GADIS NAKAL ITU ISTRIKU

GADIS NAKAL ITU ISTRIKU
Cio jelek


__ADS_3

King sudah lengkap dengan pakaian kerjanya, hanya tinggal memakai jas nya saja. Dia duduk di sisi ranjang, dia mengelus Pipi Serena yang semakin berisi setelah menikah dengannya.


Serena masih tidur dengan pulas karena malam-malamnya harus terus di melayani bayi yang meminta bayi padanya.


Serena tak memakai apapun di tubuh nya hanya selimut yang membalut tubuhnya.


"Cantikk...... aku mau berangkat kerja, kamu jangan lupa sarapan yah" Ucap King lembut.


Serena membuka matanya perlahan lalu tersenyum, "Lagi-lagi aku kesiangan bay, aku kan tadi malam udah janji mau bangun pagi" Ucap Serena dia ingin bangun tapi di tahan oleh King.


Selimut itu melotot jadinya sebagian tubuh Serena terlihat, tanda kepemilikan King sudah tak terhitung di tubuh mulus nya Serena.


"Makan siang bareng gak? " Tanya Serena.


"Bareng dong, gak mau makan kalau gak sama kamu" Jawab King.


"Nanti siang aku ke kantor Mommy yah, kamu langsung jemput aku kesana aja" Ucap Serena.


"Iyah cantik" Jawab King tapi dia masih belum beranjak dari tempat duduknya.


"Masih belum berangkat? " Tanya Serena karena King masih duduk sambil tersenyum menatapnya.


"Gak kasih aku ciuman? " Tanya King dan Serena tertawa kecil.


"Coba sini" Ujar Serena lalu King menundukkan kepala nya,Serena mencium seluruh wajahnya King tanpa terkecuali.


King senang bukan main bahkan dia tingkah itu tidak pernah berubah dari dulu.


Serena duduk mengelus pipi King, menatap nya dengan tatapan dalam


"Hati-hati ya Bay" Ujar Serena.


"Iyah cantik" Jawab King.


King berdiri mengambil jasnya, dia kembali mendekati Serena hanya untuk mencium kening Serena lalu pergi.


Serena menatap pintu yang baru saja king gunakan tadi.


"Dasar hyper! masa aku setiap malam di gempur sama dia" Ucap Serena lalu dia rebahan lagi.


Disisi King.


King sekarang berada di mobil menuju ke kantor, dia sedang menatap ipad nya, yang dia lihat adalah Serena lewat CCTV kamarnya..


King menelpon Gery yang selalu mengikuti Serena kemanapun, karena dia sudah di angkat King menjadi bodyguard pribadi Serena.


"Hallo tuan" Ujar Gery dengan sopan karena King adalah bos nya sekarang.


"Hari ini istriku ke tempat kerja mertua ku, jadinya jaga terus dia" Ujar King.


"Tanpa tuan suruh, saya akan lakukan itu" Jawab Gery.

__ADS_1


"Oh iyah Tuan, kemarin Serena masuk angin, dia mual-mual sampai muka nya pucat" Ucap Gery dan King tentu terkejut karena dia memang tidak tahu.


"Kenapa baru bilang sekarang?" Tanya King meninggi.


"Serena yang melarang ku" Jawab Gery.


"Tapi kemarin dia sudah ke rumah sakit tapi aku di ikut sampai kedalam karena Mamah menelpon, ketika aku selesai telpon Serena keluar, aku tanya dia sakit apa dia hanya diam" Sambung Gery, King diam mendengar ucapan Gery.


"Akh... aku sangat khawatir! " Ujar King lalu mematikan ponsel nya secara sepihak.


"Bagaimana bisa dia menutupi sakit nya dariku" Ucap King yang mengomel-ngomel sendiri.


Disisi Serena.


Serena baru saja selesai mandi, dia membuka ponselnya, betapa terkejut nya dia, melihat riwayat telpon dari King yang hampir lebih berpuluh-puluh kali.


"Dia kenapa nelpon sampai sebanyak ini? " Tanya Serena heran.


Tapi Serena membiarkan nya saja karena nanti siang dia juga akan bertemu dengan King.


Jam sudah menunjukkan pukul 10 siang, Serena baru sampai ditempat kerja Mommy nya.


Mommy sedang berdiri menatap hasil tangkapan fotografer nya, saat pemotretan tadi pagi.


"Bagaimana Mom"Tanya Fotografer nya.


" Kapan kamu pernah mengecewakan saya? "Ujar Mommy Intan dengan senyum manisnya.


