Gadis Pemilik Hati

Gadis Pemilik Hati
Tak sabar menunggu


__ADS_3

Kini tak terasa usia kandungan arietta sudah memasuki bulan ke enam, perut yang semula rata kini sudah mulai tampak membesar.


Arietta memperhatikan penampilan nya di depan cermin, ia melihat jika dirinya terlihat lucu dengan perut yang sudah mulai membesar dari pantulan cermin.


Aditya yang memperhatikan istri nya terlihat sedikit terkekeh, ia pun segera menghampiri sang istri dan memeluk nya dari belakang.


" Kau sangat lucu, " ucap Aditya mencium punggung putih milik istri nya.


" Apakah aku terlihat sangat gemuk ??" tanya arietta cemberut.


" Aku tidak mengatakan itu," ucap aditya mencium punggung sang istri.


Aditya membalikkan tubuh sang istri agar menghadap nya, ia membelai pipi sang istri dengan sangat lembut. arietta tentu saja sangat bahagia selalu di sayang oleh suami tampan nya.


" Cintaku takkan berubah, walaupun kau terlihat gemuk " ucap aditya mendekatkan wajah nya.


Arietta tersenyum dengan kata kata manis dari suami nya, ia pun mulai mengalungkan tangan putih nya di leher sang suami.


Aditya mulai ******* bibir manis sang istri, ia mulai menyesap nya dengan sangat lembut.


Arietta terbuai oleh sentuhan sang suami yang sangat memabukkan, walaupun sudah sering melakukan nya akan tetapi rasa ini masih tetap sama saat pertama mereka melakukan nya.


Setelah merasa sudah kehabisan oksigen, aditya menyudahi aksi ciuman nya, aditya menyatukan hidung kedua nya dan saling menikmati sentuhan cinta di hati nya.


Saat ini aditya sedang menahan hasrat nya kepada sang istri, ia tidak ingin melakukan nya' karena mereka akan pergi untuk memeriksa kandungan sang istri.


Setelah bersiap kini kedua nya segera melangkah menuruni tangga dengan sangat perlahan, arietta memegang perut nya yang sudah membesar saat berjalan.


Akhir akhir ini ia sering merasa lelah walupun tidak melakukan apa pun, ia akan membicarakan dengan dokter aisyah setelah tiba di klinik nya.


Saat ini mereka sedang sarapan bersama, arietta sangat menikmati makanan di depan nya saat ini, aditya yang melihat istri nya sangat fokus segera menggodanya.


" Kau terlihat sangat berselera " ucap aditya menatap sang istri.


" Ini sangat enak, " ucap arietta mengunyah perlahan.


" Kau sangat lucu, " ucap aditya terkekeh. by


Arietta hanya tersenyum tanpa menoleh ke arah suami nya, ia sangat menikmati makanan yang sangat enak menurut nya.


Aditya sesekali melirik sang istri yang sedang mengunyah makanan nya, ia pun memberikan segelas air putih untuk sang istri agar sang istri tidak tersedak makanan.


Arietta menerimanya dengan senang hati dan mulai meneguk nya dengan perlahan.


Saat ini arietta sudah tidak dapat melanjutkan sarapan nya, aditya yang melihat istri nya menyudahi sarapan nya mulai bertanya.


." Apa kau sudah kenyang,??" tanya aditya menatap sang istri.


" Aku sudah terlalu kenyang saat ini, " ucap arietta tersenyum.


" Kau tadi sangat menikmati nya,??" ucap aditya tersenyum


" Kau mulai menggodaku,," ucap arietta cemberut.


Aditya terkekeh dengan perkataan sang istri, ia sangat senang menggoda sang istri yang semakin cantik setiap hari nya.


Kini mereka sudah selesai dengan sarapan pagi nya, arietta berpamitan kepada sang bibi dan mulai melangkah menuju mobil yang terparkir di depan mansion nya.


