
Kini usia kandungan arietta sudah memasuki bulan ke sembilan, kedua nya sudah tidak sabar untuk melihat buah hati yang mereka tunggu tunggu.
Pagi ini aditya tidak pergi bekerja, kedua nya sepakat untuk pergi membeli segala kebutuhan untuk buah hati mereka.
Kini Arietta tengah bersiap ia mengenakan deres yang terlihat sangat cantik, ia memandang diri nya di depan cermin yang membuat nya sedikit terkekeh.
" Aku terlihat lucu ," ucap arietta tersenyum
Aditya yang memperhatikan sang istri tersenyum, ia melingkarkan tangan nya di pinggang sang istri dan mulai memeluk nya.
"Ada apa hm.." ucap aditya mencium aroma tubuh sang istri.
" Apakah aku terlihat gemuk,??" ucap arietta memandang diri nya.
Aditya membalikkan tubuh sang istri untuk menghadap nya, ia mulai membelai wajah sang istri dengan mesra.
" Aku tidak mempermasalahkan apapun lagi, "ucap aditya tersenyum.
Arietta tersenyum dengan perkataan sang suami, ia memeluk sang suami yang selalu menyemangati nya dalam hal apapun.
Aditya mencium bibir sang istri lembut dan mulai menyesap nya, kedua nya saling menikmati setiap momen mesra ini setiap hari nya.
\*
Kini kedua nya berada di dalam mobil yang melaju perlahan, arietta sangat bahagia karena saat ini ia di temani oleh bibi nya.
Bi Tuti menemani kedua nya, sebab mereka tidak mengerti apa saja kebutuhan yang harus di persiapkan untuk sang buah hati.
Awal nya aditya meminta mama nya yang berada di luar negara untuk membantu mempersiapkan segala kebutuhan si buah hati, akan tetapi kondisi sang papa yang kurang baik' membuat kedua nya untuk mengurungkan niat nya.
Setelah beberapa menit, kini mereka sudah tiba di pusat perbelanjaan yang terbesar di kota ini.
Arietta perlahan turun dengan di bantu sang suami, arietta sudah sulit untuk berjalan saat usia kandungannya sudah semakin membesar.
Mereka melangkah memasuki mall yang sangat luas , aditya terus menggenggam tangan sang istri dan mulai melangkah menyusuri setiap toko untuk mendapatkan semua yang mereka inginkan.
Arietta menunjuk di mana banyak menjual pakaian bayi dan segala kebutuhannya untuk bayi mereka.
Mereka mulai menghampiri dan mulai menyentuh baju bayi yang terlihat lucu menurut nya.
" Ini sangat lucu, " ucap aditya tersenyum
" Benarkah, " ucap arietta menatap sang suami
Seorang pelayan yang berada di toko tersebut mulai menghampiri kedua nya yang terlihat membutuhkan sesuatu.
" Maaf tuan dan nyonya, ada yang bisa saya bantu, " ucap pelayan wanita tersebut
" Kami sedang mencari perlengkapan untuk bayi, " ucap arietta tersenyum.
__ADS_1
Pelayan tersebut mulai memberitahu di mana letak semua perlengkapan yang mereka cari, sang bibi senantiasa memilih dan membantu arietta untuk menyiap kan semua nya.
Sudah lebih dari satu jam kini mereka belum selesai mendapat kan semua nya, arietta terlihat sangat lelah sebab sedari tadi ia hanya berdiri saja.
Aditya menuntun istri nya untuk duduk di sebuah bangku yang sudah di sediakan, aditya perlahan memijit kaki sang istri yang terlihat pegal.
" Apa kau sangat lelah ?? ucap aditya memijit kaki sang istri.
" Sedikit, " ucap arietta tersenyum
Kini segala kebutuhannya bayi nya , sang bibi lah yang mengurus semua nya. aditya menemani sang istri yang tengah terduduk lesu dan memberikan sebotol air minum.
Setelah semua nya sudah lengkap, mereka mulai melangkah menuju mobil mereka, sang bibi senantiasa membantu pak supir untuk memasukkan semua nya di bagasi mobil mewah tersebut.
Arietta yang melihat nya pun tersenyum, ia sangat berterima kasih kepada sang bibi yang selalu ada untuk nya.
Kini mereka sudah berada di dalam mobil yang melaju kencang, akan tetapi arietta mulai tidak tenang, ia merasa jika dirinya saat ini tengah dangat lapar.
" Apa kita bisa makan saat ini, " ucap arietta manja kepada sang suami.
" Apa kau sangat lapar,??" ucap aditya tersenyum
Arietta hanya mengangguk dan tersenyum, sang bibi yang melihat nya pun sedikit terkekeh dengan sang ponakan yang selalu lapar setiap saat.
