Gadis Pilihan Mommy

Gadis Pilihan Mommy
Hari baru


__ADS_3

"Hoaamm"


Seorang gadis menggeliat dibalik selimutnya itu ,sebenarnya ia enggan bangun tapi pagi ini adalah hari pertamanya masuk kerja. Badanya terasa begitu remuk dan kelelahan setelah kermarin seharian ia mencari pekerjaan.


Lelahnya semakin bertambah dengan drama yang dilakukan ayah tirinya semalam membuatnya tidak bisa tidur dengan nyenyak.


Ramia kemudian turun dari tempat tidur menuju kamar mandi untuk membersihkan diri dan bersiap siap berangkat kerja.


"selamat pagi ibu,nia" sapanya lalu mencium ibunya dan Tania lalu dibalas dengan senyuman manis mereka.


"maafkan ramia bu,mulai hari ini aku tidak bisa membantu ibu lagi" ucapnya sambil memakan sarapannya.


dan di balas anggukan oleh ibunya.


"Kak,biar nia aja yang bantu ibu.setelah pulang sekolah nia akan langsung menyusul ibu"


"Iyah kamu tidak usah khawatir,ayo habiskan sarapannya"


Bu sarah sangat bersyukur mempunyai anak anak yang sangat pengertian padanya,walaupun mereka tidak sedarah tapi kakak dan adik itu selalu saling menyayangi dan melindungi satu sama lain.


Setelah menyelesaikan sarapan Ramia dan Tania segera berangkat dan berpamitan pada ibunya.sebelum berangkat ketoko tempat Ramia bekerja ia mengantar tania terlebih dahulu kesekolahnya menggunakan motor satu satunya yang ia miliki.


Motor peninggalan milik almarhum ayah nya.


Sesampainya disekolah Ramia segera bergegas menuju ketoko bunga.hari pertama ia bekerja dan pertama juga ia keluar kedunia luar.


Selama ini ia selalu mengurung diri dirumah dan sibuk membantu ibunya menjadi buruh cuci dirumah rumah tetangga.tanpa rasa malu sedikitpun ia melakukannya dengan senang hati.


"Pagi Bu indah" sapa Ramia sopan pada pemilik toko bunga tempat ia akan bekerja.


"ayo masuk"


Lalu Mia mengikuti langkah bu indah memasuki toko.


"Wah indah sekali,aku menyukainya " kagum Ramia.


Sedari dulu ia sangat menyukai bunga,apalagi bunga mawar merah.itu menjadi bunga favoritnya dan bahkan ia menanam mawar merah hampir memenuhi halaman rumahnya.


ia mengambil mawar merah lalu mencium wanginya dengan mata terpejam sambil menikmati aromanya.


"Ramia" panggil Bu indah.


"eh ibu maafkan aku" ucapnya lalu berjalan mendekati Bu indah.


"Kenalkan ini Ramia,mulai hari ini dia akan membantumu disini" seru bu indah.


"kenalkan aku Ramia.panggil saja mia" ia menjulurkan tangannya.


"Ifa...senang bertemu denganmu mia" balasnya menyalami Ramia.


"Oke ,aku pergi dulu.kuserahkan toko ini pada kalian berdua,aku akan pergi selama beberapa hari keluar kota" pamit Bu indah.


________

__ADS_1


tak terasa sudah seminggu Ramia bekerja ditoko bunga.ia sangat senang dengan pekerjaannya sekarang,apalagi merawat bunga bunga membuat mood nya semakin bersemangat.


Drama yang diciptakan ayah tirinya dipagi hari membuatnya sedikit terlambat pergi ketoko.


Ayah yang kerjaan nya hanya meminta uang dan jika tidak diberikan ia akan menyiksa ibunya sampai ramia memberikan uang itu.


Ia sudah muak dengan kelakuan ayah tirinya.


ingin rasanya ia pergi dari rumah dan membawa ibu serta adiknya pergi jauh, jauh dari jangkauan ayah tirinya itu namun itu hanya sia dia saja.


Dulu mereka sempat berniat ingin pergi tetapi ayahnya tidak membiarkan Tania ikut bersama mereka dan membiarkan tania tinggal bersamanya .


Dan tidak mungkin Ramia dan ibunya tega meninggalkan Tania dengan pria yang pemabuk dan tidak berguna seperti ayah tirinya itu.bisa bisa tania akan menjadi korban dari perbuatannya.


Tiba ditoko


"tumben ifa belum datang" untung saja ia mempunyai kunci yang diberikan ifa tempo hari.


