
Serena masih berada di pelukanya King, tapi dia sudah tidak menangis lagi.
Tapi pelukan King membuatnya tenang dan nyaman, apalagi King juga mengelus punggungnya Serena.
"Byyy" Panggil King.
"Hmm" Jawab Serena.
"Nyawa kamu beneran terancam? " Tanya Serena, hal yang selalu mengganggu pikirannya sejak tadi.
"Iyah" Jawab King.
"Emangnya kamu jadi lemah setelah menikah dengan ku? " Tanya Serena.
"Iyah, apalagi jauh dari kamu" Jawab King cepat.
"Bay! aku serius" Ujar Serena tegas, dan dia menatap wajah king dengan serius.
"Aku sangat terancam tapi sekarang sudah enggak kok, karena biang ancamannya sudah memutuskan berdamai" Ucap King tapi Serena kebingungan dengan apa yang dj ucapan oleh King.
"Maksudnya gimana bay? " Tanya Serena masih kebingungan.
"Bay apaan sih? kamu nyebut aku bayi lagi, aku buat hamil beneran" Ancam King.
"Aku gak peduli dengan ancaman kamu, tapi pertanyaan awal ku tadi gimana" Tanya Serena serius.
"Aku gak bisa jauh dari kamu, artinya aku terancam, gitu aja" Jawab King santai, dia bahkan masih sempat tersenyum kuda didepan wajah Serena.
Serena menghela nafasnya, seperti nya dia sedang mengontrol emosi karena menghadapi sikap King yang sangat menyebalkan menurutnya.
King menatap Serena dengan serius tapi hangat, siapapun yang di tatap King sekarang pasti akan salah tingkah tapi tidak dengan Serena.
"Nyebelin banget sih? bisa gak kurangin nyebelin nya? aku khawatir seharian ini mikirin kamu sampai minta tolong ke Daddy buat jagain kamu" Omel Serena dengan nada tegas pada King.
"Hah benarkah? istriku mengkhawatirkan ku? Aku tersipu malu" Ucap King , dia juga memeluk Serena dengan eratnya.
King juga menggoyang-menggoyangkan tubuh kecil Serena karena gemas.
"Byyy aku rasanya di jatuhi durian terus pingsan karena kamu khawatir sama aku byyy" Ucap King lalu dia menatap Serena sambil tersenyum tapi Serena tidak.
"Lebay banget sih? jijik aku liat nya" Ujar Serena dengan santai mengucapkan itu pada King.
King langsung memasang wajah masamnya bahkan menundukkan kepalanya.
"Tega kamu bilang itu byy? mana di depan wajah ku gitu" Ucap King meraju pada Serena. dengan kepala menunduk.
Serena mengulum tawanya melihat King yang sekarang seperti anak kecil di depannya.
"Aku mau keluar" Ucap Serena yang tidak mau membujuk King.
King langsung mengangkat kepalanya menatap Serena dengan terkejut.
__ADS_1
"Gak boleh keluar! Kok aku ditinggalllllllll" Rengek King dengan manjanya.
"Kamu gak malu bay? Diluar ada banyak anak buah kamu kan? kalau mereka dengar kamu gini gimana? " Ujar Serena, King tidak menjawab tapi malah menatap Serena dengan tatapan lucu.
Serena tersenyum melihat ekpresi yang dibuat King. "Kenapa senyum? aku mau nya di rayu bukan cuma di senyumin" Rajuk King layaknya anak kecil.
Serena mengecup bibir King sampai King terbeku karena di cium oleh Serena.
King ternganga sambil menyentuh bibirnya, ekpresi King membuat Serena tersenyum lagi.
"Lagi byy" Ujar King meminta di cium oleh Serena tapi Serena menggelengkan kepalanya.
Serena turun dari pangkuan King, dia duduk di hadapan King, menatap suaminya dengan tatapan mata yang hangat.
"Bayyy, aku mau pulang sama kamu sekarang" Ucap Serena dan King ternganga mendengar ucapan Serena barusan.
"Pulang? bukannyaaaa" Ucap King ingin memprotes tapi Serena menutup mulut King. jadinya dia tidak bisa melanjutkan ucapannya.
"Aku mau istirahat di mansion kita" Ujar Serena lagi.
"Byy kita balik ke Bali yuk" Ajak King.
"Gak! nanti kamu ketemu cewe itu lagi" Tolak Serena tegas pada King.
"Baiklah kita pulang yah" Ucap King lembut pada Serena.
King dan Serena keluar dari tenda, tidak jauh dari tenda mereka ada Gery yang sedang berdiri di jaga oleh bodyguard nga King, dia juga menatap kearah mereka dengan tatapan penuh arti.
"Ayo pergi" Ajak Serena yang mengetahui King dan Gery saling tatap dengan tatapan tajam.
King malah menarik Serena mendekati Gery, Serena mengikut saja sebab dia juga takut melarang King sekarang.
King berdiri di belakang bodyguard yang menjaga Gery, tatapan mereka tidak berubah sedang kan Serena di sembunyikan King di belakangnya.
