
Kini genap tiga bulan pernikahan arietta dan juga aditya, mereka makin terlihat romantis dan selalu mesra seperti baru pertama menikah.
Seperti yang terlihat pagi ini, arietta sedang sibuk untuk membantu suami nya bersiap pergi ke kantor.
Pagi ini arietta terlihat kurang sehat, sejak pagi ia mulai merasakan mual di bagian perut nya.
Aditya yang mengetahui keadaan istri nya mulai bingung dan khawatir, ia ingin selalu menjaga istri nya, akan tetapi hari ini ia sangat sibuk karena akan mengadakan meeting dengan klien dari luar negri.
Aditya yang terlihat cemas mulai menghampiri sang istri yang tengah menyiapkan dasi untuk nya.
" Apa kau baik baik saja sayang ??" ucap aditya memastikan.
" Aku baik baik saja suami ku," ucap arietta merapikan dasi suami nya.
"Benarkah??" ucap aditya memastikan
" Iya sayang,," ucap arietta tersenyum
Detik berikut nya, arietta mulai tidak nyaman dengan keadaan perut nya, ia mulai merasa mual dan sedikit pusing.
" hueekk...
" hueekk...
Arietta melangkah ke kamar mandi dan memuntahkan isi perut nya, aditya yang sedang sibuk dengan ponsel nya pun mulai merasa khawatir dan menghampiri sang istri
" Kau baik baik saja," ucap aditya khawatir
" Aku.... hueekk...hueekk.."arietta kembali berlari ke kamar mandi dan memuntah kan nya kembali.
Aditya segera menghampiri sang istri yang kini berdiri di depan wastafel, aditya segera menuntun sang istri keluar dari kamar mandi tersebut dengan perlahan.
" Kau akan telat ke kantor,," ucap arietta tersenyum.
" Aku tidak ingin meninggalkan mu saat ini," ucap aditya menatap sang istri
"Aku.." arietta tidak dapat melanjutkan kalimat nya, ia merasa sangat pusing dan tiba tiba pandangan nya menjadi gelap.
Arietta pingsan saat itu juga, aditya yang melihat nya pun dengan sigap merengkuh tubuh sang istri yang terlihat tak berdaya.
" Sayang..bangun lah.." ucap aditya histeris.
" Aku tidak ingin kau seperti ini,," ucap aditya menangis.
__ADS_1
Ia segera menggendong dan membaringkan tubuh arietta di atas ranjang, aditya sungguh bingung dengan situasi seperti ini.
Aditya segera mengambil ponsel nya dan menghubungi bi tuti, tak berselang lama bi Tuti datang dan langsung masuk ke dalam kamar tuan nya.
Bi tuti meminta aditya untuk menelpon dokter, aditya sungguh bingung saat ini hingga ia tidak dapat berfikir dengan baik.
Setelah menelpon dokter pribadi nya, aditya mulai menghampiri sang istri dan mencium kening nya.
" Kau akan baik baik saja sayang ku,," ucap aditya mencium tangan sang istri.
" Arietta akan baik baik saja tuan," ucap bi tuti meyakinkan.
Tak berselang lama kedua nya mendengar suara bel yang sedang berbunyi , bi tuti segera melangkah menuju pintu utama dan mulai membuka nya.
" Ting...nong...( anggap aja suara bel)
Ia pun segera membuka nya dan melihat seorang dokter wanita tengah berdiri dengan alat medis di tangan nya, ini adalah dokter yang biasa di percaya untuk mengurus kesehatan keluarga dirgantara.
Bi Tuti segera mempersilahkan dokter itu masuk dan mulai melangkah menuju kamar tuan nya.
Dokter Rani mulai melangkah masuk menemui arietta yang terbaring lemah dengan aditya yang terus menciumi tangannya.( so sweet ya mas Adit ini )
Aditya segera menjelaskan keadaan istri nya , ia menjelaskan dengan raut wajah yang terlihat sangat cemas.
" Bagai mana dok," ucap aditya tak sabar.
"Istri tuan baik baik saja saat ini, sebentar lagi akan siuman , " ucap sang dokter menjelaskan
" Tetapi istri saya pingsan dok," ucap aditya cemas.
"Itu hal yang biasa tuan, nyonya hanya lemas saja,, " ucap sang dokter meyakinkan
" Aku tidak ingin terjadi apa apa dengan istri ku saat ini, " ucap aditya menatap tajam sang dokter.
" Itu biasa terjadi pada wanita yang sedang hamil tuan," ucap sang dokter menatap aditya.
Aditya yang sedang mencium tangan sang istri seketika terdiam saat mendengar penuturan dokter tersebut.
" Ha..mil.." ucap aditya terbata
Sang dokter menjelaskan jika arietta saat ini tengah mengandung, ia juga menjelaskan jika usia kandungan arietta sudah menginjak dua Minggu.
Tentu saja aditya dan bi tuti sangat terkejut sekaligus sangat senang mendengar nya.
__ADS_1
Aditya tak hentinya mencium sang istri dengan bahagia. ia tidak menyangka jika benih cinta nya telah tumbuh subur di rahim istri tercinta nya.
Setelah dokter memberikan vitamin, dokter itu pun pamit kepada aditya, bi Tuti turut mangantar sang dokter sampai di depan pintu utama.
Bi Tuti mengucapkan banyak terima kasih kepada dokter tersebut. sang dokter pun hanya tersenyum dan melangkah pergi meninggalkan mansion mewah ini.
*
Saat ini arietta telah membuka mata nya, ia memegang kepala nya yang terasa sedikit pusing.
Aditya yang melihat istri nya sudah siuman segera memeluk nya erat, arietta tentu sangat terkejut dengan sikap aditya yang seperti ini.
" Aku sangat mencintai mu," ucap aditya mencium kening arietta lama.
" Kau tidak pergi bekerja?, kau akan terlambat,," ucap arietta menatap suaminya
" Aku tidak ingin meninggalkan kau dan bayi kita," ucap aditya tersenyum bahagia.
" Bayi kita,,??" ucap arietta bingung.
" Aku akan menjadi seorang ayah,," ucap aditya tersenyum.
" Ayah,,?" ulang arietta
" Kamu hamil sayang," ucap aditya tersenyum
" Hamil,..aku hamil ,," ucap arietta tak percaya.
Arietta sangat terkejut dengan kabar ini, hingga ia menitihkan air mata bahagia nya saat ini.
Aditya tak hentinya menghujani ciuman kepada sang istri yang telah membuat nya sangat bahagia.
Ia tidak menyangka akan segera menjadi orang tua dari bayi yang di kandung sang istri, aditya kini sudah memegang tanggung jawab besar, bukan untuk istri nya saja melainkan untuk buah hati yang akan hadir di antara cinta kedua nya.
Kini mereka tidak membutuhkan apapun lagi di dunia ini, kedua nya sudah sangat melengkapi satu sama lain .
Benih cinta dari kedua nya telah tumbuh di rahim sang istri tercinta nya, mereka akan menjaga buah cinta mereka dengan kasih sayang dan cinta yang tulus.
sebuah rumah tangga yang di bangun dengan kekuatan cinta akan memiliki dinding yang kokoh dan berdiri tegak.
Rumah tangga yang harmonis akan menciptakan kehidupan yang tentram di dalam nya.
Sebuah rumah tangga bisa sangat lengkap jika kedua pasangan saling mencintai dengan tulus, lebih terasa sempurna jika hadir nya buah hati di antara cinta kedua nya.
__ADS_1