GADIS NAKAL ITU ISTRIKU

GADIS NAKAL ITU ISTRIKU
Akhirnya


__ADS_3

King sampai di restoran yang di beritahu oleh Mamihnya, dia hanya sendirian, berjalan dengan gagahnya bahkan tanpa senyum di wajahnya.


Senyuman hangat Mamih Tiara menyambut nya, Dia berdiri lalu memeluk King dengan erat, dia bebar-benar rindu dengan putranya, setelah pernikahan nya dengan serena, Dia tidak ada lagi bertemu dengan King.


"Mami benar-benar rindu King" Ucap Mami Tiara.


"King juga" Ucap King, mereka melepaskan pelukan lalu duduk di kursi.


"Kamu sudah makan siang? " Tanya Mamih Tiara.


"Belum" Jawab King jujur.


"Baguslah, kita bisa mengobrol sambil makan siang bersama"Ucap Mami Tiara.


"Papi mana Mam? Atau ka Hellen" Tanya King.


"Sebentar lagi mereka akan menyusul" Jawab Mamih Tiara.


Pintu terbuka.


Papi Prince dan Hellen yang masuk tapi Papi prince masih menahan pintu untuk seseorang.


King dan Mami Tiara menatap kearah mereka, muncullah seseorang membuat King langsung menatap Maminya, ingin melihat ekpresi Maminya karena yang masuk adalah serena.


Serena berjalan mendekati King, tapi ekpresi Mami Tiara benar-benar terlihat jika dia memang tidak suka.


"Duduklah, jangan menatap wajah Mami yah" Bisik Ka Hellen ditelinga Serena.


Serena mengangguk dan Papi Prince menyuruh Serena duduk di samping nya King.


Dia benar-benar sungkan padahal dia sangat dekat dengan Papi Prince dan juga yang lainnya tapi tidak dengan Mami Tiara.


"Siapa yang membiarkan Serena di dalam mobil? " Tanya Papi Prince setelah duduk di kursinya.


"Aku tidak bisa membiarkan istriku sendirian di mansion kecuali aku berkerja" Jawab King.


"Tapi kenapa harus di tinggal di mobil? bukannya dia bisa masuk? untung tadi aku liat dia di mobil karena kaca mobil nya gak dia tutup" Ucap Ka Hellen.


Papi Prince menatap istrinya yang sejak tadi menatap Serena dengan tatapan yang tidak suka.


"Aku ingin pulang, semuanya kacau" Ucap Mami Tiara, dia ingin berdiri tapi Papi Prince menahannya.


"Kamu yang merencanakan ini semua, kamu ingin keluarga kita lengkap lagi kan? semuanya sudah lengkap bahkan dengan calon cucu kita" Ucap Papi Prince.

__ADS_1


King menunduk sambil menggenggam tangan Serena dengan eratnya.


"Aku gak mau dia ada! aku sudah bilang pada King jangan membawanya" Ucap Mami Tiara.


"Sayanggg jangan seperti ini, hargai Serena, jaga perasaan nya" Ucap Papi Prince.


"Aku sangat membenci Alice begitupun anaknya" Ucap Mami Tiara dengan penuh penekanan.


King mengangkat kepalanya, lalu dia tersenyum tipis menatap Mami nya.


"Apa salah istriku Mam? dia saja tidak pernah kan berbicara pada Mami tapi Mami bisa bicara seperti tadi, kalau Mami membenci istriku sama saja kan membenci aku? " Ucap King.


"Sudah Bayyy, jangan melawan Mami" Tegur Serena dan King tersenyum.


"Mami dengarkan? Bahkan dia menegurku untuk tidak melawan Mami, padahal dia disini yang jadi kambing hitam" Ucap King lagi.


"Bisakah Mami bersikap seperti Aunty Intan? Jangan selalu memikirkan masa lalu" Ucap King lagi.


"Sudah King" Tegur Ka Hellen juga.


