GADIS NAKAL ITU ISTRIKU

GADIS NAKAL ITU ISTRIKU
Kenyataan


__ADS_3

King langsung terduduk sambil memeluk wanita yang tergeletak di tanah itu.


Yang terjun bebas tadi adalah seorang wanita hamil, dia mengenakan baju yang sama dengan Serena tapi wajahnya hancur karena terbentur hebat ke batu.


King menangis hebat sambil memeluk wanita itu, baju yang di pakai wanita itu sama persis dengan yang di pakai Serena walaupun wajahnya hampir tidak bisa dikenali lagi.


"Babyyyyy" Ucap King lirih sambil terus memeluk nya.


Para bodyguard King datang untuk membawa wanita yang sudah meninggal itu pergi kerumah sakit.


King menurut, dia berjalan sambil menggendong istrinya yang sudah tiada.


King tak hentinya menangis, semuanya diam melihat atasan mereka menangis bahkan pertama kali nya mereka melihat.


Di dalam mobil,King meraung-raung sambil memanggil Serena istrinya.


"Byyy tega kamu tinggalin aku? byyy tega kamu lakuin ini sama aku? " Tanya King sambil menangis kencang.


Sopir dan bodyguard yang berada di depan King hanya diam sambil sesekali saling tatap, mereka tahu betul bagaiamana King pada Serena.


"Byyyyy" Panggil King lirih.


"Kamu pergi bawa bayi kita juga? " Ucap King bahkan dari bawah nya Serena juga terjadi pendarahan.


Kurang dari 15 menit mereka sampai ke rumah sakit, King membawa Serena langsung ke dalam.


Pas sekali ada kaka nya Hellen yang sedang berjalan dengan susternya.


Dia melotot bahkan berlari mendekati King yang sedang menggendong istrinya.


"Kinggg!" Ucapnya tapi wajahnya King terlihat sangat lah sedih dan Hellen pertama melihat adik nya seperti ini.


"Benar kah ini Serena? " Tanya Ka Hellen


"Istriku sudah tiada ka" Ucap King lirih bahkan dia hampir terjatuh tapi tubuh King di tahan oleh anak buahnya.


"Untuk apa kamu bawa di kesini King? jika dia sudah tidak ada" Tanya Ka Hellen.


"Aku mohon ka, tangani istriku, buat dia hidup lagi" Pinta King dengan penuh mohon.


Hellen menyuruh susternya untuk mengambilkan brangkar untuk membawa Serena.


Mereka datang dengan brangkar yang di suruh Hellen tadi, Serena pun di rebahkan oleh King disana.

__ADS_1


Serena di bawa dan King menangis di pelukan kaka nya dengan hebat.


"Ka aku sudah hancur, adik kamu sudah hancur" Ucap King sambil menangis.


"Aku jadi orang yang paling gagal, aku kehilangan istriku sekaligus calon bayiku" Ucap King lagi.


Hellen hanya diam tidak berbicara apapun, dia hanya memeluk King sambil mengelus belakang nya.


Mamih Tiara datang tapi hanya sendirian saja, wajahnya agak khawatir, Hellen melihat kedatangan Mamihnya hanya menghela nafas sedangkan King membelakangi Mamihnya.


"Apakah benar yang bunuh diri tadi adalah Serena? " Tanya Mamih Tiara dengan nada agak takut.


"Aku akan lakukan tes nantinya, apakah benar itu Serena" Ucal Hellen.


King melepaskan pelukannya lalu membalik tubuhnya menatap Mamihnya.


"Doa Mamih terkabul, aku sudah kehilangan Serena sekaligus bayiku" Ucap King lirih lalu dia kembali menangis.


Terlihat sekali jika King sangat lemah sekarang.


Yang lainnnya datang, Cio, Daddy Rio dan juga Papi Prince sedangkan Mommy Intan menyusul dengan Nuna.


King menghapus air matanya ketika melihat Papinya, dia sangat malu jika harus menangis di depan Papinya.


King membalas pelukan itu dan benar saja dia menangis dengan hebatnya.


"Itu pasti bukan Serena? " Ucap Daddy Rio bahkan berteriak kuat.


