
Diperjalanan tidak sengaja tante Dita melihat gadis yang acak acakan menangis tersedu sedu dipinggiran jembatan.ia merasa kasihan ,bayangan lima tahun lalu muncul begitu saja dipikirannya. Sebuah kecelakaan yang menewaskan anak gadis satu satunya yang ia miliki dan suami tercintanya.dunianya seakan hampa.
Ketika melihat gadis itu perasaan nya tergerak untuk menolongnya.
Tante dita mendekati gadis itu lalu menyapanya,namun tidak ada balasan sedikitpun ,gadis itu hanya mengangkat kepalanya sebentar menatap siapa yang memanggilnya kemudian ia tertunduk lagi.
"Pak rio ,sini bantu aku" panggil tante dita kesupirnya.
Mendengar namanya dipanggil pak rio segera bergegas turun dan menghampiri majikannya tersebut.
"Pak tolong bantu aku.aku takut terjadi apa apa pada gadis ini" ucapnya khawatir
Yah dia adalah ramia.
Mereka berdua memapah ramia dan membawanya kedalam mobil,tak ada perlawanan sedikitpun ramia hanya menurut pasrah.
"Jalan pak,kita pulang kerumah" titah dita pada pak rio
Diperjalanan tak henti hentinya dita melihat keadaan ramia , apa yang sebenarnya terjadi pada gadis ini.kalau saja putrinya tidak pergi untuk selama lamanya pasti ia sudah sebesar dan secantik gadis dihadapannya.tangannya tidak sengaja terulur membelai rambut ramia.
Merasa ada pergerakan ramia membuka matanya pelan lalu menatap wanita disampingnya itu.
"Maafkan aku tante,sudah merepotkan" ucap ramia tertunduk
mendengar ramia mau berbicara denganya dita tersenyum menganggukkan kepalanya.
"Aku mau pulang,pasti ibu khawatir" ucap ramia lagi.
Rio yang mendengar gadis yang bersama majikannya itu menoleh melihat sekilas kearah belakang.
Dita menganggukkan kepalanya pada pak rio lalu dibalas anggukan lagi tandanya ia mengerti dengan apa yang dimaksud majikannya itu.
"Sudah sampai nyonya" ucap pak rio.ia turun lalu membuka pintu mobil.
"Nak,ayo turun" panggil dita pelan
Ramia turun dan dibantu oleh dita memegang lengannya.ia belum bisa berjalan dengan normal ,lututnya terasa sakit dan sedikit gemetar akibat berlari cukup jauh.
Ramia melihat rumah mewah yang ada di depannya itu lalu menatap dita dengan bingung.tadi ia meminta untuk pulang tapi ini bukan rumahnya.
"Dimana ini,rumah siapa ini" batin ramia kebingungan.
Dita yang bisa menebak apa yang dipikirkan gadis disampingnya itu lalu tersenyum sambil terus membawa ramia masuk kedalam rumah.
Sesampainya didalam,bi sarah selaku kepala pelayan dirumah itu langsung memnghampiri nyonyanya yang membawa seorang gadis.
"Nyonya ada yang bisa saya bantu"tawar ibu sarah
"Tolong kekamar tiara,ambil baju ganti buat gadis ini" pinta dita.
Ia membawa ramia kekamar tamu dan menyuruhnya untuk membersihkan diri.sambil menunggu pakayan ganti yang di ambil bi sarah.
Dita naik keatas untuk membersihkan diri badanya terasa lengket setelah seharian dibutik melayani banyaknya pelanggan.
Karyawan dibutiknya memang banyak tetapi ia ingin langsung membantu dan mencari kesibukkan ,ia bosan bila hanya duduk diam melihat karyawan nya yng super sibuk.
"Tok tok" bi sarah mengetuk pintu kamar tamu yang ditempati ramia.
Tidak lama kemudian ramia membukakan pintu tersebut.
__ADS_1
"Nona ini pakayan gantinya,silahkan" bi sarah menyodorkan lalu pergi meninggalkan ramia
Setelah selesai membersihkan diri dita turun kebawah menghampiri gadis yang baru saja dibawahnya kerumah untuk diajak makan malam.
Ia kesepian tidak ada yang menemani hari harinya.
Bila tidak kebutik ia menghabiskan hari harinya dirumah dengan perasaan bosan.
"Resiko punya anak satu yang super sibuk,hingga melupakan mommy nya ini" gumam dita sambil menuruni tangga
Tidak seperti tadi saat menemukan gadis itu dijembatan,ramia kini terlihat cantik dan tidak acak acakkan lagi.baju tiara yang dikenakannya sangat pas ditubuhnya walaupun itu sudah lima tahun lamanya.
