
Cio datang berserta Nuna dan juga anak-anak mereka.
Aletha dan Junior masih tertidur di gendongan Cio dan Nuna, Cio bahkan masih memakai baju piama tidurnya, Nuna dan anak-anak nya juga sama.
"Emang gak sopan nih King! Udah tau aku bakal datang malah gak di sambut sama sekali" Omel Cio kesal.
"Kita bawa anak-anak dulu ke kamar tamu, kasihan mereka" Ujar Nuna lalu mereka ke atas untuk menuju kamar kosong.
Disisi King.
Ponselnya berdering dia melihat siapa yang menelpon, ternyata Cio tapi King bukannya mengangkatnya malah mematikannya.
"Byy kayanya cio sudah datang, kita kebawah yah" Ajak King dan Serena menganggukkan kepalanya, turun dari pangkuan King, dan berjalan keluar kamar.
Baru King membuka pintu dia menatap tatapan tajam dari Cio yang sudah berdiri di depan pintu.
"Gini King memperlakukan kaka ipar? "Tanya Cio kesal.
" Sopan sedikit Cio! aku lebih tua dari kamu"Jawab King santai.
"Aku kaka ipar kamu, kamu yang seharusnya lebih sopan" Ujar Cio.
"Oke kaka ipar ku sayang, aku minta maaf" Ucap King santai bahkan tanpa ekspresi.
Serena menengok Cio dari belakang nya King, Cio yang ingin mendebat King langsung tidak jadi, dia tersenyum manis pada adiknya yang sedang hamil itu.
"Serennn" Panggil Cio lembut.
"Kenapa sembunyi? Kaka sudah disini, Serena mau apa? " Tanya Cio,dia mendekati Serena.
Serena terlihat kecil ketika berada di belakang King yang memang memiliki tubuh tinggi besar nan gagah.
"Aku mau kaka... " Ucap Serena sengaja menggantung.
"Mau apa? "Tanya Cio lagi, dia membungkukkan tubuh nya, bertumpu pada lututnya.
"Buatin aku bubur kacang yah" Jawab Serena pelan bahkan terkesan takut karena dia tau betul jika Cio tidak bisa memasak berbeda dengan King.
Cio ternganga bahkan melotot mendengar permintaan ngidam adiknya, memintanya membuat Bubur kacang.
"Bu.. bu.. bubur kacang? " Ucap Cio terbata-bata, King hanya mengulum senyumnya karena permintaan Serena yang paling membuat Cio sakit kepala sekarang.
Nuna datang tapi dia belum tahu apa yang sedang di bicara ketiga orang didepannya.
"Berci kamu kenapa? " Tanya Nuna yang melihat suaminya yang kebingungan.
"Serena minta buatin aku bubur kacang Chagii, aku gak bisa" Ujar Cio bingung.
Nuna bukannya memberi saran malah ikut tertawa sama seperti King.
"Chagii" Tegur Cio.
"Kaka gak bisa buatin? " Tanya Serena dengan nada gemetar seperti ingin menangis.
__ADS_1
"Bisa kok Byy" Ucap King yang panik melihat Serena ingin menangis.
"Ya kan Cio? bisa kan? " Ujar King tapi Cio hanya diam.
Cio diam sejenak lalu dia mengangguk dengan pelan karena dia juga tidak mampu melihat adik nya menangis.
"Oke aku buatin yah" Ucap Cio mengalah dengan adiknya.
Serena buru-buru menghapus air matanya yang jatuh tadi bahkan dia langsung tersenyum.
"Ayo ka kita ke dapur" Ajak Serena.
Serena dan King langsung berjalan terlebih dahulu sedangkan Cio dan Nuna masih belum.
"Kamu bisa kok" Ucap Nuna menyemangati suaminya.
"Aku takut bikin Serena sakit perut karena masakan ku" Ucap Cio ragu.
"Aku aja gak pernah masak buat kamu, tapi sekarang Serena ngidam mau aku masak" Sambung Cio.
"Aku dan King bakal bantu kamu, aku sedikit-sedikit bisa kok, atau kamu ikutin video yang ada di youtube yah"Ucap Nuna dan Cio menganggukkan kepalanya.
Nuna menarik tangan Cio turun ke bawah menuju dapur, untuk segera memasak untuk Serena.
