
Setelah penyatuan cinta di siang hari ini, kini kedua nya tengah menikmati makan siang bersama, aditya sangat senang saat sang istri membawakan makan siang untuk nya.
" Ini sangat enak," ucap aditya menikmati makanannya.
" Benarkah,??" ucap arietta tersenyum.
" Apa istri cantik ku yang memasak nya ??" ucap aditya menatap arietta.
" Tentu saja, " ucap arietta tersenyum.
Aditya sangat bangga terhadap istri nya, selain cantik' istri nya ini sangat pintar memasak untuk nya.
Setelah menghabiskan semua makanannya kini aditya mulai melanjutkan pekerjaan nya yang sempat tertunda dengan aksi panas kedua nya.
Arietta membersihkan dan mulai merapikan sisa makanan dari suami nya, setelah selesai ia pun berlalu ke kamar mandi untuk membersihkan tangan nya.
*
Kini aditya masih terlihat sibuk dengan berkas di hadapan nya, ia harus segera menyelesaikan nya untuk bisa segera pulang bersama sang istri.
Saat tengah asyik mengecek satu persatu berkas yang ada di tangan nya, ia mendengar seseorang tengah mengetuk pintu ruangan nya.
" Tok..tok..tok...
" Masuk.." ucap aditya datar.
Seorang wanita dengan pakaian kurang bahan tengah berjalan menghampiri nya, wanita ini adalah karyawan yang sejak dulu menyukai aditya bos nya sendiri.
" Permisi pak, saya ingin meminta tanda tangan anda" ucap wanita tersebut dengan gaya menggoda.
Aditya menatap wanita ini dengan perasaan marah, ini sudah kesekian kali wanita ini mencoba merayu nya.
wanita ini kerap kali menggoda diri nya dengan tatapan dan senyuman yang membuat nya bergidik ngeri.
Sang sekertaris sudah sering memperingatkan nya agar memecat wanita gila yang ada di hadapan nya saat ini. akan tetapi ia tidak ingin melakukan nya sebab kinerja wanita ini juga sangat baik di perusahaan milik nya.
Wanita tersebut mulai menatap penuh damba ke arah aditya, ia tidak menyadari jika arietta terus memperhatikan nya dengan perasaan kesal.
Arietta terlihat mengepalkan tangan nya, ia tidak ingin suami nya di goda oleh perempuan seperti ini.
" Tidak bisa di biarkan, " ucap arietta mengepalkan tangan nya.
Arietta segera melangkah menghampiri sang suami , ia merasa sangat cemburu saat ini.
Arietta menghampiri suami nya dan duduk di pangkuan aditya secara tiba tiba, ia mengalungkan tangan putih nya di leher aditya dan mulai menggoda nya.
Aditya yang melihat sikap lucu istri nya tentu saja terkekeh, ia mengerti jika saat ini istri cantik nya sedang cemburu dengan wanita gila di depan nya .
" Sayang, bukan kah kita ingin pulang saat ini " ucap arietta manja dan melirik sekilas wanita dengan pakaian kurang bahan tersebut.
" Kau ingin mengulangi nya lagi di rumah sayang??" ucap aditya mengedipkan sebelah mata nya.
" Tentu sayang " ucap arietta menyentuh leher putih suami nya dengan jari lentik nya.
Aditya merasa jika istri nya ini sangat posesif sekali, ia justru sangat senang jika sang istri sangat cemburu pada diri nya seperti ini.
__ADS_1
Sementara wanita yang berdiri di hadapan mereka segera melangkah keluar dengan menghentakkan kaki nya, ia mengambil berkas yang sudah di tanda tangani oleh aditya dengan kasar.
Arietta yang melihat wanita tersebut sedang kesal tentu saja sangat senang.
" Ingin sekali aku mencakar wajah nya " ucap arietta kesal.
" Kau sangat pintar menggoda ku " ucap aditya mencium tekuk leher sang istri.
" Aku tidak ingin melihat nya lagi di kantor ini " ucap arietta kesal.
" Mario akan mengurus nya!!" ucap aditya setengah berbisik.
"Benarkah " ucap arietta senang
" Aku ingin mengunjungi nya lagi " ucap aditya mencium perut rata sang istri.
" Dasar mesum " ucap arietta terkekeh.
Aditya sudah tidak dapat melanjutkan pekerjaan saat ini, istri cantik nya selalu saja dapat merusak segala pikiran dan juga hati nya.
" Kau bisa melanjutkan pekerjaan mu " ucap arietta mulai bangun dari pangkuan aditya.
" Aku tidak dapat melanjutkan nya lagi " ucap aditya menarik kembali pinggang ramping sang istri.
" Mengapa ?? " tanya arietta bingung.
" Kau sudah merusak konsentrasi ku dengan sikap lucu mu ini " ucap aditya mencium tangan sang istri lembut.
Arietta sangat tersipu dengan kata kata suami nya, ia juga tidak menyadari sikap nya yang sudah membuat sang suami menjadi bergairah kembali.
