Gadis Pemilik Hati

Gadis Pemilik Hati
Hadirnya buah hati


__ADS_3

Pagi ini arietta terlihat gelisah, ia merasakan jika perut nya mulai kontraksi.


Ia menghampiri sang suami yang tengah bersiap untuk ke kantor nya.


Ia memberitahukan jika saat ini ia mulai merasa sakit di bagian perut nya, aditya yang mendengarnya seketika panik, ia tidak tau harus berbuat apa saat ini.


Arietta meminta sang suami untuk memberitahukan kepada bi tuti tentang masalah nya.


Aditya mulai melangkah menuruni tangga dan mencari keberadaan bi tuti, saat yang sama bi tuti sedang melangkah menghampiri aditya yang terlihat bingung.


" Ada apa tuan??" ucap bi tuti menatap aditya.


Aditya menceritakan keadaan arietta yang sudah mengalami kontraksi, bi tuti segera melangkah bersama aditya menuju kamar di mana arietta berada.


Bi tuti melihat arietta sedang menahan sakit dengan keringat yang membanjiri kening nya. bi tuti mulai berusaha untuk menenangkan nya saat ini.


" Seperti nya arietta akan melahirkan tuan,,!" ucap bi tuti menatap aditya.


" Apa?? melahirkan,??" ucap aditya terkejut.


Bi Tuti menyarankan untuk segera membawa arietta ke rumah sakit, akan tetapi arietta menginginkan persalinannya di tangani oleh dokter aisyah yang dari semula menangani diri nya.


Bi tuti pun sangat menyetujui hal itu, aditya segera mempersiapkan semua perlengkapan yang harus ia bawa ke tempat sang istri akan melahirkan.


Setelah semua persiapan sudah selesai' aditya mulai membopong sang istri untuk memasuki mobil dan mulai melaju ke tempat di mana arietta akan melahirkan.


Di dalam mobil aditya senantiasa memeluk sang istri untuk memberi kekuatan, sesekali mengecup kening nya dengan sayang.


" Kau harus kuat sayang, demi bayi kita" ucap aditya tersenyum.


Arietta hanya mengangguk dan tersenyum, ia sangat beruntung memiliki suami yang sangat menyayangi dan mencintai dirinya dengan tulus.


Setelah beberapa menit, kini mobil yang di tumpangi mereka sudah tiba di area klinik dokter aisyah.


Aditya sudah lebih dulu menghubungi dokter aisyah untuk memberitahukan keadaan sang istri saat ini.


*flash back


" Selamat pagi dokter,," ucap aditya di seberang telponnya.


" selamat pagi tuan, ada yang bisa saya bantu,??" ucap dokter aisyah ramah


" Istri saya sepertinya ingin melahirkan saat ini juga,," ucap aditya menjelaskan.


" Segera bawa ke klinik saya tuan,, kami akan melakukan yang terbaik, " ucap dokter aisyah tegas*.


Dokter tersebut mulai meminta arietta untuk segera berbaring di atas berangkar pasien yang tersedia.

__ADS_1


Kini arietta telah berbaring di brangkar pasien yang di temani oleh sang suami. aditya merasa khawatir saat sang istri merasakan sakit seperti ini.


Ia tidak dapat berfikir dengan jernih saat melihat istri tercinta nya tengah berjuang untuk buah hati mereka.


Aditya meminta kepada bi tuti untuk memberitahukan hal ini kepada orang tua nya, agar orang tua nya ikut mendoakan keselamatan dan kelancaran dalam persalinan ini.


Dokter pun segera memeriksa arietta yang terlihat menahan sakit dan mulai melakukan tindakan untuk persalinan pasiennya.


Dengan di bantu seorang perawat dokter itu pun segera memberi aba aba ke pada arietta.


Arietta dengan perlahan mulai mengejan seperti yang ia baca di buku tentang tata cara melahirkan sebelum nya, aditya yang melihat nya sungguh tak tega saat sang istri merasakan sakit yang luar biasa.


" Yang kuat ya sayang, kamu pasti bisa,," ucap aditya mencium kening sang istri.


Arietta hanya tersenyum menatap suami nya dengan keringat yang terus bercucuran.


Detik berikut nya ia mulai mengejan dengan sangat kuat dengan tubuh yang sedikit bergetar.


" oeekk...


" Oeeekk...


Seorang bayi mungil telah lahir ke dunia ini, bayi yang terlihat tampan dengan tali pusar yang masih menempel.


