
Hari menjadi gelap.
King dan Serena baru saja selesai makan malam, tapi Serena masih berada di tempat makan karena King sedang membuatkan dia susu hamil.
King datang dengan segelas susu di tangannya, Lalu dia duduk di samping Serena.
"Minum susu? katanya gak enak bay" Ujar Serena ragu untuk meminum susu yang sudah di buatkan oleh King.
"Byyy susu ini sama kok kaya susu yang lainnya, aku tadi sudah coba, makanya lama, soalnya aku bikin 2 gelas tadi" Ucap King dia tersenyum kuda.
"Jadi minum sekarang yah" Suruh King lembut, Serena menatap gelas yang berisi susu itu lalu meminum nya, layaknya meminum jamu, dengan tangan menutup hidungnya.
Serena hanya mampu meminum setengah setelahnya dia ingin muntah. "Enek bay" Ujar Serena bahkan matanya berair.
King mendekati Serena untuk mengelus punggung istrinya, "Iyah.. Iyah, gak usah di paksain yah cantik, setidaknya kamu sudah minum gak papa kok" Ujar King lembut.
"Gak enak Bayy" Ujar Serena sambil menghapus air matanya layaknya anak kecil.
King tertawa kecil melihat Serena, di matanya Serena sangatlah menggemaskan sekarang.
"Kita ke atas yah, kamu istirahat, tapi sebelum nya kamu mau apa biar aku carikan" Tanya King pada istrinya.
"Gak adaaaaa" Jawab Serena dengan manja, lalu memeluk King.
"Manjanyaaa" Ujar King tapi dia tertawa.
King langsung menggendong Serena seperti monyet menuju kamarnya.
Sesampainya di kamar, King merebahkan Serena dengan pelan, lalu di mengecup wajahnya Serena.
"Bay maaf yah, hari ini sudah nyusahin kamu, bahkan mau bikin kamu gak bisa ke kantor" Ujar Serena.
"Maaf? Aku nggak salah denger nih? bukannya aku yang seharusnya minta maaf? Aku yang bikin kamu kaya gini, kamu gak salah, kamu cukup istirahat yang banyak, kalau mau apapun tinggal bilang yah" Ujar King lembut.
Serena diam menatap suaminya sambil tersenyum, King begitu mencintai nya bisa dia rasakan, dari sikap King yang selalu sabar menghadapinya bahkan selalu berkata-kata lembut padanya.
"Kenapa natap aku kaya gitu? bikin aku salah tingkah aja kamu tuh" Ujar King.
"Mau pelukkkk" Rengek Serena lalu King memeluk Serena yang rebahan sedangkan dia duduk.
"Tiara..... sebulan lebih sudah kamu pergi, tidak mau muncul lagi di hadapan ku, Tiara aku merindukan kamu, aku hanya ingin kamu muncul sebentar saja, Aku hanya ingin bicara sedikit dengan mu"Batin King.
Serena melepaskan pelukannya, Mereka saling tatap sambil tersenyum.
"Makasih buat hari ini yah" Ujar Serena.
"Iyah cantik ku, sayangku, cintaku" Jawab King, ucapan King membuat Serena tertawa kecil, King juga tertawa.
" Byy aku boleh ambil laptop ku kan? aku mau liat kerjaan aja"Tanya King.
"Iyah boleh" Jawab Serena, lalu King mengambil laptopnya di atas meja sofa kamarnya, dan dia kembali lagi,duduk di samping Serena dengan laptop di pangkuannya.
"Bayy kata ka Cio sebulan ini kamu lagi sibuk-sibuk nya kan? " Tanya Segera.
"Gak kok, biasa aja" Jawab King tapi pandang nya ke laptopnya.
"Masa? tapi kamu aku liat ada bener nya juga, kamu hampir gak pernah lepas sama laptop ataupun ponsel kamu" Ujar Serena.
"Aku main game" Jawab King dan Serena langsung mendekati King melihat King sedang apa di laptopnya.
"Ih tuh kan kerja! katanya main game" Ujar Serena dan King tertawa.
__ADS_1
"Aku harus selesaikan semua nya dalam setahun byy, soalnya ini proyek penting" Ucap King, Serena hanya mengangguk paham.
"Tapi kantor kamu yang ada di Belanda gimana? " Tanya Serena.
"Disana banyak tangan kanan ku, jadinya aku suruh mereka yang pegang" Jawab King.
"Bayy tuyul itu gimana sih? " Tanya Serena tiba-tiba, bahkan King langsung menoleh dengan cepat karena pertanyaan dari Serena.
"Kenapa? " Tanya King terkejut.
"Gak aku cuma tanya aja" Ujar Serena.
"Perasaan aku jadi gak enak" Ujar King was-was.
"Yakin cuma tanya byy? " Tanya King lagi.
"Rambut kamu sekarang panjangan ya Bay? kamu gak ada niatan buat cukur rambut kamu? " Ujar Serena dan perasaan King sudah campur aduk.
