
King dan Serena sampai di makam.
Serena diam menatap makam wanita yang sudah berjuang melahirkannya itu.
King juga berjongkok disamping nya Serena sedangkan Gery berada di mobil.
"Mah, Serena sudah dewasa sekarang, Serena sudah menikah bahkan Serena sudah hamil" Ucap Serena sambil mengelus nissan Mamahnya.
King hanya fokus menatap Serena karena King takut jika istrinya akan menangis, Serena hari ini sudah terlalu banyak menangis.
"Mahhhh" Ujat Serena dengan nada gemetar dan King langsung memeluk istrinya.
"Jangan menangis lagi cantik, kamu terlalu banyak menangis hari ini" Larang King tapi Serena tetap menangis.
"Bagaimana aku tidak menangis? Mertua ku sendiri sama sekali tidak mau menerimaku, kamu kenapa gak pikirin ini dulu sebelum benar-benar menikahi ku" Ucap Serena sambil menangis.
"Maafkan aku Byyy" Ujar King tapi Serena hanya diam.
"Kamu marah sama aku, hmm? " Tanya King lembut.
"Iyaaah" Jawab serena.
"Aku maklumin kok" Ujar King dan serena semakin erat memeluk King.
"Mah, Laki-laki yang peluk sekarang adalah suamiku, dia laki-laki hebat setelah Daddy, ka Cio dan Papah" Batin Serena.
"Aku mengandung anaknya Mah, Tapi sayang mertuaku sama sekali tidak menginginkan posisiku bahkan bayi ku, Aku kesini hanya ingin bilang itu ke Mamah, nanti malam Mamah datang yah ke mimpi serena" Sambungnya.
"Mamah Alice, Aku sangat mencintai anak perempuan mu, tapi maafkan aku, karena rasa ingin memiliki serena terlalu besar, aku sampai lupa jika Mami ku sampai sekarang belum menerima posisinya, tapi aku janji akan menyelesaikan semuanya" Batin King jua.
Disisi Mami Tiara.
Dia sedang duduk di restoran bersama adiknya yaitu Mommy Intan.
Mereka belum berbicara apapun, karena sejak pernikahan King dan serena Mami Tiara selalu menolak bertemu dengan adiknya.
"Tumben kaka mengajak bertemu? biasanya selalu menolak bertemu dengan ku? mau membicarakan calon cucu kita? " Tanya Mommy Intan ramah pada kaka nya.
__ADS_1
Mami Tiara menghela nafas dengan berat seperti baru melepaskan beban.
"Seharusnya aku melarang keras King menikah dengan serena" Ucap Mami Tiara sampai membuat Mommy Intan terkejut.
"Apa maksud kaka? mengapa nya kenapa jika King menikah dengan putriku? bukannya King yang menjebak nya sampai suamiku memberikan restu" Tanya Mommy Intan.
"Dia bukan putri kamu dan Rio, dia putri dari Alice" Jawab Mami Tiara.
"Aku tau, tapi kenapa kaka bisa berbicara seperti itu? Dia memang bukan lahir dari rahim ku tapi aku adalah ibu susunya,Aku yang merawat nya sejak dia berumur 8 bulan" Ucap Mommy Intan.
"Kamu terlalu baik adik ku, kamu sampai melupakan kejahatan dari Mamahnya serena ke kamu" Ucap Mami Tiara.
"Yang jahat adalah Alice bukan serena, dia putriku walaupun bukan aku yang melahirkan nya, tapi tetap saja aku merawat nya sama seperti Cio" Ucap Mommy Intan.
"Kenapa kaka bicara seperti ini?Apa kaka tidak menyukai pernikahan King dengan putriku? " Tanya Mommy Intan.
"Iyah! Aku juga tidak menyukai Serena" Jawab Mami Tiara.
Mommy Intan tersentak karena ucapan Kakanya itu, hampir tak bisa bersuara lagi Mommy Intan karena ucapan Kakanya sendiri.
" Apa yang kaka katakan ini? Kalau kaka tidak menyukai Serena sama saja tidak menyukai ku"Ucap Mommy Intan.