Mereka semua sudah di dapur, King duduk dibar dengan Serena dan juga Nuna sedangkan Cio sedangkan memakai celemek.
"Kaka semangat! " Ujar Serena dengan semangatnya.
"Berci semangat" Ujar Nuna dan Cio mengangguk sambil tersenyum tipis.
"Byy aku boleh bantuin cio? " Tanya King, tanpa menjawab Serena memeluk tangan King dengan eratnya tanda nya dia tidak perbolehkan oleh Serena.
Nuna menyarahkan suaminya, apa-apa saja yang harus di siapkan dan dia lakukan.
Dengan pelan tapi Cio melakukan apa yang di suruh Nuna dari tempat duduknya.
"Rendam selama 1 jam kacang hijau berci, sambil nunggu itu kamu bisa siapin bahan-bahan yang lainnya" Ujar Nuna.
"Iyah" Ujar Cio dan dia mengambil gula merah, santan dll nya.
"Masih lama yah? " Tanya Serena yang memang tidak sabaran.
"Buat kacang hijau emang lama Serena" Ucap Nuna.
"Sabar yah cantik" Ucap King dan Serena mengangguk pelan.
"Di rendam sampai satu jam? lama banget" Ujar Cio protes.
"Kan emang gitu cara nya Berci" Ucap Nuna.
"Boleh tidur lagi gak? " Tawar Cio dan Serena melotot sambil menunjuk ke arah nya.
"Hehe.. enggak Serena" Ucap Cio takut pada adiknya.
__ADS_1
King dan Nuna tertawa melihat sikap cio dan juga Serena.
King menatap Nuna dan dia juga menatap King, seperti ada hal yang ingin di bicarakan King padanya.
"Kenapa? " Tanya Nuna pelan.
"Nanti saja" Jawab King pelan juga.
Cio menyadari gerak keduanya"Kalian lagi ngomong apa? "Tanya Cio.
" Kenapa Bay? "Tanya Serena juga.
" Gak papa kok, aku cuma mau ngobrol nanti sama Nuna"Jawab King santai.
"Ohh" Jawab Serena sambil angguk-angguk.
Nuna tidak sengaja menatap tangan King, di mengenali cincin yang di pakai King, selain cincin pernikahan nya.
"Itu cincin Serena kan? " Tanya Nuna.
King menatap tangannya lalu menganggukkan kepalanya "Serena kok cincin itu ada di King? bukannya kata kamu itu cincin kesayangan kamu? " Tanya Nuna.
"Aku kasih itu sebelum kami nikah ka, dia nih minta barang yang bisa di pakai, aku kasih aja ini" Jawab Serena.
"Kenapa memang nya Naa? " Tanya King.
"Gak papa, aku cuma mau tau aja, soalnya Serena pernah nangis karena cincin itu hilang"Ucap Nuna.
"Iyah aku angis, itu cincin pemberian ka Nuna, tapi kayanya cincin itu lebih awet di tangan Bay ketimbang di tangan ku"Ucap Serena lalu menatap tangan King dengan dekat.
" Apa sih"Ujar King sambil tertawa, Serena juga tertawa.
"Ka Ciooo" Panggil Serena, dia sejak tadi diam menatap kacang hijaunya yang sedang direndam.
"Hmmm? " Jawab Cio tanpa menatap ke Serena.
"Ka Cio besok anterin suamiku buat potong rambut yah" Ujar Serena.
"Dih, dia kan punya sopir, punya mobil bahkan bisa sendiri kenapa harus kaka yang anter sih? " Protes Cio yang keberatan.
"Byyy ka cio nolak permintaan akuuuu" Adu Serena pada King dengan nada manja seperti biasanya.
Cio terdiam tanpa ekpresi di wajahnya karena Serena yang terus mengerjai nya.
"Cioooo" Panggil King.
"Oke besok aku anter suami kamu" Ucap King mengalah pada Serena.
Serena langsung tertawa bahkan senang karena Cio mengikuti permintaan nya.
"Thanks brother" Ucap Serena tapi Cio hanya angguk-angguk saja.
"Perasaan kamu hamil dulu gak gini amat kan Chagii? " Tanya Cio pada Nuna. Nuna hanya tertawa kecil sambil menatap suaminya.
__ADS_1