Gadis Pilihan Mommy

Gadis Pilihan Mommy
......


__ADS_3

"untuk apa kau kemari"ifa memalingkan wajahnya tidak suka.


"maaf,aku kesini hanya ingin bertanya padamu kak"


"dan aku tidak ingin menjawab pertanyaannmu itu.pergilah,aku sibuk" kata ifa lagi.


tania menarik napas lalu membuangnya kasar.ia tau kesalahannya sungguh sangat keterlaluan dan sulit untuk dimaafkan,tapi sekarang ia sangat menyesali perbuatannya.


"kak ifa tolong beri tau aku dimana keberadaan kak mia" pinta tania dengan penuh harap.


"aku tidak tau,pergilah" usir ifa lagi.


"tolong kak...sudah lima bulan ini aku tidak tau kabar kak mia lagi.clarissa juga tidak tau kak mia dimana"ucap tania sedih,matanya berkaca kaca.


mendengar itu ifa memalingkan wajahnya menatap lekat tania berharap tania tidak berbohong padanya.


"apa maksudmu?"tanya ifa ingin tau.


memang selama beberapa bulan ini ia tidak pernah lagi mendengar kabar ramia.pertemuan terakhir mereka saat dirumah sakit dan hanya saat itu saja,seterusnya ia tidak tau lagi,ifa pikir selama ini ramia berada dirumah mertuannya.


"kak ramia menghilang entah kemana,aku takut terjadi apa apa padanya aku sungguh menyesal sekarang.kak mia hikkk hikk" tangsis tania sesal.


coba saja waktu itu ia tidak terhasut oleh kata kata clarissa,pasti saat ini ia dan kakak satu satunya itu masih bisa bertemu,bahkan ramia seperti hilang ditelan bumi.runah sakit tempat ramia terakhir dirawat tidak mengetahui jelas tentang keberadaan ramia,kabarnya sesuatu telah terjadi dan ada seorang suster mengatakan bahwa ramia tidak bisa diselamatkan waktu itu.


ifa masih diam mematung,selama ini ia terlalu sibuk hingga lupa menjenguk sahabatnya itu.segera ifa bergegas mengambil tasnya lalu keluar dari toko dan diikuti tania yang sangat tergesa gesa.


"kak,kemana kita akan pergi" tanya tania.saat ini mereka berada dalam mobil yang sama.


"kerumah nyonya Dina"


Tania mengangguk.


dirumah yang sangat megah itu dan halaman yang begitu sangat luas,terdapat berbagai tanaman indah dan pohon pohon yang sangat rindang serta berbagai macam bunga yang bermekaran,terlihat indah dipandang mata.


namun tak seindah dan sesejuk bagi sipenghuni rumah itu,saking kesalnya dina membanting semua barang barang mahal bahkan ia tidak ragu ragu memecahkan guci kesayangannya yang bernilai fantastis.


Dina kesal dengan keadaannya yang sekarang,ia tidak bisa berjalan dengan normal lagi.cedera pada bagian kakinnya sangat fatal dan tingkat kesembuhannya juga sangat kecil.bahkan dina bisa dikatakan akan mengalami kelumpuhan selamanya.


"nyonya tenanglah,jangan seperti ini.nyonya akan terluka"rati seorang art baru dirumah itu berusaha menenangkan sang majikan yang sedang histeris.


"lebih baik aku mati saja,aku mommy yang jahat.aku tidak pantas hidup"dina menjatuhkan dirinya dari kursi roda kelantai lalu mengambil pecahan beling yang berserakan.

__ADS_1


melihat itu rati segera memukul tangan Dina yang sudah hampir menggoreskan beling itu ketangannya.kali ini rati harus berani demi keselamatan majikan yang brutal.


Akibat nya rati terkena beling tepat didahi nya akibat pantulan dari tangan Dina.


"awkh" ringis rati pelan memegang dahinya yang tergores.ia tidak peduli pada dirinya sendiri yang terpenting sekarang keadaan majikannya,kalau Bian tau ia pasti akan marah dan menghukumnya.mendengar suaranya saja rati sangat takut apalagi melihat wajahnya yang mengerikan itu ketika sedang marah seakan membuatnya dimakan hidup hidup.


Melihat rati yang terluka karena ulahnya,Dina diam tak lagi memberontak.