Serena datang dan langsung memeluknya dari belakang. "Mommy aku gak enak badan, Daddy nanti kesini gak? aku mau cerita ke dia" Ujar Serena dengan manjanya pada Mommy nya.


"Gak enak badan kenapa? " Tanya Mommy Intan lalu berbalik dan memeluk Serena.


"Cuma siang kayagini, kalau malam enggak" Jawab Serena.


"Keruangan Mommy yah" Ujar Mommy Intan lalu mereka berdua pergi.


Serena duduk di sofa, begitupun dengan Mommy Intan, dia memeriksa kepala nya Serena.


"Pusing Mommy, mana mual gitu" Keluh Serena.


"King tau kamu gak enak badan? " Tanya Mommy Intan.


"Aku males kasih tau dia, pasti dia nanti bakal khawatir terus panik sendiri, kasihan dia nya" Jawab Serena.


"Udah ke rumah sakit? " Tanya Mommy Intan.


"Udah Mommy, kemarin aku pergi tapi ka Hellen nya sibuk, jadinya aku pulang aja" Jawab Serena.


"Kamu udah menstruasi? " Tanya Mommy Intan lagi.


"Belum sih Mommy, seminggu lagi" Jawab Serena.

__ADS_1


"Mau kerumah sakit sama Mommy? " Tawar Mommy Intan tapi Serena menggeleng.


"Mommy sibuk, aku kesini mau bantuin bukan buat nyusahin" Ujar Serena.


Pintu ruangan Mommy Intan terbuka yang masuk adalah Cio, kakanya Serena.


Serena langsung memalingkan wajahnya, tidak mau menatap Cio.


Cio duduk di hadapan Serena dan Mommy Intan, Serena sama sekali tidak mau menatap wajahnya Cio.


"Mom aku disuruh Daddy buat ambil beberapa berkas yang gak sengaja ketinggalan kemarin gara-gara Daddy " Ujar Cio.


"Ini bukan? " Ujar Mommy Intan, menunjuk berkas yang ada di atas meja di depan mereka.


Cio mengambilnya lalu membukanya, memeriksanya. apakah benar itu berkas yang dia cari.


"Benar mom! " Ucap Cio.


"Daddy kamu nanti kesini kan? " Tanya Mommy Intan.


"Kesini kok. Tapi sekarang dia lagi meeting, aku lagi gak, jadinya aku yang disuruh sekalian ketemu Mommy" Jawab Cio, Mommy Intan tersenyum.


Cio mentoel pipi Serena yang memang semakin berisi itu. "Sombong banget, kakanya datang gak di sapa sekali, nengok aja enggak" Ujar Cio pada Serena.


Serena awalnya diam lalu langsung menangis tanpa sebab membuat Cio dan Mommy Intan kebingungan.


"Loh! Loh! kok nangis sih? " Tanya Cio panik padahal dia tidak mengapa-ngapakan Serena.


Serena benar-benar menangis, seperti orang yang habis di marahi habis-habisan.


Serena masuk ke dalam pelukannya Mommy Intan tapi masih menangis.


"Aku gak apa-apain dia kan Mom? Seren kenapa nangis? Kaka gak jahatin kamu" Ujar Cio yang masih panik karena Serena tak kunjung berhenti menangis.


"Sini kaka peluk juga" Tawar Cio agar adik perempuan nya berhenti menangis.


"Jauh! jauh ka! Aku enek liat muka kaka! " Jawab Serena. Cio dan Mommy Intan terkejut mendengar ucapan Serena barusan.


Cio memeriksa wajahnya bahkan dia merapikan rambut nya juga.


"Mom aku jelek yah? " Tanya Cio yang masih tak percaya dengan ucapan adiknya.


"Kita kerumah sakit nanti yah" Ujar Mommy Intan lembut pada anaknya.


"Aku gak mau kalau ada ka Cio! " Jawab Serena.


"Seren! kamu kenapa jadi judes sama kaka sih? bukannya kita besti? " Ujar Cio lalu memasang wajah imut.


"Jelekkkkkkkk! " Ujar Serena, bahkan menyembunyikan wajahnya dipelukan Mommy nya.


Cio masih kebingungan lalu mengambil ponselnya, membuka kamera, dia menatap dirinya. "Aku hari ini jelek banget yah? " Ujar Cio memeriksa dirinya di layar ponselnya.

__ADS_1


Dia juga berselfi mengirim ke istrinya untuk menanyakan penampilannya.


__ADS_2