"Boleh aku bicara dengan mu berdua saja? " Tanya Gery pada King.
"Sekarang saja! " Jawab King.
"Jadikan aku bodyguard pribadinya Serena, aku berjanji akan menjaganya dengan sangat" Ujar Gery dan Serena menengok kearah Gery setelah mendengar permintaan Gery, King menoleh kearah Serena lalu mendorong kepala Serena agar bersembunyi lagi di belakang nya.
"Aku tidak memerlukan bodyguard pribadi, aku mempunyai banyak bodyguard yang sudah ahli di bidangnya masing-masing, memasukkan mu ke dalam kehidupan Serena pasti akan membuat sesuatu" Ucap King dengan penuh wibawanya.
"Aku sudah menganggapnya adik Ku King,lebih 6 tahun aku bersama nya, aku tahu betul apa yang bisa ku lakukan jika aku menjaga nya" Ucap Gery yang terus berusaha membuat King percaya padanya.
King menghela nafasnya sebentar lalu diam sejenak. "Bay aku gak perlu bodyguard pribadi, apalagi kaya ka Gery, dia cerewet"Bisik Serena di belakang nya King.
" 3 hari lagi, datanglah ke mansion, akan ku berikan keputusan nya disana "Ucap King, Gery tersenyum lebar sambil mengangguk kuat.
King menarik Serena pergi dari sana, membawa nya pergi dan bodyguard King juga ikut meninggal kan Gery disana.
King dan Serena pergi dengan mobil , didalam mobil Serena bersandar di bahu King, mereka duduk di kursi belakang sedang kan yang menyupir adalah sopir.
__ADS_1
"Bayy aku laparrr" Rengak Serena dengan manja.
"Kamu belum makan? kok bisa belum makan sih? " Tanya King khawatir.
"Aku lupa kalau perut ku kosong" Jawab Serena.
"Sopir cari restoran yang dekat sekarang" Suruh King.
"Siap Pak" Jawab sopir.
"Pak supir tuh ada angkringan, stop disitu" Suruh Serena, King hanya diam saja menuruti ucapan Serena.
Mereka singgah, tempatnya sangat ramai seperti tempat angkringan itu baru buka.
King menatap sekitar, tempat itu memang sangat ramai sampai ada saja yang menatap kearah nya dan juga kearah Serena.
"Mau makan disini? tempat ramai gini? " Tanya King yang memang tidak nyaman di tempat makan pilihan Serena.
"Udah diam aja" Jawab Serena lalu menarik King menuju kursi kosong.
Serena duduk ditempat yang memang kosong tapi depan dan belakang mereka banyak para wanita dan juga laki-laki yang duduk. Mereka senyum-senyum ke arah King dan Serena.
King tak mengubris senyum para wanita tapi dia hanya menatap tajam kearah laki-laki yang menatap istrinya dengan rasa kagum.
"Cewe yang di belakang kita ini, namanya serena kan? dia yang sering muncul di televisi biasanya" Ujar Laki-laki yang membelakangi King dan Serena.
"Yah! tapi dia sudah menikah kan? dan yang duduk di samping Serena adalah suaminya" Jawab teman satunya.
"Dia benar-benar cantik, bahkan lebih cantik bertemu langsung ketimbang di layar kaca" Ucap laki-laki itu.
"Kamu benar, seperti nya aku akan giat mencari foto-fotonya lalu menjadikan wallpaper ponsel atau laptop ku" Ucap teman satunya lalu mereka tertawa.
King mendengar semua percakapan laki-laki dan Serena juga tapi dia menahan tangan King agar tidak tersulut emosi karena cemburu yang berlebihan.
"Jangan cemburu buta! kamu tau kan kalau kita bukan orang biasa, jadi bersikap lah layaknya orang-orang menilai kita" Nasehat Serena pelan pada King.
King menatap Serena dengan tatapan hangat, lalu dia tersenyum dan Serena ikut tersenyum juga, lalu mengecup pipi King secara bergantian.
"Kalau kamu menurut dengan ucapan aku, akan aku kasih ciuman" Ucap Serena.
"Tapi aku kesal mereka memuji kamu, bahkan mereka selalu menatap kearah kamu" Ucap King dengan nada pelan tapi manja.
"Kita isi perut dulu yah, setelah nya kita langsung pergi" Ujar Serena sambil menangkup wajah King.
King mengangguk pelan layaknya anak kecil yang di bujuk oleh ibunya bahkan ekpresi nya juga lucu.
Pelayan datang untuk menawarkan apa saja yang akan di pesan, Serena memesan setelahnya, pelayan pun pergi untuk menyiapkan pesanan Serena.
Serena menatap King yang sedang memeriksa ponselnya karena pekerjaan nya.
"Tuhan aku tidak mau seperti langit yang menjatuhkan hujan dengan kasarnya, tapi aku seperti langit senja yang membuat langit sangat indah, untuk suami ku" Batin Serena.
__ADS_1