
"sialan" umpat clarissa.mobilnya melaju,menyusul bian kerumah sakit.
Dirumah sakit dina segera ditangani,riwayat penyakit jantungnya tiba tiba kambuh lagi.sebelumnya dokter mengatakan penyakit Dina sudah sembuh total,namun akhir akhir ini Dina selalu tertekan memikirkan ingin bersama anak dan menantu nya.
setelah mendapat kabar bahwa mommy Dina masuk rumah sakit,sean dan ramia segera pergi meninggalkan tempat nostalgia dimasa lalu mereka itu.
"mommy kenapa kak sen"
"penyakit mommy kambuh lagi" sean menambah kecepatan mobilnya,agar cepat sampai dirumah sakit.
dilobi rumah sakit ,sean dan ramia berpas pasan bersama clarissa dan tanpa bertegur sapa mereka bertiga terus saja berjalan dengan ber iringan.
clarissa menatap tidak suka dengan kehadiran ramia.menurutnya,ramia hanya akan membuat suasana semakin kacau dan membuat dirinya akan di acuhkan oleh mommy dina.
clarisaa juga sengaja berjalan lebih cepat agar mendahului ramia dan sean,ia berjalan mendekat kearah ramia lalu dengan sengaja menyenggol lengan ny yang diperban akibat terluka karen ulah clarissa.
"clarissa apa apan ini" bentak sean,kesabarannya hampir habis,mendengar cerita ramia tadi,emosinya semakin memuncak.ingin sekali ia membalas perlakuan kejam clarissa.
"aku buru buru" ujar clarissa acuh,lalu meninggalkan keduanya.
sean membantu ramia dengan memegang lengan kirinya.
tiba didepan ruangan mommy dina dirawat,sean mendudukkan ramia dikursi lalu ia menuju bian yang sedang mengobrol bersama clarissa.
"bagaimana keasaan mommy?" tanya sean.ia maju melihat keadaan mommy dina dibalik pintu kaca.mommy dina masih belum sadar,membuat hati sean sedih.
"mommy baik baik saja,kau tidak usah khawatir.biar aku dan clarissa yang akan menjaga mommy dan bawa wanita itu pulang,aku tidak mau melihatnya disini" ucap bian agak sedikit keras agar ramia bisa mendengarnya.
"biannn" sean menggertakkan giginya,tangannya menarik lengan bian dan membawanya agak menjauh dari clarissa dan juga ramia.
sean melepaskan tangannya dengan kasar membuat bian terbentur di tembok.
"apa apaan ini,kauuu!" bian mengangat tanganya lalu mengepalkannya dan siap meninju wajah sean yang sudah berani beraninya kurang ajar padanya.
namun sean berhasil menghalang pukulan dari bian.iapun membuang tangan bian dengan kasar.
"kau akan menyesal.ramia itu istrimu,bukan clarissa." sean berusaha memperingatkan bian.namun bian lagi lagi mengacuhkanya dan pergi tanpa mau menjawab sean.
Bian lalu masuk keruangan mommy dina dirawat disusul oleh clarissa,ramia hanya bisa melihat dari luar ruangan itu.ingin sekali ia mendekat dan memeluk mommy dina seperti ibunya sendiri.ia juga rindu beberapa hari tidak bertemu dengan mommy dina,banyak sekali yang ingin ia ceritakan.
tangan mommy dina bergerak,bian segera mendekat.mengusap usap punggung tangan mommy nya dengan pelan,beberapa detik kemudian mommy dina membuka mata nya dengan perlahan.
"mommm,maafkan bian" mohon bian mencium tangan mommy dina.
pandangan mommy dina kembali melihat sosok wanita yang dibencinya itu berdiri disamping anaknya.
"seharusnya ramia yang ada disitu,bukan wanita gila ini" pikirnya.
__ADS_1
"tapi ramia dimana? dia baik baik saja?oh tidak" wajah mommy dina kembali memerah mengingat kejadian dirumah beberapa jam yang lalu.ia menengok kekiri berharap melihat ramia disana,tapi tidak ada siapa siapa disampingnya itu.
"mommy,kenapa?" bian berusaha memahami keadaan mommy dina.
