
Ramia mengingat kembali tentang malam itu,pertemuan yang kedua kali membuatnya sangat bersyukur. Jika bukan tante dita dirinya tidak akan bisa bisa kembali dengan selamat.
Ramia menghela napas panjang lalu dibuangnya perlahan.ditatapnya bunga mawar berwarna merah itu,ia memejamkan mata .bayangan masa kecilnya bersama ayah tercinta muncul begitu saja dipikirannya. Ia menunduk,air matanya lolos begitu saja.
"aku harus apa ayah ibu,akankah Mia menerimanya.tante dita udah baik ke mia" katanya dalam hati.ia menunduk dan kedua tangannya menutup wajahnya.
"Mia" sapa ifa.ia mendekat lalu duduk disamping sabahatnya itu. Tangan nya terulur memegang bahu ramia untuk menenangkan nya.
"aku yakin mia,tante dita itu sangat baik" ifa berusaha meyakinkan keraguan yang selama seminggu ini mengganjal dihati ramia.
"Tapi fa,aku belum mengenalnya. adikku masih membutuhkan aku,aku harus apa fa?" Keluh ramia
"Tingg" keduanya menoleh kearah pintu.
"Biar aku saja" ifa berdiri kemudian menghampiri lelaki itu.
"Silahkan duduk tuan,saya akan segera menyiapkannya" ucapnya dengan sopan.
Sean menatap gadis dihadapanya itu dengan kening mengkerut,sepertinya ia pernah melihat gadis ini tapi dimana.
"Ekhmm" sean berdehem pelan.
Mendengar itu ramia sedikit menoleh kearah suara tersebut.tatapan mereka bertemu,lalu ramia berdiri dan sedikit membungkuk.
"Maafkan saya tuan" ucap ramia lalu pergi menyusul ifa.
setelah selesai merangkai bunga pesanan sean ifa segera memberikannya.
Flashback on
Malam itu,ramia dengan bingung berjalan menyusuri jalanan yang sepi.ia harus kemana tidak ada satupun yang mau berhenti memberikannya tumpangan.bahkan kedua lelaki yang ada dipemakaman itu pun tidak sama sekali menyapanya atau sedikit berbelas kasih padanya.
"Ah kaki ku pegal sekali" keluhnya sambil memijat pelan betisnya.
Pandangannya tertuju kedepan ,lampu mobil itu begitu menyilaukan mata ramia.mobil itupun berhenti tepat disamping ramia berdiri.
Ia bersyukur ada orang baik yang mau menolongnya.
"Nona mau kemana?" Tanya pak rio bingung yang melihat ramia masih berada dijalan sendirian ditengah malam seperti ini.
Pak rio sendiri baru saja pulang dari butik majikan nya,ia diperintahkan nyonya Dita untuk mengambil handphone yang ia lupakan saat dibutik.
"Saya mau pulang pak"jawab ramia sambil meremas tangannya pelan.
"Bukannya gadis ini yang pernah ditolong nyonya? Aku harus menghubungi nyonya " batin pak rio
Ia pun menelpon rumah majikannya dan diangkat bi sarah. Dan kebetulan nyonya Dita sedang turun kebawah untuk mengambil air minum.
__ADS_1
"Nyonya pak rio ingin bicara dengan nyonya" ucap bi sarah
"ada apa? Pak rio belum kembali?" Dita berjalan mengikuti bi sarah.
"Saya tidak tau nyonya" bi sarah lalu memberikan telepon ke majikannya.
Selesai berbicara dengan majikannya ,pak rio langsung mengajak ramia untuk ikut bersama nya.
Dua hari ramia menginap itupun atas permintaan tante Dita sendiri.
Ramia juga menceritakan kejadian yang menimpa nya malam itu,tante dita merasa kasihan padanya.ia sudah terlanjur menyukai gadis itu.menurutnya gadis yang ia temui dua kali itu adalah gadis baik baik.
Lalu Dita mengutarakan apa yang menjadi pemikirannya saat pertama kali bertemu ramia.ia ingin menjodohkan anaknya dengan ramia.mendengar itu ramia kaget namun ia tidak tega menolak permintaan wanita yang sudah baik terhadapnya.disisi lain ia terus saja memikirkan keadaan adiknya tania.
Flashback off
"Ifa aku harus apa" keluh ramia.hari ini tante dita akan berkunjung ketoko tempat ramia bekerja untuk menanyakan jawabanya.