"Masih pendek ini byy, kalau di cukur bisa habis rambut ku" Jawab King.
"Oke... " Ujar Serena tapi ada nada yang dengar sedih membuat King menghela nafasnya dengan berat.
"Kamu mau aku cukur rambut byy? " Tanya King.
"Mauuuuu! " Jawab Serena cepat bahkan antusias.
King tersenyum tipis sambil mengelus rambut Serena dengan lembut, melihat istrinya sangat senang tentu dia juga senang.
"Kapan kamu bakal cukurnya? aku harus ikut gak boleh tinggal! " Ucap Serena memperingati King.
"Lusa yah" Jawab King.
"Harus botak yah" Ucap Serena dengan penuh harapan.
"Love you" Ucap Serena.
"Love you more" Jawab King.
Serena senyum-senyum menatap King yang sedang fokus pada laptop nya.
"Bayy" Panggil Serena.
"Hmmm" Jawab King tapi matanya fokus pada laptop nya.
"Bayy coba sini tangannya" Pinta Serena.
"Mau apa? " Tanya King tapi tetap menuruti permintaan Serena.
Serena lalu mencium punggung tangan King, lalu dia tersenyum sedangkan King tertawa salting karena ulah Serena.
"Kurang kerjaan banget sih byy? bikin salting aku aja" Ujar King.
"Aku gak pernah cium tangan kamu mangkanya aku cium" Ucap Serena.
"Bumil aku bisa aja" Ujar King lalu mencium kening Serena.
"Sekarang tidur yah, aku kayanya bisa tidur larut malam" Ucap King lagi.
"Bayy aku belum ngantuk,sebentar lagi yah" Tawar Serena.
"Okeee tapi nanti tidur yah" Jawab King menyetujui permintaan serena.
__ADS_1
Serena mendekati King, melihat apa yang di kerjakan King di laptopnya.
"Semua itu apa? " Tanya Serena.
"Masa kamu gak ngerti sih? bukannya kamu sering bantuin Mommy tentang gini juga? " Ucap King.
"Mommy gak pernah kerjain ini, kecuali Daddy tapi aku juga gak pernah ngerti apa yang biasa Daddy jelasin" Jelas Serena.
"Mau aku jelasin? " Tanya King.
"Gak mau! " Tolak Serena.
"Aku cuma mau liat aja, sekalian temenin kamu ngomong" Ucap Serena.
"Iyah" Ujar King.
Serena menjadikan paha King bantalnya tangannya melingkar di pinggang King.
King menutup laptopnya sebab tidak akan selesai pekerjaan nya jika Serena belum tidur.
"Kok di tutup? " Tanya Serena kecewa.
"Mau klonin kamu dulu" Jawab King, lalu dia merebahkan tubuh nya memeluk Serena.
"Sekarang tutup matanya yah, kamu aman kok malam ini gak kaya kemarin-kemarin lagi, aku gak bakal buat kamu begadang lagi" Ucap King.
"Tapi mata aku sudah terbiasa" Jawab Serena, King tertawa mendengar jawaban Serena.
"Byy aku dengar cerita gak selama aku tinggal di belanda?" Tanya King.
"Boleh" Jawab Serena.
"Kamu tau kan kalau aku disana sendirian, semua yang lakuin sendirian" Ucap King.
"Tapi kamu tuh jahat tau Bay, masa iya jebak aku, sampai Daddy terpaksa nikahin kita" Ucap Serena.
"Tapi impian ku tercapai" Ucap King lalu dia tertawa.
"Balik ke cerita bay" Ujar Serena.
"Pengen punya temen ngobrol, pengen punya temen bermanja tapi sekarang udah punya" Ucap King.
"Kayanya kamu kesepian banget yah? " Tanya Serena.
"Banget, tapi sekarang udah gak, kan aku udah jadi suami kamu terus kamu hamil anak aku" Ucap King lalu mempererat pelukannya.
"Udah ngantuk belum? "Tanya King tapi Serena menggeleng.
" Selama kamu disana, emangnya gak ada deketin siapapun gitu? "Tanya Serena penasaran.
"Gak ada, soalnya gak ada yang lebih dari kamu, aku mau cari bule, tapi kamu juga bule, mana Blasterannya banget, Australia, Korea dan Amerika" Jawab King.
"Terus pinter, cantik, semuanya ada di kamu byy, gimana mau cari yang lain" Ujar King lalu mengecup pipi Serena.
"Masa sih?" Tanya Serena sambil menyipitkan matanya menatap King.
"Kamu kira aku bohong byy? aku tua gini masa gak mau nikah? andainya gak nekat nungguin kamu, udah nikah aku byy" Ucap King.
"Tapi gak mau" Sambung King.
"Jadi ngantuk Bay dengerin cerita kamu" Ucap Serena, dia juga sudah memejamkan matanya.
__ADS_1
"Tidur.. tidur" Suruh King lembut, dia juga mengelus rambut Serena sambil sesekali mencium puncak kepala nya Serena.