdering.


Nuna yang malah terbangun lalu membangun kan suaminya, "Berci bangun" Ujar Nuna sambil menepuk pipi suaminya dengan pelan.


"Gak mauuu! " Manja Cio bahkan mempererat pelukannya ke Nuna.


"Ponsel kamu bunyi terus tuh, kalau bunyi terus aku gak bisa tidur" Ujar Nuna, Cio malah menutup telinga Nuna dengan tangannya.


"Udah gak kedengeran lagi kan? tidur lagi yuk" Ujar Cio.


Nuna mendorong Cio lalu turun dari ranjang, untuk melihat siapa yang sejak tadi menelpon Cio.


Ternyata King, Nuna langsung mengangkat nya. "Hallo Cio! bisa kesini gak? istriku nangis-nangis mau kamu kesini" Ucap King tanpa basa-basi lagi.


"Dia masih tidur King" Ucap Nuna.

__ADS_1


"Eh Nuna? Naa tolong bangunin yah, aku gak bisa bujukin dia, soalnya dia mau Cio kesini" Ucap King agak memohon pada Nuna.


"Aku bangunin dulu yah" Jawab Nuna.


"Iyah" Ujar King.


Nuna mendekati Cio yang tidur kembali setelah bangun tadi, "Bercii bangun" Ucap Nuna sambil menggoyang kan tubuh Cio.


"Berciiii" Panggil Nuna lagi agak meninggi karena Cio tidak bangun.


"Iyah Chagii? " Jawab Cio malas bahkan membuka matanya pun tidak.


"Coba kamu duduk" Suruh Nuna.


"Ngantuk Chagii" Rengek Cio.


"Serena nangis katanya mau kamu ke mansion" Ujar Nuna.


Cio membuka matanya, karena terkejut. "Nangis? kok bisa? bukannya tadi siang, dia nangis karena liat aku? " Tanya Cio heran.


"Nih kamu ngomong aja sama King" Suruh Nuna, dia juga menyerahkan ponselnya ke Cio.


Cio menempelkan ponselnya ke telinganya. "Kingg! Serena kenapa? " Tanya Cio.


"Kaka kesini! Aku mau kaka kesini sekarang" Rengek Serena dari seberang telpon.


"Aku mau kaka kesini, aku telpon dari tadi tapi kaka gak angkat, aku kesel makanya nangis, kaka kesini yahhhh" Ucap Serena manja pada kaka nya.


Cio menghela nafas panjang, sambil mengangguk dia pun mengiyakan permintaan adik nya.


"Kaka berangkat sekarang yah, tunggu sebentar lagi" Ucap Cio, Serena terdengar kesenangan bahkan dia tertawa mendengar Cio akan ke mansion.


"Aku tunggu ka" Ujar Serena lalu langsung mematikan ponselnya.


Nuna tertawa kecil karena suaminya jadi bahan ngidam Serena bukan King.


"Jangan ketawa Chagii" Tegur Cio sewot.


"Tadi siang katanya dia nangis karena liat muka kamu, dia bilang jelek sekarang, malam-malam malah minta kamu kesana sampai kaya gitu" Ucap Nuna heran.


"Yang bikin hamil si King tapi malah dia yang aman, sedangkan aku?" Ucap Cio lalu menggeleng.


"Ah sudahlah, dari pada dia nangis-nangis lagi, ribet banget.Kita kesana yah aku takut tinggalin kamu sendirian"Ucap Cio.


" Anak-anak gimana? "Tanya Nuna.

__ADS_1


" Dibawalah, masa di tinggal sih"Jawab Cio dan Nuna tertawa kecil.


"Aku ke kamar mereka dulu" Ucap Nuna,dan Cio mengangguk.


Disisi Serena.


Serena sudah menangis, namun malah bermanja pada King, Serena duduk di pangkuan King sambil memeluknya.


"Kamu nangis sejak kapan? Hmm" Tanya King sambil mengelus rambutnya Serena.


"Aku gak liat jam, pokoknya lama" Jawab Serena.


Padahal King belum lama tidur karena mengerjakan pekerjaan yang dia tinggalkan tadi siang, tapi malah terbangun lagi karena tangisan Serena.


"Masih sedih? " Tanya King.


"Masih" Jawab Serena.


"Kenapa? bukannya Cio nya mau kesini, kok masih sedih? " Tanya King lagi.


"Kan dia belum datang" Ujar Serena.


"Biar gak sedih selama nunggu Cio datang, aku harus apa? " Tanya King yang selalu ingin melakukan apapun untuk Serena agar tidak sedih lagi.


Serena merenggangkan pelukannya lalu menatap King"Kamu itu baik banget? makanya aku gak mau nyusahin kamu"Jawab Serena.


"Terus Cio gak baik gitu makanya kamu gangguin dia" Tanya King sambil tertawa kecil.


"Gak tau" Jawab Serena membuat King tertawa cukup keras.


"Kok ketawa? " Tanya Serena dengan melotot.


"Gak byy, aku lucu aja, biasanya kan kalau istri hamil yang harus menanggung ngidam itu suaminya tapi kok sekarang malah si Cio? " Ujar King lalu tertawa lagi.


"Aku juga heran ya Bay, aku bisa kesel banget liat muka ka Cio sampai nangis Bay" Ucap Serena yang keheranan dengan dirinya.


"Tapi sekarang kenapa nangis mau dia kesini? " Tanya King.


"Gak tau Bayyy, aku juga heran Bayyy" Jawab Serena.


King mengelus perut Serena sambil tersenyum, "Anak Papi memang cerdas, kamu gak mau yah bikin Papi pusing" Ucap King.


"Kamu memang anak Papi" Sambung King dengan bangga.


Serena kembali memeluk leher King menyandarkan kepalanya di bahu King.

__ADS_1


"Aku akan bakal bahagiain kamu buat kamu dan calon anak kita" Ucap King dan Serena hanya menganggukkan kepalanya.


__ADS_2