
Setelah mengetahui keadaan sang istri dan buah hati nya baik baik saja' aditya mulai sedikit lega. ia tidak perlu cemas berlebihan tentang keadaan istri dan buah cinta nya yang kini masih di dalam perut.
Pagi ini aditya tengah bersiap untuk berangkat ke kantor, sudah beberapa hari ini ia tidak berangkat bekerja karena ulah istri cantik nya, semua pekerjaan nya sudah di handle oleh sekertaris nya yang paling ia percaya.
sang istri pun turut membantu aditya bersiap siap, kini arietta sudah merasa lebih baik dari hari sebelum nya, ia tidak merasa mual dan pusing setelah meminum vitamin dari dokter yang menangani nya.
Aditya yang melihat sang istri sudah lebih baik mulai menggoda nya, ia tidak dapat menahannya lebih lama untuk tidak menyentuh istri cantik nya.
Aditya mulai mendekatkan wajah nya dengan sang istri, ia pun mulai menatap wajah cantik yang kini hadir di dalam hidup nya
" Aku sangat menginginkan mu," ucap aditya menatap damba sang istri
"Kau akan terlambat jika terus begini," ucap arietta merapikan dasi sang suami.
" Aku ingin mengunjungi buah hati kita," ucap aditya mengedipkan sebelah mata nya.
" Kau sangat mesum," ucap arietta terkekeh.
Aditya mulai mendekat kan wajah nya, ia segera ******* bibir manis yang selalu menjadi candu nya.
Arietta mengalungkan tangan putih nya di leher sang suami, kedua nya begitu menikmati moment manis ini setiap hari.
Setelah beberapa menit kini kedua nya sudah melepas tautan bibir nya, arietta tersenyum menatap wajah tampan yang sudah mencuri hati nya
" Kau sangat menikmati nya hm.." ucap aditya menyatukan hidung nya
"Kau selalu saja dapat menyentuh hati ku," ucap arietta tersenyum.
" Kau gadis pemilik hati ini," ucap aditya setengah berbisik.
Kini kedua nya sangat bahagia yang tidak terhingga, mereka sangat menikmati setiap moment yang penuh dengan rasa cinta dan kasih sayang. tiada hari tanpa hal manis dan romantis di antara kedua nya, mereka seakan tidak pernah jenuh untuk memadu kasih setiap saat.
Pesona sang istri selalu membuat aditya mabuk kepayang, ia selalu betah di rumah dan ingin selalu dekat dengan istri nya.
*
Setelah bermesraan cukup lama, kini kedua sudah melangkah menuju ruang makan,mereka menuruni tangga dengan saling bercanda dan tertawa riang.
Aditya menuntun sang istri dengan hati hati saat menuruni tangga, ia tidak ingin terjadi hal yang tidak baik terhadap buah hati nya.
Di meja makan' mereka melihat bi tuti sedang menata makanan yang terlihat lezat, akan tetapi arietta tidak dapat memakan nya jika di pagi hari.
Kedua nya mulai melangkah menuju ruang makan dan mulai menyapa bi Tuti yang tengah tersenyum.
" Pagi bibi,," ucap arietta manja.
" Pagi sayang,," ucap bi tuti tersenyum.
"Bibi sudah siapin roti untuk kamu sayang," ucap bi Tuti menunjuk roti yang ada di piring.
" Terima kasih bi," ucap arietta tersenyum.
Selama arietta mengandung ia tidak pernah memakan nasi dan lauk lain nya jika di pagi hari, arietta merasa mual jika ia memakannya, ia hanya memakan roti dan minum susu saja saat sarapan seperti ini.
Kedua nya mulai menyantap makanannya , aditya terlihat tersenyum melihat sang istri yang sangat lahap memakan roti milik nya
Kini kedua nya tampak hangat dan harmonis, mereka sangat menikmati hari hari yang penuh dengan cinta dan kasih sayang yang selalu tumbuh dengan subur.
Setelah lebih dari tiga puluh menit, kini kedua nya telah selesai dengan sarapan pagi nya, aditya segera melangkah menuju mobil yang di ikuti sang istri di samping nya
" Kamu baik baik di rumah ya sayang," ucap aditya membelai pipi sang istri.
,"Iya suami ku," ucap arietta tersenyum.
" Jangan terlalu lelah, jangan melakukan apa pun , dan jangan..." aditya tidak dapat melanjutkan kalimat nya, karena arietta sudah mencium bibir nya dengan lembut.
" Kau sangat cerewet.." ucap arietta melepas ciuman nya.
Aditya memegang bibir nya yang terasa sangat manis, ia pun tersenyum senang seakan terbang melayang.
Arietta pun menjadi tersipu dengan sikap nya saat ini, ia pun mulai mencium tangan suaminya, aditya mulai berpamitan dan mencium kening sang istri dengan lembut dan cukup lama.
" Tetaplah di hati ku " ucap aditya menatap damba.
" Aku akan selalu di hatimu,," ucap arietta tersenyum manis.
