
Pagi ini semua sudah berkumpul di meja makan, hari ini papa Frans meminta semua keluarga nya untuk berkumpul di sini.
Arietta terlihat bingung dengan apa yang ingin papa mertuanya sampaikan, ia menatap aditya yang kini juga menatap nya.
" Ada yang ingin kau sampaikan,,?" ucap aditya setengah berbisik.
" Hm..tidak ada suami ku,," ucap arietta berbohong.
" Aku mencintai mu, sungguh mencintaimu,," ucap aditya tersenyum.
" Ini bukan saat yang tepat mengatakan hal itu,,";ucap arietta menatap suaminya.
Aditya sedikit terkekeh dengan perkataan sang istri, ia pun segera memeluk pinggang istri nya yang terlihat cantik.
Papa Frans menatap putra dan menantu nya bergantian, ia pun tersenyum dengan keharmonisan rumah tangga putra nya,
Setelah lebih dari tiga puluh menit mereka sudah selesai menyantap sarapan pagi nya, semua sangat bahagia melihat moment yang sangat jarang terjadi di keluarga besar ini.
Arietta terlihat sibuk membantu putra nya untuk menghabiskan makanan nya, aditya yang melihat hal itu mulai mengambil alih makanan yang ada di tangan sang istri.
Aditya segera menyuapkan makanan untuk putra nya, ia merasa gemas dengan cara makan putra nya yang terlihat berantakan.
Papa Frans merasa sangat bahagia bisa bersama putra, menantu dan cucu tercinta nya, ia tidak ingin melewat kan moment ini walau hanya sedetik saja.
Mereka bercanda dengan rasa bahagia ,sesekali aditya menggoda sang istri yang mulai tersipu.
Saat tengah asyik berbincang, suara bel mengalihkan pandangan mereka. arietta segera melangkah dan mulai membuka pintu tersebut.
Ia mulai menatap pasangan suami istri dan seorang pemuda yang tengah berdiri di depan pintu rumah ini, ia mulai menyapa dan tersenyum ke arah ketiga nya.
" Apa Kaka Frans ada,,?" ucap seorang wanita tersenyum.
" Ada, silahkan masuk,," ucap arietta tersenyum.
Arietta mulai mempersilahkan ketiga nya untuk masuk, kedua nya mulai melangkah masuk dengan tersenyum bahagia, akan tetapi pemuda yang yang ada di hadapannya enggan untuk beranjak dari tempat nya.
Arietta terlihat bingung menatap pemuda ini, ia pun segera mengatakannya kembali.
" Apa kau tidak ingin masuk,,??" ucap arietta bingung.
" Kau sangat cantik,," ucap pemuda tersebut.
Arietta terlihat bingung dengan perkataan pemuda ini, ia pun segera meninggalkan pemuda itu begitu saja.
Semua sangat terkejut dengan kedatangan adik dari papa Frans tersebut, mereka saling berpelukan dengan sangat erat dan saling bercanda.
" Kok ga ngabarin sih mau berkunjung kesini,,"ucap mama Niken memeluk adik ipar nya.
" Kami tidak merencanakannya, kami mendengar Kaka Frans sakit jadi kami ingin menjenguk nya,,"ucap adik dari papa Frans.
Mama Niken mulai mempersilahkan ketiga nya untuk duduk, aditya mulai memeluk pemuda yang tak lain adalah sepupu nya.
" Kau semakin tampan saja Dev,," ucap aditya tersenyum.
" Kau juga,," ucap Devan tersenyum.
Aditya mulai memperkenalkan arietta kepada semua nya, Devan tentu sangat terkejut saat mengetahui gadis cantik ini ternyata istri dari sepupunya.
" Ternyata gadis cantik ini istri dari Adit,," batin Devan sedih.
" Ternyata cinta sesakit ini,," batin Devan menunduk.
Paman dan bibi aditya tentu sangat bahagia melihat arietta, mereka selalu memuji kecantikan yang arietta miliki.
Paman dan bibi aditya mulai menatap bayi mungil yang tengah duduk manis, ia pun mulai meraih Nayaka yang ada di kursi makan nya.
Kedua nya mulai menggendong dan mencium pipi gembul Nayaka, mereka sangat bahagia melihat seorang bayi telah hadir di antara keluarga besar nya.
Devan terus saja menatap arietta dengan intens, ia merasa jika hati nya saat ini tengah merasakan sakit yang luar biasa.
__ADS_1
Sepupu dari aditya ini, sifat nya tidak terlalu jauh dengan aditya, ia juga sangat sulit untuk dekat dengan wanita dan sangat sulit untuk jatuh cinta.
Tetapi, setelah bertemu dengan arietta ia mulai memiliki rasa itu, ia jatuh hati saat pertama melihat arietta, cara bicara yang lemah lembut membuat diri nya mabuk kepayang saat melihat nya.