Aditya segera membantu sang istri untuk masuk ke dalam mobil nya , saat ini arietta sudah terlihat sedikit susah untuk bergerak dengan perut yang semakin membesar.

__ADS_1


Saat ini kedua nya sudah berada di dalam mobil nya yang melaju secara perlahan. mereka menuju klinik dokter aisyah yang pernah mereka kunjungi sebelum nya.


" Aku sudah tidak sabar ingin melihat buah hati kita, " ucap aditya mencium perut sang istri.


" Aku juga," ucap arietta membelai rambut hitam suami nya.


Mereka sangat tidak sabar melihat perkembangan sang buah hati tercinta nya, aditya berkali kali mencium pucuk kepala sang istri dengan lembut.


Setelah lebih dari tiga puluh menit, kini mobil yang mereka tumpangi sudah tiba di area klinik tersebut.


Arietta perlahan turun dengan perlahan. aditya mulai membantu dan segera memeluk pinggang erat sang istri yang sedikit berisi.


Mereka pun melangkah menuju ruangan dokter aisyah yang sudah membuat janji terlebih dulu.


Flashback


" *Selamat pagi dok,," ucap aditya di seberang telponnya.


" Selamat pagi tuan, ada yang bisa saya bantu,,??" tanya dokter Aisyah di seberang telponnya*.


"Dok, hari ini saya berencana memeriksa kembali kandungan istri saya, " ucap aditya di seberang telpon nya.


" Baik, saya akan menunggu kedatangan tuan dan nyonya, " ucap sang dokter ramah.


Begitulah percakapan aditya dengan sang dokter yang ia lakukan saat sebelum berangkat menuju klinik ini.


Kini kedua nya sudah tiba di depan pintu ruangan dokter yang menangani arietta, seorang perawat terlihat menghampiri kedua nya dan segera mempersilahkan masuk.


" Silahkan masuk tuan dan nyonya," ucap perawat tersebut membuka kan pintu.


" Terima kasih, " ucap arietta tersenyum.


Kini aditya dan arietta sudah memasuki ruangan yang bernuansa putih tersebut, mereka pun segera duduk dan mulai berbincang dengan sang dokter.


" Saya sering merasa lelah dok, dan sering menginginkan hal yang aneh " ucap arietta menatap sang dokter.


Dokter tersebut hanya tersenyum mendengar keluhan dari wanita cantik di hadapan nya, begitu juga dengan aditya, ia sedikit terkekeh dengan perkataan sang istri yang terang terangan.


Ia masih mengingat betul bagaimana sang istri selalu merengek untuk di belikan ini dan itu saat ia menginginkannya.


Dokter tersebut menjelaskan kepada kedua nya. hal tersebut sangat wajar sekali. hampir setiap wanita yang tengah mengandung juga merasakan hal yang arietta alami.


kedua nya mengangguk dan sangat mengerti dengan penjelasan sang dokter.


Dokter aisyah pun mempersilahkan arietta berbaring di atas berangkar dan mulai memeriksa kandungan arietta.


Kini arietta tengah terbaring di atas berangkar pasien dengan di bantu sang suami, arietta tentu saja sangat bahagia suami tampan nya ini selalu memperhatikannya lebih.


Dokter tersebut mulai memeriksa tekanan darah arietta dan juga memeriksa detak jantung sang bayi sebelum melakukan USG terhadap calon buah hati mereka.


Dokter aisyah mulai menempelkan gel di bagian perut arietta dan mulai menggerakkan alat untuk melihat perkembangan bayi yang ada di kandungan nya.


Saat yang sama kedua nya memperhatikan layar monitor yang terpampang jelas, mereka dapat melihat buah hati yang masih kecil dan belum terbentuk sempurna.


Dokter aisyah menjelaskan kepada kedua nya tentang perkembangan bayi nya, mulai dari denyut jantung dan bagian lainya.


Aditya mencium kening sang istri cukup lama, ia sangat terharu dengan apa yang ia lihat saat ini.