Kini mereka sudah tiba di sebuah resto yang cukup besar, aditya membantu sang istri untuk segera turun menuju tempat di mana mereka akan mengisi perut nya.
mereka meminta bi tuti dan sang supir untuk makan bersama mereka, walaupun kedua sempat menolak nya.
Kini mereka telah menyantap makanannya, arietta sedikit kurang berselera terhadap makanan yang ada di hadapannya.
" Ada apa hm.." ucap aditya meraih pinggang sang istri.
" Aku tidak menyukai ini, " ucap arietta cemberut.
Aditya terkekeh dengan sikap sang istri yang menurut nya sangat lucu tersebut, sang istri selalu berubah dengan selera nya.
Arietta tidak mengerti dengan diri nya yang sekarang, ia sangat menginginkan bakso yang pedas saat ini juga.
Aditya pun memesan kembali makannya yang arietta inginkan, setelah beberapa menit kini bakso yang sangat ia inginkan sudah berada di hadapan nya.
Arietta sangat senang melihat nya, ia mulai melahap nya dengan perlahan.
Aditya yang memperhatikan sikap sang istri mulai merasa bahagia, sang istri selalu bertingkah lucu membuat hari nya semakin berwarna.
Mereka menikmati setiap makanan yang tersedia, mereka makan dengan berbincang dan sesekali tertawa, aditya merasa sangat senang saat ini bisa makan bersama sama.
Ini pertama kali nya ia makan bersama pelayan sang sang supir dalam satu meja.
Kesederhanaan sang istri telah membuat nya semakin berubah, ia tidak lagi mempermasalahkan status sosial siapapun saat ini.
Setelah lebih dari satu jam mereka sudah selesai menikmati makanannya, arietta sangat senang bisa menikmati bakso yang sangat enak menurut nya.
Kini mereka memutuskan untuk segera pulang agar sang istri dapat beristirahat setelah berbelanja untuk sang buah hati.
*
Saat ini arietta sedang merebahkan tubuh nya, ia sangat menikmati hari ini. aditya yang melihat nya mulai menghampiri sang istri yang tengah terbaring, ia membelai perut sang istri yang kian membesar.
__ADS_1
" Papa sudah tidak sabar ingin melihat mu, " ucap aditya mencium perut sang istri.
Arietta tersenyum dengan sikap manis suami nya, aditya selalu dapat menyentuh hati nya dengan sikap manis dan perhatiannya.
Aditya membaringkan tubuh nya di samping sang istri, ia menatap wajah wanita yang sangat ia cintai dengan intens.
" Kau terlihat sangat bahagia, " ucap aditya mendekatkan wajah nya.
Arietta hanya mengangguk dan tersenyum, ia menatap suami nya yang juga menatap nya.
Detik berikut nya aditya \*\*\*\*\*\*\* bibir manis sang istri, ia menyesap nya dengan lembut untuk merasakan kebahagian yang besar.
Kedua nya larut akan suasanya romantis yang mereka ciptakan sepanjang waktu, tiada hari tanpa sentuhan, belaian dan rasa yang indah di antara keduanya.
Siang ini kedua nya telah menyatukan cinta nya, aditya mencium pucuk kepala sang istri lembut ia sangat menyukai segala yang ada di tubuh sang istri.
" Kau sangat cantik, " ucap aditya menyentuh dagu sang istri.
Arietta hanya tersenyum dan mulai bergeser sedikit dari sang suami, ia tidak ingin suami nya mengulang kembali penyatuan cinta nya.
Aditya tentu saja tersenyum dengan sikap sang istri yang saat ini ia lakukan, arietta terus bergeser dari sang suami, akan tetapi aditya sudah mengunci tubuh nya dan mulai tersenyum damba.
"Aku ingin tidur, " ucap arietta mulai menguap.
Arietta membelakangi aditya yang tengah tersenyum kepada nya, ia hanya berpura pura saja saat ini, agar ia lolos dari sang suami yang ingin memakannya kembali.
" Kau sudah mulai nakal, " batin aditya tersenyum.
Aditya memeluk pinggang sang istri, menuntunnya untuk menghadap diri nya.
" Aku sangat mencintaimu, " ucap aditya menatap sang istri.
" Aku juga mencintai mas adit', " ucap arietta tersenyum.
Aditya membawa sang istri kedalam dekapannya, ia sudah tidak dapat mengatakan apapun saat ini. cinta nya begitu besar terhadap wanita yang ada di pelukannya saat ini.
__ADS_1
Ia rela melakukan apapun untuk menuruti setiap permintaan sang istri yang paling ia prioritaskan, sebelum ia bertemu dengan arietta, pekerjaannya lah yang paling ia cintai, sehingga ia tidak dapat merasakan kebahagiaan yang lain.