" Kau sudah mengunjungi buah hati kita hari ini " ucap arietta tersenyum.
"Baiklah, aku mengalah saat ini " ucap aditya mencium bibir manis sang istri.
Aditya tidak dapat mengulang kembali penyatuan cinta nya kepada sang istri, ia selalu lemah jika menyangkut buah hati nya saat ini.
" Aku ingin pulang saat ini " ucap arietta manja.
" Baiklah sayang ku " ucap aditya tersenyum.
Kini kedua nya memutuskan untuk kembali pulang, arietta merasa sedikit lelah setelah seharian menemani suami nya.
Setelah menutup laptop nya, aditya meraih jas nya dan mulai memeluk pinggang posesif sang istri untuk segera meninggalkan ruangan nya.
Aditya meraih kotak makan yang ada di tangan istri nya, ia tidak ingin sang istri merasa lelah jika harus membawa kotak makan tersebut.
Arietta tentu saja sangat senang dengan sikap suami tampan nya ini. ia pun mulai berjalan dengan sang suami yang terus memeluk nya.
Kini kedua nya telah berada di dalam mobil yang melaju, kencang, arietta terus saja berbicara tentang wanita dengan pakaian kurang bahan tersebut dengan sedikit kesal.
Aditya sangat terkekeh dengan segala celotehan sang istri yang menganggap jika karyawan nya itu ingin merebut diri nya.
Iya tidak ingin mengatakan kepada istri nya jika wanita itu sudah lama menyukai nya.
" Apa aku akan berpaling dari istri cantik ku demi wanita seperti itu ??" ucap aditya meraih dagu sang istri.
__ADS_1
" Aku tidak akan membiarkan nya " ucap arietta mengepalkan tangannya.
" Aku sangat mencintai mu lebih dari diri ku " ucap aditya menatap sang istri.
" Aku percaya pada mu " ucap arietta memeluk suami nya.
Mereka sangat menikmati setiap detik bersama, cinta kedua nya sangat kuat untuk bisa di hancurkan oleh apapun juga.
Aditya meminta sang supir untuk memberhentikan mobil nya tepat di depan sebuah toko bunga.
Arietta yang tengah bersandar di dada bidang aditya menatap sang suami bingung.
" Apa kau ingin membeli sesuatu ??" tanya arietta menatap suaminya.
" Aku ingin memberi sesuatu untuk istri manja ku ini " ucap aditya menoel hidung mancung sang istri.
Arietta tersenyum bahagia dengan sikap manis suami nya, mereka segera turun dan mulai melangkah ke arah toko bunga tersebut.
Aditya memeluk pinggang ramping istri nya dengan erat, dan mulai memasuki toko bunga yang terlihat indah tersebut.
Di dalam toko bunga tersebut banyak beraneka ragam bunga warna warni yang sangat indah dan harum.
Arietta tentu saja sangat menyukai tempat ini, ia pun mulai mengingat kembali pertemuan pertama nya dengan sang suami.
Aditya yang melihat sang istri tersenyum ia begitu senang, ia sangat mengerti jika saat ini sang istri sangat menginginkan nya.
" Kau menyukai bunga ini? " tanya Aditya menunjuk mawar mewah di hadapan nya.
Arietta hanya mengangguk dan tersenyum, aditya mulai gemas dengan sikap istri nya yang seperti ini.
Kini Aditya sudah memesan bunga mawar kesukaan sang istri, setelah membayar nya' ia pun menghampiri sang istri yang tengah melihat bunga bunga di toko ini.
" Kau sangat menyukai tempat ini ??" tanya aditya menatap sang istri.
" Tentu " ucap arietta tersenyum.
Aditya memberikan bunga mawar merah tersebut kepada wanita yang kini sudah menghiasi hidup nya, arietta menerima nya dengan perasaan sangat senang dan juga bahagia.
"Ini sangat indah " ucap arietta mencium bunga mawar indah di tangan nya.
" Kau selalu menyukai nya hingga saat ini " ucap aditya tersenyum.
" Kau masih mengingat nya ??" ucap arietta menatap aditya.
" Aku tidak akan melupakan pertemuan pertama ku dengan mu " ucap aditya meraih pinggang sang istri.
Arietta tersipu dengan perkataan suami nya , ternyata sang suami juga selalu mengingat awal pertemuan mereka yang tak terduga.
Awal di mana ia menaruh hati pada sang suami yang kala itu terlihat sangat tampan.
Begitu pun dengan aditya' ia masih sangat mengingat awal pertemuan pertama nya dengan gadis cantik yang sangat mempesona dan dapat mencuri hati nya kala itu.
Pertemuan pertama membuat kedua nya menaruh hati satu sama lain, kedua nya sudah memiliki rasa saat pertama kali bertatap mata.
Awal yang indah akan menghasilkan akhir yang baik pula, kini mereka akan hidup dengan sejuta cinta dan kasih sayang yang tiada akhir.
__ADS_1