" Lihat lah bayi kita sayang, " ucap aditya mencium tangan sang istri

__ADS_1


" Aku sangat bahagia bisa melihat nya," ucap arietta tersenyum.


" Apa jenis kelamin bayi kami dok,? ucap aditya penasaran.


" Laki laki tuan, "ucap sang dokter tersenyum.


"Benarkah,??" tanya aditya tak percaya.


" Saya sangat yakin tuan, " ucap dokter aisyah tersenyum menatap kedua nya.


Mereka merasakan hal yang paling bahagia tiada tara, buah hati mereka tumbuh dengan sangat baik di perut sang istri tercinta nya.


Setelah selesai memeriksa semua nya, sang dokter mempersilahkan kedua nya untuk duduk kembali.


Arietta segera turun dengan di bantu suaminya , aditya memeluk sang istri dan mulai membantu nya untuk segera turun.


Kini dokter aisyah mulai menuliskan sesuatu di atas kertas dan memberikannya kepada perawat di samping nya. perawat tersebut menerima dan segera melangkah meninggalkan ruangan tersebut.


Dokter Aisyah mulai menatap kedua nya dan menjelaskan tentang hasil yang ia dapat kan.


" Perkembangan bayi nyonya sangat baik, dan berat badannya sudah melebihi batas normal, " ucap sang dokter menjelaskan.


" Apa ada yang perlu di khawatirkan dok,??" tanya arietta menatap sang dokter.


" Tidak ada nyonya, semua sangat baik, " ucap sang dokter tersenyum.


" Ini hasil USG bayi tuan dan nyonya, " ucap sang dokter menyerahkan dua buah kertas berwarna hitam tersebut.


" Terima kasih dok," ucap arietta tersenyum.


Arietta dan juga aditya tersenyum melihat hasil yang ada di kertas tersebut, mereka sangat bahagia bisa melihat nya walaupun hanya dari sebuah kertas saja.


Dokter tersebut juga menyarankan jika arietta harus mengkonsumsi banyak air putih, agar kondisi fisik dan bayi nya selalu sehat.


Setelah berbincang cukup lama kini kedua nya mulai pamit, sang dokter memberikan vitamin agar arietta dan bayi nya selalu sehat dan baik.


Setelah mengucapkan kan banyak terima kasih, kini kedua melangkah meninggalkan ruangan tersebut dengan hati yang sangat bahagia.


"Aku tidak sabar menunggu kehadirannya di dunia ini, " ucap aditya mencium pucuk kepala sang istri.


Arietta tersenyum dengan perkataan suami nya, ia juga sudah tidak sabar menjadi seorang ibu dari anak yang ia nantikan.


Kini kedua nya sedang berada di dalam mobil nya, aditya terlihat mengelus perut besar sang istri dan mulai berbicara dengan bayi nya.


" Papa sudah tak sabar ingin melihat mu, " ucap ditya mencium perut sang istri.


" Iya pa,," ucap arietta terkekeh.


" Apakah bayi kita akan setampan papa nya ini, " tanya aditya tersenyum.


" Tentu, kamu adalah papa nya ," ucap arietta membelai pipi sang suami.


Aditya menatap sang istri yang tengah membelai wajah nya, ia pun mulai mencium tangan sang istri dan mulai memeluk nya dengan erat.


"Aku sangat beruntung memiliki kalian berdua, " ucap aditya


" Aku juga beruntung memiliki mu suami ku," ucap arietta manja.


Aditya memeluk sang istri erat, ia mencurahkan kasih sayang nya untuk sang istri dan buah hati mereka. kini tiada lagi yang ia butuhkan di dunia ini, ia sudah memiliki semua nya saat ini juga.

__ADS_1


Cinta terasa begitu indah dengan hadir nya buah hati sebagai pelengkap rumah tangga nya.


Mereka sudah tidak sabar melihat malaikat kecil hadir di antara rumah tangga yang penuh cinta dan kasih sayang.


__ADS_2