
Aditya merasa sangat bahagia bisa mendengar suara sang istri di sela sela kesibukan nya. ia dapat melupakan sejenak masalah yang ada di benak nya untuk saat ini.
Kedua nya cukup lama berbincang dan bercanda riang, sesekali Aditya menggoda wanita yang selalu dapat membuat hari nya begitu berwarna.
Arietta mulai tersenyum dengan gombalan dan rayuan yang keluar dari mulut suami mesum nya itu, ia pun terlihat sedikit terkekeh dengan pipi yang mulai merona.
Setelah cukup lama berbincang, kedua nya mulai memutus Sambungan telponnya. aditya kembali melanjutkan pekerjaannya dengan hati yang bahagia dan berbunga.
Di lain tempat, arietta tersenyum dengan tingkah suaminya. ia pun mulai bernyanyi dan melompat dengan riang. itu semua tak lepas dari pandangan bi Nani yang sejak tadi sudah menguping pembicaraan kedua nya.
Arietta yang menyadari hal itu mulai menghampiri dan menatap tajam pembantu aneh ini.
"Sedang apa bibi di sini,,??" tanya arietta tegas.
" Sa..saya sedang menyapu nyonya,,"ucap bi Nani beralasan.
Arietta memperhatikan bi Nani dengan intens, ia dapat melihat kebohongan yang di sembunyikan oleh pembantu nya ini. arietta segera menutup pintu kamar nya dengan sedikit kasar dengan wajah marah.
Di dalam kamar nya, arietta tak henti nya bergumam, ia masih terlihat kesal dengan tingkah pembantu yang selalu ingin tau tentang kehidupannya.
Arietta mulai mengambil ponsel nya yang tergeletak di atas nakas, ia pun mulai mencari kontak ponsel bi tuti dan mulai menghubungi nya. setelah menunggu beberapa menit, bi Tuti mulai menjawab panggilan telponnya.
" Hallo nak,," ucap bi Tuti di sambungan telponnya.
Arietta mulai menceritakan perilaku pembantu baru nya itu kepada bi tuti, ia mulai terlihat sedih dan malu saat menceritakan tentang itu semua kepada bibi nya.
Bi Tuti yang mendengar penuturan arietta mulai terlihat marah, ia pun tak terima dengan apa yang sudah di lakukan oleh orang yang sudah ia percaya selama ini.
Arietta mulai sedikit lega setelah bercerita dengan bi Tuti walaupun hanya dari sambungan telpon saja, bi Tuti menjelaskan jika ia akan segera kembali saat ini juga untuk mengurus semua nya.
Setelah cukup lama berbincang, kedua mulai mematikan sambungan telponnya. arietta mulai duduk di tepi ranjang dan memperhatikan putra nya yang tengah terlelap dengan damai nya.
Ia tersenyum menatap wajah putra nya yang sangat mirip dengan Aditya, ia terkekeh saat mengingat sikap mesum suami nya yang selalu ia tunjukkan pada nya.
**
Di lain tempat, Aditya masih fokus dengan berkas di hadapannya, ia menatap jam yang kini sudah menunjukkan pukul dua siang. ia pun segera menghubungi Mario untuk datang ke ruangannya saat ini juga.
Mario yang tengah menyelesaikan tugas nya pun mulai menghentikan aktifitas nya, ia pun segera melangkah menuju ruangan aditya dan mengetuk pintu nya terlebih dulu.
" Tok..tok...to..
" Masuk,," ucap aditya datar.
Mario segera membuka pintu dan masuk ke dalam ruangan yang mewah tersebut, ia menatap Aditya dan mulai tersenyum.
" Ada yang bisa saya bantu bos,,??" tanya Mario menatap Aditya
" Apa kamu sudah makan siang,??" tanya Aditya menatap Mario.
" Belum bos,," ucap Mario gugup.
__ADS_1
Aditya meminta mario untuk membelikan diri nya makan siang saat ini, semenjak menikah dengan arietta ia tidak pernah makan di luar atau sekedar berkumpul dengan klien nya ia hanya menghabiskan waktu untuk bekerja dan menemani keluarga kecil nya.
Mario mulai mengangguk dan segera melangkah meninggalkan ruangan aditya. ia pun mulai menuju kantin dan memesan makanan seperti biasa untuk aditya dan juga dirinya.