"Mia,ikutilah kata hatimu.mana menurutmu yang terbaik,aku akan selalu mendukungmu.menurutku tante dila orang yang sangat baik."ucap ifa meyakinkan.sudah beberapa kali ia bertemu dengan tante dita di toko tersebut.
Mendengar dukungan dari sahabat satu satunya ramia akhirnya memantapkan pilihannya. Walaupun ia belum siap sepenuhnya,tapi ia sangat begitu yakin tuhan akan memberikan jalan terbaik untuknya.
_______
Di D' bountique Dita terus memandangi handphone yang ada ditangannya itu,berulang kali ia menghubungi anaknya namun tidak mendapatkan jawaban.
"Sean dimana anak itu?" Membuat sean menjauhkan teleponya karena suara Dita yang begitu nyaring.
"Tuan ada diruangannya tante" jawab sean
"berikan telepon nya,bisa bisanya anak itu mengabaikannku" kesalnya.
Melihat sean yang masuk keruangannya Bian memutar bola matanya malas,ia sudah bisa menebak apa yang akan dikatakan Sean.tanpa mengucap sepatah katapun Bian berdiri merampas kasar telepon milik sean dan tatapannya seakan ingin melenyapkan sean saat itu juga.
"bian,berani beraninya kau mengabaikan mommy" ucap dita pasrah
"Maaf mom,aku sibuk.mungkin Bian tidak bisa kesana bersama mommy. Mommy saja yah" bujuk Bian malas.
"tapi Bi" ucap dita sedikit kecewa
Mendengar suara mommynya seperti itu,Bian sudah bisa menebak bahwa saat ini mommynya kecewa padanya.
"Mom,maaf Bian sibuk. Atau mommy aja yang atur semuanya sesuai keinginan mommy" Ucap Bian yang berusaha menenangkan mommynya. Ia sangat menyayangi mommy melebihi apapun.
"Bi dia gadis baik baik juga sangat cantik,berbeda dengan dia.mommy harap kamu bisa menerimanya"
"Mom,sudahlah aku sibuk. Aku tidak akan menolak keinginan mu mom,aku sayang mommy...dahh" lalu mematakan teleponnya.Bian melempar ponsel sean keatas meja dengan keras.
__ADS_1
Sean hanya bisa melihat Bian dengan jengkelnya tanpa berani berkata kata.ingin sekali ia mengumpat dan menertawakan bian secara langsung.
Tapi ia merasa senang mendengar Bian akan dijodohkan dengan pilihan mommynua setidaknya Bian bisa terlepas dari wanita pembohong itu.
setelah selesai menelpon Bian,
Dita sudah tidak sabar ingin menemui Ramia,ia berharap yang ia dengar adalah kabar baik.
"Pak rio bisa pulang duluan.tidak usah menunggu" perintah dita.
Pak rio pun mengangguk lalu pergi.
Dita masuk dan sudah disambut oleh ramia.
"Hay sayang" sapa dita lembut. Ramia meraih tangan dita lalu menciumnya. Sosok wanita yang sangat penyayang dimatanya membuat ia teringat akan almarhum ibunya.
"Mari tante" ramia menuntun dita dan dipersilahkan duduk.
"Mia buatkan minum dulu"
"Tidak usah.mia duduk ajah disini,disamping tante" ucap dita tersenyum.
"Bagaimana?" Dita sudah tidak bisa menahan diri ingin mendengar jawaban ramia.
Ramia menarik napas panjang lalu membuangnya pelan,ia menutup mata sebentar lalu tersenyum menatap Dita.
"Semoga ini yang terbaik buat ku" batin ramia.
"Iyah tante saya mau" ucap mia dengan mantap.
"Ma kasih mia,kamu anak baik" dita langsung memeluk ramia,ia meneteskan air mata bahagia.
Ramia pun membalas pelukan Dita dengan bahagianya. Kali ini ia akan memiliki sosok seorang ibu lagi,kerinduannya pada sang ibu akan terbalaskan denga adanya Dita.kasih sayangnya mampu menenangkan hati ramia yang kehilangan ibu.
"Besok kamu ikut tante yah,tante akan mengajakmu kesuatu tempat" dita sangat senang,tak henti hentinya ia mengulas senyum dan megelus lembut rambut ramia sayang.
.
.
.
.
mohon dukungannya yah
like dan komen ❤
__ADS_1