Gadis Pilihan Mommy

Gadis Pilihan Mommy
... ...


__ADS_3

tidak sengaja pandangan Bian tertuju disebuah sofa kecil di sudut ruangan dikamar nya.ia terdiam sejenak,bagaimana bisa ia tidak menyadari ada seorang wanita bersamanya sekarang.


begitu lama ia berada didalam kamar mandi untuk membersihkan diri untuk menghilangkan alkohol yang masih sedikit mempengaruhi kesadarannya.


ia masih asik mengeringkan rambutnya dan terus melihat kesofa itu.


"cih dasar pemalas" gumam Bian.


ia melempar handuk dengan sekuat tenaganya untuk membangunkan ramia.napasnya naik turun,ingin sekali ia menarik rambut wanita dihadapannya itu dengan keras agar ia merasa puas.kalau saja bukan dirumah mommynya pasti ia sudah memberi pelajaran pada gadis itu.


"astaga" kaget ramia. ia langsung duduk dan menetralkan kesadarannya.netranya tidak sengaja bertatapan dengan Bian,beberapa detik kemudian ramia langsung menunduk tak berani menatap lebih lama lelaki dihadapannya itu.


"kita pergi dari sini,cepat bersiap.aku tidak suka menunggu terlalu lama" Bian kemudian keluar dari kamar.


mendengar itu ramia dengan cepat pergi kekamar mandi untuk membersihkan dirinya ,takut suaminya itu akan memarahinya lagi.padahal yang membuat ia tidak bisa tidur semalam itu menunggu suaminya yang tidak pulang kerumah sampai jam lima pagi.


kalau saja mommy Dina sampai tahu pasti ia akan memarahi Bian dan Ramia tidak ingin itu terjadi.


"tok tok" pintu diketuk dari luar.


ramia menoleh dan segera membuka pintunya.


"nyonya dan tuan Bian sudah menunggu di meja makan" ucap bi sarah


"iyah Bi" ramia turun mengikuti Bi sarah.


dari jauh ramia melihat senyuman manis dari mertuanya,terlihat sangat tulus dan penuh kasih sayang.berbeda dengan suaminya sangat datar dan tak mau sedikitpun melihatnya.


"sini sayang duduk disamping mommy" Dina menggeser kursi agar ramia duduk berdekatan dengan nya.


"ma kasih mom" balas ramia tersenyum


Dina spontan mengambilkan sarapan buat ramia.ia meletakkan roti dan mengisi selai lalu disimpan dipiring ramia,tak lupa juga ia menuangkan susu kegelas ramia.


Bian memutar bola matanya malas,pikirnya mommy nya terlalu berlebihan.


"mom" ucap Bian datar.


Dina dan ramia menoleh kesumber suara tersebut.


"iyah" jawab dina singkat.


ia kembali mengobrol dengan menantunya itu,namun ramia masih menjawab seadanya,ia masih merasa canggung berada diantara keluarga itu apalagi dihadapan suaminya Bian.


"pagi tante" sapa sean.


"ehh sean sini sarapan bersama" ajak mommy Dina.


"kebetulan aku belum sempat sarapan tadi" sean tersenyum paksa.ia melirik Bian yang menatapnya tajam.


"Bian.dia juga anakku,kenapa sih kamu selalu kasar" tegur mommy Dina yang melihat sikap anaknya itu yang tidak menyukai sean dari mereka masih tinggal bersama dulu dan sampai sekarang belum juga berubah.


"dan sean ,sudah aku katakan berkali kali jangan panggil aku tante lagi.panggil mommy sama seperti bian dan ramia,kamu sudah seperti anakku" tegas Dina.


"iyah mommy ku sayang" sean menggenggam tangan dina.


ramia hanya bisa melihat interaksi keduanya dengan tersenyum. sean yang begitu dekat dengan mommy dina membuatnya sangat kagum dengan wanita yang sudah dua kali menyelamatkan hidupnya itu.terlihat jelas kasih sayang mommy dina sangat tulus pada siapapun.


berbeda dengan Bian ,ia hanya fokus menyatap sarapan nya dengan tenang dan datar tanpa mau ikut bicara.


"aku sudah selesai" Bian berdiri meninggalkan ketiganya.

__ADS_1


mommy dina memberi kode ke sean agar mengikuti Bian naik keatas.


"Mia,nanti kamu harus sering datang kesini yah" raut wajah Dina terlihat sedih.


"Mia akan selalu bersama mommy" ucap Ramia tersenyum


"tapi mommy sedih Mia akan pergi" sambung dina lagi.


"tidak kok mom,mia akan disini. mia hanya punya mommy sekarang" Ramia memeluk Dina ,ia teringat akan almarhum ibunya.


sean menuruni tangga membawa koper ,terlihat juga pak rio menyusul sambil membawa juga beberapa koper.mommy Dina dan ramia berdiri ,ia tak henti hentinya menggenggam tangan ramia erat seakan ia tak ingin berpisah dari menantu yang ia anggap sudah seperti anaknya itu.


ramia juga melihat ternyata ada kopernya yang dibawa sama sean.ia merasa kebingungan.


setelah semuanya berkumpul didepan rumah Bian berpamitan.


"mom,kami pamit yah" Bian memeluk mommy Dina.


"Bi, beberapa tahun ini mommy selalu kesepian.sejak kepergian adikmu dan daddy ,mommy merasa..." air mata dina jatuh,ia mengingat kembali momen dimana kebahagian bersama keluarga lengkapnya.


