Gadis Pemilik Hati

Gadis Pemilik Hati
Wanita pertama dan terakhir.


__ADS_3

Kini papa dari aditya sudah mulai siuman, ia pun memandang wajah orang orang yang sangat ia sayangi yang kini ada di hadapannya, aditya yang melihat papa nya sudah siuman mulai tersenyum.


Papa aditya mulai tersenyum bahagia, ini lah moment yang paling ia tunggu dapat berkumpul dengan keluarga yang sangat ia sayangi.


" Pa..Adit udah di sini,," ucap aditya tersenyum.


" Papa kangen sama kalian semua,," ucap papa aditya tersenyum.


Arietta tersenyum melihat interaksi kedua nya, ia menatap suami nya yang kini terlihat bahagia, aditya mulai membawa sang istri mendekat ke arah nya dan mulai memeluk pinggang ramping nya.



Arietta tersenyum melihat mertua nya yang kini sudah siuman, begitu pun dengan papa Frans' ia sangat senang dengan hadir nya menantu kesayangan nya ini.



Saat tengah asyik berbincang dan bercanda, putra kedua nya meminta untuk bersama papa dari aditya, ia merengek dan menunjuk opa nya yang kini terbaring di atas brangkar pasien.



Semua orang yang melihat hal itu terkekeh, mama Niken dengan perlahan membaringkan cucu nya di samping suami nya, papa Frans terlihat sangat bahagia dengan tingkah cucu nya yang sangat lucu.



" Seperti nya cucu kamu kangen sama papa,," ucap mama Niken tersenyum.



" Nayaka sayang, kangen sama opa ya??" ucap papa Frans tersenyum.



Arietta terlihat bahagia dengan tingkah putra nya, ia melirik aditya yang juga menatap diri nya, aditya memeluk pinggang arietta erat iya ingin sekali mencium bibir merah yang menggoda nya saat ini.



" Kau sangat cantik,,,";ucap aditya setengah berbisik.



Arietta tersenyum dan mulai tersipu, ia pun mulai mengalihkan pandangannya ke sembarang arah.



Setelah berbincang cukup lama, mam Niken meminta agar aditya membawa putra dan menantu nya kembali kerumah, ia tidak ingin cucu nya terlalu lama berada di rumah sakit ini.



Papa Frans sangat setuju dengan apa yg di katakan sang istri, ia juga mengatakan jika kesehatan nya sudah mulai membaik dan akan segera pulang.



Aditya sangat mengerti dengan maksud dari kedua orang tua nya ini, setelah berpamitan' kedua nya mulai melangkah menuju mobil yang terparkir di area depan rumah sakit ini.



Setelah beberapa menit mobil yang mereka tumpangi telah tiba di rumah kedua orang tua aditya, arietta tersenyum saat melihat langsung rumah dari mertua nya yang terlihat mewah tersebut.



Mereka segera turun dan mulai melangkah masuk, arietta sangat kagum dengan rumah yang sangat mewah tersebut, ia tidak menyangka jika keluarga suami nya sangat lah kaya raya.



" Ini rumah di mana aku di dilahirkan,," ucap aditya tersenyum.



" Rumah ini sangat bagus,," ucap arietta tersenyum.



" Apa kau suka tinggal di sini,,??" ucap aditya menatap sang istri.



"Aku lebih nyaman tinggal di mansion kita saja,,";ucap arietta tersenyum.



Aditya tersenyum menatap sang istri , ia mulai menggandeng tangan sang istri menuju kamar nya, aditya merasa sangat bahagia saat memasuki kamar nya, ia tidak dapat menyangka jika saat ini' ia masuk ke kamar nya dengan di temani istri dan juga putra nya.



Arietta mulai meletakkan putra nya yang kian terlelap , ia pun segera membuka penutup baju seksi yang ia kenakan karena merasa sedikit gerah.



Aditya yang melihat sang istri mulai tersenyum, ia mulai menghampiri sang istri yang terlihat sedang membereskan perlengkapan susu putra nya.


__ADS_1


" Kau sangat sibuk sayang,," ucap aditya mencium punggung putih sang istri.



" Aku hanya membereskan ini saja,," ucap arietta tersenyum.



Aditya mulai mencium punggung sang istri yang sangat menggoda nya, arietta terlihat tidak nyaman saat suami nya mulai menyesap dan menggigit lembut punggung nya.



Aditya membalikkan tubuh sang istri, ia mulai mencium bibir yang sejak tadi menggoda diri nya.



" Kau sangat menggoda ku,," ucap aditya menatap damba.



" Kau sangat nakal,," ucap arietta menyentuh hidung mancung aditya.



Aditya mulai mencium bibir manis sang istri dengan lembut, ia mulai menyesap nya dengan penuh cinta dan juga gairah.



Aditya mulai merasa jika gejolak hasrat nya mulai tak terkendali, ia pun mulai meremas gunung kenyal milik sang istri yang semakin membuat nya bergairah.



Arietta mengehentikan tangan suami nya yang mulai nakal di bawah sana, ia pun mulai menatap suami nya yang terlihat sedang bingung.



