
Siang ini aditya sudah menyelesaikan sebagian tugas kantor nya, ia pun mulai menutup laptop nya dan segera melangkah menuju mobil nya yang terparkir di depan area kantor nya.
Saat ingin memasuki mobil nya, tiba tiba aditya mendapat telpon dari seseorang., ia mulai melihat nama yang tertera di layar ponsel nya.
Aditya mulai menjawab panggilan tersebut, namun wajah nya seketika terlihat suram kala mendengar perkataan seseorang yang di seberang telponnya.
Ia pun segera memasuki mobil yang melaju kencang, setelah beberapa menit kini aditya sudah tiba di halaman mansion nya, ia pun segera turun dengan terburu buru dan mulai melangkah menuju kamar mereka.
Arietta yang melihat suami nya tiba mulai tersenyum, ia melihat wajah suami nya terlihat sedang bersedih, ia pun segera menghampiri aditya yang tengah duduk di sofa kamar nya.
" Ada apa,,?" ucap arietta tersenyum.
" Kita harus pergi ke Amerika sekarang,," ucap aditya menatap sang istri.
Flash back
" Halo ma,," ucap aditya di seberang telponnya.
"Adit, papa kamu masuk rumah sakit, kamu bisa jenguk papa kamu kesini" ucap mama niken menangis di seberang telponnya.
" Deg....
" Papa sakit,,??" ucap aditya sedih.
" Kamu kesini ya dit, papa kamu sangat membutuhkan mu saat ini,," ucap mama Niken menangis.
" Iya ma, Adit akan kesana sekarang,," ucap aditya sedih.
" Bawa istri dan juga anak kamu ya nak,," ucap Mama Niken menjelaskan.
Aditya segera menutup telponnya dan mulai melangkah memasuki mobil nya.
*
Arietta yang mendengar perkataan suami nya mulai merasa sedih, ia pun memeluk suami nya dengan erta untuk menenangkannya.
" Semua akan baik baik saja,," ucap arietta menatap suami nya.
" Aku hanya takut papa...." ucap aditya tertahan, sebab arietta sudah mencium bibir nya dengan tiba tiba.
Arietta mencium nya dengan lembut untuk mengurangi rasa sedih yang ada di hati aditya saat ini, aditya memejamkan mata nya saat sang istri mencium bibir nya dengan penuh cinta.
Setelah beberapa menit arietta melepas tautan bibir nya, ia mulai tersenyum menatap suami nya yang terlihat sedikit tersenyum.
" Papa akan baik baik saja,," ucap arietta menyentuh hidung mancung suami nya.
Aditya mulai ******* kembali bibir manis sang istri, ia mencium nya dengan lembut dan mesra, ia juga merasa jika saat ini ia merasa nyaman, saat sang istri menyentuh nya seperti tadi.
" Kau selalu dapat mengalahkan ku,," ucap aditya menatap damba sang istri.
__ADS_1
" Kau sangat naif,," ucap arietta setengah berbisik.
Arietta bahagia melihat suami nya mulai tersenyum, ia pun mulai melangkah menyiapkan segala keperluan yang ingin mereka bawa selama berada di rumah orang tua nya.
Aditya mulai membantu sang istri bersiap, ia menatap sang istri yang terlihat tersenyum kepada nya.
Arietta mulai tersipu saat tak sengaja membawa lingerie hitam nya, ia mulai mengambil nya kembali dari tumpukan baju dan tidak akan membawa nya.
Aditya terkekeh saat sang istri mulai tersipu, ia pun mulai menggoda istri cantik nya.
" Apa kau tidak membutuhkan nya ,," ucap aditya berbisik.
" Blesss..." pipi arietta merona.
" Hm..aku ingin melihat putra kita,," ucap arietta berlalu dari hadapan sang suami.
Aditya terkekeh dengan sikap sang istri yang terlihat lucu, ia pun mulai mengemas kembali keperluan nya.
Arietta mulai melangkah menuju kamar sang buah hati, ia melihat putra nya tengah bermain bersama bi Tuti.
Arietta mulai menceritakan keadaan papa mertua nya kepada bi Tuti, ia juga mengatakan jika ia dan suami nya akan pergi mengunjungi nya saat ini.
Bi Tuti yang mendengar nya mulai terlihat sedih, ia pun mulai membantu menyiapkan segala keperluan buah hati dari ponakannya.
**
Kini mereka tengah bersiap untuk segera berangkat menuju kediaman orang tuanya, aditya terlihat sudah rapi dengan kemeja nya, sedangkan arietta ia sudah terlihat cantik dengan dress panjang yang sangat anggun.
Arietta terlihat sedih dengan apa yang terjadi dengan mertua nya, ia sangat menyayangi kedua orang tua dari suami nya tersebut.
*
Setelah lebih dari dua puluh menit, mobil yang mereka tumpangi telah tiba di sebuah bandara internasional, sang supir segera membantu membawa koper mereka menuju tempat keberangkatan.
