Gadis Pemilik Hati

Gadis Pemilik Hati
Selalu menantimu


__ADS_3

Sejak pagi sekali aditya sudah bersiap untuk ke kantor, ia mengenakan pakaian nya sendiri tanpa di bantu sang istri tercinta.


Pagi ini arietta terlihat sangat lelap dalam tidur nya, ia bahkan tidak menyadari jika sang suami sudah bangun lebih awal.


Aditya tidak ingin mengusik tidur lelap sang istri, ia pun segera mempersiapkan semua nya sendiri.


Ia mengecup kening sang istri cukup lama, akan tetapi sang istri tidak menunjukkan respon apapun terhadap sentuhan nya.


Aditya menyelipkan anak rambut yang menghalangi wajah cantik sang istri, ia pun terkekeh dengan istri nya yang begitu lucu saat ini.


" Apa kau sangat lelah sekali, " ucap aditya tersenyum.


" Papa pergi dulu ya sayang, " ucap aditya membelai perut sang istri yang masih rata.


Aditya segera melangkah meninggalkan istri cantik nya yang tengah terlelap, dan melangkah menuju mobil tanpa sarapan terlebih dulu.


Kini Aditya sudah berada di dalam mobil yang tengah melaju kencang, ia mulai menatap jalanan yang tidak terlalu banyak kendaraan berlalu lalang.


Setelah beberapa menit kini mobil yang di kendarai aditya sudah berada di area kantor nya, saat ini kantor milik nya masih terlihat sangat sepi, karena belum ada yang datang ke kantor nya sepagi ini.


Ia pun mulai melangkah menuju ruangan nya dan mulai berkutat dengan berkas di hadapan nya.


*


Di lain tempat arietta baru saja membuka mata nya, ia meraba ranjang yang terlihat sudah kosong.


" Hoaammm...arietta melenguh.


" Kemana dia pergi ??" batin arietta bingung.


Arietta mulai melangkah mencari keberadaan sang suami, ia melangkah dan masuk ke kamar mandi' akan tetapi kamar mandi tersebut terlihat kosong.


" Apakah dia sudah pergi bekerja, " ucap arietta menduga.


Ia pun memutuskan untuk melihat ponsel nya dan benar saja ada banyak notifikasi pesan dari suami tampan nya.


" Maaf, aku tidak berpamitan dengan mu....


" Jika kau lelah, jangan melakukan apapun...


" Aku akan terlambat pulang...


" Aku sangat mencintai mu...


Begitulah rentetan pesan dari sang suami, arietta merasa jika saat ini dada nya terasa begitu sesak sebab ia tidak dapat melihat suami nya di pagi ini.


Ia tidak dapat menahan rasa rindu nya saat ini, ia sudah terbiasa saat membuka mata sang suami lah yang pertama ia lihat.


" Aku selalu menanti mu, " arietta membalas pesan sang suami.


" Hari ini kita akan sangat merindukan papa kamu, " ucap arietta mengelus perut nya.


yang masih rata.


Dengan perasaan yang sedih arietta mulai melangkah menuju kamar mandi, ia mulai membersihkan diri nya di bawah guyuran air yang mengalir.


Setelah beberapa menit kini arietta mulai mengenakan pakaian nya, saat ini ia sangat malas melakukan apapun tanpa senyuman manis dari suami nya.


Saat sedang merapikan rambut nya arietta mendengar pintu kamar nya sedang di ketuk.


" Tok..tok..tok..


Arietta segera melangkah menuju pintu dan mulai membuka nya, ia melihat sang bibi yang tengah berdiri dengan makanan yang ada di tangan nya.

__ADS_1


" Sayang, kamu kok cemberut, ??" ucap bi tuti tersenyum.


" Mas adit bi, " ucap arietta cemberut.


" Ada apa dengan aditya sayang,??" ucap bi tuti meletakkan sarapan di atas nakas.


Arietta menceritakan segala keluh kesah nya yang ia rasakan pagi ini, sang bibi yang mendengar nya pun sedikit terkekeh.


" Tuan aditya sudah berangkat sejak pagi sekali sayang," ucap bi Tuti tersenyum.


" Apa dia tidak bisa menungguku sebentar saja,,?? "ucap arietta cemberut.


Bi Tuti yang mendengarnya tentu saja paham dengan perasaan sang ponakan nya. ia mengerti jika arietta terpengaruh dari hormon yang berubah ubah ketika sedang hamil.


Setelah merasa jika arietta sudah sedikit tenang, bi Tuti mulai pamit untuk melanjutkan pekerjaannya.


Sedangkan arietta, ia segera memakan roti dan meminum segelas susu dengan perasaan yang sedih dan juga kesal.


Kini Arietta sudah merasa lebih baik, ia pun segera melangkah mengambil ponsel nya yang berada di atas nakas.


*


Di lain tempat aditya masih terlihat sibuk dengan berkas di hadapan nya, mario yang melihat bos nya mulai sedikit khawatir.


Ia segera menghampiri bos nya untuk memperingatkan tentang jam makan siang nya yang sudah terlambat.


" Permisi bos, ini sudah waktu nya makan siang, " ucap mario menatap sang bos.


" Sedikit lagi, " ucap aditya tanpa menoleh.


" Istri bos pasti khawatir jika bos telat makan begini,," ucap mario menjelaskan.


Aditya yang mendengar kata istri sedikit terdiam, hari ini ia tidak melihat bahkan berbicara dengan sang istri walau hanya sedetik. ia merasa jika dada nya saat ini terasa begitu sesak.


Mario yang melihat bos nya terdiam mulai sedikit takut, ia pun pamit dan ingin melangkah menuju ruangan nya, akan tetapi aditya lebih dulu memanggilnya.


