
Pesanan Serena datang, mereka makan sate-satean itu dengan lahap bahkan King juga begitu karena perut mereka yang memang lapar.
Sejak tadi King tidak mau makan dengan tangannya malah meminta Serena yang menyuapinya. Serena awalnya kesal tapi dia tetap menuruti kemauan King itu.
"Kita nginep di hotel di sekitar sini aja yah" Ujar King sambil mengunyah makanan di mulutnya.
"Ikut aja" Jawab Serena.
"Byy kamu masih halangan? " Bisik King di telinga Serena.
"Baru kemarin datangnya, ya jelaslah masih" Jawab Serena cepat.
"Berapa lama byy biasanya? " Tanya King lagi yang memang tidak tau.
"Paling lama seminggu" Jawab Serena.
"Itu kelamaan byy, kapan aku bisa ituuuuu" Ujar King sambil memonyongkan mulutnya.
"Entahlah" Ujar Serena, membuat King langsung lemas.
"Cepat habisin makanan nya bay! Jangan kaya bocil" Tegur Serena pada King.
King menempelkan kepalanya di bahu nya Serena bahkan menggeleng-gelengkannya seperti anak kecil.
"Bayy, disini banyak orang, gak malu kamu" Tegur Serena sambil mendorong kepala King.
"Gak bisa tidur kayanya byy, kenapa sih wanita itu harus halangan? " Tanya King pelan.
"Mana ku tau" Jawab Serena cepat.
"Byyyy pergi sekarang yuk, mau peluk kamu terus manja-manja sama kamu" Ucap King pelan tapi manja.
"Aku masih lapar bay" Ujar Serena tapi King terus mendesaknya.
"Di hotel atau apartemen nanti kamu bakal makan kok" Ujar King.
"Ayoo byyy kita pergi dari sini" Rengek King sambil memeluk tangan Serena bahkan menggoyang-goyangkannya.
Serena memukul pelan tangan King, King spontan melepaskan pelukannya tadi, menatap dengan masam ke arah Serena.
"Sakittt byy" Ucap King sambil memegangi tangannya.
Serena tergeleng dengan tingkah suaminya yang sangatlah berbeda jauh dengan kepribadian sebenarnya.
"Kenapa geleng-geleng gitu? bukannya minta maaf juga" Omel King dan Serena mengulum senyum nya karena melihat King mengomel.
"Aku udah kenyang" Ujar Serena dia meninggalkan King begitu saja menuju mobil.
King meletakkan beberapa lembar uang di meja lalu mengikuti Serena.
King memeluk Serena dari belakang tapi Serena tetap berjalan tidak mau menghentikan langkah nya.
"Byy kok di tinggal? " Tanya King manja, Serena tetap diam, lalu masuk kedalam mobil begitu pun King.
King bergalayut manja pada Serena, dia dari tadi tidak mau diam.
__ADS_1
"Byyyy" Panggil King, dia memeluk Serena dari samping, melongak menatap Serena.
"Hmmm" Jawab Serena tapi tidak mau menatap King.
"Kayanya badan ku panas byy" Ujar King lalu meletakkan kepalanya di dadanya Serena.
Serena memeriksa dahi King tapi suhunya normal bahkan tidak panas sama sekali.
"Jangan bohong" Ujar Serena.
"Aku beneran sakit byy, tapi bukan di badan tapi di itu" Ujar King lalu matanya menatap ke arah celananya, Serena tentu paham maksud King, lalu menutup mulut King dengan tangannya.
"Kalau di biarin ngomong, makin gak jelas, kamu pakai benda terlarang yah? " Tanya Serena dan King menggeleng.
"Bohong! dari tadi kamu gak bisa diam, ngomel-ngomel sendiri, gak bisa berhenti ngomong, pasti make kamu" Tuduh Serena lagi.
King masih menggeleng dengan mata melotot, karena terus di tuduh oleh Serena.
"Aku telpon ka Hellen biar dia periksa kamu" Ancam Serena. King menjauhkan tangan Serena dari mulutnya.
"Byyy apaan sih nuduh aku yang enggak-enggak? " Protes King, Serena tertawa kecil karena berhasil memancing emosi suaminya.
"Bayy" Ujar Serena mengejek King lalu King melepaskan pelukannya menatap Serena dengan tatapan kesal.
"Pak bisa cepat gak? " Suruh King pada sopirnya tapi matanya masih menatap Serena.
Serena langsung terdiam bahkan dia menjadi takut pada King sekarang.
"Bay kamu mau ngapain? " Tanya Serena ketakutan.
