Gadis Pemilik Hati

Gadis Pemilik Hati
Pembantu julid


__ADS_3

Pagi ini aditya sudah siap dengan pakaian kantor nya, ia pun mulai memakai sepatu dan juga dasi nya sendiri. pagi ini arietta tidak membantu nya untuk bersiap sang istri masih saja di sibukkan dengan putra nya yang tengah belajar merangkak.


Aditya mulai menghampiri arietta dan juga putra nya, ia pun mulai duduk dan ikut memberi semangat untuk putra nya yang tengah mencoba untuk merangkak.


" Ayolah sayang, papa yakin kamu bisa,," ucap aditya tersenyum.


" Dia sangat pintar,," ucap arietta tersenyum.


" Dia sangat tampan seperti ku,," ucap aditya menatap sang istri.


Arietta tersenyum dengan perkataan suami nya, ia juga menyadari putra nya memang sangat tampan seperti suami nya.


Aditya mulai memeluk arietta dengan erat, ia mulai mencium pipi, kening dan berakhir di bibir merah yang manis.


Arietta tersenyum menatap suami nya, ia pun mulai membalas setiap kecupan yang di berikan oleh suami nya.


Arietta mulai menyudahi ciumannya, ia tidak ingin putra nya menjadi terabaikan dengan sikap mesum papa nya ini.


Aditya terkekeh dengan sikap sang istri, ia pun segera melangkah menghampiri putra nya. arietta meminta suami nya untuk terlebih dulu ke ruang makan karena ia harus merapikan kamar ini terlebih dulu.


Aditya yang mendengar nya tersenyum dan segera menggendong putra nya melangkah meninggalkan kamar mereka.


Arietta tengah sibuk membereskan ranjang nya yang terlihat berantakan, ia pun mulai merapikan mainan yang berserakan di lantai.


Di ruang makan, Aditya mulai mendudukkan putra di kursi yang biasa ia gunakan untuk makan. ia mulai tersenyum menatap putra nya yang sedang tertawa.


Bi Nani yang melihat kedatangan tuan nya mulai tersenyum, ia pun segera menghampiri aditya dengan sedikit menggoda.


" Apa tuan ingin saya ambilkan ??" ucap bi Nani menggoda.


" Tidak, terima kasih,," ucap aditya datar.


Bi Nani tidak berhenti sampai di situ, ia mulai membuka satu kancing kemeja nya di depan Aditya.


Aditya yang mulai kesal segera menatap tajam pembantu baru ini yang terlihat sudah gila ingin menggoda nya.


Bi Nani mulai tersenyum saat aditya menatap nya, ia pun segera menghampiri aditya yang tengah mengunyah makannya.


Arietta yang sedari tadi memperhatikannya mulai terlihat kesal, ia pun mulai mengepalkan tangannya dengan sedikit kuat.


" Berani nya kau,,!!" batin arietta kesal.


Arietta segera melangkah menghampiri putra dan suaminya dengan begitu cepat, sehingga bi Nani mulai sedikit menjauh. arietta tersenyum dengan reaksi wajah pembantu julid yang ada di hadapannya' arietta mulai menyapa dan tersenyum dengan suaminya.


" Kau telah meninggalkan ku,," ucap arietta cemberut.


" Maaf sayang,,!!" ucap aditya mencium kening istri nya lembut.


Bi Nani yang melihat hal itu sungguh kesal, ia pun mulai melangkah meninggalkan pasangan itu dengan perasaan marah.


*Pov Nani

__ADS_1


Aku sangat bahagia saat bi Tuti menghubungi ku, aku wanita sigle yang dahulu pernah menikah ,suamiku pergi meninggalkan ku begitu saja setelah kami menikah. saat tengah di pasar aku tidak sengaja bertemu bi Tuti yang saat itu hendak menyebrang dan hampir tertabrak motor. di situ lah aku sering bertemu dengannya, berbincang dan mengobrol setiap ada waktu.


Saat bi Tuti menawariku pekerjaan aku tidak dapat menolak nya, ia sangat baik kepada ku selama ini, bi Tuti kerap kali meminjam kan aku uang untuk membayar kontrakan karena aku baru saja kehilangan pekerjaan yang sudah dua tahun ini bisa menghidupiku.


Akhir nya aku menerima nya dengan senang hati, tetapi tidak di sangka aku bertemu dengan seorang pria tampan yang seperti nya adalah majikan ku. aku terpesona saat melihat nya, aku sudah jatuh cinta saat pertama kali mendengar suara nya.


Aku sadar jika rasa ini salah, majikan ku tidak mungkin berpaling dari istri nya yang secantik bidadari*.


Bi Nani mulai memperhatikan majikannya dari kejauhan, ia pun sangat iri dengan arietta yang mempunyai keluarga sempurna.


