
Perjodohan
sesampainya yuki dirumah, ia langsung di sambut oleh anugrah dan iva. yang tengah duduk di ruang tamu
"mami papii" ucap yuki kemudian duduk di depan mereka
"udah pulang nak?" tanya iva lembut
"udah mii" jawab yuki
"yuki. papi mau bicara sama kamu" ucap anugrah yang tampak serius
"mau bicara apa pii?" tanya yuki
"begini, kamu akan papii jodohkan dengan anak teman papi. dan perjodohan ini sudah papi rencana sejak dahulu" ucap anugrah
"apa?? dijodohkan?" ucap yuki yang tak percaya
"iya nak" ucap iva
"hahahahha. ini bercanda kan mii? gak mungkin lah yuki kan masih umur 17 tahun" ucap yuki yang di sertai tawa
"ini serius" ucap anugrah yang menatap yuki dengan serius
"haaaaaaa???? apaaaaaa??!!!!" ucap yuki panik
"gakkk pii nggakkk!!! intinya yuki gak mau di jodohin sama siapapun!!!" ucap yuki kemudian berlalu dari ruang tamu dan berjalan menuju kamarnya.
__ADS_1
"piii, mungkin lain kali kita bicarakan dengan yuki" ucap iva
"tidak mii. hari ini juga yuki harus menyetujui perjodohan ini" ucap anugrah. iva pun tak berani berkutik dengan keputusan anugrah.
"ck, masa gue di jodohin sihhh. gakk gak gakkk, gue gak mau dijodohin. gue kan masih umur 17 tahun, emang nya siapa sih yang mau sama bocil?" ucap yuki yang sedang mondar mandir memikirkan tentang perjodohan ini. malam hari pun telah tiba dan yuki masih memikirkan soal perjodohan tadi. tak lama kemudian, pintu kamar yuki di ketuk oleh seseorang
tok tok tok
"yuki, kamu di dalam?" tanya iva di balik pintu
"iyaa, masuk aja mii" jawab yuki
ceklek
iva pun memasuki kamar yuki dan duduk di tepi ranjang bersama dengan yuki
"nakkk, mami mohon. terima lah perjodohan ini nakk" bujuk iva
"mami tau nakk, tapi mami mohon nakkk. terima perjodohan ini nak. mami mohon" ucap iva
"enggak mii, yuki gak mau menikah dengan siapapun. yuki ingin buat mami sama papi bahagia terlebih dahulu mii" jawab yuki
"dengan kamu menerima perjodohan ini, itu sudah membuatqari8u-ooooooooooooooo mami dan papi bahagia nakk" ucap iva dengan mata yang berkaca-kaca
"tolong nakk, terimahlah" ucap iva kembali. sebagai seorang anak, yuki tak tega dan akhirnya ia memutuskan untuk menerima perjodohan ini. setelah yuki memutuskan untuk menerima perjodohan ini, iva pun segera keluar dari kamar yuki untuk mengabarkan kabar ini kepada anugrah.
"pii pii" ucap iva yang masuk kedalam kamarnya lalu duduk di sofa
__ADS_1
"hmm? kenapa mi?" tanya anugrah yang masih memegang laptopnya
"yuki piii" ucap iva
"yuki kenapa mi?" tanya anugrah yang sedang menatap iva
"yuki menerima perjodohan ini pii" ucap iva
"serius mi?" tanya anugrah
"iya pii" jawab iva
"syukurlah. papi sangat bersyukur yuki menerima perjodohan ini mii" ucap anugrah
"mami juga pii" ucap iva
***
keesokan paginya, yuki bangun lebih awal. kemudian ia pun mulai melakukan ritual mandinya. setelah selesai, ia segera memakai seragam sekolahnya. hari ini ia sengaja tak mengucir rambutnya, ia memilih untuk membiarkan rambutnya terurai. rambut berwarna hitam pekat dan sedikit bergelombang membuat lebih cantik kalau terurai.
"pagi mii pagi pii" ucap yuki yang duduk di bangkunya
"pagi juga" jawab keduanya
"hari ini mau naik motor apa naik mobil bersama papi?" tanya anugrah
"sama papi aja deh, naik mobil" jawab yuki yang memakan sarapannya
__ADS_1
"baiklah, sesudah sarapan kita berangkat ya" ucap anugrah
"iya pii" jawab yuki kemudian memakan sarapannya hingga selesai. setelah selesai, mereka pun berangkat menaiki mobil