King tak menjawab malah dia duduk mengarah kedepan bahkan sedikit berjarak dengan Serena.
"Sampai pak? "Tanya Serena polos.
" Iyah nona"Jawab pak sopir.
King hanya diam menatap Serena, tidak mengajak Serena turun melainkan duduk diam dengan tangan melipat di dadanya.
"Kamu kenapa? gak mau turun? "Tanya Serena pada King.
"Ngambek atau gimana? " Tanya Serena heran.
"Aku duluan yah" Ujar Serena dan dia benar-benar turun dari mobil meninggal kan King.
Serena berjalan tanpa beban meninggal kan King, dan King buru-buru turun juga dari mobil, berjalan agak cepat agar bisa mengejar Serena.
Baru Serena masuk dia sudah di sambut dengan sangat ramah oleh para pekerja yang ada di sana.
Serena menoleh kebelakang ternyata King sudah ada di belakang nya.
Serena terus melanjutkan langkah nya sedangkan meraih jari kelingking Serena lagi, seperti nya dia benar-benar ngambek pada Serena.
Serena dan King di arahkan menuju kamar mereka, kamar King dan Serena, kamar yang paling bagus karena sebelumnya King memang sudah memesan kamar itu di perjalanan tadi.
Serena langsung masuk begitupun dengan King, Serena menghempas kan tubuh nya ke kasur besar yang ada di sana.
__ADS_1
"Akhirnya bisa rebahan di kasur juga" Ujar Serena dan King ikut tidur tapi di atas Serena dengan manjanya.
Serena tersenyum dengan tingkah suaminya. "Bayy ngambek? " Tanya Serena lembut layaknya menanyai anak kecil, sambil memeluk kepalanya King yang ada di dadanya.
"Aku di diamin sama kamu" Ujar King dengan manja.
"Kamu yang diamin aku, bukan aku" Jawab Serena sambil mengelus rambut King.
"Aku kesel sama kamu byy, kamu sama sekali gak bujuk aku, gak rayu aku padahal aku mau di rayu sama kamu" Ucap King.
"Emangnya laki-laki juga mau di rayu yah?" Tanya Serena.
"Maulahhhhh" Jawab King dengan manja.
"Kenapa sih jadi istri gitu cuek gitu? aku ngambek pasti di biarin gak di rayu gitu" Omel King.
"Aku juga mau di rayu byyy" Rengek King sambil menggesek kan pipinya ke dada nya Serena.
"Sakittt bayyy" Ujar Serena lalu menangkup wajah King, mereka saling tatap.
"Kamu ambekan banget sih? mana sifatnya kaya anak kecil" Ucap Serena.
"Kamu itu mesin membunuh tapi kenapa sekarang suka ngerengek gini? " Tanya Serena.
King kembali menjatuhkan kepalanya ke dadanya Serena bahkan memeluk Serena dengan erat.
"Gak tau" Jawab King.
"Bay aneh" Ujar Serena sambil tertawa kecil.
"Bay boleh minggir dulu gak?aku mau kekamar mandi"Suruh Serena tapi King menggeleng.
" Bayy aku mau ke kamar mandi "Ucap Serena meninggi.
" Kan? sekarang malah bentak aku"Ucap King.
"Bay sayang, Bay ganteng, Bay suamiku, boleh pindah dulu gak? aku mau ke kamar mandi" Bujuk Serena dengan lemah.
King terdengar tertawa tapi malu-malu. "Bayy" Panggil Serena.
"Gak jadi ke kamar mandi? " Tanya King padahal dia sudah ingin pindah.
"Dengerin aku dulu" Ujar Serena.
"Bayy aku boleh nanti aja gak hamilnya? " Tanya Serena dan King langsung menatap Serena.
"Gak boleh! Byyy jangan tunda ke hamilan, Gak boleh! " Larang King dengan serius.
"Jangan pernah ada pikiran buat menunda ke hamilan byy, aku bakal marah besar ke kamu" Sambung King lagi.
"Apa sih yang buat kamu punya pikiran kaya gitu? " Tanya King lembut.
"Aku cuma tanya aja kok" Jawab Serena.
"Gak! Gak mungkin cuma tanya doang, pasti kamu emang gak mau hamil kan? " Tuduh King.
__ADS_1
"Pokoknya gak boleh! aku bakal selalu awasin kamu byy, bahkan setelah kamu selesai dari menstruasi kamu, aku bakal terus melakukan itu, sampai kamu hamil" Ujar King dan Serena tidak bisa Berkata-kata lagi.
"Kok aku jadi takut" Batin Serena.