"Dad! "Tegur Cio pada daddy nya.


" Cio! Serena itu putriku yang cerdas, mana mungkin dia bunuh diri seperti itu"Ujar Daddy Rio.


Mommy Intan dan Nuna datang, King melihat kedatangan Nuna langsung mendekati nya.


"Naaa! apa benar yang ku bawa kesini tadi adalah Serena? " Tanya King.


Semuanya bingung sedangkan Cio hanya diam melihat tanpa berbicara.


"Aku saja baru datang King, bagaimana bisa kamu tanyakan itu sama aku? " Ujar Nuna.


"Naaaa aku mohon jawab pertanyaan ku tadi" Pinta King dengan penuh harap.


"Kamu tau kan, aku sekarang sudah tidak seperti dulu lagi, aku tidak tahu King" Kata Nuna lembut.

__ADS_1


King menghela nafasnya, Mamih tiara mendekati nya tapi King menjauhi bahkan dia mendekati Mommy Intan.


"Mom maafin aku" Kata King tapi Daddy Rio mendorong kuat dada king sampai dia termundur.


"Saya tidak akan pernah memaafkan kamu King! " Ujar Daddy Rio dengan lantang.


"Kamu pembunuh putriku" Ucap Daddy Rio terdengar gemetar karena dia benar-benar terluka karena kabar tentang Serena.


Cio menarik King agar menjauhi Daddy nya karena dia tau betul, jika daddy Rio sudah hilang kendali bisa sangat sulit.


"Kami tadi baik-baik saja, tapi aku gak tau sama sekali apa yang dia pikirkan sampai dia memutuskan melompat dari gedung kantor ku" Ucap King pelan.


Semuanya hanya diam tidak ada satu pun yang berani bersuara dalam keadaan sekarang.


"Maafin saya Cio, saya gak bisa jagain Serena" Ujar King dan Cio memeluk sepupunya itu.


"Apa benar itu Serena? kenapa hatiku bilang jika Serena tidak pernah melakukan hal seperti ini" Ucap Cio sambil memeluk King.


"Wanita itu memakai baju yang sama dengan istriku bahkan dia juga hamil" Jawab King.


"Kita tunggu semuanya, jangan berasumsi jika itu adalah Serena, musuh kita banyak King, aku ketika menuju kesini sudah menyuruh beberapa anak buah ku untuk mencari kebenarannya sebelum aku mendapatkan kebenaran" Kata Cio dan King melepaskan pelukan nya.


Dia menatap Cio tapi Cio tersenyum tipis, King merasa nyaman melihat senyuman Cio yang tegar mendengar adiknya sudah meninggal berbeda dengan nya.


"Libatkan aku Cio! " Ucap King dan Cio menganggukkan kepala nya.


2 jam berlalu.


Hellen datang sambil membawa surat di tangannya, King melihat kakanya yang berjalan cukup dengan cepat dan langsung mengejarnya.


"Ini hasilnya" Ujar Hellen dan King langsung membukanya.


King membacanya dengan teliti, harapan nya masih ada di awal tadi langsung lenyap setelah membaca surat hasil jenazah yang menyatakan jika benar itu adalah Serena.


King berlari menuju ketempat dimana Serena berada, Semuanya diam tapi tangis Mommy Intan dan Nuna terdengar kencang sedangkan Cio dan Daddy Rio juga menangis tapi tidak mengeluarkan suara.


Papi Prince agak menjaga jarak dengan Mamih Tiara, karena Papi Prince agak menaruh curiga pada istrinya yang memang tidak suka pada Serena.


"Kenapa suamiku agak menjaga jarak dengan ku? " Batin Mamih Tiara.


"Sayangnya Daddy sudah kangen banget yah sama Mamah Alice sampai putusin buat lakukan ini semuanyaa, Daddy hancur sayang, Daddy gak Terima kamu tinggalkan seperti ini" Batin Daddy Rio.


"Mommy besarkan kamu dengan sepenuh hati Mommy tapi kenapa kamu malah seperti sayang? Mommy sayang kamu" Batin Mommy Intan.

__ADS_1


__ADS_2