
Hujan mulai reda,suara suara gemuruh yang terdengar nyaring kini mulai perlahan hilang. Dengan berani ramia melangkahkan kakinya keluar dari rumah kecil itu.pukul sudah menujukan jam satu tiga puluh malam,suasana sehabis hujan menambah kesan horor membuat ramia merinding,ia dengan cepat berjalan menuju keluar dari tempat tersebut.
"Bagaimana ini" ramia bingung dan harus kemana.ini pertama kalinya ia keluar begitu jauh.
Lama berpikir,akhirnya ramia memutuskan untuk berjalan kaki saja.hingga bisa menemukan ojek agar bisa mengantarnya pulang kerumah.
______________
Disebuah ruangan,seorang lelaki tua dan gadis sedang menikmati malam yang begitu panas.******* kenikmatan memenuhi ruangan tersebut membuat keduanya larut dalam permainan masing masing. Kini gadis itu yang mengambil alih permainan si lelaki tersebut.
"Ahh,,,sepertinya kau sudah sangat pengalaman" ucap pria itu memejamkan mata kenikmatan karena ulah si gadis dengan liarnya.
"Diam kau brengsek" umpatnya kasar,lalu menampar pria tersebut.
Bukannya marah si pria malah menikmati goyangan gadis itu.
Umurnya yang masih sangat muda dan cantik membuatnya menjadi incaran para lelaki hidung belang.
Setelah selesai dengan permainannya pria itu memberikan amplop lalu pergi,kemudian si gadis menghitung berapa uang yang ia hasilkan malam ini.rupanya jumlahnya cukup fantastis.apalagi dia merupakan wanita termuda yang ada ditempat tersebut.
Ia terbaring lemas,air matanya jatuh begitu saja.
Sosok seorang kakak yang begitu saja terlintas di pikirannya.kakak yang akan membawanya pergi dari tempat terkutuk itu.
"Kakak tega,aku benci kakak" teriaknya dalam hati.
"Kakak pernah bilang akan membawaku pergi dari sini kan,tapi apa? Kakak membohongiku. Aku terpaksa melakukan semua ini,aku harus bagaimana kak" tangisnya semakin menjadi.
Sudah seminggu ini Tania dipaksa melayani beberapa pria hidung belang,bayarannya pun cukup terbilang tinggi dari yang lainnya.
Ia terpaksa melakukan itu semua, siksaan yang ia dapat terus menerus membuatnya menyerah ,belum lagi ayahnya yang selalu mengancamnya akan membunuhnya.
"Tok tokk" tania menoleh membuang napasnya kasar,ia sudah bisa menebak siapa yang ada dibalik pintu tersebut.lalu ia berjalan kearah pintu dan membukanya.
Senyuman manis itu terukir diwajah pria yang ada didepan tania.siapa lagi kalau bukan ayahnnya adnan. Ia datang untuk meminta jatah uang miliknya sebelum bos botak itu mengambilnya.
Tania sedih menatap ayahnya yang seperti binatang ,ayah yang tega menjual anaknya demi menebus hutang.
Tania kemudian berjalan mengambil uang dari setengah bayaran nya itu lalu diberikan pada adnan.
"anak pintar,jadilah penurut seperti ini" ucap adnan memegang kepala tania.
Namun tania segera menepis tangan ayahnya.
"Ayah.... dimana kakak?" Tanya tania menunduk.
Mendengar pertanyaan tania,adnan menghentikan langkahnya lalu menoleh sebentar.
"Dia tidak peduli lagi padamu,ibumu dan ramia sudah pergi jauh. Mereka malu bertemu denganmu" ucap nya meyakinkan tania.
__ADS_1
"Ayah bohong" bentaknya dengan keras.ia tidak percaya.
"Aku tidak membohongimu,memang kenyataan nya.buktinya saja kakakmu itu tidak pernah kesini lagi kan? " adnan berbalik menatap tania dengan tajam.
"Keluar" usir tania.
"Ingat satu satunya yang peduli denganmu saat ini adalah aku.jadi jangan pernah mencari kakak tersayang dan ibumu itu" ucap adnan lagi.lalu berjalan meninggalkan tania.
Mendengar itu tania menangis dengan tersedu sedu,bagaimana bisa orang yang menyayanginya selama ini tega meninggalkannya sendirian.
"Ibu,kakak.hikss hikkkss....nia benci kalian" keluhnya lalu terduduk lemas.ia tidak menyangka ibu dan kakaknya sudah melupakannya begitu saja.
Lama tania menangis, ia kemudian bangkit lalu menghapus air matanya. Kemudian ia menuju kamar mandi untuk membersihkan diri,badanya masih terasa panas dan lemas.obat yang ia minum sebelum permainan tadi masih sedikit terasa,membuatnya sangat tidak nyaman.
