Gadis Pemilik Hati

Gadis Pemilik Hati
Aditya cemas


__ADS_3

Pagi ini putra kedua nya tidak seperti biasa, hari ini Nayaka terlihat menangis seperti merasakan sakit di dalam tubuh nya. arietta mencoba menenangkan nya akan tetapi putra nya tidak kunjung diam.


Arietta mulai menyentuh kening putra nya yang terlihat sedikit panas, ia pun mulai menenangkannya dan mengompres kening putra nya.


Aditya yang sedang bersiap ke kantor nya mulai terlihat cemas saat putra tampannya terus saja menangis. ia pun segera menghampiri sang istri yang tengah menggendong buah hati nya.


" Ada apa,,??" tanya Aditya mematap sang istri.


" Seperti nya Nayaka sedang sakit,," ucap arietta menenangkan putra nya.


Aditya mulai menelpon dokter yang biasa menangani kesehatan keluarga nya, ia tidak ingin putra nya menangis dengan terlalu lama.


" Dok segera kerumah saya sekarang,," ucap aditya di seberang telponnya.


Aditya mulai memberitahukan kepada sang dokter tentang keadaan putra nya, saat ini ia sangat khawatir tentang kesehatan buah hati nya. Aditya mulai menutup panggilan telponnya dan segera mengambil alih putra nya dari sang istri dan mulai mengendong nya.


" Anak papa, jangan menangis lagi ya,," ucap aditya tersenyum.


Aditya menatap putra nya yang kini sudah sedikit terdiam, ia pun mulai melirik sang istri yang tengah tersenyum.


" Dia sangat nyaman saat bersama mu ," ucap arietta tersenyum.


" Dia sangat lucu,," ucap aditya mencium pipi gembul putra nya.


Arietta terkekeh dengan sikap suaminya, ia pun mulai merapikan tempat tidur yang terlihat berantakan. aditya segera membaringkan tubuh putra nya yang kini sedang terlelap, akan tetapi putra nya tidak ingin lepas dari dekapan papa nya.


Arietta terlihat terkekeh dengan sikap putra nya, ia pun segera menghampiri suami nya yang tengah tersenyum.


" Kau akan terlambat,,??" ucap ariett menatap suami nya.


" Aku tidak akan bekerja jika kau meminta nya,," ucap aditya tersenyum.


Arietta tersenyum dengan perkataan suami nya ,ia sangat mengerti jika saat ini suami nya tengah mengkhawatirkan kesehatan putra nya.

__ADS_1


Arietta mulai mencium pipi putra nya dengan penuh kasih sayang, ia pun mulai tersenyum menatap wajah tampan yang kini bersikap manja kepada papa nya.


Aditya tersenyum dengan sikap sang istri, ia pun mulai mencium bibir merah yang membuat nya tergoda.


Arietta membalas ciuman suami nya dengan lembut, kedua nya larut akan kemesraan yang tiada akhir seperti biasa nya. setelah beberapa menit kedua nya mulai menyudahi aksi ciuman nya, kedua nya mulai tersenyum menatap satu sama lain.


" Aku mencintaimu,," ucap aditya tersenyum.


"Kau sangat manis suamiku,," ucap arietta menarik hidung mancung suaminya.


Arietta mulai memeluk kedua nya, ia mulai menyandarkan kepala nya di bahu suami nya, Aditya sedikit merasakan sakit di area lengannya, sebab putra nya sudah terlalu lama berada di gendongannya.


" Aku sedikit pegal,," ucap aditya menatap sang istri.


Arietta mulai tersenyum menatap suami nya, ia pun mulai mengambil alih putra nya dan membaringkan nya di atas ranjang nya.


Suara ketukan pintu mengalihkan pandangan kedua nya, arietta segera melangkah untuk membuka pintu tersebut. seorang dokter tengah berdiri dengan peralatan medis di tangannya, arietta segera mempersilahkan dokter wanita itu untuk masuk dan memeriksa putra nya.


Dokter Rani mulai menghampiri putra dari Aditya tersebut, ia pun mulai memeriksa keadaan bayi yang tengah tertidur pulas.


Aditya yang tengah cemas mulai menanyakan keadaan putra nya, ia pun mulai menatap dokter yang sudah lama bekerja untuk nya.