Aditya mulai mencium tangan sang istri, ia pun segera melangkah meninggalkan sang istri yang tengah tersenyum kepada nya.
Di dalam mobil aditya terus saja menyentuh bibir nya, ia masih terbayang saat sang istri mencium nya dengan tiba tiba.
" Sangat manis " ucap aditya tersenyum senang.
Sepanjang perjalanan aditya tak henti nya tersenyum, kini hari hari nya begitu berwarna semenjak hadirnya pemilik hati dan jiwa nya.
__ADS_1
Setiap hari adalah hari yang baru bersama istri cantik nya, ia juga tak pernah jemu memandang wajah cantik wanita pilihan nya.
*
Kini mobil yang di tumpangi aditya sudah berada di area depan kantor nya.Ia segera turun dan segera melangkah menuju ruangan pribadi nya.
Sang sekertaris yang melihat kedatangan bos nya mulai menghampiri dengan tersenyum.
" Selamat pagi bos," ucap mario tersenyum.
" Pagi, " ucap aditya datar.
" Ini agenda anda hari ini bos " ucap mario meletakkan nya di atas meja
" Bagaimana keadaan kantor ini selama saya tidak ada ??" ucap aditya menatap mario.
" Semua baik baik saja bos, saya selalu mengirim laporan ke email anda setiap hari nya. " ucap mario menjelaskan.
Aditya merasa terkejut dengan penuturan sekertaris nya, ia sama sekali tidak pernah melihat ponsel nya saat berada di rumah, aditya bahkan tidak tau jika sang sekertaris sudah memberi laporan setiap hari nya.
" Terima kasih Mario, kau boleh pergi, " ucap aditya tersenyum
" Baik bos, jika begitu saya permisi." ucap mario berlalu dari hadapan aditya
*
Di lain tempat di sebuah mansion yang mewah arietta sedang di sibukkan dengan ponsel nya. ia menerima banyak panggilan dan juga pesan dari para sahabat nya.
" Rieta kamu kapan masuk kuliah..
" Kami kangen banget sama kamu ta....
" Kamu ga pernah hubungi kami...
" Kamu baik baik saja kan ?....
Begitulah rentetan pesan dari sahabat nya, ia pun segera membalas satu per satu pesan dari sahabat nya tersebut.
Arietta sangat senang sahabat nya masih sangat perduli dengan nya saat ini, walaupun ia sudah menikah dengan pria yang benar benar mencintai nya.
Arietta jadi teringat dengan masa masa indah bersama para sahabat nya, tertawa bersama dan pergi kemanapun mereka inginkan tanpa ada beban yang tersimpan.
Tetapi ia tidak menyesali nya saat ini, ia sangat bersyukur dengan kehidupan baru nya menjadi seorang istri, memiliki suami yang tampan dan juga sangat mencintai nya.
Ini lah anugerah terbesar dalam hidup nya, walaupun sebelum menikah arietta selalu beruntung dapat di sayangi oleh orang orang terdekat nya.
Ia mencari bi tuti untuk meminta bantuannya, sejak pagi arietta sudah sangat menginginkan makan ini, akan tetapi ia urungkan sebab suami nya pasti akan melarang nya.
Ia tidak ingin suami nya khawatir jika ia memakan makanan yang pedas seperti yang saat ini ia inginkan.
" Bibi, " ucap arietta sedikit berteriak.
" Iya sayang, " ucap sang bibi menghampiri.
" Bi,, aku ingin memakan cilok " ucap arietta manja.
" Baiklah sayang, bibi belikan dulu ya " ucap sang bibi tersenyum
" Tetapi jangan bilang mas adit ya bi, " ucap arietta memohon.
" Iya sayang, " ucap bi Tuti terkekeh.
" Terima kasih bi, " ucap arietta memeluk bi Tuti.
Arietta sangat senang keinginan nya bisa terpenuhi, bi Tuti mulai melangkah menuju pintu utama, dan segera pergi membeli cilok pesanan ponakan cantik nya.
*
Di lain tempat, aditya tengah fokus pada laptop dan berkas di hadapan nya, ia memandang layar ponsel nya yang terdapat gambar sang istri, aditya sangat merindukan istri cantik nya saat ini.
Aditya segera menghubungi nomor ponsel sang istri, ia sudah tidak sabar menunggu suara lembut istri cantik nya.
Arietta yang tengah menunggu cilok pesanan nya pun teralihkan dengan ponsel yang bergetar.
Ia melihat jika suami nya tengah menelpon diri nya, arietta begitu bingung untuk mengangkat nya, sebab ia sedang menunggu bi tuti membawa cilok pesanan nya.
" Bagaimana ini??, " batin arietta menggigit bibir bawah nya.
Arietta memutuskan untuk mengangkat nya, ia pun segera berbicara dengan suami nya di seberang telpon.
" Hai sayang ku, " ucap aditya di seberang telpon nya.