" Selamat ya bu, bayi tuan dan nyonya laki laki dan sangat sehat,," ucap sang dokter tersenyum


Arietta sangat lega saat diri nya telah berhasil melahirkan buah hati mereka, aditya yang melihat nya sungguh sangat bahagia yang tiada terkira.


" Aku sangat mencintaimu, " ucap aditya tersenyum.


Arietta hanya tersenyum saat sang suami sangat perhatian pada nya, sejak tadi aditya tak pernah sekalipun melepaskan genggamnya dari tangan sang istri.


Ini lah yang membuat arietta menjadi sangat kuat untuk bisa melahirkan si buah hati tercinta nya.


Bi Tuti yang sedang menunggu di luar tentu sangat bahagia, ia dapat mendengar jelas suara tangisan bayi yang sangat lucu.


Setelah selesai di bersihkan, seorang perawat meletakkan bayi mungil tersebut di samping sang ibu, aditya yang melihat nya pun mulai tersenyum.


Seorang bayi mungil dengan kain penutup terlihat tengah tertidur pulas, wajah dan hidung nya sangat tidak jauh dari sang papa.


Aditya tidak dapat berkata kata saat ini, ia menangis haru saat buah hati nya memiliki wajah yang sama dengannya waktu kecil.


" Dia sangat mirip denganku,," ucap aditya berkaca kaca.


" Bukankah ia sangat tampan sepertimu,,"ucap arietta tersenyum.


Aditya mencium pipi buah hatinya yang sangat ia tunggu, ia mulai memandang wajah tampan yang sangat ia dambakan selama sembilan bulan ini.

__ADS_1


" Papa sangat bahagia memiliki kalian berdua di dalam hidup ini,," ucap aditya memandang arietta.


" Kami juga bahagia memiliki mu ,," ucap arietta tersenyum.


Aditya memeluk sang istri erat, ia tidak menyangka jika saat ini kehidupannya telah jauh berubah.


Saat ini ia tidak lagi sendiri, ia sudah mengemban tanggung jawab yang begitu besar untuk istri dan juga putra nya.


Hidup nya sudah sempurna dengan hadirnya wanita yang telah memenuhi setiap pikiran dan juga hati nya, pernikahannya semakin sempurna dengan hadir nya pelengkap dalam rumah tangga yang harmonis.


*


Kini Arietta sudah di pindahkan di ruang perawatan yang sangat luas, ia masih terlihat lemah dengan jarum infus yang masih menempel di lengannya.


Bi tuti senantiasa menemani arietta dan membatu nya dalam mengurus bayi dan keperluannya lainnya.


Arietta yang melihat nya menjadi terharu, ia sangat beruntung memiliki orang orang yang sangat menyayangi nya.


" Terima kasih bibi selalu ada untuk rietta,," ucap arietta menggenggam tangan bi tuti.


" Sama sama nak, bibi bahagia melihat mu juga bahagia,,' ucap bi tuti memeluk sang keponakan.


Aditya yang memperhatikan kedua wanita itu mulai tersenyum, ada rasa bangga terhadap sang istri yang selalu bersikap baik kepada semua orang.


Aditya menghampiri sang istri yang tengah tersenyum menatap buah hati nya, saat ini ia ingin di perhatikan oleh istri tercintanya.


" Kau telah mengabaikan ku,,!" ucap aditya cemberut.


" Aku,,??" ucap arietta bingung.


Aditya mengangguk saat sang istri menatap nya, arietta merentangkan tangan nya untuk memberi pelukan kepada sang suami.


" Apa kau tidak ingin memelukku,,??" ucap arietta tersenyum.


Aditya segera memeluk sang istri, ia sangat mendambakan setiap pelukan hangat dari wanita yang sangat ia cintai.


Arietta membalas pelukan erat sang suami dengan sangat bahagia, pria tampan ini yang telah mengubah seluruh hidup nya sejauh ini.


Ia tidak menyangka jika saat ini ia sudah menjadi seorang ibu dari suami yang sangat ia cintai dan juga mencintai nya.


Aditya melerai pelukannya dan menatap sang istri, ia ******* bibir manis yang selalu membuatnya tergila gila.


" Kau segalanya bagiku,," ucap aditya membelai pipi sang istri.


" Kau sangat manis ,," ucap arietta tersenyum.


Kedua nya saling menatap dan tersenyum, cinta kedua nya terlalu sulit untuk di ungkapkan dengan kata kata, ikatan cinta kedua nya sudah sangat erat seiring berjalannya waktu.

__ADS_1


Kini pelengkap rumah tangganya telah hadir di dunia ini, semua orang berbahagia dengan kabar yang sangat di tunggu tunggu oleh keluarga besar dirgantara.


.


__ADS_2