"Ayo sayang kita makan,kamu lapar kan?" Ucapnya dengan lembut
Ramia mengikuti wanita yang menolongnya itu kemeja makan.bi sarah menyiapkan makanan dan ditatanya rapi kemeja makan.
Ramia yang sedari tadi menahan laparnya pun menelan salivanya kasar,bagaimana tidak ia melewatkan makan pagi dan siangnya,baru itu tenaganya sudah terkuras habis dengan kejadian gila yang dialaminya.
Dita tersenyum melihat itu dan segera mengajaknya makan.
"Siapa namamu sayang" tanya dita lembut.
Setelah selesai makan dita mengajak ramia ke ruang keluarga untuk mengobrol.
"Ramia tante" jawabnya dengan tertunduk malu malu.
"Berapa umurmu" tanya dita lagi. Ia tidak mau menanyakan soal kejadian tadi,ia takut psikis gadis disampingnya ini akan ketakutan lagi.
"Dua puluh tante" jawabnya lagi dengan singkat
"Kamu cantik sekali sayang" gumam dita pelan dan senyum senyum sendiri.rasa sayangnya saat pertama kali melihat ramia membiatnya selalu teringat dengan gadisnya yang sudah pergi kesurga.
"Iyah sama sama,sekarang beristirahatlah.besok pak rio akan mengantarmu" dita Berdiri lalu menganyar ramia ke kamar.
"Astaga kemana anak itu,jam segini belum juga pulang.awas saja kalau dia macam macam aku akan menjewer telinganya itu sampai putus" gumam dita.
Ia menuju kekamarnya untuk beristirahat
___________________________
Disebuah gedung yang menjulang tinggi,seorang ceo diperusahaan itu sedang memarahi asistenya yang dianggapnya tidak becus dalam bekerja.padahal hanya hal sepele namun sang ceo mudah sekali marah marah.
"Kali ini aku akan mengampunimu Sean" ancam nya
"maafkan saya tuan,saya tidak akan mengulanginya" ucap sean membungkuk
"Keluaarr" bentaknya lagi.sean mundur beberapa langkah lalu keluar dari ruangan atasannya.
"Taunya cuma marah marah tidak jelas,awas saja kamu clarissa aku akan membongkar kebohonganmu didepan tuan" ucap sean marah.
Ia masuk keruangannya membanting pintu dengan kerasnya.assisten manda kebingungan melihat tingkah assisten sean itu.
Hari ini Dita akan keperusahaan anaknya ia menunda untuk kebutiknya.
Dan ia akan memberi pelajaran pada anak bandelnya itu.
"Bian ada?" Tanya dita ke asisten manda
"ada nyonya diruangannya" ucap manda sopan
__ADS_1
Dita berjalan menuju ruangan anaknya itu ia tidak sabar lagi menjewer kupingnya.
"kalau masuk ketuk pintu dulu,apa kamu tuli,kebiasaan.ada apa lagi?" Umpat Bian dengan kasar.ia mengira yang datang adalah sean assistenya.
Tak ada sahutan apapun Bian mengangkat kepalanya melihat siapa yang berani beraninya mengabaikan pertanyaannya.
"Mom..." kaget Bian
"Awkhh sakit mommy,ampun" ringis Bian kesakitan.mommy dita dengan kerasnya menjewer telinga anaknya yang bandel itu.bagai mana tidak sudah beberapa hari ini Bian tidak
pulang kerumah.
"biar saja" lanjut mommy dita,ia masih enggan melepaskan tangannya ditelinga anaknya itu.
"Lepaskan mom,,,sean tolong aku.cepat" teriak Bian.
Tidak berapa lama sean masuk kedalam sebelumnya ia sudah menguping dari balik pintu.
"Hahaha,bagaimana enak kann.rasakan itu" ejeknya sean dalam hati. kesalnya seakan terbayarkan.
"Sean kamu tuli,tolong aku cepat" ucap Bian memohon.
Mendengar amarah dari Bian,sean buru buru mendekat.
"Tante tolong hentikan kasihan Bian tante,lihat telinganya memerah seperti udang rebus" pinta sean menahan tawanya.
"Kamu mengejekku sean?" tatapnya tajam.
"Biarkan saja sean, sudah lima hari dia tidak pulang kerumah dan aku tau dia bersama kekasihnya yang genit itu "
Dita makin menjewer kuat telinga Bian.
"Mommy sudah hentikan,aku akan pulang,oke okee stop" mohon Bian.
Dita segera melepaskan tangannya.
Ia kemudian menuju sofa lalu duduk dengan tenang.
"apa lihat lihat,awkhh sakit.sial" ringisnya
Sean tertawa puas melihat Bian yang mengadu kesakitan seperti tadi
"Hahahaha itu balasanya untuk orang yang suka marah marah " namun sean hanya bisa tertawa didalam hati saja,mana berani dia berkata langsung.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
like dan komen yah 😊