" Jangan menyentuhnya,," ucap arietta tersipu.



" Aku melupakan jika istri ku sedang mendapat tamu bulanan nya,," ucap aditya tersenyum.



Arietta menatap suami yang sangat ia cintai, ia pun mulai mencium kembali bibir suami nya sekilas, aditya menyatukan hidung mancung nya dengan hidung sang istri, ia menatap wajah cantik yang kini hinggap di hati dan jiwa nya.



" Aku sangat bahagia dapat membawamu ke kamar ku,,"ucap aditya tersenyum.




" Kau wanita pertama dan terakhir yang dapat mengubah segala hidup ku,," ucap aditya mulai mencium kembali bibir merah sang istri.



Arietta tersenyum dengan sikap suami nya, ia merasa jika saat ini telah menjadi wanita yang paling beruntung di dunia ini.



Setelah bermesraan cukup lama, arietta mulai membersihkan diri nya, ia mulai melangkah memasuki kamar mandi yang terlihat asing bagi nya.



Setelah beberapa menit kini arietta sudah selesai dengan aktifitas mandi nya, ia mulai melangkah menuju koper nya untuk mengambil semua pakaian nya.



Saat tengah memeriksa kembali barang yang ia bawa, arietta mulai mengingat jika diri nya tidak membawa pembalut saat ini, ia pun mulai terlihat bingung dan berjalan mondar-mandir tidak jelas.



Aditya yang melihat sang istri bingung mulai menghampiri, ia menatap wajah sang istri yang terlihat cantik dengan rambut yang panjang yang di ikat tinggi.



" Apa kau baik baik saja,,??" ucap aditya menatap sang istri.



"Hm...aku sangat membutuhkannya saat ini,," ucap arietta gugup.



Aditya menatap bingung sang istri, ia pun mulai bertanya benda apa yang sangat istri nya inginkan saat ini.



Arietta mulai menatap manja suami nya, ia ingin mengutarakan keinginannya kepada suami tampannya saat ini juga.

__ADS_1



" Ada yang bisa saya bantu nona arietta,,," ucap aditya menggoda.



" Aku ingin meminta bantuan diri mu aditya,," ucap arietta manja.



Aditya mulai terkekeh dengan sikap istri cantik nya saat ini, ia mulai menanyakan apa penyebab istri cantik nya terlihat bingung.



Arietta mulai meminta aditya untuk membelikan pembalut untuk nya, aditya tentu saja sangat terkejut dengan apa yang di katakan sang istri.



" Aku bahkan tidak pernah melihat nya,," batin aditya.



Arietta mulai menjelaskan pembalut yang biasa ia gunakan kepada sang suami, aditya dengan santai nya mendengarkan penuturan sang istri yang terlihat cantik.



"Apa kau sudah mengerti,," ucap arietta menatap sang istri.



" Hm..aku sudah mengerti,," ucap aditya menggaruk tekuk nya yang tidak gatal.



Aditya mulai melangkah keluar, ia pun segera mengendarai mobil dan mulai melaju dengan kencang.



Setelah beberapa menit, mobil yang di kendarai aditya sudah tiba di salah satu minimarket di kota ini, ia mulai melangkah masuk dan mulai mencari pembalut yang di maksud oleh sang istri.



" Bagaiman bentuk nya,,??" batin aditya bingung.



Aditya memutuskan untuk menghampiri petugas mini market tersebut, ia mulai bertanya dengan sedikit rasa malu.



Petugas itu pun sedikit terkekeh saat seorang pria membeli pembalut, ia pun mulai membawa aditya ke tempat di mana pembalut itu berada.



Aditya terlihat bingung saat mengetahui banyak nya jenis pembalut yang ada di hadapannya, tanpa berpikir panjang ia segera membeli semua pembalut tersebut.



Setelah membayar nya, ia pun segera melangkah menuju ke arah mobil yang ada di depan mini market tersebut, ia segera mengendarai mobil nya yang melaju kencang menuju rumah orang tua nya.



Setelah beberapa menit, mobil yang di kendarai aditya sudah tiba di halaman rumah orang tua nya, ia pun segera melangkah menuju kamar di mana sang istri berada.



Arietta yang melihat kedatangan aditya mulai tersenyum, ia menatap suami yang juga tersenyum kepada nya.



" Kau sudah kembali,," ucap arietta tersenyum.



"Ini yang kau inginkan,," ucap aditya memberikan semua pembalut yang ada di tangannya.



Arietta tentu sangat terkejut saat suami nya membeli begitu banyak pembalut untuk nya, ia pun mulai tersenyum dan memeluk suami nya.



" Kau membeli semua ini,," ucap arietta tersenyum.



" Aku tidak mengerti pembalut apa yang istri ku inginkan,," ucap aditya membelai pipi sang istri.



" Tidak masalah sayang, aku akan memakai nya,," ucap arietta tersenyum.

__ADS_1



Aditya memeluk sang istri dengan erat, ia terlalu mencintai wanita yang sudah mencuri hati nya ini, ia rela melakukan apapun agar sang istri bahagia, ia juga rela memberikan seluruh hidup nya jika sang istri meminta nya.


__ADS_2