GADIS NAKAL ITU ISTRIKU

GADIS NAKAL ITU ISTRIKU
Antik


__ADS_3

Di perjalanannya Serena terus tersenyum sambil memeluk erat pinggang suaminya yang sedang mengemudikan kuda besinya.


"Gini loh yang aku mau dari dulu" Ucap Serena pelan.


"Di bonceng sama orang yang aku anggap pelindung buat aku" Sambung Serena.


"Memangnya kamu gak pernah naik motor sama cowo? " Tanya King.


"Pernah pas kuliah dulu setelahnya gak pernah lagi, eh gak deh, pernah sama ka Gery" Jawab Serena.


"Digo kan laki-laki yang kamu maksud" Tebak King.


"Iyah! tapi gak usah bahas dia, dia gak pantas di bahas" Ujar Serena.


King menyentuh tangan Serena yang ada di perutnya sambil tersenyum.


"Selalu jadi istriku yang penurut yah, selalu kuat yah untuk semuanya" Ucap King.


"Selagi bahu kamu kuat untuk jadi tempat sandaran ku, aku akan selalu kuat kok Bay" Ujar Serena dan King tersenyum senang.


"Kita jalanin bareng-bareng yah, walaupun masalah baru datang ke rumah tangga kita, asal kita saling menguatkan, aku yakin bisa kok" Ucap Serena lagi.


"Iyah Byyy" Ujar King sambil mengelus paha Serena dengan lembut.


King menghentikan motornya tapi serena merasa asing dengan tempat yang di datangi oleh King.


"Ini tempat apa? " Tanya Serena bingung.


King hanya diam dan ikut turun dari motornya, melepaskan helm nya Serena lalu mengecup bibir Serena sekilas.


"Kita masuk aja dulu" Ajak King tapi Serena tidak bertanya lagi, dia hanya mengikuti King berjalan sambil menggandeng tangan kekar suaminya.


"Bingung yah? " Tanya King tanpa menatap Serena yang berjalan di sampingnya.


"Iyah" Jawab Serena sambil angguk-angguk.


"Masa gak ingat sih, ini tempat apa? " Ujar King sambil tersenyum tipis menoleh ke Serena.


"Aku gak pernah kesini ah" Ucap Serena sewot.


"Baiklah kalau gak ingat" Ucap King lembut tanpa meninggikan nada bicaranya.


Membuat Serena tersenyum tipis karena dirinya malah dengan mudahnya meninggikan suaranya pada King.


Serena tersenyum dengan lebar melihat sesuatu yang ada di depan nya.


King menatap Serena sambil tersenyum juga, "Museum yang pernah kamu buat" Ucap Serena dan menatap King.


"Iyah, aku kira benar-benar lupa" Ucap King lalu mengecup dahi Serena.

__ADS_1


Ada lukisan besar, bahkan lebih besar dari tinggi badannya Serena sendiri.


Di lukisan itu ada dirinya, bahkan itu foto Serena pas masih SMA dulu.


"Itu aku? " Tanya Serena dan dia mendekati lukisan itu, berdiri menatapnya tak percaya.


"Kamu baru tau kalau lukisan itu ada disini? padahal aku suruh pajang lukisan itu lebih dari 6 tahun yang lalu, berarti kamu gak pernah kesini lagi yah setelah aku gak ada" Ucap King.


Serena hanya diam lalu berbalik menatap King yang berdiri di belakang nya.


"Dosa ku besar banget kayanya ya Bay? "Ujar Serena tiba-tiba.


"Coba sini" Ujar King dan Serena mendekat lalu King memeluknya sambil mengelus belakang Serena.


"Gak boleh merasa salah, gak boleh lagi ngomong kaya gitu yah" Ucap King lembut.


"Kita memang pendosa tapi istri cantik ku ini gak boleh lagi ngomong kaya tadi" Ucap King sambil tertawa kecil.


"Aku bawa kamu kesini karena aku ingat betul, kamu sangat suka dengan barang-barang antik dulu tapi sekarang masih kan? " Ujar King.


"Masih" Jawab Serena.


Serena melongak menatap King"Tapi gak sesuka dulu soalnya gak ada teman buat hobby aku satu ini"Sambung Serena.