Sejak tadi ifa dan tania mendengar suara keributan didalam rumah,mereka tidak berani masuk kedalam.namun rasa penasaran membuat keduanya masuk begitu saja.


mata mereka membelalak,kaget dengan penampakan ruang tamu yang berantakan seperti tak berpenghuni.keduanya mencari arah suara tangisan yang tak jauh dari tempat mereka berdiri.


Rati berdiri dari balik sofa tepat tepat disamping ifa dan ramia berdiri.tatapan mereka bertemu,segera rati meminta bantuan kepada gadis yang tidak dikenalnya yang tiba tiba sudah ada dihadapannya itu.


"tante dina" ifa segera mendekat ketempat dina.ia meminta bantuan tania dan rati untuk mengangatnya kekursi roda.


"siapa kau?"tanya dina yang menatap tania dengan intens.sepertinya ia pernah melihat gadis itu.


"aku tania tante"jawabnya singkat.


dengan cepat dina berbalik menatap tania lekat.


tania yang mewarisi mata yang mirip dengan ibunya begitupun juga dengan ramia.mata bulat yang indah mampu menghipnotis siapapun yang melihatnya.


dina berbaring ditempat tidur dibantu ifa dan tania.napasnya naik turun tak karuan,rasa sesal dan juga bersalah terhadap seorang gadis membuatnya hampir bunuh diri.kadang dina selalu berkata mengapa tuhan memberikannya kehidupan kembali setelah dua bulan lamanya ia koma.mengapa tuhan memberikan ia hukuman seberat ini.


Flasback on


sebulan sebelum kejadian kecelakaan tragis yang hampir merenggut nyawanya itu,dina sempat melihat ramia dan sean kerumah sakit dan masuk keruangan dokter anita.ia tau persis siapa dokter anita dan apa tugasnya dirumah sakit itu,namun ia tidak mau terlalu memerdulikannya.


lalu kebetulan ia pergi lagi kerumah sakit mengatar clarissa tiba tiba ia melihat ramia bersama bisarah lagi,rasa ingin tahu membuatnya bertanya pada dokter anita.


Merasa tidak menemukan jawaban yang seakan dokter anita menyembunyikan sesuatu,dina bertanya ke suster yang ia lihat keluar bersamaan dengan ramia.


"hey kau suster,sini"panggil dina melambaikan tangannya.


"iya nyonya" sambil membungkuk patuh.siapa yang tidak tau dengan nyonya dari tuan pemilik rumah sakit ini.


"gadis yang bersamamu itu siapa?" tanya dina dengan berpura pura tidak tau.kebetulan suster yang ia tanyai itu suster baru dirumah sakit itu dan belum mengetahui siapa ramia dan sean sebenarnya.


"oh itu,dia sedang memeriksakan kehamilannya" ucap suster dengan polosnya

__ADS_1


"dia hamil?" kaget dina.


"iya nyonya"


"berarti bian sudahh..." bantin dinaa.ia menghayal.


"maaf nyonya saya permisi dulu"kata suster itu lagi.


Saat hendak pergi dina memanggi suster itu lagi.ia belum puas dengan jawaban nya,masih ada satu yang ia ingin tanyakan.


"hmm,kalau pria yang bersama gadis itu siapanya yah?"dina terus mencercai pertanyaan pada suster .


"oh itu,dia kakak dari gadis itu.karena aku sempat mendengar pembicaraan nya dengan dokter anita".


"kakak?" tanya dina lagi.


"iya nyonya.katanya pria itu sudah menganggap gadis itu seperti adiknya sendiri" suster itu kemudian pergi.


Saat itulah dina tau bahwa ramia hamil.maka saat dia pendarahan ia panik dan berpura pura tidak tau dihadapan clarissa.


Flashback off


"tante maafkan aku,aku salah." ucap tania menunduk.


"maksud kamu apa?siapa kamu sebenarnya" tanya dina melihat wajah gadis dihadapannya itu yang mulai memerah.


"aku adiknya kak ramia"


Dina kaget,pantas saja ia tidak asing dengan wajahnya.ternyata ia pernah melihat nya saat clarissa menujukan video tania dengan beberapa pria di dicafe itu.


.


.


.


.


Like komen dan jadikan favorit yah ๐Ÿ˜Š


Lop lope yuu ๐Ÿ˜

__ADS_1


__ADS_2