
King berkeliling mencari Serena tapi dia tidak menemukan nya dimana pun,Anak buahnya King juga mencari, sama dengan King, tidak menemukan Serena dimana pun.
King sekarang menuju pulang ke pengenipan, ketika sudah sampai dia langsung memarkirkan mobilnya dengan sembarangan, langsung masuk saja ke dalam.
King tidak menemukan sosok Serena di manapun, dia masuk kamar.
"Byyy! " Panggil King sambil berjalan menatap sekitar kamarnya.
King juga tidak menemukan Serena yang ada hanya baju basah Serena yang dia kenakan tadi.
"Byyyy! " Teriak King mulai panik, karena tidak menemukan Serena dimanapun.
Ponsel King berdering yang menelpon adalah Cio, dia buru-buru mengangkat nya.
"King kamu dimana? " Tanya Cio langsung tanpa basa-basi.
"Kenapa? ada apa? aku masih di bali" Jawab King panik.
"Serena ada di mansion ku nih, Mukanya kaya orang marah besar gitu, kamu apain dia? " Tanya Cio.
"Hah? Dia pulang? bagaimana bisa? kok cepet banget" Tanya King heran.
"Cepet kamu pulang juga, Istriku saja enggak di perdulikan, kayanya dia marah banget kalau sampai kaya gitu" Ucap Cio semakin membuat King serba salah.
"Ada memangnya? " Tanya Cio tapi King sudah mematikan ponselnya secara sepihak.
King pergi lagi menuju bandara, untuk pulang, tanpa mengganti bajunya yang sudah kering.
King terus menghubungi ponsel nya Serena tapi tidak di angkat bahkan seperti nya Serena memblokir nomor King.
"Byyy ayolah" Ucap King benar-benar panik karena Serena marah besar padanya.
King mencoba menghubungi Serena dengan mengirim kan pesan kesemua media sosial nya tapi baru satu pesan, dia sudah tidak bisa mengirim pesan lagi karena Serena memblokir nya lagi.
King melemparkan ponselnya kursi samping nya, dia sangat frustasi karena Serena memblokir nya.
"Dia salah paham, tapi marahnya sampai seperti" Ucap King heran.
King sampai bandara, dia langsung berlari masuk kedalam pesawat, seandainya ada alat transportasi yang lebih cepat pasti dia tidak akan memakai pesawat sekarang, dia hanya memikirkan Serena yang marah besar padanya.
Di dalam pesawat, King terus berusaha menghubungi istrinya tapi sayang semuanya tidak ada yang terhubung ke Serena karena dia memblokir King.
King menelpon Nuna dan syukur nya dia mengangkat nya.
"Naaa gimana istriku? " Tanya King tanpa basa-basi pada temannya itu.
"Dia cuma di kamar, gak mau keluar dari datang tadi" Jawab Nuna.
__ADS_1
"Ada apa sih yang sebenarnya terjadi? " Tanya Nuna yang penasaran.
"Kami tadi ke pantai Naaa, terus aku gak sengaja ketemu teman waktu kuliah dulu sampai lupa sama dia kayanya masalah itu deh, soalnya sebelum nya kami masih bercanda kok" Jelas King.
Nuna terdengar tertawa mendengar kan cerita nya King. "Sama seperti kakanya tukang cemburu, tapi wajar sih dia marah soalnya kamu lupain dia, mana kamu ngomong sama cewe kan? " Ucap Nuna.
"Iyah" Ujar King.
"Aku harus bagaimana Naaaa? " Tanya King frustasi.
"Ya gimana lagi? bujuk dia lah" Jawab Nuna.
"Caranya" Ujar King.
"Rayu aja dulu, buat kejutan gitu" Jawab Nuna.
"Memang nya mempan untuk istriku itu? " Tanya King.
"Dia juga lagi menstruasi makanya dia emosian banget" Ujar King lagi.
"Kamu kesini aja dulu, Nanti aku suruh suamiku juga bantuin kamu" Ucap Nuna.
"Naaa, aku takut Serena bakal ceraikan aku" Ucap King mengutarakan ketakutan nya.
"Gak akan, percaya sama aku" Jawab Nuna mantab.