"raa ramiaa dimana?" tanyanya terbata bata.
bian mendengus kasar,ia kemudian keluar mencari ramia berharap wanita itu belum pergi dari sana.
saat hendak pergi bian memanggil ramia,iapun menoleh.
"mommy mencarimu,masuklah"
ramia hanya mengangguk pelan lalu masuk menemui mommy dina.
clarissa dibuat stress dan pusing dengan kejadian yang ada diruangan itu,kedua wanita dihadapanya saling berpelukan dan saling menagisi satu sama lain.itu membuatnya sangat muak,seakan akan didalam ruangan itu hanya ada mereka berdua saja tanpa memedulikan kehadirannya disana.clarissa pun keluar dan berpamitan ke bian lalu pergi.
.
.
.
.
.
"ada apa cla" tanya tania.tebakannya tidak salah lagi,jika clarissa datang kesini dan mencarinya lalu mabuk mabukkan lagi berarti ia mempunyai masalah lagi dengan kekasihnya.
"nia,aku minta bantuanmu" ujar clarissa,matanya menatap serius tania.
"bantuan apa?" tanya tania penasaran.
"hmm, aku akan membuat wanita tua itu membenci nya selamanya"
"siapa" tanya tania lagi.
"siapa lagi,yah istri bian.lima tahun ini aku sudah berusaha menjaga sikapku,tapi wanita tua itu selalu ikut campur" lanjut clarissa.
"jadi yang mana?" ucap tania bingung.ucapan clarissa seakan ingin melenyapkan keduannya.
"nia nia,kamu bodoh atau apa sih." kesal clarissa.ia menatap tajam tania.
clarissa menjelaskan rencana apa yang akan ia buat untuk menghancurkan ramia si perebut kekasihnya itu.kali ini rencananya tidak boleh gagal,ia akan melibatkan tania adiknya.
"dimana dia?" clarissa menoleh mencari seseorang yang biasa menemaninya dibar ini.ia meminta jawaban dari tania dengan menganggukan kepalanya.
"hmm,kau ini kalau saja tuan bian tau bisa jadi gelandangan kamu" ujar tania menyindir gadis dihadapannya ini.memang benar,jika saja bian tahu pasti ia akan mencabut semua fasilitas yang diberikan pada clarissa terutama kartu black card yang dimilikinya.
__ADS_1
"tidak akan,kecuali kau yang beritahu" clarissa memutar bola matanya malas.
.
.
.
tania menatap handphone yang ia genggam hingga membuat tangannya berkeringat.ia mempersiapkan hatinya dengan mantap,meskipun ada sedikit perasaan sedih tapi ia sudah yakin kali ini ia benar.
bayangan janji palsu yang diucapkan ramia saat dirinya ditahan ditempat jahanam itu membuatnya begitu sakit hati.
ia mantap lalu menekan nomor yang diberikan clarissa. entah dari mana ia mendaoatkan nomor ramia.
"hallo siapa?"
"kak,ini aku tania.kakak apa kabar" sapa tania.
"nia,ini kamu? kakak rindu dek" ujar ramia antusias,ia sangat bahagia tania mau menelponnya.
"nia juga rindu kak,kak mia bisa kesini gak?"
"dimana?"
"hmm di cafe p...." ucap tania menggantung karena ramia sudah lebih dulu menyela.
"iyah kakak tau,besok kaka kesana"
"ma kasih kak.uda dulu yah kak" tania lalu mematikan teleponnya.
tania lalu menegak minuman hingga habis,untuk menenangkan pikirannya.air matanya menetas,sebenarnya ia tidak tega tapi rasa sakitnya semakin membuat kebencian nya membara.
masa depannya masih panjang dan seharusnya ia masih bersenang senang dan menghabiskan masa masa sma nya bersama teman temannya dan bukan berada ditempat ini,menjadi wanita panggilan dan menjual diri.
clarissa tersenyum licik melihat keadaan tania,ia lalu berpamitan dan pergi bersama lelaki yang dikenalkan tania untuk memuaskan hasratnya itu.
.
.
.
.
lanjut yah✌
maaf jika ada kata kata yang salah mohon dimengerti.
__ADS_1
atau komentar aja biar aku juga paham maksud dan pendapat kalian 👌