GADIS NAKAL ITU ISTRIKU

GADIS NAKAL ITU ISTRIKU
Manjanya


__ADS_3

Hari berganti pagi.


Serena membuka matanya, Tapi dia mendengar suara King yang sedang berbicara entah dengan siapa.


Serena membuka matanya dengan sempurna , Ternyata King sedang duduk, berbicara dengan perutnya Serena.


"Bayyy" Ucap Serena lalu dia duduk, King tak menahan Serena tapi dia hanya tersenyum menatap Serena sambil bersila kaki.


"Aku berisik yah? sampai kamu kebangun? " Tanya King lembut.


"Gak kok, kan emang sudah pagi, jadinya aku bangun" Jawab Serena, dengan wajah bantalnya.


"Mau makan? pelayan tadi anterin makanan, masih panas tuh" Ucap King.


"Baru bangun, udah disuruh makan, aku mau minum air putih dulu" Jawab Serena.


King mengambil kan Serena minum yang memang sudah tersedia disana.


Serena menerima gelas yang diambilkan oleh King, meminumnya sampai habis.


"Ahhhhh" Lega Serena lalu tersenyum lebar.


"Mau pipis? atau mau buang air besar? " Tanya King lembut pada istri nya.


Serena tiba-tiba turun dari ranjang berlari menuju kamar mandi, King mengejarnya dengan panik karena Serena muntah-muntah.


Serena muntah di Wetafel dan King mengelus belakangnya Serena dengan lembut.


"Bayyyy" Ucap Serena manja lalu muntah lagi.


"Keluarin semuanya yah" Ujar King dan syukur nya Serena sudah berhenti muntah, lalu dia membersihkan mulutnya.


Serena menatap King di cermin yang besar , King berdiri sambil menatap Serena juga.


"Gak enak perutnya? mau kerumah sakit? " Tanya King sambil mengelus dan mencium kepala nya Serena.


"Gak mauuuuu" Jawab Serena manja.


"Mau apa cantik? biar aku turutin yah" Tawar King pada Serena.


"Mau peluk aja" Jawab Serena dan King pun memeluk Serena.


"Jangan tinggalin aku yah Bayy"Ujar Serena dengan mata tertutup sambil masih berada di pelukan King.


" Aku disini, gak akan pernah pergi byy"Jawab King yakin.


"Yakin? kalaupun Mamih yang suruh kamu tinggalin aku? " Tanya Serena.


"Aku memang anak Mamih Byy, aku memang harus menurut dengan nya" Ucap King.


Serena langsung berontak dan melepaskan pelukan nya, menatap King dengan tajam.


"Kamu bakalan tinggalin aku? " Tanya Serena tinggi.

__ADS_1


"Aku belum selesai ngomong babyyy" Ucap King lembut.


"Aku gak akan tinggalin kamu walaupun Mamih yang menyuruh ku, Aku gak bisa tanpa kamu, apalagi sekarang kamu sedang hamil, jika aku menurut ucapan Mamih sama aja aku menyakiti diri aku dan kamu" Ujar King lemah lembut menjelaskan pada Serena.


"Kamu gak usah mikirin yang aneh-aneh yah cantik, aku gak pernah tinggalin kebahagiaan aku" Ucap King lalu memeluk serena lagi.


Hari semakin siang.


Serena setelah dari kamar mandi tadi, dia kembali menuju kasur dan kembali tidur sampai-sampai King hanya tergeleng dengan tingkah istrinya.


King duduk disamping nya Serena sambil memainkan ponselnya karena dia sambil berkerja.


Tangan kanannya juga mengelus rambut Serena dengan lembut agar dia tidak terbangun.


"Gimana perusahaan ku yang di Belanda yah? rasanya kangen mau kesana lagi, tapi pasti Serena bakal larang aku kesana" Ucap King berbicara sendiri.


"Perusahaan disana lumayan berproses dengan cepat tapi setelah aku pulang kesini, seperti nya aku sudah tidak dapat kabarnya lagi" Sambung King.


Lalu dia menelpon seseorang, yaitu orang kepercayaan nya yang memang dia suruh untuk menjalankan perusahaan nya.


King mengerucut kan dahinya karena tidak diangkat sambungan ponselnya.


Serena tiba-tiba tersentak dan langsung bangun bahkan king juga ikut terkejut karena Serena.


"Mimpi buruk yah? " Tanya King lembut bahkan dia melemparkan ponselnya yang masih belum di angkat oleh orang kepercayaan nya.


"Aku naik awan Bayyy terus jatuh, kaget banget" Jawab Serena lalu dia menjadikan pahanya King sebagai bantal.


"Kasihan banget? tapi masih mau tidur? masih ngantuk? " Tanya King lembut.


