
Dirumah sebesar itu ramia merasa sangat kesepian,tidak ada yang bisa ia lakukan.pekerjaanya hanya makan tidur dan menonton televisi sesekali saat tidak sibuk sean datang mengobrol dengannya.
ramia bangun pagi pagi sekali,ia membuat sarapan untuk dirinya sendiri,suaminya sudah tiga hari ini belum pulang kerumah.setaunya hari ini Bian akan pulang sesuai dengan yang ia dengar tempo hari.
"ibu aku merindukanmu,aku sudah menikah sekarang.ibu pasti bahagia,tapi pernikahan ku bukan seperti yang ibu impikan.walaupun begitu aku akan menghargai suamiku sesuai yang ibu ajarkan padaku" batin ramia sambil menyantap sarapanya.
baru saja ia akan berjalan menuju dapur,Bian muncul membawa koper dengan penampilan yang acak acakkan,raut wajahnya terlihat kelelahan.
ramia segera menghapiri bian.
"sini biar aku yang bawa"
Bian terhenti lalu melepaskan koper tersebut dari tangannya. tanpa berbicara sedikitpun ia langsung menaiki tangga. kemudian ramia segera menyusul.
"apa yang kau lalukan disini" kesal bian melihat ramia masih ada dikamarnya, dengan beraninya membuka lemari dan menyentuh pakayan nya.
"maaf, saya hanya mengeluarkan pakayan ini dan menyimpan nya di lemari" ramia berdiri,ia menunduk dan tidak berani menatap wajah bian.
"siapa yang menyuruhmu.keluar " teriak bian.
mendengar teriakan bian,ramia memejamkan matanya.sebenarnya ia sangat takut tapi ini waktu yang tepat untuk meminta ijin ke Bian.
"boleh saya pergi sebentar.tidak akan lama,hanya ketoko menemui sahabatku ifa" ucap ramia sedikit terbata bata.
tanpa peduli dengan ucapan ramia,bian berjalan menuju walk in closet untuk memakai pakayannya.baru saja sean menelponnya untuk segera kekantor dan ia tidak punya waktu untuk meladeni perkataan ramia.
setelah selesai Bian keluar dengan sudah rapi dan masih melihat ramia masih setia berdiri ditempatnya tanpa bergerak sedikitpun.
"boleh kah saya pergi tuan" ucap ramia lagi.
bian menutup mata sebentar dengan napas yang sudah memburu,entah kenapa emosinya tidak bisa di kendalikan saat melihat wajah yang menurutnya pura pura baik dan polos itu agar bian mengasihaninya.
"bukan urusanku,terserah kau mau kemana" ucap ketus bian,ia kemudian pergi meninggalkan ramia.
"huff syukurlah" ramia mengusap pelan dadanya.
setelah bersiap siap ramia segera keluar dari rumah tetapi setelah sampai di depan gerbang ia bingung harus kemana. ojek atau taksipun tidak melewati jalan depan rumahnya.
ia terpaksa berjalan kaki menyusuri jalan yang panjang untuk bisa menemukan taksi.
"huff akhirnya" ia pun akhirnya biasa bernapas dengan lega setelah menemukan taksi.keringat sedikit bercucuran dan betisnya pun seakan ingin pecah akibat berjalan hingga beberapa meter jauhnya.
"assalam alaikum"
"walaikumsalam"
"miaaa" teriak ifa,ia begitu senang melihat ramia datang ketoko mengunjunginya.
"ifa" mereka berdua berpelukan melepaskan rindu.
"cie cie pengantin baru" goda ifa.
seketika itu wajah ramia terlihat sedih.ia menatap ifa dengan mata yang berkaca kaca.
"ada apa mia" tanya ifa penasaran.
"hmm,aku hanya merindukan ibuku dan tania" akhirnya ramia tidak bisa menahan air matanya lagi.
"mia,sekarang kamu tidak sendirian lagi kan"ifa berusaha menenangkan sahabatnya itu.
__ADS_1
saat mereka asik mengobrol tiba tiba bel pintu berbunyi ,pandangan keduanya tertuju kedepan dan melihat siapa yang datang.
"tuan silahkan masuk"
mendengar itu ramia mendongakkan kepalanya.
"kak sean" panggil ramia.
sean pun berbalik mencari arah suara yang seperti ia kenali itu.
"mia,apa yang kau lakukan disini" sean menghampiri ramia lalu duduk sebentar.