"mom jangan mulai lagi.sudah aku bilang jangan mengingat itu lagi" Bian berusaha menengkan mommynya.


"bagaimana mommy bisa melupakannya,baru saja mommy akan bahagia tapi..."


"mom, kan seminggu sekali kita akan kesini" rayu Bian lagi,ia sudah jenih dengan drama yang dibuat mommynya ini. sebenarnya ia tidak tega melihat air mata mommynya,taoi ia nuga butuh ruang untuk mengekuarkan parasaannya saat ini.


"mom,kami akan disini dan tidak akan kemana mana" ramia berusaha menenangkan mommy Dina. ia bingung dengan pembicaraan dua orang dihadapannya itu seakan mereka akan pergi dari rumah ini.


ramia yang tidak tahu apa apa berusaha mencairkan suasana walaupun ia tidak begitu berani bicara banyak dihadapan Bian.


mendengar itu Bian segera menoleh kearah ramia dan menatapnya dengan tajam.ramiapun langsung menunduk tak berani menatap wajah Bian yang penuh kemarahan itu.


"kita harus pergi" bentak Bian.


"mommy tidak suka kamu kasar ke istri mu,cukup kali ini mommy dengar seperti itu.mommy tidak pernah mengajarimu kasar pada perempuan,begitupun daddy ia tidak pernah memarahi atau membentak mommy selama dia menjadi suami mommy "


"maafkan aku mom.kami harus pergi sekarang" pamit Bian. ia mencium kening Dina.


ramia maju memeluk Dina.


"sering sering kesini yah sayang" Dina mengusap lembut kepala ramia.


"mom,mia janji akan selalu mengunjungi mommy"


ucap ramia.ia kemudian melepaskan pelukannya lalu berjalan mengikuti suaminya.


"sean aku akan membawa mobil sendiri,kamu pergilah kekantor nanti aku akan menyusul" Bian lalu membuka pintu dan masuk.


"aku pergi dulu kak" pamit ramia. sean hanya mengangguk kan kepalanya dan tersenyum.


sepanjang jalan mereka berdua hanya diam ,hening tak ada pembicaraan apapun.ramiapun tak berani bertanya pada suaminya tentang mengapa mereka harus pindah secepat itu dari rumah mommy.


setelah lima menit perjalanan akhirnya mereka sampai dirumah yang begitu terlihat mewah dan halaman yang sangat luas,ramia menyukainya.


"bawa kopernya" ucap bian kemudian ia masuk dan meninggalkan ramia sendiri membawa dua koper milik suaminya dan koper miliknya sendiri.


ramia hanya bisa menatap suaminya yang pergi,ia tersenyum menguatkan dirinya sendiri.


"bawa koperku keatas dan kamarmu ada disitu" tunjuk Bian kekamar tamu.


"aku jijik satu kamar dengan gadis sepertimu" ucap bian lalu pergi kekamarnya.

__ADS_1


ramia tidak sedikitpun sakit hati dengan oerkataan suaminya,menurutnya ini juga salahnya.


dengan sekuat tenaga ramia membawa koper milik suaminya menaiki tangga,karena terlaku berat koper tersebut tak sengaja lepas dari tangan ramia dan jatuh tepat dikaki ramia.


"akhh" rintihnya.


kaki ramia memar,berjalan pun sudah sedikit pincang.


"heh gadis sialan,bisa cepat tidak.aku akan kekantor ,ambilkan pakayanku sekarang"


ramia segera masuk kedalam kamar ia segera mencari pakayan yang diminta suaminya.ia bingung yang mana harus dipilihnya ,ia takut di salahkan lagi.


emosi bian semakin memuncak melihat ramia hanya diam melamun dan tidak bergerak sedikitpun.


ia menghampiri ramia dan...


"bughh" satu tendangan mengenai bahu ramia.ia terpental jauh dari tempat duduknya.kepalanya terbentur disisi tempat tidur.


tanpa rasa bersalah sedikitpun Bian segera pergi meninggalkan ramia sendirian untuk bertemu dengan clarissa.


"lama lama aku bisa gila melihatnya terus menangis "


hanya clarissa yang mampu menenangkan pikirannya saat ini.


__________


di kantor


sean beberapa kali menghubungi ponsel Bian namun tidak tersambung,hari ini akan ada meeting bersama klien dari luar negeri.


sebenarnya satu minggu kedepan sean sudah mengosongkan jadwal Bian untuk bulan madu ,namun Bian menolaknya.


malah ia meminta sean untuk memadatkan jadwalnya dan tak ingin meninggalkan pekerjaan.


"aku harus kerumah Bian" ia kemudian bergegas keluar dari perusahaan.


sesampainya dirumah ia tidak melihat mobil Bian terparkir disana.


"apa mungkin Bian sudah kekantor" gumam sean.


ia turun masuk kedalam rumah.


diruang tengah sean melihat koper ramia namun orangnya entah kemana.sean lalu membawa koper itu naik keatas.


ia mengetuk pintu kamar tersebut namun tidak terdengar suara dari kamar tersebut.lalu ia membukanya ,pikirnya tidak ada orang didalam kamar itu.


"ya tuhan Miaaaa" teriak sean panik.


.


.


.


.


.


.


dukung aku ya ❤

__ADS_1


like dan komen 👍


__ADS_2