" Hai sayang, " ucap arietta manja
__ADS_1
" Kamu lagi ngapain sayang, " ucap aditya tersenyum.
" Hm..aku lagi ingin makan, " ucap arietta berbohong.
" Kamu makan yang banyak ya sayang, " ucap aditya perhatian.
Mereka pun berbincang cukup lama dan saling melepas rindu, saat yang sama bi tuti telah kembali dengan membawa cilok pesanan nya.
" Rieta, ini cilok nya nak, " ucap bi Tuti menghampiri arietta.
Arietta yang mendengar bi tuti berbicara tentu sangat terkejut, ia memejamkan mata nya sesaat untuk meredakan ketakutannya.
Arietta mulai tidak merasa tidak tenang , ia menduga jika suami nya telah mendengar perkataan bi Tuti.
Bi tuti tidak mengerti jika saat ini ponakan nya sedang berbicara di ponsel dengan suami nya, ia pun segera meninggalkan arietta untuk mengambil tempat makan nya.
" Kamu memakan cilok sayang,??" ucap aditya di seberang telpon nya
" Hm..aku sangat menginginkan nya, " ucap arietta manja.
" Bukan kah itu sangat pedas ? " ucap aditya datar.
" Hanya sedikit, " ucap arietta manja.
Aditya sedikit terkekeh dengan perkataan istri nya, ia selalu saja kalah dengan semua permintaan istri cantik nya ini.
Aditya mengijinkan sang istri untuk memakan cilok tersebut, walaupun aditya juga tidak mengerti makan seperti apa yang istri nya inginkan saat ini.
Kini kedua nya sudah memutuskan sambungan telpon nya, arietta sudah tak sabar menikmati cilok yang pedas dan terlihat lezat ini.
Kini aditya mulai melanjutkan pekerjaan nya, akan tetapi ia merasa tidak tenang dengan keadaan istri cantik nya.
Ia pun segera melangkah meninggalkan ruangan nya, dan mengirim pesan kepada sang sekertaris untuk melanjutkan pekerjaan nya.
Mario tentu saja sangat kesal dengan bos nya yang semena mena pada nya, semenjak bos dingin nya ini menikah' ia merasa jika bos dingin nya ini sudah sangat bucin dengan istri nya.
*
Kini mobil yang aditya tumpangi telah tiba di area mansion nya, ia segera turun dan mencari keberadaan sang istri.
Ia melihat sang istri tengah berada di meja makan bersama bi tuti, mereka tengah asik berbincang dan tertawa dengan bahagia.
Aditya segera menghampiri sang istri yang saat ini tengah memakan makanan yang berbentuk bulat tersebut.
Arietta sangat terkejut dengan kehadiran suami nya ,ia tidak menyangka jika suaminya pulang secepat ini.
" Kau sudah kembali " ucap arietta menatap aditya.
" Aku khawatir pada mu," ucap aditya tersenyum.
Bi tuti segera melangkah meninggalkan suami istri tersebut, ia mengerti dengan perasaan tuan nya yang tidak ingin terjadi sesuatu dengan istri dan calon buah hati nya.
Arietta tersenyum dengan sikap suami nya, ia pun mulai menghampiri dan bersikap manja kepada aditya.
" Kau selalu menghawatirkan mu,," ucap aditya membelai pipi arietta.
" Aku baik baik saja suami ku, " ucap arietta tersenyum.
" Apa kau tidak merasakan sakit ??, " ucap aditya menatap makanan yang ada di hadapan sang istri.
" Tidak sayang, " ucap arietta manja.
" Tetapi itu terlihat sangat pedas ??" ucap aditya menunjuk makanan bulat tersebut.
" Aku hanya memakan nya sedikit saja, " ucap arietta menatap sang suami.
" Benarkah ??" ucap aditya meyakinkan.
" Iya sayang, " ucap arietta terkekeh.
Arietta tidak mengerti dengan sikap suaminya ini, suami nya begitu khawatir terhadap diri nya, ia sering terlihat kesal dengan aditya yang selalu saja protes jika ia meminta makanan yang menurut nya aneh.
Arietta mulai memberi makana bulat itu kepada suami nya, ia ingin aditya mengerti jika ini bukan makanan yang buruk untuk di makan.
" Apakah rasa nya sangat buruk??" ucap arietta penasaran.
" Hmm....ini sangat enak" ucap aditya mengunyah nya dengan perlahan.
" Apa tidak pedas ?" ucap arietta menatap suami nya.
" Sedikit pedas , tetapi ini sangat enak" ucap aditya tersenyum.
Arietta tentu sangat terkejut dengan sikap suami nya ini, ia tidak menyangka jika pria yang dulu nya dingin dan berkuasa bisa berubah menjadi sangat sederhana ini.
__ADS_1
Cinta kedua nya sudah sangat sempurna, cinta mereka dapat merubah segala sifat yang salah dalam diri pasangan nya.
Kini aditya ingin wanita pilihan nya tetap berada di hati nya, agar mereka bisa menua bersama selama nya.