
Pagi ini aditya sedang melakukan rutinitas seperti biasa, setelah beberapa hari ini ia tidak pergi bekerja karena harus menemani sang istri.
Kini arietta tengah membantu suami nya bersiap, ia memakaikan dasi dan juga keperluan lain nya.
Pagi ini arietta ingin mengutarakan keinginannya, ia ingin sekali bertemu dengan sahabat nya walau hanya sebentar.
Akan tetapi ia masih ragu untuk meminta ijin kepada sang suami yang terlihat sedang sibuk.
" Apa aku harus mengatakannya sekarang,??" batin arietta ragu.
Ia harus mendapatkan ijin dari suami nya saat ini, agar ia lebih bebas melakukan apa pun juga tanpa sang suami khawatir pada nya.
Para sahabat nya sudah sangat merindukan diri nya, ia juga sangat merindukan kampus dan juga sahabat nya itu.
Semenjak menikah' arietta sudah tidak berkuliah lagi, ia akan melanjutkannya setelah ia melahirkan dan sang buah hati sudah tumbuh besar.
Sang suami lah yang meminta nya untuk tidak melanjutkan kuliah nya, agar ia dapat sepenuh nya mengurus suami nya dan buah hati nya kelak.
Tentu arietta sangat setuju dengan sikap suaminya, yang ingin dirinya fokus kepada nya saja tanpa di ganggu dengan rutinitas belajar nya.
Arietta pun mulai menghampiri aditya yang terlihat tengah fokus dengan ponsel di tangannya.
"Sayang,, " ucap arietta manja.
" Ada apa hm..," ucap aditya mengehentikan aktifitas di ponsel nya.
" Aku ingin meminta sesuatu, " ucap arietta memainkan kancing kemeja sang suami.
" Apa itu sayang, katakan saja, " ucap aditya mendekatkan wajah nya.
" Hm...aku.." ucap arietta gugup.
Aditya tidak mengerti dengan yang akan istri nya katakan, ia sangat gemas melihat sikap manja dan lucu istri nya saat ini.
Aditya mulai ******* bibir sang istri lembut, ia menyesap nya dengan penuh gairah dan hasrat.
Setelah beberapa menit kini kedua nya sudah menyudahi ciuman nya, arietta terlihat tersenyum dengan senang dan segera mengutarakan niat nya.
" Aku ingin bertemu sahabat ku pagi ini," ucap arietta menatap sang suami.
" Sahabat,??" tanya aditya menelisik.
" Iya, aku sangat merindukan mereka " ucap arietta merayu.
" Aku takut jika terjadi apa apa pada dirimu," ucap aditya menatap sang istri.
" Aku akan baik baik saja sayang, plisss.." ucap arietta setengah berbisik.
Aditya pun tersenyum dengan yang di katakan sang istri, ia tidak dapat menolak semua permintaan istri cantik nya saat ini.
" Kau selalu dapat mengalahkan ku," ucap aditya gemas.
" Apa kau akan mengijinkan ku,??" ucap arietta merayu sang suami
" menurut mu hm..." ucap aditya mendekatkan wajah nya.
" Terima kasih, kau suami terbaikku " ucap arietta girang dan mencium bibir aditya sekilas.
Arietta pun segera melangkah untuk mengambil ponsel yang terletak di atas nakas, ia mengetikkan sesuatu dan mengirimkannya kepada sahabat nya.
Setelah mengirim pesan kepada sahabat nya ia pun segera meletakkan ponsel nya kembali, dan menghampiri aditya yang sedang memakai jam tangannya.
__ADS_1
" Apa kau sudah selesai,??" ucap arietta menatap sang suami.
" Sudah " ucap aditya tersenyum.
Arietta segera mengambil jas dan tas kerja suami nya , ia segera melangkah meniggalkan aditya yang sedikit tercengang.
" Aku sudah sangat lapar,," ucap arietta mendongakkan kepala nya di ambang pintu.
Aditya terkekeh dengan sikap lucu sang istri, ia pun segera berlari menyusul sang istri ke meja makan.
Aditya menatap sang istri yang sedang tersenyum kepada nya, aditya yang merasa gemas segera ******* bibir arietta tiba tiba.
" Kau sangat menggemaskan " ucap aditya menatap damba.
" Ada bibi di sini, aku sangat malu " ucap arietta mendorong dada bidang suami nya.
Mereka saling menatap dan tersenyum, aditya selalu menunggu moment manis ini bersama sang istri, cinta nya yang sangat besar terhadap sang istri' membuat nya menjadi pria terbucin se dunia ( lebay ya author nya).
Mereka pun makan dengan sangat lahap, sesekali aditya melirik ke arah sang istri yang tengah fokus dengan makanan yang ada di hadapannya.
"Aku ingin kau membawa pengawal pergi bersamamu " ucap aditya melirik sang istri.
"Apakah harus begitu, " ucap arietta bingung.
" Tentu, aku tidak ingin ada pria lain yang menganggu mu, " ucap aditya menatap sang istri,
" Tidak ada yang menggangguku dengan keadaan ku saat ini, suami ku !!" ucap arietta terkekeh.
" Aku ingin kau selalu aman jika tak bersamaku ," ucap aditya menjelaskan.
Arietta hanya mengangguk dan tersenyum, ia mengerti dengan ke khawatiran suami nya saat ini.
Setelah beberapa menit kedua nya telah menyelesaikan sarapan pagi nya, aditya segera melangkah Menuju mobil yang terparkir di depan mansion mewah milik nya.
" Apa kau yakin akan pergi sendiri ??" ucap aditya memastikan.
Arietta hanya mengangguk dan tersenyum, aditya tidak rela melihat sang istri pergi sendiri dengan keadaan seperti ini.