** Los angles-Amerika serikat.
Kini mereka sudah tiba di negara yang sangat indah, banyak bangunan menjulang tinggi dengan hamparan kota yang modern. arietta memandang dengan perasaan bahagia, ini pertama kali dalam hidup nya ia mengunjungi negara yang ada di luar Indonesia, pernikahannya dengan aditya membawa nya kepada kehidupan yang layak dan penuh dengan kebahagiaan.
Arietta begitu takjub dengan kota yang sangat maju tersebut, aditya yang melihat nya menjadi terkekeh, ia pun segera menggoda sang istri yang terlihat tersenyum ke arah nya.
" Apa kau senang,," ucap aditya tersenyum.
" Hm..tentu.." ucap arietta tersenyum.
Aditya segera menghubungi seseorang untuk menjemput mereka, setelah beberapa menit orang yang aditya tunggu sudah tiba di hadapannya.
" Tuan, saya akan membawa koper Anda,," ucap seorang pria yang tak lain adalah supir kedua orang tua nya.
" Terima kasih,," ucap aditya datar.
__ADS_1
Sang supir pun mulai menatap kedua nya, ia sedikit mulai terpesona terhadap istri dari majikannya tersebut, aditya yang memperhatikannya mulai sedikit terusik oleh tatapan sang supir, pun segera menggandeng tangan sang istri dengan lembut untuk menuju mobil nya.
Aditya mendekap buah hati nya erat, dan terus melangkah menuju mobil bersama sang istri di samping nya.
Kini mereka sudah berada di dalam mobil yang melaju kencang, aditya tersenyum dengan apa yang ia rasakan saat ini.
Ini pertama kali nya ia mengunjungi kedua orang tua nya bersama seorang wanita, bahkan bersama dengan putra nya.
Perasaan nya sungguh sangat bahagia , bisa membawa istri dan buah hati yang sangat ia cintai ke rumah di mana ia di lahir kan.
" Apa kau ingin makan terlebih dulu,," ucap aditya menatap sang istri.
" Aku ingin bertemu dengan papa saja,," ucap arietta tersenyum.
Aditya menatap sang istri dengan damba, ia sangat bersyukur mendapat istri yang sangat jauh sempurna.
Setelah beberapa menit mobil yang di tumpangi mereka sudah tiba di halaman rumah sakit, aditya segera menghubungi mama Niken untuk menjemput mereka.
Mereka pun segera turun dari mobil nya, dan meminta sang supir untuk membawa koper mereka ke rumah orang tua nya, sang supir pun mengangguk patuh dan mulai meninggalkan kedua nya.
Mama Niken sangat bahagia melihat putra, menantu dan cucu tercinta nya sudah tiba di hadapannya, ia pun segera memeluk arietta dengan erat dan mulai mencium cucu yang ada di dekapan putra nya.
Aditya yang melihat nya mulai tersenyum, ia pun mulai menggoda mama niken yang terlihat menyembunyikan kesedihannya.
" Kalian baik baik saja,,??" ucap mama Niken tersenyum,
" Baik ma,," ucap arietta menatap mertua nya.
" Cuma arietta dan Nayaka aja nih yang di cium, adit enggak ma,,??" ucap aditya cemberut.
" Kau ini sangat nakal,," ucap mama Niken terkekeh.
Mama Niken mulai mengambil alih cucu tampannya dari dekapan putra nya, ia mulai mencium dan mendekap nya dengan erat.
Aditya segera menggandeng tangan sang istri dan mulai melangkah menuju kamar di mana papa nya di rawat.
Di ruang yang bernuansa putih, seorang pria tengah terbaring lemah dengan peralatan medis yang ada di tubuh nya , aditya terlihat sedih melihat keadaan orang tua nya yang seperti ini.
Arietta juga merasakan hal sama dengan yang aditya rasakan, ia menatap pria yang kini sudah ia anggap sebagai orang tua nya sendiri tengah terbaring lemah tak berdaya.
" Papa bangun lah, Adit sudah berada di sini,," ucap aditya sedih.
" Papa sudah melewati masa kritis nya dit, sebentar lagi akan siuman,," ucap mama Niken menjelaskan.
" Sebenarnya papa sakit apa ma,,?? "ucap aditya menatap mama Niken.
" Papa terkena serangan jantung saat berada di kantor nya, " ucap mama Niken bersedih.
Aditya terlihat shock dengan apa yang di katakan mama nya, ia tidak menyangka jika papa yang terlihat sehat selama ini' mempunyai riwayat sakit jantung.
__ADS_1
Arietta menenangkan suami nya yang terlihat begitu terpukul, ia pun mulai menyandarkan kepala nya di bahu suami nya, aditya pun memeluk erat sang istri, ia menumpahkan segala kesedihan yang ia rasakan saat ini.
Hidup terkadang tidak berjalan dengan apa yang kita harapkan, tuhan lah yang mengatur hidup suatu umat nya, sering kali kita di timpa cobaan yang terkadang sulit untuk menerima nya, akan tetapi jika kita memiliki pasangan yang dapat mengerti dan bisa selalu menenangkan masalah sebesar apapun akan bisa kita lewati dengan sabar dan tetap tenang.