Gadis Pilihan Mommy

Gadis Pilihan Mommy
... ...


__ADS_3

"apa yang kau lakukan,apa aku mengenalmu?" ucapnya dengan santai.


"nia,ini aku ramia" ia berusaha meyakinkan tania.tidak mungkin ia bisa salah dan tidak mengenali adiknya.


"pulanglah,aku tidak membutuhkanmu lagi"


"ayo pergi " ramia berusaha menarik tangan adiknya namun segera ditepisnya.


"pergilah,sebelum aku menyuruh seseorang untuk mengusir kalian dari sini" ancamnya.


tania sudah terlanjur sakit hati,orang satu satunya yang ia harap akan bisa membawanya dari tempat itu malah membohonginya bahkan sampai pergi entah dimana keberadaanya.


"nia,ibu meninggal.maafkan kakak tidak bisa menjaga ibu" ia menangis memeluk tania.


tania hanya bisa pasrah dipeluk oleh ramia,ia shok mendengar itu.tania tidak habis pikir ayahnya sudah membohonginya selama ini,setiap kali ia bertanya ayahnya selalu mengatakan kata yang sama. sampai dia tak ingin tahu lagi dan bisa pasrah, menikmati hidupnya sekarang ini.


"kamu" tiba tiba menghentikan suasana haru tersebut.


clarissa berdiri mendekat kearah dimana ramia berdiri.ia melihat wajah gadis dihadapanya ini dengan seksama,memerjapkan matanya dan memastikan sesuatu.


dengan sedikit sempoyongan clarissa semakin dekat dan...


"plakk" sebuah tamparan berhasil lolos mengenai pipi ramia.


"kau,berani beraninya merebut bian dariku.akhirnya aku menemukanmu juga,sean sialan itu dia selalu menghalangiku" clarissa lalu menarik rambut ramia dengan keras.


"apa yang kau lakukan cla,hentikan" tania berusaha menarik tangan clarissa agar terlepas dari rambut kakak nya.


"kamu membelanya? dia gadis kampungan itu,aku sangat membencinya." satu tangan clarissa ia gunakan untuk menampar pipi ramia lagi dan lagi.


"hey bawa dia pergi dari sini" bentak tania pada ifa.


"ayo mia kita pergi"


"tunggu fa,aku harus membawa adikku"


"tidak kak,kamu harus segera pergi,ayah akan menemukanmu.pergilah"


kemudian tania berbalik memapah clarissa yang sudah sangat mabuk dan tidak sadarkan diri.


__________


disebuah rumah kecil yang sederhana,halaman nya penuh dengan bunga mawar merah yang tertanam rapi mengelilingi rumah tersebut.bertahun tahun ia tinggalkan namun bunga itu masih saja tumbuh subur seperti ada yang merawatnya.


ramia kemudian melangkahkan kakinya masuk kedalam,ini merupakan kali keduanya ia mengijak kaki di rumah ini lagi selama usianya masih sepuluh tahun,banyak kenangan indah saat bersama kedua orang tua nya terdebut.


ia segera masuk kekamarnya mengambil apa yang menjadi tujuannya datang kerumah.matanya tertuju disebuah foto yang tertempel di dijendelanya. iapun mendekat.


"aku merindukanmu kak, kakak apa kabar" gumam ramia.ia terus menatap foto dirinya bersama teman masa kecilnya yang tersenyum bahagia menggenggam tangan nya.


ia lalu membuka jendela kamarnya dan melihat pohon besar yang ada dibelakang rumahnya.kursi dan ayunan yang ia gunakan saat bermain dulu masih terlihat jelas disana.biasanya suatu tempat yang ditinggalkan bertahun tahun akan terlihat kotor dan banyak semak semak yang tumbuh liar disana menutupi tempat itu.


tetapi ini berbeda ,disana terlihat sangat indah.

__ADS_1


"aku harus melihatnya" gumam ramia.ia sangat penasaran lalu keluar menuju pohon itu.


matanya membelalak tidak percaya dengan apa yang ada dihadapannya.ada banyak bahkan ribuan bunga mawar tersusun rapi disana.ia tak percaya siapa yang melakukan ini. sepertinya ada seseorang yang segaja meletakkannya.


"apa ini" ramia mengambil salah satu kartu ucapan yang tidak sengaja diinjaknya iapun kemudian membukannya.tulisan nya sudah agak sedikit pudar dan bisa ssdikit membacanya.


