
King menghentikan mobilnya karena sudah sampai di kantornya, King tersenyum menatap Serena.
"Aku disini aja yah" Ujar Serena tapi King menggeleng sambil menangkup wajah Serena.
"Kamu harus ikut ke dalam byy jangan di mobil, aku gak tenang, atau kamu di ruangan sekretaris ku yah" Tolak King.
"Iyah" Jawab Serena menurut pada King.
Mereka keluar dari mobil, King melingkar kan tangan nya di pinggang istrinya.
"Nanti kalau butuh apa-apa bilang aja sama Risna yah" Ucap King untuk yang ke sekian kalian nya mengucapkan kata itu.
"Iyah bayy"Jawab Serena.
" Jangan pernah tinggalin ruangan Risna yah kecuali aku yang jemput"Sambung King lagi.
"Kenapa jadi cerewet banget sih" Tanya Serena heran pada suaminya yang memang selalu cerewet pada dirinya.
"Aku cuma gak mau pikiran buruk aku terjadi" Jawab King.
"Pikiran buruk apa sih? bukannya aku selalu aman sampai sekarang" Ujar Serena.
"Bay jangan mikir yang aneh-aneh yah, aku gak akan bantah kamu kok" Sambung Serena dan King tersenyum dia juga mencium puncak kepalanya Serena.
"Terima kasih cantik" Ucap King.
"Sama-sama" Jawab Serena.
Pintu ruangan King terbuka, yang masuk adalah King sendiri, disana sudah ada Mamih tiara yang sudah menunggunya sejak tadi.
Mamih Tiara berdiri, dia menatap sekitar King, dia mengira Serena ikut dengannya.
King masuk berjalan tanpa ekpresi di wajahnya lalu dia duduk di depannya Mamihnya.
"Apakah sopan santun mu hilang setelah menikah dengan anak alice itu? sampai memasang ekpresi seperti itu layaknya musuh? " Tanya Mamih Tiara.
__ADS_1
King menghela nafasnya lalu tersenyum tipis pada Mamihnya.
"Aku hari ini benar-benar gak ada niatan buat buat ke kantor Mih, kenapa Mamih gak ke mansion ku aja? " Ucap King tanpa menjawab pertanyaan Mamihnya.
"Kenapa gak kamu yang ke mansion Mamih dan Papih?" Ujar Mamih tiara bertanya balik.
"Mamih bertamu dengan secara mendadak seperti ini mau apa? " Tanya King, dan lagi dia tidak menjawab pertanyaan Mamihnya.
"Mamih kangen kamu King, apa kamu gak kangen Mamih sama sekali? " Ujar Mamih Tiara.
"Mamih yang membuat ku menjauh, Mamih yang membuat kita berjarak sekarang, Mamih tau kan sekarang aku sudah beristri tapi Mamih malah membencinya, sama saja membenci King, membuat King takut bertemu dengan Mamih" Jawab King.
"Jika aku bertemu Mamih pasti aku harus menyembunyikan istriku dulu, aku sakit hati Mih harus seperti ini, dia sedang hamil tapi Mamih malah seperti ini sama dia" Ucap King, suara terdengar bergetar seperti ingin menangis.
Mamih Tiara terhentak melihat putranya menangis didepan matanya.
"Hanya karena putri alice itu kamu menagis King? " Ucap Mamih Tiara tak percaya.
Mata King berkaca-kaca bahkan menangis didepan Mamih tiara.
"Dia punya nama Mih, namanya Serena, Mamih seharusnya gak boleh membenci wanita yang ku cintai, Mamih memiliki dendam dengan Mamah alice tapi kenapa harus tertimpa pada istriku? " Ucap King tanpa meninggikan nada bicaranya pada wanita yang sudah melahirkan nya ini.
"Mamah alice? "Tanya Mamih Tiara.
"Semakin lama bicara sama kamu semakin membuat Mamih sakit hati" Kata Mamih tiara.
"Dia benar-benar mengambil kamu dari Mamih" Sambungnya.
"Gak ada yang mengambil aku tapi malah Mamih sendiri yang buat aku ngejauhin Mamih" Jawab King cepat.
"Kenapa harus Putri alice itu King? Padahal anak teman bisnis Papih kamu sangat banyak, kamu bisa pilih di antara mereka, kenapa harus perempuan brandal seperti dia? " Ucap Mamih Tiara.
"Darah Alice dan Matthew masih mengalir di tubuhnya pasti dia akan seperti mereka nantinya" Ucap Mamih Tiara.
King diam, tertunduk sambil meremas sofa dengan kuatnya.
__ADS_1
"Dengarkan ini baik-baik King! Mamih gak akan pernah Terima dia, Mamih gak ada Terima dia sebagai menantu Mamih, ingat itu! " Ucap Mamih tiara dengan tegas.
"Mamih menemui ku hanya mengakatakan itu? Apakah ada hal yang lebih baik selain meracuni kepalaku? " Tanya King dengan tatapan kosong kedepan.
"Mamih gak racunin kepala kamu tapi Mamih hanya membuat kamu sadar" Jawab Mamih tiara dan King menatap Mamihnya.
"Seharusnya Mamih yang sadar bukan aku" Kata King tegas.
Plak!!!
Tamparan telak melayang ke pipi kirinya King, dia tak bergeming malah dia tersenyum setelahnya.
"Apapun yang Mamih bilang tentang istriku, aku akan tetap pertahankan dia apalagi dia sedang mengandung anak ku" Ucap King yakin.
Baru saja King mengucapkan kata-kata itu, terdengar suara teriakan perempuan.
King dan Mamih Tiara menatap jendela yang mengarah langsung ke kota.
Mereka melihat ada seseorang terjun bebas baru saja melewati mereka.
King langsung berdiri dia mematung sebentar lalu dia berlari keluar ruangannya meninggal kan Mamihnya tanpa permisi.
Baru King membuka pintu, dia bertemu dengan Risna sekretaris nya, wajahnya terlihat sangat panik.
"Mana istriku Risna! " Ucap King penuh penekanan.
"Aku tadi sempat keluar karena nona meminta dia ambilkan minum tapi setelah nya aku kembali dia menghilang Tuan" Jawab Risna.
"Tidak becus! " Ucap King lantang, lalu dia berlari meninggal kan Risna.
Pikiran King sangat lah buruk sekarang, dia berharap jika yang dia lihat tadi bukan istrinya.
"Aku mohon pertemukan aku dengan istriku" Ucap King.
King menggunakan lift agar cepat sampai kebawah, ketika dia sudah sampai lantai dasar, semua karyawan nya menggerumbungi sesuatu.
__ADS_1
King ikut kesana dan dia membuka paksa agar bisa melihat jelas apa yang sedang mereka lihat.
Ketika dia melihat apa yang para karyawan nya lihat, lututnya seketika lemah bahkan dia hampir sulit berdiri.