"aku hanya bosan dirumah dan ingin menemui ifa" ucap ramia tersenyum.
sebenarnya tujuan ramia bukan hanya menemui ifa saja,ia ingin menemui tania dan pergi kerumah lamanya untuk mengambil surat surat penting yang ia sembunyikan disana.
"bian tau?" tanya sean khawatir.
"hmm" ramia menganggukkan kepalanya.
"baiklah aku pergi dulu.hati hati kalau ada apa apa nanti hubungi aku" sean berdiri mengambil bunga yang dipesannya lalu segera keluar.
ifa mengintip melihat keluar memastikan dengan siapa sean datang lalu ia kembali melihat ramia yang terlihat biasa biasa saja.
"aku pikir tuan sean adalah pria yang dingin dan kasar. tapi ternyata dia lembut juga yah" selama ini saat sean datang ketoko ia tidak pernah tersenyum bahkan bicara saja hanya seadanya.
"aku pikir juga begitu.tapi dia sangat baik padaku"
____________
"hallo nia,dimana?"
"aku bosan,pacarku itu selalu saja sibuk dan tidak punya waktu denganku"
"kemarilah"
"oke aku kesana sekarang"
disebuah cafe plus plus seorang wanita sedang menikmati pekerjaannya,bukan lagi terpaksa tapi sekarang ia sangat terhibur dan menyukai kegiatan panas yang sudah menjadi makanan sehari harinya itu.
"lima puluh juta" godanya
"layani aku ,kalau servismu memuaskan aku akan memberimu bonus" ucap pria itu dengan penuh hasrat.
setelah tiga jam akhirnya si lelaki tersebut lemas tak berdaya,ia bangkit dan segera membersihkan diri lalu keluar dari kamar itu,tak lupa ia mengambil bayaran nya dan bonus yang sudah dijanjikan lelaki itu.
"hey tania"
taniapun mencari kearah sumber suara.
"hay cla,bagaimana kabarmu.apa liburanmu menyenangkan" goda tania.ia tau clarissa tidak sendirian.
"hmm" clarissa memutar bola matanya malas.perkataaan tania tidak sesuai dengan kenyataan sebenarnya.
"ada apa?"
"dia bahkan tidak mau menyentuhku saat kami ke luar negeri kemarin" clarissa meneguk minuman nya sampai habis
"apa mungkin dia sudah menyukai istrinya" tanya tania ,clarissa lalu melirik tidak suka dengan perkataan tania. bagaimana bisa bian menyukai gadis kampungan itu.
__ADS_1
"jangankan menyukainya,melihat wajahnya saja dia sangat jijik" ucap clarissa dengan yakin.
"seperti apa wajahnya,aku kasian dengannya"
"hahahaaa kamu tidak pantas mengasihaninya"
"ayo nikmati hari ini" tania menuangkan minuman lalu diberikan lagi pada clarissa.
.
.
.
setelah menutup toko,ifa mengatar ramia pergi mencari adiknya disuatu tempat dimana ramia telah menceritakan bagaimana yang ia alami saat dulu berada disitu dan hampir diperkosa.
mendengar itu ifa khawatir melihat ramia yang sendirian pergi ketempat itu takut terjadi apa apa pada nya lagi.
" disini tempatnya?"
"iyah"
sebelum masuk mereka melihat keadaan sekitar ,terlihat seperti cafe biasa tetapi ada satu tempat khusus yang tidak diketau pengunjung baru seperti ifa .
"mia kita mau kemana" ifa mulai khawatir mengikuti langkah ramia berjalan melewati lorong lorong gelaop dengan lampu warna biru.
"dimana ini" tanya ifa lagi
"diamlah"
ramia membuang napasnya kasar. ini kali kedua ia masuk ketempat itu lagi,bayangan tentang kejadian itu masih terekam jelas di ingatannya.demi menemui sang adik ia rela melawan rasa takutnya itu berharap ia segera menemukan tania .
pandangan ramia terus melihat dan mencari keberadaan tania diantara gadis gadis yang duduk manis bersama para om om hidung belang ,ada pula yang asik meliuk liukkan pinggulnya dan ada juga yang mengobrol dengan santai.
"sepertinya aku menemukannya" tunjuk ramia.ifa pun melihat kearah tangan ramia.
"mia tempat apa ini"
"diamalah"
mereka berdua berjalan menuju tempat tania berada.
"nia" sapa ramia,ia memegang pundak sang adik dan memeluknya.
"siapa sih" dorong tania kasar.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
lanjut yah ✌