Aditya yang memperhatikan pembantu nya itu mulai terlihat kesal, ia pun mulai berbicara dengan istri nya.


" Aku tidak menyukai pembantu itu,," ucap aditya mengunyah makanannya.


":Kenapa sayang,,??" tanya arietta bingung.


" Dia..dia...sudah,," ucap aditya gugup.


" Dia sudah menggoda mu bukan,,??" ucap arietta tersenyum.


Aditya menatap sang istri dengan terkejut, ternyata istri nya juga tau akan hal menjijikkan tersebut. arietta tersenyum menatap aditya saat ini ia sedang memikirkan cara agar pembantu sialan itu pergi dari rumah ini.


" Aku ingin kau memecatnya,," ucap aditya menatap sang istri.


" Tenanglah sayang, selama ada istri cantik mu ini semua akan baik baik saja,," ucap arietta bangga.


Aditya mencubit gemas hidung mancung sang istri, ia sedikit terkekeh dengan sikap lucu yang selalu arietta tunjukkan.


Arietta menatap suaminya yang kini tersenyum pada nya, ia pun mulai menahan tangan suaminya yang ingin menyentuh yang lain.


Aditya tersenyum dengan respon arietta, ia pun mulai mencium tangan sang istri dengan lembut.


" Kau sangat lucu,," ucap aditya tersenyum.


" Kau selalu nakal,," ucap arietta cemberut.


Aditya membawa sang istri kedalam dekapannya, saat ini ia sudah tidak dapat menahan gejolak gairah nya jika selalu dekat dengan istri nya. terlebih lagi jika saat ini sang istri memakai dress yang sedikit terbuka di bagian bawah nya


Arietta membalas pelukan Aditya dengan erat, ia sangat mengerti jika saat ini suami nya tengah tak nyaman dengan pembantu julid tersebut.


Kini kedua nya telah menghabis kan sarapannya, arietta mulai memberi putra nya sarapan dengan sangat telaten. aditya melihat jam di pergelangan tangan nya yang sudah menunjukkan pukul sembilan.


Ia pun mulai berpamitan dengan sang istri, Aditya mulai mencium bibir sang istri sekilas dan mencium pipi gembul putra nya.


Arietta mulai melangkah mengantarkan suaminya dan mencium tangannya dengan takjim. aditya menatap damba sang istri ia membelai pipi mulus sang istri dengan lembut.


" Aku pergi, mungkin akan pulang terlambat,,"ucap aditya tersenyum.



" Kamu jangan lupa makan siang,," ucap arietta manja.

__ADS_1



Aditya tersenyum dan mengangguk ia pun mulai mendekap tubuh sang istri dengan erat.



" Aku akan merindukan mu,," ucap aditya mencium pucuk kepala sang istri.



Arietta tersenyum mendengar perkataan suami nya, ia pun mulai melerai pelukannya dan merapikan dasi Aditya.



Aditya mulai melangkah memasuki mobil nya dan segera meninggalkan sang istri yang tengah tersenyum. di sepanjang perjalan ia tampak bahagia, ia sangat bersyukur tentang kehidupannya yang jauh lebih sempurna.


Arietta mulai memasuki mansion nya, ia kembali menghampiri putra nya yang tengah bermain dan menyuapi nya kembali. arietta tersenyum melihat putra nya yang sangat lahap memakan sarapannya.


Setelah selesai ia pun mulai membawa putra nya ke dalam kamar untuk menemani nya bermain.


**


Di lain tempat, Aditya tengah sibuk dengan berkas di hadapannya ia pun mulai berkutat di depan laptop nya dengan sangat serius.


Aditya melihat jam di pergelangan tangan nya yang sudah menunjukkan pukul dua belas siang, ia pun mulai menghubungi sekertaris nya untuk datang ke ruangannya.


Setelah beberapa menit Mario sudah tiba di dalam ruangan bos nya, Mario menatap Aditya yang juga menatap nya.



"Pesan kan saya makanan,," ucap aditya menatap datar.



" Baik bos,,saya permisi,," ucap Mario meninggalkan ruangan bos nya.



Aditya mulai menghubungi sang istri, saat ini ia tengah merasakan kerinduan yang dalam terhadap istri cantik nya.



Setelah beberapa menit, sang istri telah menjawab panggilan telponnya, Aditya merasa sangat bahagia mendengar suara lembut milik wanita yang sangat ia cintai dari lubuk hati yang terdalam.



Kedua nya berbincang dengan sangat bahagia, sesekali Aditya menggoda sang istri yang bersikap manja.



Aditya tersenyum bahagia mendengar suara lembut sang istri, ia merasakan jika saat ini hati nya sudah terpaut sempurna oleh belahan jiwa nya.

__ADS_1


Maaf ya readers,,author kurang sehat jadi telat up..🙏🙏


__ADS_2