Arietta mulai terlihat tidak nyaman saat Devan selalu menatap nya, ia pun mulai melangkah menuju dapur untuk membantu bibi membuat teh.
Arietta mulai membantu bi marni yang sedang menyiapkan makanan kecil untuk keluarga dari mertua nya, saat tengah asyik berbincang arietta di kejutkan dengan kedatangan Devan di samping nya.
Arietta tidak memperdulikan pemuda ini, ia pun segera melangkah mengambil beberapa biskuit dan meletakkannya di piring.
Devan yang melihat arietta mulai tersenyum, ia tau jika perasaannya saat ini sangat lah salah, akan tetapi ia tidak bisa menahan perasaan yang datang dengan tiba tiba ke dalam hati nya
"Aku ingin meminum teh,," ucap Devan beralasan.
" Sebentar, aku akan membuat nya,," ucap arietta tersenyum.
Devan pun tersenyum saat arietta mulai menatap nya, kini hati nya tengah berbunga bunga merasakan indah nya cinta yang hinggap di hati nya.
Arietta segera memberikan teh tersebut kepada Devan, akan tetapi Devan tidak ingin beranjak dari tempat nya.
"Apa ada yang ingin kau inginkan,," ucap arietta bingung.
" Hm..aku.." ucap Devan gugup.
Arietta tidak mengerti dengan apa yang dipikirkan pemuda ini, ia pun segera membawa teh tersebut ke ruang tamu di mana semua berada.
Aditya yang melihat kedatangan sang istri mulai khawatir, ia menatap arietta dengan senyuman yang menggoda
" Mereka bisa mendengarnya," ucap arietta menatap suami nya.
Aditya terkekeh dengan sikap sang istri, saat ini ia ingin sekali berduaan dengan istri cantik nya setelah beberapa jam ini kedua nya sibuk dengan keluarga nya
Devan yang melihat kedekatan arietta dan juga Aditya merasa cemburu, ia pun mulai mengepalkan tangannya saat menatap kemesraan kedua nya.
*pov Devan
Aku tidak mengerti dengan diriku, aku begitu tidak menyukai sepupu ku sendiri, dia selalu lebih unggul dari sisi manapun.
Saat sekolah, Aditya selalu saja mendapat peringkat awal sedangkan aku hanya mendapat peringkat di bawah nya.
Aku juga sering merasa kesal saat teman teman ku mulai akrab dengannya, mereka seolah menjauhi ku semenjak hadir nya aditya.
Aku selalu kalah dalam setiap hal, aku selalu terlambat dalam mengejar nya dan selalu kalah dari nya .
__ADS_1
Sudah lebih dari dua puluh tahun, aku tidak bertemu dengan nya, hari ini aku ikut menemani kedua orang tua ku berkunjung di rumah orang tua aditya, aku tidak menyangka jika ia sudah menjadi CEO dan memiliki cabang perusahaan di mana mana .
Aku selalu saja kalah dari nya ,sejak dulu hingga sekarang, aku tidak mengerti dengan takdir hidup ku yang selalu kalah dari nya.
Aku juga sangat terkejut saat mengetahui gadis cantik yang mengetuk pintu hati ku adalah istri dari aditya, aku semakin merasa kesal saat mengetahui hidup nya jauh lebih sempurna dari hidup ku sekarang*.
\*\*
Aditya yang menyadari kedatangan Devan mulai menghampiri, ia pun segera merangkul pundak sepupu nya begitu saja.
" Jangan coba coba mengusik milikku,," ucap aditya meremas kemeja Devan.
" Maaf,," ucap Devan menunduk.
Aditya mulai melepas kembali kemeja Devan dari tangannya, ia pun mulai menatap tajam sepupu nya yang ingin mengambil milik nya.
Devan pun mulai terlihat takut dengan ancaman aditya, ia pun segera duduk di samping kedua orang tua nya begitu saja.
Arietta yang mengetahui hal itu mulai sedikit takut, ia pun segera menghampiri suaminya yang terlihat menahan amarah nya.
" Apa kau baik baik saja,," ucap arietta tersenyum.
" Aku ingin pergi ke kamar kita,," ucap aditya tersenyum .
Arietta tersenyum dengan sikap suaminya, ia pun mulai berpamitan kepada semua orang dan mengambil alih Nayaka dari tangan mertua nya.
"Ma,,seperti nya Nayaka ngantuk,,"ucap arietta santun.
"Benar nak, kamu tidur kan sekarang ya nak,," ucap mama Niken tersenyum.
Mama Niken tersenyum dengan perhatian menantu nya ia pun juga mengetahui jika saat ini cucu nya sudah mulai terlihat mengantuk.
Devan yang memperhatikan nya mulai tersenyum, ia menatap wajah cantik yang selalu ada di pikirannya.
Ia mengerti jika perasaan ini salah untuk nya, tetapi ia hanya berharap jika tuhan bisa memberikan jodoh yang baik dan juga cantik seperti arietta.
__ADS_1