"Mami akan bersikap baik jika itu bukan dia" Ucap Mami Tiara.


"Kenapa harus dia King? bukankah banyak wanita di luar sana? " Tanya Mami Tiara.


"Jangan dengerin Mami yah" Ucap King.


"Mam aku mohon jangan seperti ini pada istriku dia sedang hamil anak ku" Ucap King dengan nada permohonan.


"Bawa dia pergi dari sini" Suruh Mami Tiara dan King langsung menatap cepat kearah Mami nya.


"Melihatnya membuat ku teringat masa sulit adik ku" Ucap Mami Tiara.


"Aku seperti bukan melihat Mami" Ucap King tapi pelan.


"Byy kita pulang aja yah" Ajak King, dia hanya mengangguk pelan.


King membawa Serena pergi dari ruangan itu, "Apa kamu merasa hebat dengan mengusir Serena seperti itu? " Tanya Papi Prince.


"Intan dan Rio saja merawatnya dengan sangat baik layaknya anak mereka tapi kamu? kamu seperti korban padahal yang jadi korban adalah Rio dan Intan" Ucap Papi Prince.


"Aku akan selalu salah dimata kalian" Ucap Mami Tiara lalu dia juga pergi.


"Piii" Ucap Ka Hellen.

__ADS_1


"Biarkan saja! Papi takut semua ini akan sampai ke telinga Rio dan Cio, akan seperti apa mereka nanti karena sudah membuat Serena seperti itu" Ucap Papi Prince serius.


"Aunty Intan juga pasti akan marah" Ucap Ka Hellen.


"Seharusnya kita gak usah bawa Serena masuk tadi karena pasti King sudah tau hal ini terjadi" Ucap Ka Hellen, Papi Prince diam.


Disisi King.


Serena hanya diam dengan wajah murung, tapi King tetap memeluk Serena.


"Maafin aku yah, seharusnya aku memang gak usah bawa kamu tadi" Ucap King.


"Apa jadi anak Mamah alice itu salah?" Tanya Serena.


"Bahkan aku saja hanya dia rawat seminggu olehnya dan dia sudah meninggal kan ku selamanya" Sambung Serena lagi.


"Karena Mami, kamu jadi harus mengingat masa lalu" Ucap King.


"Aku mau ketemu Mommy dan Daddy" Ucap Serena.


"Aku nginap di mansion Mommy dan Daddy, kalau kamu gak mau biar aku nginap disana sendiri, gak papa kok" Ucap Serena.


"Jika aku biarkan kamu menginap di sana sendirian, bisa-bisa aku gak akan ketemu lagi, karena kamu jadi sandera disana" Ucap King.


"Ka Gery kita ke Makam Mamah Alice" Ucap Serena.


"Baik" Jawab Gery.


"Kemakam Mamah Alice? " Ucap King.


"Aku udah lama gak kesana, aku mau curhat sama dia lagi, mulai menikah sama kamu sampai hari ini" Ujar Serena.


Serena semakin memasukkan tubuh ke dalam pelukan King"Bayyy aku sakit hati"Ucap Serena dan dia langsung menangis.


"Akhirnya tangis kamu tumpah juga" Ucap King sambil memeluk Serena.


"Aku seperti anak kecil yah? apa-apa pasti menangis" Tanya Serena.


"Jika kamu merasa bahwa menangis adalah hak anak kecil saja,maka jadilah anak kecil selamanya" Jawab King lembut.


"Aku akan merawatmu" Sambung King dan Serena kejar menangis di pelukan King.


"Sudah, aku sudah bilang kan? jika di larang di menangis di mobilku" Ucap King.

__ADS_1


"Biarkan aku menangis Bayyy" Jawab Serena dan King diam sambil mengelus rambut Serena dengan lembut.


"Jika Mami masih seperti itu, menurutku kalian jangan bertemu dulu, aku tidak mau Serena selalu menangis karena ucapan Mami ku sendiri" Batin King.


__ADS_2