
Sekarang mereka sedang berada di meja makan, karena King dan Serena sudah lapar jadinya mereka makan.
King bergelayut manja pada Serena, tapi syukurnya Serena sama sekali tidak keberatan dengan tingkah suaminya yang manja.
Serena menyuapi King roti, dia menerimanya lalu dia mengecup pipi Serena.
"By kita mau kemana? " Tanya King.
"Kamu mau ajak aku jalan-jalan? katanya mau di sini aja sampai malam" Ujar Serena dan kembali menyuapi King.
"Aku bingung mau ngapain" Ucap King.
"Jalan-jalan pakai motor yuk! aku padahal mau ke pantai" Ujar Serena.
"Gak ah" Tolak King.
"Loh kenapa? kita keliling pakai motor" Ucap Serena.
"Pokoknya gak mau by, nanti kamu jatuh" Ucap King.
"Aku itu memotor handal, gak bakal jatuh kok" Ucap Serena.
"Tetap aja engga" Tolak King.
"Tapi aku sudah suruh bodyguard kamu buat beli motor tadi" Ujar Serena, king langsung melepaskan pelukannya menatap Serena dengan kaget.
"Kamu bener-bener yah by" Omel King.
King buru-buru menelpon anak buahnya untuk membatalkan rencana Serena membeli motor.
Serena malah berlari meninggal kan King"Byyyy"Teriak King.
"Jiwa pembalapnya masih belum hilang" Ucap King lalu berjalan mengikuti serena yang sudah jauh menghilang.
Disisi Serena.
Dia sangat senang motor keinginan nya sudah datang tapi senyum nya menghilang karena pesanan ada yang kurang.
"Kok cuma satu? bukannya aku pesan 2? " Tanya Serena.
"Maaf kan Nona" Ujar Bodyguard.
Serena turun, menghampiri bodyguard nya"Mana kuncinya? "Tanya Serena lalu dia memberikan nya.
Serena tak pikir panjang langsung membawa motor barunya, King baru saja sampai langsung panik melihat istrinya sudah pergi menggunakan motor barunya.
" Byyy! "Panggil King tapi Serena tak memperdulikan nya.
__ADS_1
" Mana mobil! "Teriak King yang panik di tinggalkan Serena.
Bodyguard buru-buru mengambil kan King mobil, setelah siap, King langsung mengejar Serena dengan mobilnya.
Serena dengan senang mengendarai motor barunya, tanpa menggunakan helm dan juga jaket.
"Pengen pulang jadinya, aku pengen naik motor bareng temen-temen ku lagi" Ucap Serena dan dia melajukan motornya dengan sangat cepat.
Serena melambatkan kecepatan motornya. "Apa aku pulang aja yah, tapi pasti Ka king bakal marah kalau aku lakuin itu" Ucap Serena berbicara sendiri.
"Ka King selalu ikut dengan ku, ah aku baru sadar ternyata aku juga lelah kalau di tempeli dia" Ucap Serena.
Serena menghentikan motornya karena di depannya lampu merah.
Tidak lama dia disana lalu dia kembali melajukan motornya lagi.
Serena melihat toko helm dan dia pun singgah di sana, untuk membeli helm untuknya.
Serena masuk, disana banyak sekali laki-laki, tatapan mereka tertuju pada Serena tapi dia memperdulikan laki-laki yang memandang nya karena dia hanya fokus pada helm yang ingin dia beli.
Dia berkeliling mencari helm. "Mana sih yang cocok" Ucap Serena bicara sendiri.
Dan matanya tertuju pada helm fullface di yang tersusun di lemari, namun agak tinggi.
Serena ingin menjangkau nya tapi malah ada tangan yang mengambil helm itu.
"Cepat ambil" Ujar Anderson, Serena bukannya mengambil tapi malah ingin pergi, Anderson menahan tangan Serena.
"Lepasin aku" Ujar Serena dengan tatapan sangat tajam pada Anderson.
"Kita pulang Serena, Mau bertemu dengan nenek kita gak?" Ajak Anderson.
"Jangan bohong! Nenek kita sudah lama meninggal" Ucap Serena.