"Aku tidak bilang jika tidak menyukai kamu, aku hanya tidak menyukai putri Alice itu, sejak Rio membawanya masuk kedalam keluarga kita" Ucap Mami Tiara.
Mommy Intan tertawa kecil lalu mengubah ekpresi nya menjadi datar menatap kakanya.
"Bahkan kaka juga sempat tidak menyukai anak kandungku sendiri dan sekarang Serena?Apa kaka orang yang paling sempurna sampai berbicara seakan-akan hanya kaka yang pantas di sebut baik? " Tanya Mommy Intan.
"King yang memaksa putriku menikah dengannya, bukan putriku, Jaga sikap mu ka, Serena sedang hamil cucu kita, jika sampai dia stress kaka lah orang yang ku cari" Ucap Mommy Intan.
Mami Tiara tersenyum tipis menatap dengan sinis pada adiknya. "Kamu mengancamku? hanya karena membela anak Alice itu? Aku kaka kandung mu Intan, Aku seperti ini karena masih dendam dengan orang-orang yang menyakiti kamu dulu" Ujar Mami Tiara.
"Aku malas berdebat dengan mu ka! Aku bersikap semestinya,Tapi kaka malah belum beranjak dari masalalu" Ucap Mommy Intan.
"Serena aku yang membesarkannya, aku yang mendidiknya, bahkan huruf yang masuk ke kepalanya adalah aku yang mengajarkan nya, Serena adalah putriku jika kaka tidak menyuaki nya sama saja tidak menyukaiku" Ucap Mommy Intan.
"Ingat lah, dia sekarang menantumu, dia sedang mengandung bayi King, putramu sendiri, bagaimana bisa kamu berbicara tidak menyukai nya" Ucap Mommy Intan lalu dia tergeleng.
__ADS_1
"Aku menyesal sudah mau datang, andai Bunda dan Ayah tau kaka seperti ini pasti mereka akan sedih, karena mereka selalu mengajarkan kita berbuat baik dan juga jangan jadi orang pendendam" Ucap Mommya Intan.
"Lucu sekali, Hal seperti ini memasukkan nama Ayah dan Bunda" Ucap Mami Tiara.
"Apa ada hal yang tidak penting lainnya yang ingin kaka bicarakan lagi? " Tanya Mommy Intan.
"Kamu marah dengan ku? " Tanya Mami Tiara.
"Aku permisi ka! Aku minta maaf jika ada kata-kataku menyakiti perasaan kaka" Ucap Mommy Intan, dan dia pergi meninggalkan Mami Tiara begitu saja.
Mami Tiara masih duduk menatap adiknya yang pergi dengan marah.
"Aku seperti ini karena selalu mengingat kejadian dimana dia disakiti oleh orang lain tapi dia malah seperti ini pada ku" Ucap Mami Tiara.
"Sangat menyakitkan" Ucap Mami Tiara.
Disisi King.
Mereka sampai di Mansion Daddy Rio.
Pas sekali Daddy Rio juga baru datang, Serena buru-buru turun dari mobil lalu memeluk Daddy nya yang berdiri tak jauh dari mobil King karena menunggu Serena juga.
"Daddyyyy" Ujar Serena manja sambil memeluk Daddynya.
"Aishhh... Kamu akan menjadi Seorang Mamah sayang, bagaimama bisa sikapmu masih seperti ini! " Tanya Daddy Rio tapi dia tetap membalas pelukan putrinya.
"Aku kangen Daddy, apa aku gak boleh kangen Daddy? Seandainya aku memiliki cucu pun, aku akan tetap manja karena Daddy adalah Daddy ku" Jawab Serena.
"Jika kamu memiliki cucu apakah Daddy masih hidup? jika Daddy masih hidup, sudah jelas Daddy pasti hanya akan tiduran di kasur tanpa bisa melakukan apapun" Ucap Daddy Rio.
King hanya berdiri sambil membawa kan tas Serena, dibelakang Serena.
"Apa yang sudah terjadi? " Tanya Daddy Rio.
"Lebih baik kita masuk, aku kasihan pada istriku jika terusan berdiri" Ajak King.
"Ayo kita masuk sayang" Ucap Daddy Rio, dan mereka masuk kedalam Mansion.
__ADS_1