
Hari ini papa dari aditya sudah di perbolehkan pulang oleh dokter yang menangani nya, mama Niken terlihat bahagia mendengar kabar baik tersebut.
Ia pun segera menghubungi putra nya untuk menjemput mereka di rumah sakit.
Di lain tempat, arietta tengah bersama putra nya, setelah membersihkan putra nya ia mulai menemani dan sekedar bercanda dengan sang buah hati yang terlihat tampan.
Aditya terlihat sibuk dengan ponsel nya, ia mulai mengecek satu persatu email yang dikirim oleh sekertaris nya.
Saat tengah fokus terhadap ponsel nya, aditya melihat layar ponsel nya tengah berdering, ia melihat mama niken sedang menghubungi nya saat ini, tanpa menunggu lama' aditya segera menjawab panggilan tersebut.
"Hallo dit,," ucap mama niken di seberang telponnya.
"Ada apa ma,," ucap aditya penasaran.
Mama Niken pun mulai menceritakan keadaan papa nya saat ini, aditya yang mendengar nya pun merasa senang, setelah berbincang cukup lama aditya mulai mematikan sambungan telponnya.
Aditya mulai menghampiri sang istri yang tengah bermain dengan sang buah hati, ia menatap sang istri yang tersenyum ke pada nya.
" Sayang,," ucap aditya memeluk arietta .
" Ada yang ingin kau sampaikan,," ucap arietta tersenyum.
Aditya mulai menceritakan tentang keadaan papa nya, arietta yang mendengar nya begitu bahagia ia menatap suami nya yang kini juga menatap nya.
" Apa kita akan pergi sekarang,,??" ucap arietta tersenyum.
" Sebentar lagi,," ucap aditya mendekat kan wajah nya.
Arietta tersenyum menatap aditya, ia sudah bisa menebak arah pikiran suami nya, aditya mulai mencium bibir manis sang istri, ia tidak bisa melupakan ciuman manis sang istri walau hanya sehari saja.
Setelah beberapa menit, aditya mulai melepas tautan bibir nya, ia menatap wanita cantik yang selalu hadir di dalam hidup nya.
" Apa masih lama,,??" ucap aditya setengah berbisik.
" Aku tidak mengerti maksud diri mu,," ucap arietta terkekeh.
" Aku sudah menahannya terlalu lama,," ucap aditya tersenyum.
" Kau harus menunggu nya lagi,," ucap arietta mencium bibir aditya sekilas.
Aditya terlihat cemberut dengan perkataan sang istri, ia segera memeluk tubuh ramping yang kini telah menjadi dunia nya.
\*\*
Setelah bermesraan cukup lama, kedua nya mulai bersiap, mereka ingin menjemput papa tercinta yang sudah di perbolehkan pulang oleh tim dokter.
Aditya segera mendekap tubuh mungil putra nya dan mulai melangkah di ikuti sang istri di samping nya, maid yang bekerja di rumah mewah itu pun mulai tersenyum saat kedua nya tengah menyapa diri nya.
" Baik dan cantik,," batin maid tersenyum.
__ADS_1
kedua nya mulai melangkah memasuki mobil yang melaju kencang, di dalam mobil putra kecil nya tak henti nya tertawa dan berbicara, aditya yang mendengar nya sungguh merasa sangat gemas.
Setelah beberapa menit kini kedua nya telah tiba di depan area rumah sakit, mereka segera turun dan mulai melangkah menuju kamar di mana papa Frans di rawat.
Kini kedua nya sudah tiba dan mulai memasuki kamar yang bernuansa putih tersebut, mama niken sangat bahagia melihat kedatangan orang yang sangat ia sayangi,
Begitu pun papa Frans yang terlihat bahagia melihat kedatangan putra dan menantu nya, ia mulai memeluk cucu kesayangannya yang sangat ia rindukan.
" Papa sudah terlihat sangat baik,," ucap aditya menatap papa nya.
" Ini semua berkat kalian semua, papa menjadi cepat pulih,," ucap papa Frans tersenyum.
Arietta mulai membantu mama Niken berkemas, ia mulai meletakkan semua perlengkapan yang mertua nya bawa, saat berada di rumah sakit tersebut.
Setelah memastikan semua sudah lengkap, mereka mulai melangkah meninggalkan ruangan tersebut, aditya mulai menuntun sang papa yang terlihat masih sedikit lemah.
Mereka segera melangkah menuju mobil yang terparkir di area depan rumah sakit ini, aditya segera membantu sang papa memasuki mobil yang melaju kencang menuju rumah nya.
Papa Frans merasa jika hidup nya sungguh sempurna, memiliki istri yang baik dan juga putra yang sangat menyayangi nya, ia menatap orang orang yang kini menemani di sisa hidup nya saat ini.
Setelah beberapa menit mobil yang di tumpangi mereka telah tiba di halaman rumah mewah tersebut, mereka segera turun dan mulai masuk ke dalam rumah nya.
Aditya menuntun sang papa masuk ke dalam kamar nya , ia menuntun sang papa dengan hati hati.