"Aku yang merawatnya, mana bisa kamu katakan dia sudah meninggal? " Tanya Anderson.
"Lepasin aku! " Ujar Serena lalu Anderson melepaskan tangannya Serena.
"Kenapa kamu malah menikah dengan King? bukannya kamu tidak menyukainya" Tanya Anderson.
"Mana aku tau, dia yang jebak aku terus di paksa nikah" Jawab Serena.
"Apa kamu bahagia dengan pernikahan ini? " Tanya Anderson lagi.
"Lumayan" Jawab Serena.
"Kaya wartawan! sudahlah Anderson lebih baik kamu yang pergi tinggalin aja aku, aku gak bisa kemana-mana lagi" Ucap Serena.
__ADS_1
"Kamu bukan tandingan suamiku, bahkan sampai hari ini, kamu masih hidup karena menganggap kamu itu bagian keluarga, tapi aku gak tau yah, kalau suatu hari ini kesabaran nya habis" Ucap Serena.
"Jangan meremehkan ku, dia bisa jebak kamu kenapa aku gak? " Ucap Anderson.
Anderson mengeluarkan pistol dari balik jaketnya lalu mendekatkan tubuh ke Serena, menempelkan pistol itu ke perutnya Serena.
"Ikut dengan ku atau ku tembak? " Tanya Anderson dengan santai.
Serena tersenyum lucu menatap Anderson tergeleng.
Serena menggenggam ujung pistol itu dengan tangannya, bahkan menariknya dengan kuat, Anderson termaju karena tarikan Serena.
"Tembak saja! aku tidak takut terluka bahkan mati, karena jika aku mati, bukannya aku akan bertemu dengan Papah dan Mamah ku? " Ucap Serena, lalu dia tersenyum menatap Anderson.
"Lebih baik pergi Anderson" Suruh Serena.
"Ikut dengan ku Serena, ini permintaan ku, kita jalankan bisnis keluarga Sayers! " Ajak Anderson.
"Aku sudah kaya Anderson, untuk apa bisnis bodoh yang kamu tawar kan itu, aku tidur saja pun, aku akan mendapatkan uang" Ucap Serena lagi.
Serena melayangkan pukulan ke wajahnya Anderson, dia juga menendang kaki Anderson, dia berlutut di depan Serena karena tak seimbang berdiri.
"Kamu datang ke sini hanya mempermalukan diri kamu bahkan lebih buruknya, kamu hanya mengantarkan nyawa kamu yang tak berguna itu" Ucap Serena dengan nada Serena.
Anderson melongak menatap Serena yang berdiri di depan nya.
"Kamu tidak ada apa-apa dengan orang-orang terdekat ku" Ucap Serena lalu dia berbalik ingin meninggal kan Anderson, tapi Langkah nya terhenti melihat King sudah berdiri dengan wajah datar menatap nya.
"Kaka! " Ucap Serena dan dia berjalan mendekati King.
King merentang kan tangannya, meminta Serena memeluknya, tentu Serena langsung sambutan tangan King, Anderson diam melihat Serena memeluk King di depannya.
King tersenyum miring pada Anderson "Sekali lagi dia berusaha menemui kamu, ijinkan aku menghabisi nya" Ucap King.
"Terserah kamu" Jawab Serena.
"Kita pergi" Ajak Serena lalu King dan Serena pergi meninggalkan Anderson.
Anderson berdiri sambil mengelus sudut bibirnya yang berdarah karena pukulannya Serena tadi.
"Pukulan Serena sangat kuat, tendangan nya juga, apa dia di latih sampai memiliki pukulan layaknya laki-laki? " Ucap Anderson.
"Om Matthew, putri kamu pasti di paksa oleh mereka untuk bisa bela diri" Ucap Anderson.
"Dasar sial! " Ucap Anderson.
Anderson sangat kesal, dia bisa tidak berkutik karena Serena, wanita yang terlihat manja dan juga lembut, bisa tidak takut di tembak bahkan tidak takut mati
__ADS_1
"Hari-hari seperti apa yang mereka berikan sampai kamu seperti itu Serena" Ucap Anderson.