"aku menyerah,hatiku sudah menjadi milik orang lain.maaf kan aku ami ,aku tidak bisa menepati janjiku.tetapi aku tetap akan mengirimkan bunga mawar ini setiap hari untukmu"


seketika ingatan ramia terbayang ke sepuluh tahun yang lalu.


"kak Yan, aku merindukanmu" gumam ramia pelan.


lama ia duduk di bawah pohon itu hingga tidak menyadari bahwa hari sudah mulai sore. ia segera bergegas masuk dan mengambil berkas berkas penting yang sempat ia simpan dirumah itu.


.


.


"Hallo,dimana ramia" tanpa basa basi sean langsung bertanya keberadaan ramia dengan nada yang datar membuat ifa melongo.


"Halloo" ulang sean lagi.ia sangat kesal,beberapa kali pertanyaan nya tidak di jawab oleh ifa.


"ini siapa yah" tanyanya sopan.


"katakan dimana ramia" bentaknya.


"dia tidak bersamaku,aku hanya mengantarnya kesuatu tempat lalu dia menyuruhku pergi" jelas ifa sedikit gemetar.


"dasar bodoh" umpatnya lagi.


sean melajukan mobilnya menuju kerumah bian, beberapa kali sean menghubungi bian namun tidak mendapat jawaban.


"dia selalu seperti itu.sial" sean memukul setirnya dengan kencang.


hari sudah makin gelap dan ramia belum juga kembali,sean melihat jam dipergelangan tangannya yang sudah menunjukkan pukul delapan malam dan bian belum juga kembali kerumah.


beberapa menit ia menunggu akhirnya sean mendengar mobil yang masuk dihalaman rumah,ia pun segera bergegas menemui Bian.


"Bian, ramia belum kembali"


namun bian seakan acuh dan tak mendengar perkataan sean.


"Biannn" panggilnya dengan kencang.sean maju menatap Bian dengan tatapan tajamnya.


" bukan urusanku" jawabnya ketus.


"temukan ramia kalau tidak aku akan memberitahu mommy tentang hal ini" ancam sean tak main main.


mendengar itu,Bian merasa emosi lalu melayangkan pukulannya ke perut sean.


tak sempat menghindar dan.


"bughh"

__ADS_1


"akhh" sean menahan perutnya yang sakit.


sebenarnya ia bisa saja menemukan Ramia.lalu membawa nya pulang bersamanya,tetapi saat ini dia tidak punya hak untuk melakukannya dan dia juga akan memastikan sejauh mana bian peduli pada istrinya.


"sialan" umpatnya.


bian tak perduli lalu naik keatas dengan tenangnya.


mau tidak mau sean harus pergi mencari ramia namun sebelum itu ia akan menjemput ifa terlebih dahulu.


sean melajukan mobilnya dengan kencang.ia juga tidak mengerti dengan perasaannya saat ini,entah alasan apa ia begitu peduli pada gadis itu.


"stop"


sean pun mengerem mobilnya tiba tiba.sepetinya ia mengenali jalan ini.


"disana" tunjuk ifa pada rumah sederhana yang ada di ujung jalan.


karena mobil tak bisa masuk kesana akhirnya mereka berdua berjalan kaki saja.


ifa mengetuk pintu dan memanggil ramia beberapa kali dan tak ada sahutan dari dalam.


"hey, jangan coba coba membohongiku" ujar sean. ia tampak sangat emosi.


"betul tuan,tadi aku sendiri yang mengantarnya kemari" bagaimana ia bisa lupa secepat itu.ifa menggaruk rambutnya yang tidak gatal untuk menghilangkan rasa groginya.


"bukannya rumah ini sudah lama kosong? tapi mengapa ramia kesini?" batin sean bertanya tanya.


"apa mungkin?"....


"klek" pintu terbuka.


keduanya menghentikan langkahknya lalu berbalik kebelakang.


"ha hanntuuu" teriak ifa. badan kekar sean menjadi tempat persembunyiannya. tangannya spontan memeluk pinggang sean dengan erat.


"aaakuu takut hantu,selamatkan aku" ifa semakin menenggelamkan wajahnya di punggung sean.


"lepaskan" sean menggeliat.ia paling tidak nyaman ketika bersentuhan dengan wanita.


"bhh hahahaha"


ifa semakin ketakukan.


.


.


.


.


.

__ADS_1


lanjut yah😉


__ADS_2