Setelah selesai, ia pun mulai melangkah menuju ruangan bos nya, sesampai nya di depan pintu ruangan bos nya, Mario tampak di kejutkan dengan sesosok wanita dengan baju yang kurang bahan tengah melangkah menuju ruangan aditya.
Ia pun dapat menduga siapa sosok wanita ini, dengan cepat ini menarik lengannya dan membawa nya jauh dari ruangan bos nya.
" Untuk apa kau kesini,??" tanya Mario kepada wanita itu.
" Aku hanya ingin bertemu dengan tuan aditya,," ucap wanita tersebut menatap kesal Mario.
Mario mulai terlihat marah saat wanita tersebut mulai melangkah menuju ruangan bos nya, ia pun segera menelpon penjaga keamanan untuk mengusir wanita yang sudah sedikit gila tersebut.
Sebelum penjaga keamanan datang, Mario dengan sigap menarik lengan gadis itu dan menahannya agar tidak masuk dan membuat mood bos nya tidak baik.
" Aku tidak akan melepaskan mu ,," ucap mario tegas.
" Dasar sekertaris kurang ajar,, lepaskan!!!" ucap wanita tersebut marah.
Mario tak menghiraukan perkataan gadis tersebut, ia pun mulai menyeret wanita tersebut agar tidak menganggu bos nya. selang beberapa menit petugas keamanan mulai membawa wanita tersebut keluar dari kantor ini dengan terburu buru.
Semua karyawan turut memperhatikan kekacauan yang di buat wanita tersebut, mereka mulai bergumam tidak jelas dengan penampilan wanita tersebut yang tak lain adalah mantan rekan kerja mereka dahulu.
Ya, wanita tersebut adalah Anita mantan karyawan Aditya yang ia pecat Tiga bulan lalu. ia masih saja mengagumi Aditya yang jelas sudah memiliki istri dan tak akan berpaling dari wanita manapun.
Mario yang sudah memastikan keadaan baik baik saja segera melangkah menuju ruangan bos nya, ia pun mulai masuk begitu saja tanpa mengetuk pintu terlebih dulu.
__ADS_1
Aditya yang memperhatikan Mario' mulai sedikit bingung, ia pun mulai menatap sekertaris yang terlihat sedang menahan amarah.
" Ada apa,??" tanya Aditya menatap datar.
" Itu bos ada sedikit kekacauan di luar, tapi sudah selesai " ucap Mario tersenyum.
Aditya pun mengangguk dan tersenyum, sementara mario ia sedikit lega karena bos nya sudah tidak curiga dengan apa yang terjadi di luar sana.
Setelah memberikan makan siang untuk Aditya, Mario mulai melangkah menuju ruangannya dengan perasaan kesal. ia tidak dapat membayangkan jika Aditya mengetahui tentang wanita yang sangat ia benci tersebut.
Aditya mulai membuka makanan yang ada di hadapannya, ia pun mulai menyantap perlahan makanan yang terlihat lezat tersebut.
**
Di lain tempat, arietta tengah menemani putra kecil nya bermain, ia sangat bahagia melihat putra nya semakin pintar.
Saat tengah tertawa bersama, suara ketukan pintu mengalihkan pandangannya, ia pun segera melangkah untuk membuka kan pintu. arietta sangat terkejut saat mendapati bi Tuti sudah berdiri di ambang pintu kamar nya, ia pun segera memeluk bi Tuti dengan erat untuk mengurangi rasa rindu nya.
" Bibi, kapan kembali??" tanya arietta tersenyum.
" Baru saja nak,," ucap bi Tuti menatap arietta.
Bi Tuti segera menjelaskan tentang bi nani yang sudah ia usir dari rumah ini, sebelum pergi ke kamar arietta ia sudah lebih dulu menghampiri sahabat nya yang menggantikannya sementara ini. ia sangat kecewa dengan sikap sahabat nya yang di luar batas, ia pun memutuskan untuk mengusir nya dengan cepat agar kebahagiaan arietta tidak terganggu.
Setelah cukup lama berbincang dan bermain dengan Nayaka, bi Tuti pamit untuk memeriksa keadaan mansion ini selama ia tidak ada di sini. arietta pun tersenyum dan mulai mengucapkan banyak terima kasih.
Arietta sangat bahagia melihat bibi nya sudah kembali, ia tidak bisa hidup tanpa bibi nya yang sudah ia anggap sebagai orang tua nya.
__ADS_1