GADIS NAKAL ITU ISTRIKU

GADIS NAKAL ITU ISTRIKU
Bertengkar


__ADS_3

King melajukan mobilnya dengan sangat cepat, bahkan dia dengan piyawai menyalip setiap mobil yang ada didepannya.


Tidak jauh dari pandangan King, dia melihat rombongan motor yang sedang melaju di jalanan.


King menatapnya dengan teliti, mencari keberadaan Serena tapi seperti nya Serena tidak ada di belakang melainkan berada di depan.


King meklapsoni para pemotor itu agar memberikan jalan untuknya.


Tapi sayang King tidak di gubris sama sekali oleh mereka.


"Minggir! " Teriak King sambil mengeluarkan kepalanya di jendela mobilnya.


King sangat marah, mereka masih tidak memperdulikan King sama sekali. King menabrak orang yang menghalangi jalannya, mereka ada yang terjatuh dan kali ini semua pemotor itu menghentikan motornya, lalu turun dari motor untuk mencegat King.


Untung jalan yang mereka lewati sepi jadinya tidak terjadi macet tempat itu.


"Woy keluar! " Teriak mereka pada King, sambil mengetuk-ngetuk kaca mobil King.


King keluar dari mobilnya, semuanya tahu siapa King yaitu suaminya Serena.


King bersikap santai seakan-akan tidak melakukan apapun padahal hampir 5 orang terluka karena ulahnya.


"Mana istriku? " Tanya King serius pada orang-orang yang berdiri didepannya.


Mata mereka tertuju pada orang yang baru datang, dia adalah Serena bahkan dia berjalan dengan Gery.


King menatap istrinya tanpa berkedip, tapi matanya tertuju pada Gery, wajahnya memerah karena melihat Gery berdiri disamping istrinya.


"Kita pulang byy" Ajak King, bahkan dia menahan emosi agar Serena tidak malu dengan sikapnya.


Serena mendekati King, dia menarik tangan King, membawanya menjauh dari tempat itu.


Serena hanya menarik tangan King kebelakang mobilnya King saja.


"Ngapain kamu kesini? bukannya kamu lupain aku? " Tanya Serena dengan ketus pada suaminya.


"Byy coba dengerin aku dulu yah" Ucap King lembut bahkan ingin menyentuh tangan Serena tapi dia menepis tangan King.


"Dengerin apa sih? aku liat semuanya, kamu larang aku pakai baju seksi tapi kamu? ngomong sama cewe yang pakai bikini sampai lupain aku" Ucap Serena meninggi.


"Kamu sekarang pulang! gak usah sok cariin aku, aku pasti aman kok" Ucap Serena, dia ingin pergi tapi di tahan oleh King.


"Dia teman aku kuliah byy, bukan orang asing" Jelas King.


"Aku gak perduli, yang jelas aku benci liat muka kamu" Ujar Serena sambil menunjuk wajah King.


"Jangan buat aku berbuat kasar ke kamu" Ucap King dengan nada serius pada Serena.


Serena tertawa kecil dengan ancaman King barusan, "Kenapa? kamu marah liat aku tour sama temen-temen ku? atau kamu marah liat aku bebas? hay tuan? aku bukan burung yang bisa kamu kurung" Ucap Serena dengan nada remeh pada King.


King diam menatap Serena dengan tatapan dalam, dia hanya berpikir bagaimana caranya agar istrinya bisa pulang dengannya malam ini.

__ADS_1


"Biarin aku pergi" Ucap Serena, Tapi King menggeleng sambil terus menggenggam tangannya Serena.


Serena mendorong tubuh King dengan kuatnya tapi King sama sekali tidak bergeming, membuat Serena terkejut dengan kekuatan King.


"Pulang dengan ku yah cantik" Bujuk King dengan lembut, seperti mengajak anak kecil.


"Kita belum sebulan di bali byy, kok bisa kita pulang? bahkan dengan keadaan berantem" Ucap King, dia ingin mengelus rambut Serena tapi Serena menjauh.


"Byy sekarang nyawaku terancam, aku takut " Ucap King dengan nada lirih menyebut kata takut.


Tatapan Serena yang awalnya marah pada King menjadi tatapan takut.


"Aku takut, aku mati dan aku gak bisa melihat kamu lagi" Ucap King dengan nada yang sama.


"Serena!" Panggil Gery yang muncul tiba-tiba.


"Masih mau ikut atau kamu ikut suami kamu? " Tanya Gery dan Serena menganggukkan kepalanya.


Dia menepis tangan King dengan perlahan lalu mengikuti Gery pergi meninggalkan King.


King menatap Serena tak percaya, jika dia tetap memilih tour bersama dengan teman-temannya ketimbang pulang bersamanya.


Serena dengan motornya sendiri, mereka sudah pergi meninggalkan King sendirian.


King terdiam tak bersuara lagi, lalu dia masuk kedalam mobilnya, tidak mengejar Serena melainkan menuju pulang.