"Oke tania.mulai hari ini detik ini ,tidak akan ada lagi air mata yang jatuh sia sia.nikmati apa yang sudah terjadi dan tidak ada lagi yang peduli padamu. " batinya pasrah.
Ia berusaha meyakinkan dirinya sendiri.
Tania keluar dari kamar tersebut,ia akan menemui si bos gendut itu dan memberikannya separuh uang yang ia dapat hari ini untuk membayar hutang nya.lebih tepatnya lagi hutang ayahnya.
Pandanganya tidak sengaja tertuju pada seorang wanita yang sudah terkulai lemas disebuah kursi di cafe tersebut.
"Sepertinya gadis itu mabuk" gumam tania,ia lalu menghampiri nya.
"Sudah kuduga" tania menghela napasnya kasar.
"Hay" sapa tania
"Hmm,kepalaku pusing" memukul mukul pelan kepalanya yang terasa sakit.
"apa yang kau lakukan disini? Sendiri?"tania menoleh kekanan kekiri untuk mencari seseorang yang bersama gadis itu. Ia memegang tanganya,hampir saja gadis itu terjatuh.
"kau tega Bi,hanya karena mommy kau tega meninggalkan aku ,,,,hiksss hikssss...hahahhahaha" ia menangis kemudian kembali tertawa
Tania melirik disekitarnya ,sepertinya gadis ini benar benar sendiri.ia pun membantu wanita itu lalu dibawa kekamarnya.
"Bi ,aku akan membunuh wanita itu,berani beraninya dia merebutmu dariku. Aku tidak akan membiarkan kalian bahagia ,aku janji" gumamnya.matanya tertutup rapat.ia terlalu banyak meminum minuman yang beralkohol.
"Dertt derrtt derrtt" tania melirik,ia mendengar suara telepon didalam tas gadis itu ,ia lalu mengambilnya dan Melihat siapa yang menghubungi gadis itu.
"Honey" gumam tania. ia pun segera mengangkat teleponnya.
"Hallo" jawab tania
"Clarissa dimana kamu,cepat katakan" ucapnya khawatir. Mungkin sudah puluhan kali ia menelpon clarissa,namun clarissa tidak mengangkatnya.
"Maaf ,saya bukan clarissa" balas tania
"Siapa kamu,dimana clarissa" bentaknya kasar
__ADS_1
"Dia sekarang ada bersama saya di cafe pelangi.dia mabuk."
"Tutt tuttt" telepon terputus.
Tania menatap telepon dengan bingung.ia lalu menyimpan kembali telepon milik clarissa.
Tidak berselang lama ,tania melihat lelaki yang seperti nya sedang mencari cari sesuatu.tatapan mereka bertemu lalu ia segera menghampiri tania.
"Dimana clarissa" tanpa menjawab tania berjalan menuju sebuah kamar .
"Klekk" kamar terbuka.
"Hiksss hiksss,Bian aku mencintaimu.jangan tinggalkan aku" tangis clarissa begitu memilukan.
Tidak mudah,orang yang bersamanya sudah lima tahun ini dalam sekejap akan pergi meninggalkannya.
bian menghampiri clarissa lalu memeluknya dengan erat,ia membelai rambut clarissa lembut dan menenangkannya.
"Maafkan aku cla,ini bukan kemauanku.aku tidak bisa membantah mommy,kalian berdua sangat berharga buat aku" ucapnya lalu mengecup pipi clarissa lembut.
"Kamu egois,aku sakit Bi....hiks hikss" clarissa memukul pelan dada Bian.
Bian lanhsung memeluk clarissa dan menenangkannya.
"Kita pulang" Bian lalu menggendong clarissa.
"Aku tidak mau,biarkan aku sendiri Bi,kamu jahat." Teriak clarissa berontak.
Ia tidak sengaja menendang Bian dan terjatuh.
Jika bukan clarissa,ia sudah pasti menampar atau menyiksa orang dihadapannya tersebut. Bian yang kasar ,arogan dan egois seketika hilang jika berada di hadapan orang yang sangat ia cintai.Bian akan berubah lembut dan penyayang walau pun ia dikasari oleh clarissa.
Bian sudah terlanjur jatuh cinta padanya.
"Sean ke cafe pelangi sekarang" Bian menelpon sean agar membantunya membawa clarissa.
"Hahh,ada ap... tut tutt" sean membuang napasnya kasar.hampir saja ia terbuai dalam mimpi nya indah ,tiba tiba si tuan tidak punya hati itu menelponnya.
Mau tidak mau sean harus menurutinya. Ia buru buru keluar dari apartemen menuju parkiran di tengah malam itu.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
di like dan komen yah...๐ mohon juga kritikannya ๐