"Tidak biasanya,kemana dia yah "  gumam Ramia sambil membuka pintu.


hal yang pertama ia lakukan adalah membersihkan lantai,menyapu mengepel lalu merapikan semua bunga bunga yang agak berantakan.


Setelah selesai ia kemudian beristirahat sebentar dan memakan sarapan yang belum ia santap dirumah tadi.


"kemana ifa yah,mana aku belum bertukar nomor dengannya" gumam Ramia sambil menyantap sarapannya.


Belum sempat ia menghabiskan sarapanya,pintu toko berbunyi ada pelanggan yang masuk kedalam tokonya.


Ramia mengangkat kepalanya melihat siapa yang datang,ia buru buru menelan sarapanya dan berdiri menghampiri lelaki berbadan besar berkacamata hitam itu.


"seperti biasa " ucapnya datar.


mendengar suaranya saja Membuat bulu kuduk Ramia merinding.


"maksud bapak" tanya Ramia bingung


"kamu tuli,cepat buatkan" bentaknya keras. membuat ramia ketakutan.


"saya tidak mengerti pak " gugup ramia


"Pak bapakk saya bukan bapak kamu" lalu membuka kaca matanya dengan kasar.


Melihat wajahnya ramia makin ketakutan dan mundur beberapa langkah.ia tidak mengerti.


"Mati aku.ifa cepat datanglah,aku membutuhkanmu" batin Ramia


"sean kenapa lama sekali" ucap pria itu yang tak kalah menakutkannya dari lelaki didepan ramia saat ini.


Ia kemudian duduk dan melipat tanganya santai.


"Aku tidak punya waktu" ucapnya datar.


"Iyah tuan ,maafkan saya" ucapnya sambil membungkukkan badannya.

__ADS_1


Beberapa detik kemudian ifa datang membuat ramia bisa bernapas dengan lega.ia melihat suasana didalam toko itu semakin mencekam tak ada suara apapun didalam toko itu.ifa buru buru masuk dan menyapa dua orang tamu itu.


"Maaf tuan ada yang bisa saya bantu?" Tanya ifa sopan.


"seperti biasa,cepat" perintahnya datar.


"Iyah,akan saya buatkan" ifa langsung menarik tangan ramia untuk membantunya membungkus bunga mawar merah yang mereka pesan.


"Ifa aku tidak mengerti" bisik ramia


"biasanya tuan itu selalu memesan mawar merah sembilan puluh sembilan tangkai saat mereka kemari,makanya aku sudah tau" balas ifa


"harusnya kan si pria robot itu menjelaskannya padaku,aku kan baru disini" bisiknya lagi sambil menghitung bunga mawar merah yang ada ditangannya itu.


"aku tunggu dimobil" kesalnya.


"Baik tuan"


Kemudian si pria robot itu mendekati mereka berdua.


"Kerjaan kalian cuma bergosip saja.bisa saja hari ini aku menutup toko ini" bentak si pria robot itu


sontak saja ramia dan ifa terburu buru menyusun bunga tersebut.


"Ini tuan sudah selesai" ifa menyodorkan bunga tersebut.


Lalu pria itu memberikan beberapa lembar uang dan kemudian pergi meninggalkan toko tanpa ekspresi sedikitpun.


"mereka siapa sih Fa" tanya ramia penasaran.ia belum pernah melihat orang sekaku mereka.


"Kau tidak tau siapa mereka?" tanya ifa balik.


"yah mana aku tau" jawabnya malas.


Ia memberikan pertanyaan bukannya dijawab malah diberi pertanyaan balik.


"Dia adalah Bian Alexander horisson orang terkaya nomor satu se asia pemilik perusahaan terbesar yang bernama BN GROUP.dia sukses mendirikan perusahaannya sendiri di usia yang terbilang masih sangat muda" jelas ifa


"Yang pria robot itu,bukannya dia sudah kelihatan tua"


"Bukan itu mia,si pria robot itu adalah asistenya tuan Bian" sambung ifa lagi.


"Oh" jawabnya singkat.


________


Dirumah ramia.


Keadaan sudah kacau balau,adnan membanting semua barang barang apapun yang ada rumah.


Ibu sarah dan tania hanya bisa pasrah dan mengunci pintu kamar agar adnan tidak bisa menemukan mereka.


"Taniaa,kamu harus ikut ayah". Teriak adnan.ia seperti orang yang kerasukan setan.

__ADS_1


"Ayah tau kamu didalam,buka pintunya" lalu menendang pintu yang hampir saja terbongkar.


"Ibu aku takut" tangis tania


__ADS_2