Serena menghela nafasnya sambil terus mengendarai motornya.


"Dia hanya berbohong, gak akan yang bisa bunuh suami aku" Ucap Serena, sebenarnya hatinya gelisah memikirkan King, apalagi wajah King sangat serius tadi.


30 menit berlalu. Rombongan Serena sampai ke titik singgah mereka, mereka mengadakan kemah disana.


Mereka berkemah di lapangan luas yang sangat indah, ada danau dan juga tidak jauh ada bukit.


Tempat yang mereka singgah memang sering jadi tempat wisata.


Serena duduk di depan tendanya, dengan kursi kecil, tatapannya kosong, karena dia melamun.


Gery teman-temannya Serena datang, mereka juga wanita.


"Hey! " Kejut mereka dan Serena tidak terkejut dia hanya bersikap santai.


"Kalian" Ucap Serena lemas.


"Kamu kenapa? kamu lapar? " Tanya Rica khawatir.Tapi Serena menggeleng.


"Aku gak papa" Jawab Serena tapi wajahnya terlihat sendu.


"Kamu kenapa sih? " Tanya Liza temannya juga.


"Bisa diam kan? " Ucap Serena tegas.Mereka semuanya saling tatap, masing-masing sudah paham jika golden Girl mereka sedang tidak mood.

__ADS_1


Gery datang, dia langsung memasangkan topi ke kepalanya Serena.


"Kenapa sih? " Ucap Gery, di berjongkok di sampingnya Serena.


Serena melepaskan topinya, menatap sinis ke arah Gery, "Aku butuh ketenangan bukan pertanyaan" Ujar Serena ketus.


"Mau ke danau? danaunya bagus banget loh" Ajak Gery.


"Aku trauma melihat air luas" Jawab Serena, dia juga memalingkan wajahnya.


"Seharusnya tadi kamu pulang dengan suami kamu, kalau gak mood ditempat bagus kaya gini jadinya rugi" Ujar Gery lembut.


"Gak usah sok perduli! aku gak butuh saran apalagi nasehat" Jawab Serena masih dengan nada ketus.


Gery tersenyum lalu dia berdiri di samping Serena. "Liza, Rica, dia lagi dapat yah? " Tanya Gery lalu mereka mengangguk pelan.


"Ckkk! " Serena berdecak lalu pergi meninggalkan mereka.


Gery hanya terkekeh melihat Serena yang kesal sampai pergi meninggalkan mereka.


"Mustahil memiliki kamu sekarang tapi bakal anggap kamu adik ku Serena, bahkan kalau bisa aku akan meminta ke King untuk menjadikan ku bodyguard pribadinya Serena" Batin Gery.


Serena berjalan menuju danau sendirian, tapi dia hanya menatap dari jauh, berdiri di bawah pohon.


"Byyy aku kepikiran kamu" Ucap Serena.


"Kamu gak akan kenapa-napa kok byy" Ucap Serena dan dia membuka ponselnya, menelpon sang Daddy.


Daddynya tentu langsung mengangkat telpon dari putrinya itu.


"Ada apa sayang? " Tanya Daddy Rio lemah lembut pada Serena.


"Dad jagain suami aku, katanya dia, nyawanya terancam" Pinta Serena tanpa berbasa-basi dulu pada Daddynya.


"Jagain King? buat apa? terancam kenapa? sekarang kamu dimana" Tanya Daddy Rio panik.


"Aku sama temen-temen ku, aku berantem sama dia, terus tadi dia jemput aku, tapi aku nolak, dan dia bilang kalau dia terancam dad, aku khawatir, aku takut tapi gengsi karena terlanjur marah sama dia" Rengek Serena seperti biasanya pada Daddynya.


Daddy Rio mengulum senyum nya, Serena memiliki gengsi seperti dengannya tapi lebih parah Serena sih.


"Kamu sudah pulang dari bali? " Tanya Daddy Rio yang memang tidak tahu tentang Serena, sebab terlalu sibuk hari ini.


"Sudah Dad, karena kami berantem, aku pulang duluan tinggalin dia" Jawab Serena.


"Yah Dad jagain suami aku" Rengek Serena lagi.


"Memang King anak kecil harus di jagain? sedangkan Junior aja bukan Daddy yang jagain" Ujar Daddy Rio.


"Daddy!" Teriak Serena sampai Daddynya menjauhkan ponselnya dari telinganya.


"Iyah! Iyah! Daddy jagain suami kamu itu tapi kamu besok harus pulang atau gak Daddy bakal biarin suami kamu masuk rumah sakit" Ucap daddy.

__ADS_1


"Iyahhh" Jawab Serena lalu dia mematikan ponselnya.


Serena bisa tersenyum lega bahkan merasa tenang sekarang. "Kalau Daddy yang jagain pasti aman" Ucap Serena senang.


__ADS_2