*


Kini hari sudah menjelang sore, akan tetapi aditya belum kembali juga dari kantor nya.


Arietta sudah menunggu sedari tadi akan tetapi suami nya tidak kunjung tiba di hadapan nya.


" Apa dia sesibuk itu, " ucap arietta menggigit bibir bawah nya.


Arietta terus mondar mandir di dalam kamar nya, ia terlihat bingung harus melakukan apa.


Ia pun berniat untuk pergi ke taman belakang untuk sekedar melihat bunga dan memberi makan beberapa ikan hias di sana.


Ia pun segera melangkah dan menuju taman tersebut dengan perasaan sedih dan bercampur aduk.


Saat ini ia sudah berada di taman belakang mansion ini, bi Tuti terus saja memperhatikan ponakan nya yang kini terlihat sedih.


Arietta mulai memberi makan ikan hias yang ada di dalam kolam dan mulai memetik bunga yang sangat indah.


Saat sedang memetik bunga, tanpa sengaja lengan arietta mengenai duri dan terlihat mengeluarkan darah.


" Aaawww..." arietta meringis menahan sakit.


Bi tuti yang mendengar arietta menjerit mulai menghampiri, ia melihat lengan arietta sedikit berdarah.


" Kamu kenapa sayang,??" ucap ,bi tuti melihat lengan yang berdarah.


" Aku hanya tergores duri itu bi, " ucap arietta meniup lengan nya.

__ADS_1


Bi Tuti mulai mengambil kotak obat dan segera mengobati lengan arietta yang terluka. sedangkan arietta ia mulai menahan rasa perih akibat goresan duri tersebut.


" Kita ke kamar sekarang ya nak, " ucap bi Tuti menuntun arietta.


Kini bi tuti sudah membawa arietta ke kamar nya, setelah merasa arietta sudah lebih baik, ia pun segera melangkah menuju dapur.


Ia mengambil ponsel yang berada di atas nakas dan mulai menghubungi seseorang.


" Hallo tuan,. " ucap bi tuti di seberang telponnya.


Bi tuti menjelaskan tentang keadaan arietta istri nya, ia mengatakan jika arietta saat ini sedang terluka.


Aditya yang mendengar hal itu sontak sangat terkejut dan dangat cemas.


" Apa terluka, ??" ucap aditya terkejut


" Deg....


Ada rasa sesak yang saat ini tengah berada di dada nya, aditya tidak dapat menahan rasa sakit yang kini hadir di dalam hati dan jiwa nya.


" Maaf kan aku..." batin aditya sedih.


Hari ini ia sudah sangat mengabaikan istri tercinta nya demi pekerjaan ini, aditya segera melangkah meninggalkan semua berkas yang ada di hadapan nya begitu saja, ia menyambar jas dan segera melangkah menuju mobil yang terparkir di area kantor milik nya.


Saat di dalam mobil aditya tak henti nya bersedih, ia sangat menyesali perbuatan nya yang terkadang membuat sang istri sering terabaikan.


Setelah beberapa menit kini aditya sudah tiba di depan mansion nya, ia segera melangkah dengan terburu untuk menemui sang istri.


Saat ini arietta sedang duduk di tepi ranjang, ia memegang ponsel nya berharap sang suami akan menghubungi nya.


Saat akan meletakkan ponsel nya kembali, arietta di kejutkan dengan kedatangan sang suami yang tiba tiba memeluk nya.


" Maafkan aku, " ucap aditya memeluk sang istri erat.


" Kau sudah kembali, " ucap arietta membalas pelukan suami nya erat.


Aditya merasakan kehangatan saat ia memeluk sang istri, ada sejuta kerinduan yang bersarang di hati nya saat ini.


Aditya melihat lengan sang istri yang terbalut perban, ia mulai melerai pelukan nya dan melihat luka yang ada di lengan sang istri.


" Apa ini sakit ,??" ucap aditya meniup luka sang istri.


" Hanya sedikit, " ucap arietta tersenyum.


" Apa kita harus ke dokter ??" ucap aditya menatap sang istri


" Tidak perlu sayang " ucap arietta mengalungkan tangan nya di leher sang suami.


Aditya menatap sang istri cukup lama, ia mengamati setiap raut wajah istri nya dan merasakan jika sang istri tengah bersedih.


Ia mulai mendekatkan wajah nya dan ******* bibir manis sang istri untuk mengurangi rasa sedih nya, arietta tersenyum di sela ciuman nya' ia sangat menunggu moment manis yang selalu ia inginkan setiap saat.


"Maaf, aku sudah mengabaikan mu hari ini, " ucap aditya melerai pelukan nya.


" Aku sangat merindukan mu," ucap arietta manja.


" Hati ku begitu sakit melihat luka ini, " ucap aditya mencium tangan sang istri.


" Aku baik baik saja, " ucap arietta tersenyum.


Aditya membelai pipi sang istri lembut, ia menyesal sudah mengabaikan sang istri untuk kedua kali nya. ia berjanji akan selalu berusaha menjadi suami yang bisa membagi waktu antara pekerjaan nya dan juga pemilik hati nya saat ini.


Cinta terkadang begitu indah untuk bisa saling merasakan, akan tetapi cinta begitu sakit jika melihat orang yang kita cinta sedang terluka.

__ADS_1


Cinta yang tulus dapat merasakan sakit terhadap pasangan nya sendiri. jiwa mereka telah menyatu begitu sempurna di hati yang paling dalam.


Berusahalah tetap menjadi yang terbaik untuk pendamping hidup kita, bisa membagi waktu tanpa melukai perasaan yang sudah memberi banyak warna di dalam hidup kita.


__ADS_2