" Apa kau tidak ingin menahan ku,??" ucap aditya berharap.
" Aku akan baik baik saja sayang, " ucap arietta tersenyum.
Aditya akhir nya mengalah kepada sang istri, ia pun segera mencium kening sang istri dan mulai memasuki mobil dengan langkah gontai.
Saat ini ia sungguh tidak rela sang istri pergi tanpa dirinya, rasa cinta nya membuat aditya selalu cemas jika sang istri pergi atau tidak ada bersama nya.
Ia pun mengambil ponsel nya dan mulai mengetik dan mengirimkan sesuatu kepada orang suruhannya.
" Awasi kemana pun istri ku pergi, " begitulah isi dari pesan aditya.
Aditya terlihat tersenyum saat membayangkan kelakuan sang istri yang semakin hari semakin membuat nya gemas.
" Sikap mu begitu lucu " batin aditya tersenyum membayang kan sikap manis dan juga wajah cantik sang istri.
*
Di lain tempat arietta tengah bersiap untuk pergi bersama sahabat nya, ia mengenakan pakaian yang tertutup dan mengikat rambut panjang nya.
Setelah berpamitan dengan sang bibi arietta mulai melangkah memasuki mobil nya, ia sangat bahagia karena bisa bertemu dengan sahabat sahabat nya yang sangat ia rindukan.
Kini mobil yang ia tumpangi terus membelah jalanan yang cukup padat, ia pun memperhatikan setiap kendaraan yang berlalu lalang di pagi yang cerah ini.
__ADS_1
Akan tetapi ia tidak sengaja menangkap sebuah mobil hitam yang sedari tadi mengikuti kemanapun arah mobil nya pergi.
Ia mulai merasa panik saat ini dan juga takut. arietta merasa jika itu penjahat yang mengintai diri nya. saat tengah merasa panik dan juga takut, arietta mendapat notifikasi pesan dari ponsel nya yang ada di dalam tas nya. ia pun segera merogoh dan melihat pesan tersebut.
" Aku akan menjamin keamanan mu sayang, " begitulah pesan dari sang suami.
Arietta tersenyum saat melihat isi pesan dari suami nya, ia pun mulai mengetik sesuatu untuk membalasnya.
" Aku menyayangi mu, " arietta membalas pesan sang suami dan mengirimkan nya.
*
Di lain tempat aditya tengah fokus pada layar laptop nya, saat tengah fokus perhatiannya teralihkan saat ponsel nya berbunyi, ia segera melihat ponsel nya dan saat itu juga senyuman pun terbit dari bibir merah nya.
Ia tersenyum kala mendapat pesan dari sang istri, ia pun segera menyelesaikan pekerjaan nya dengan cepat agar bisa menemui istri cantik nya.
*
Kini mobil yang di tumpangi arietta sudah tiba di halaman depan kampus nya, ia segera turun dan mengedarkan pandangannya di setiap area kampus nya.
" Aku sangat kangen dengan tempat ini," batin arietta memandang bangunan tinggi dan mewah.
Ia mencari para sahabat nya yang ada di kampus ini. ia pun mengambil ponsel dari dalam tas nya dan mulai menghubungi sahabat nya.
Saat tengah menghubungi sahabat nya, suara yang sangat ia kenal berteriak memanggil nama nya.
" Arietta....teriak para sahabatnya dari arah belakang.
Arietta segera menoleh ke arah suara tersebut, ia mendapati sahabat nya setengah berlari ke arah nya.
" Rieta...kami kangen banget sama kamu, " ucap Nadia memeluk arietta
" iya tta..kami kesepian ga ada kamu di sini, " ucap desy ikut memeluk.
" maaf ya, aku ga bisa nemenin kalian di saat terakhir kita di kampus ini, " ucap arietta berkaca kaca.
Kedua sahabat itu pun mulai melerai pelukannya, ia menatap arietta dari ujung kaki hingga rambut nya.
" Kandungan kamu makin bertambah besar ya ta, " ucap desy memperhatikan perut arietta.
" Iya dong, kan makin hari makin tumbuh " ucap arietta tersenyum.
Kini mereka memutuskan untuk berbincang di cafe yang ada di sekitar kampus nya, saat masih kuliah di sini arietta kerap kali menghabiskan waktu di cafe tersebut bersama kedua sahabat nya.
Kini arietta berada di sini bukan untuk kuliah atau menghabiskan waktu bersama sahabat nya, akan tetapi ia berada di sini karena ingin mengingat moment yang tidak akan ia lakukan di kemudian hari.
Mereka pun berbincang dengan sangat gembira, sesekali nadia tertawa dengan keras nya sehingga arietta mulai memukul lengan sahabat nya pelan.
Arietta sangat menikmati moment ini bersama sahabat nya, ini hal yang sangat ia tunggu beberapa hari ini.
Semenjak menikah dengan aditya, kehidupannya sangat jauh berubah, mulai dari materi dan hal yang besar sekaligus. ia sangat bersyukur mendapatkan jodoh terbaik yang di berikan tuhan untuk nya.
Akan tetapi ia masih sangat mengingat kebersamaan sebelum bertemu dengan suaminya, yang terkadang ingin selalu ia rasakan seperti saat ini.
Cinta terkadang membutuhkan pengorbanan yang besar, jika sudah memilih cinta, kita tentu nya harus memilih antara cinta dan kehidupan yang kita jalani.
Kini Arietta sudah menentukan hidup nya untuk selalu mencintai ,menyayangi dan setia kepada suami nya hingga waktu berhenti berputar.
Tuhan telah menentukan jodoh nya bersama aditya yang selalu menyayanginya dengan tulus, semua itu takkan tergantikan oleh apapun di dunia ini.
****
__ADS_1
Stay up ya di kisah ini...