Arietta sungguh bahagia melihat putra nya selalu merespon orang orang yang ada di sekitar nya , mama niken mulai mencium pipi gembul putra nya yang sangat gemas tersebut.
" Apa bisnis kamu lancar dit,,??" ucap papa Frans menatap putra nya.
" Lancar pa,," ucap aditya tersenyum.
" Papa kok mikirin bisnis sih, kan masih sakit,," ucap mama niken menimpali.
" Dikit doang ma,," ucap aditya terkekeh.
Arietta terkekeh dengan perbincangan mertua dan suami nya tersebut, ia mulai tersenyum menatap suami nya yang juga menatap nya.
Aditya mulai menghampiri istri yang terlihat cantik, ia memeluk sang istri yang tengah tersipu menatap mertua nya.
" Kau sangat cantik sayang,," ucap aditya menatap sang istri.
" Apa yang kau lakukan,," ucap arietta menatap sang suami.
" Aku ingin memakan mu,," ucap aditya setengah berbisik.
Arietta terlihat kesal dengan tingkah suami nya ini, ia ingin mengatakan jika tamu bulanan nya sudah pergi, akan tetapi ia ingin memberi waktu untuk sang suami menahan hasrat nya.
Kedua nya segera pamit kepada orang tua nya untuk kembali ke kamar nya, akan tetapi sang papa ingin bersama lebih lama dengan cucu tampannya, aditya membiarkan putra nya bersama kedua orang tua nya, ini adalah hal yang sangat ia impikan bisa berdua dengan istri cantik nya.
__ADS_1
Aditya mulai memeluk pinggang ramping sang istri, dan membawa nya ke kamar nya dengan terburu buru.
Arietta sedikit terkekeh dengan sikap suami nya ini, ia mengerti jika saat ini suami nya sudah tidak dapat menahannya hasrat nya.
Aditya mulai membuka kemeja yang ia kenakan di hadapan sang istri, tentu saja arietta sangat terkejut dengan pemandangan yang ada di hadapannya.
" A..apa yang kau lakukan,,??" ucap arietta gugup.
" Aku hanya gerah saja,," ucap aditya menatap sang istri.
Arietta terlihat memegang dada nya yang kian berdebar, ia sedikit tersipu dengan apa yang ia pikirkan.
Aditya menatap sang istri dengan terkekeh, ia mulai menggoda sang istri yang sudah berpikir terlalu jauh.
" Apa kau juga menginginkannya,,??" ucap aditya tersenyum nakal.
" Aku tidak memikirkan apapun,," ucap arietta berbohong.
" Aku dapat menebak nya,," ucap aditya mencium bibir arietta.
Aditya mulai \*\*\*\*\*\*\* kembali bibir manis yang sangat merah tersebut, ia menyesap nya dengan lembut dan penuh gairah.
Ciuman itu pun berpindah ke arah celuk leher sang istri, aditya menyesap nya dan mulai meninggalkan jejak kepemilikan di sana.
Aditya mulai menuntun sang istri untuk terbaring di atas ranjang nya, ia menatap wajah cantik yang kini ada di bawah nya.
" Aku sungguh tergila gila pada mu,," ucap aditya tersenyum.
" Kau selalu saja manis,," ucap arietta menyentuh dada bidang suami nya.
" Apa kau sedang menggodaku,," ucap aditya menahan tangan sang istri.
Arietta tersenyum melihat sikap suaminya, ia mulai mengalungkan tangan putih nya di leher sang suami,
Aditya yang melihat respon sang istri mulai melanjutkan aksi panas nya, ia mulai mencium dan \*\*\*\*\*\*\* habis benda kenyal sang istri.
Arietta selalu mabuk kepayang saat suami nya mulai menyentuhnya kembali, setelah beberapa hari ini ia tidak melakukannya.
Aditya sungguh sangat senang , ia bersorak di dalam hati nya saat mengetahui sang istri sudah bersih., ia pun mulai melanjutkan kembali aksi panas nya dengan sang istri yang membuat nya merasa melayang. ( lebay ya author nya)
Di siang hari yang panas ini, kedua nya kembali merasakan penyatuan cinta yang sempurna, aditya sungguh bahagia bisa merasakan kembali nikmat bercinta kepada sang istri.
Aditya mencium kembali bibir merah sang istri, ia mulai mengecup lembut tubuh putih yang terbalut selimut.
Arietta tersenyum merasakan setiap kecupan yang di berikan aditya kepada nya, ia mulai meremas punggung kekar suami tampannya dengan erat.
" Kau sangat nikmat,," ucap aditya di sertai deru napas yang tidak beraturan.
" Kau juga sangat perkasa,,"ucap arietta sensual.
__ADS_1
Aditya yang mendengar perkataan sang istri mulai tersenyum, ia menatap damba wanita yang kini telah menguasai jiwa nya.
Aditya mendekap tubuh sang istri dengan erat, ia mencium kening sang istri dengan perasaan cinta dan kasih sayang yang berlimpah.