"Tapi sekarang ada aku kan cantik? Kita punya hobby yang sama, bahkan di mansion kita ada ruangan khusus yang selalu di upgrade barang-barang antik di dalamnya, setiap tahun"Ujar King.


"Ayo kita lihat yang lainnya" Ajak King.


King menggandeng tangan Serena sambil sesekali mengecup pucuk kepalanya Serena.


"Bayyy tempat ini banyak berubah yah" Ucap Serena.


"Ya harus kaya gitu kan biar tempat ini selalu bagus, biar gak bosan" Jawab King.


"Kamu aku ajak jalan gak cape kan Byy? " Tanya King.


"Gak kok, kata ka hellen malah aku harus sering gerak kalau diam aja aku ngantuk" Jawab Serena.


"Kalau cape bilang yah biar aku gandeng atau pakai kursi roda aku dorongin" Kata King.


"Gak Bay"Tolak Serena halus.


20 menit berjalan Serena merasakan pegal di kakinya, King dengan senang hati menggendong istrinya, sekalian mengajak nya ketempat makan yang berada disana.


Serena makan dengan lahap layaknya orang yang tidak makan 3 hari.


King senyum-senyum melihat Serena sambil sesekali menyuapi dan membersihkan mulutnya Serena yang belepotan.


"Makannya lahap banget sih Byyy? Kaya ada yang ngejar kamu gitu" Tegur King.

__ADS_1


"Gak tau Bayy,rasanya aku lapar bangettttt" Jawab Serena dengan mulut penuh dengan makanan.


King menyodorkan minuman ke Serena dan dia menerimanya minuman yang diberikan King.


"Kamu gak makan? dari tadi liatin aku aja" Tanya Serena lalu dia ingin menyuapi King, King tersenyum lalu menerima suapan dari Serena.


"Enak kan? " Ujar Serena.


"Iyah enak, apalagi dari tangan kamu" Jawab King.


"Bisa aja" Ucap Serena sambil tersenyum salting.


Ponsel King tiba-tiba saja berdering, dia menatap layar ponselnya, ternyata dari Mamih nya.


King agak ragu untuk mengangkat sambungan telpon itu, tapi tidak lama dia pun mengangkatnya.


"Kingggg" Suara yang sangat tidak asing terdengar dari ponsel nya King.


"Iyahh Mam" Jawab King berat.


"Kamu dimana? Mamih ke kantor kamu, kamunya gak ada" Tanya Mamih Tiara.


"Aku lagi jalan dengan istriku Mam" Jawab King, terdengar jelas jika Mamih tiara seperti menarik nafas panjang lalu menghembuskan dengan berat.


"Sekarang kesini! " Suruhnya dengan tegas.


"Aku baru aja jalan sama istriku mam, kalau gak, Mamih pulang aja nanti aku ke mansion Mamih" Jawab King lembut agak perempuan yang sudah melahirkan nya itu tidak sakit hati karena tolakan nya.


"Hebat yah kamu sekarang sayang? berani menolak suruhan Mamih hanya demi istri kamu" Ucap Mamih Tiara dengan nada marah.


Serena mendengar percakapan King dengan mertuanya merasa tidak hati.


"Kita kesana aja yah, kita bisa kok jalan-jalannya nanti lagi" Ucap Serena lembut bahkan sambil tersenyum.


King diam sejenak sambil menatap wajah Serena yang tersenyum cantik di depannya.


"Oke Mam aku kesana, Mamih tunggu aja disana" Ucap King.


"Mamih hanya mau ngomong berdua sama kamu, jangan sampai anak alice itu ikut! " Ucapnya sinis.


King mengepalkan tangannya, dia sangatlah kesal dengan sikap Mamihnya selalu mengucilkan Serena.


"Ya! " Jawab King lalu mematikan ponselnya.


"Maafin sikap Mamih aku yah Byyy, aku ngerasa salah ke kamu karena sikap Mamih ku" Ucap King sambil tertunduk.


"Gak papa kok Bayy, asal kamu jangan benci aku juga, aku bakal baik-baik aja kok" Jawab Serena sambil tersenyum manis, seperti tidak merasakan sakit karena sikap mertuanya.


"Benarkan dia istriku? atau malaikat sekaligus bidadari" King membatin.

__ADS_1


__ADS_2