"Kamu ganteng banget" Ucap Serena padahal tidak menatap King.


"Mulut nya muji tapi liat aku aja engga kamu byy" Ucap King lalu terkekeh kecil.


Serena senyum-senyum tapi tidak juga mau menatap King.


"Bangun yuk, mau jalan-jalan atau minum susu sama vitamin nya" Ujar King.


"Minum vitamin? " Tanya Serena.


"Iyah cantik" Jawab King.


"Ngapain? kan vitamin aku, kamu? " Ucap Serena dan King tertawa kecil karena ucapan Serena.


Serena menatap King sambil tersenyum, "Udah bisa kata-kata manis yah? belajar dari siapa coba? " Tanya King.


"Spontan aja" Jawab Serena.


"Aku gak mau kemana-mana, terus juga kamu gak boleh kemana-mana juga" Larang Serena.


"Terus dikamar aja gitu? " Ucap King dan Serena mengangguk.


"Kenapa gitu? bukannya kamu suka jalan-jalan yah? kita cari angin yuk, naik motor? " Ajak King dan Serena langsung duduk membuat King khawatir.

__ADS_1


"Aku mauuuuuu" Ujar Serena manja.


"Ya udah sekarang kamu siap-siap yah, pakai baju yang tebal jangan pakai baju yang seksi" Suruh King dan Serena mengangguk paham, lalu dia turun tergesa-gesa.


King mengikuti Serena kemanapun membantunya takut Serena kenapa-napa pikirnya.


Disisi Mamih Tiara.


Dia sedang berada di ruang makan bersama dengan Hellen dan Papi Prince.


"Hellen! " Panggil Papih Prince.


"Iyah Pih" Jawab Hellen.


"Jagain terus yah perkembangan Serena dan bayinya, biar calon cucu Papih sehat" Ujar Papi Prince.


"Siap Papi" Jawab Hellen.


"Lebay banget sih, memangnya dia bakal kenapa-napa? sampai Hellen harus jagain dia terus? " Ucap Mamih Tiara.


"Mam, itu anak King, kenapa Mamih kayagini? " Tanya Hellen heran.


"Andai istrinya bukan putri dari Alice pasti Mamih akan lebih baik" Jawab Mamih Tiara.


"Serena itu pilihan King, dia anak baik, bukan anak yang nakal" Ucap Hellen.


"Bukan anak nakal kamu bilang? ikut genk motor, sering balapan bahkan naik ke bar, apa itu bukan anak nakal? " Tanya Mamih Tiara, Hellen terdiam tidak bisa berkata-kata lagi.


"Sudah! Sudah! kalian ini apaan sih, malah bertengkar. Ini masih pagi" Tegur Papih Prince.


"Cape kalau Mamih kayagini terus, oh yah Pih aku bisa gak pulang yah, soalnya suamiku ajak nginep di apartemen aja katanya" Ujar Hellen.


"Oh baiklah, kamu baik-baik yah cantik, jaga kesehatan katanya mau punya bayi juga" Ucap Papih Prince.


"Iyah Papih" Ucap Hellen lalu dia berpamitan ingin pergi.


Hellen sudah pergi tapi suasana ruang makan itu senyap, karena hanya tinggal mereka berdua.


"Sepi kan sayang? " Tanya Papih prince, dan Mamih Tiara menatap Papih Prince.


"Kamu ingat gak masa-masa kecil King dan Hellena dulu? " Ujar Papih prince.


"Mereka sering menangis sambil berlari, mereka bercanda dengan sangat riang, andai waktu bisa kembali aku sangat ingin kembali ke masa itu" Ucap Papih Prince.


"Mereka sudah menjadi orang-orang sukses, bahkan King sudah ingin memiliki anak, dan itu cucu kita, mansion ini akan kembali seperti dulu lagi sayang, aku sangat menanatikan itu" Ucap Papih prince.


"Aku tidak mau membahas nya" Ucap Mamih Tiara.


"Sekeras itu kah hati kamu sayang? sampai gak mau mendengar cerita ku? " Tanya Papih prince.


"Bukankah tempat ku bercerita hanya kamu sekarang" Sambung Papih prince. Mamih tiara hanya diam sambil menatap laki-laki paruh baya yang ada di depannya.


"Baiklah, aku akan menemui Rio setelah ini, jadi kamu baik-baik dirumah" Ucap Papih Prince lalu dia berdiri meninggalkan Mamih Tiara.

__ADS_1


Dia hanya diam bahkan sulit untuknya berdiri karena merasa tertampar oleh ucapan suaminya.


"Aku hanya takut jika Serena seperti alice dulu dan berbuat jahat pada putra ku" Ucap Mamih Tiara.


__ADS_2