"Masa masih gak ngerti sih? " Ujar Nuna. King terdiam tapi dia masih belum tau apa maksud Nuna.
"Apa kamu sudah menyentuh Serena? " Tanya Nuna tapi King diam juga.
"Itu privasi ku" Jawab King dengan serius bahkan dia langsung mematikan ponselnya karena tidak mendapatkan apapun dari Nuna.
King sangat kesal, dia berontak di dalam pesawat, dia memukul bahkan menendang kursi yang berada di didekatnya.
King berhenti lalu berteriak sekuat tenaga sebagai peluapan emosinya.
"Seharusnya kamu tanya aku dulu atau gak dengerin penjelasan aku, jangan pergi kayagini" Ucap King lalu dia duduk dengan menghempaskan tubuh nya ke kursi.
King menatap kesamping, dia menatap jendela sambil menghela nafasnya dengan berat.
"Byy kamu adalah langit biru ku, jadi jangan tinggalin aku yah"Ucap King dengan lirih.
Tak di sangka air matanya juga menetes perlahan menuruni pipinya, pikiran King adalah dia takut jika Serena akan meninggalkan nya.
2 jam berlalu.
King sampai di mansionya Cio, Dia langsung berlari masuk kedalam, Dia mendapati Nuna yang sedang menemani anak-anaknya sedang bermain.
__ADS_1
"Mana istriku? " Tanya King panik.
Nuna diam sejenak "Dia baru saja pergi" Jawab Cio yang baru datang dari belakang Nuna.
"Pergi kemana? kenapa gak di kejar atau di cegat? " Tanya King meninggi pada Cio.
"Mencegatnya sama saja membuat ku bertengkar dengan nya, kau saja yang kejar" Jawab Cio santai seperti tidak ada beban.
King menatap Cio dengan tatapan marah bahkan tangannya mengepal.
Ingin rasanya King memukul Cio sekarang karena sudah membiarkan istrinya pergi tapi ada Aletha dan juga Junior makanya dia bisa menahan amarahnya.
King pergi lagi untuk mencari istrinya.Cio tersenyum melihat King yang gelabakan dengan ulahnya Serena sama seperti nya dulu ketika Serena berbuat masalah atau pun menghilang tanpa sepengetahuan Daddy nya.
"Kasihan King Berci" Ujar Nuna.
"Biarkan saja! biar dia bisa mengerti bagaimana istrinya itu" Jawab Cio.
"Apa dia bisa membawa Serena pulang" Ucap Cio seakan-akan tidak percaya dengan King.
Sampai malam King mencari Serena tapi dia tidak menemukan keberadaan Istrinya.
King menghentikan mobilnya, dia tak percaya jika dia yang hebat mencari keberadaan musuh-musuhnya dengan mudah tapi malah payah mencari keberadaan istrinya sendiri.
King menerima pesan dari Cio, dia mengirimkan foto ke King.
Ternyata itu fotonya Serena dengan genk motornya. King melotot melihat foto itu.
"Byyyy! " Ujar King dengan nada tinggi karena terkejut melihat banyak laki-laki di sekitar istrinya.
"Kamu mau balas aku byy" Ucap King melemah.
King buru-buru menelpon lagi para bodyguard yang sudah di suruh melacak keberadaan Serena sejak tadi tapi sejak tadi juga King menemukan keberadaan Serena.
King mengirim foto itu ke anak buahnya, dengan mudah mereka mengetahui keberadaan Serena melihat jalan yang di sekitar nya.
"Tapi ini jaraknya cukup jauh, apa mereka melakukan touring" Ucap King dan dia langsung melajukan mobilnya lagi.
King bisa menghela nafas dengan lega karena sudah tau keberadaan istrinya.
"Aku datang byy, kita pulang yah, aku bakal minta maaf ke kamu" Ucap King dengan nada lirih.
"Aku tau kamu marah tapi setidaknya kamu jangan kaya gini" Ucap King lagi.
"Aku bakal bawa kamu pulang, walaupun kamu nolak aku tetap aja kamu harus pulang sama aku" Ucap King lagi.
__ADS_1