" Bagaimana keadaan putra saya dok,,??" tanya Aditya cemas.


" Putra tuan baik baik saja, dia hanya sedikit demam,," ucap dokter tersebut meyakinkan.


" Tetapi putra saya terus saja menangis,," ucap arietta menatap sang dokter.


" Itu biasa nyonya, karena ia tidak merasa nyaman dengan suhu tubuh nya.,," ucap dokter menjelaskan.


Aditya dan juga arietta mulai merasa lega saat mendengar penjelasan sang dokter, keduannya segera menghampiri putra nya yang tengah terlelap begitu saja.


Setelah memberikan obat untuk Nayaka, dokter tersebut mulai berpamitan dengan kedua nya, Aditya segera melangkah menuju pintu untuk mengantarkan dokter Rani pulang.

__ADS_1


Arietta mulai memberikan obat tersebut kepada putra nya, ia sangat bahagia melihat putra nya yang sangat gampang meminum obat dari nya.


Setelah meminum obat nya, kini putra nya sudah kembali terlelap, arietta mulai menemani putra nya dan berbaring di samping nya.


Aditya yang sudah kembali mulai tersenyum saat melihat sang istri yang kini terlelap di samping putra nya, Aditya mulai membelai rambut yang menutupi wajah cantik sang istri dan membelai pipi sang istri dengan lembut.


" Eugghh.....


Aditya mulai terkekeh saat melihat sang istri tengah terusik, ia pun mulai membenarkan posisi tidur sang istri dengan yang lebih nyaman. aditya memperhatikan wajah cantik yang kini terlelap, ia menatap bibir merah yang sangat menggoda nya. tanpa membuang waktu ' Aditya langsung ******* nya lembut dengan penuh kasih sayang.


Arietta yang mendapat sentuhan lembut dari suaminya mulai terusik, aditya yang melihat nya sungguh terkekeh dengan sikap istri cantik nya.


" Kau sangat lucu,," ucap aditya tersenyum.


Aditya mulai berbaring di samping sang istri, ia mulai menatap kembali wajah wanita yang selalu ada di hati nya. arietta mulai bergerak di dalam tidur nya ia pun tanpa sengaja mendekatkan wajah nya dan mulai menyentuh bibir suaminya.


Aditya tersenyum dengan tingkah istri nya yang sedang terlelap di samping nya. ia pun mulai ******* kembali bibir merah yang sangat manis. aditya sedikit terkekeh dengan sikap istri nya yang ketika tidur masih saja melakukan hal hal yang membuat nya gemas.


Aditya mulai mengambil ponsel nya, ia mulai menghubungi sekertaris nya untuk menghandle semua meeting hari ini. ia tidak mungkin meninggalkan putra nya yang sedang sakit bersama sang istri saja. ia juga tidak ingin istri nya lelah karena sudah mengurus putra nya seorang diri.


Kini aditya sedang di sibukkan dengan ponsel nya,Nia pun mulai mengecek email yang dikirim kan oleh sekertaris nya.


Saat tengah fokus dengan ponsel nya, pandangannya teralihkan saat melihat nama yang kini menghubungi nya, ia pun mulai merasa kesal saat mengingat nya.


Aditya tidak merespon panggilan tersebut, ia pun mulai mengabaikan nya begitu saja, akan tetapi seseorang yang tidak ingin ia lihat tetap saja menghubungi nya. aditya dengan terpaksa menerima panggilan tersebut.


" Mau apa kau,,??" tanya Aditya datar.


" Hai..pak Adit, saya kangen banget sama bapak,,!!" ucap wanita tersebut di seberang telponnya.


Aditya segera mematikan sambungan telponnya begitu saja, ia begidik ngeri saat mendengar ucapan dari wanita yang sudah ia pecat beberapa bulan yang lalu.


Aditya menatap wajah sang istri yang masih terlelap, ia pun sedikit terkekeh saat membayangkan jika sang istri tau wanita gila itu sudah menghubungi nya.

__ADS_1


Aditya mulai mencium kening sang istri cukup lama, ia mulai merasakan indah nya cinta di setiap hari hari nya.


__ADS_2