Gadis Pilihan Mommy

Gadis Pilihan Mommy
___ ___


__ADS_3

disepanjang perjalanan ramia hanya diam saja sambil melihat pohon pohon dan gedung tinggi lalu menyandarkan kepalanya disandaran kursi.tak lama kemudian air matanya menetes begitu saja, tangan sean terulur menghapus air mata itu.ramiapun menoleh.


"kak,aku bingung.pernikahan macam apa yang aku jalani saat ini,suamiku tidak mengakuiku bahkan mommy dina kini membenciku dan aku...aku hamil entah dengan siapa.bagaimana ini kak" tangis ramia semakin kencang.kelak jika anaknya sudah lahir,kemudian semakin bertumbuh besar dan ia harus menjawab apa kalau anaknya menanyakan sosok ayahnya dan ia tidak mengetahuinya.


mobil sean menepi lalu berhenti,tangannya memegang kedua bahu ramia.


"mia jangan khawatir ada aku yang akan menjagamu dan juga bi sarah.apapun keputusanmu nanti aku akan selalu mendukungmu.hmm" sean berusaha menenangkan ramia.


"malam itu aku...aku tidak mengingat wajahnya,maafkan aku,aku salah.hiks hikss"


"mia..." sean menggapai tubuh ramia lalu memeluknya.


setelah itu mobil sean kembali melaju menuju rumah sakit.diperjalanan tadi handphone sean terus saja berdering namun sean mematikan handphonnya,agar ia bisa leluasa menemani ramia saat dirumah sakit.sebelumnya sean sudah memberi tahu asistennya bahwa ia akan datang terlambat karena akan kerumah sakit namun ia tdk memberitahu dengan alasan apa.


"tuan sean" sapa dokter anita.


"dokter anita" sapa balik sean.


anita melihat wanita disamping sean,keningnya mengkerut sepertinya ia pernah melihat wanita ini.sadar dengan tatapan tak biasa pada dokter anita sean menarik tangan dokter anita menuju ruangan nya disusul oleh ramia.


"tuan sean ada apa?" tanya bingung dokter anita.


"eh silahkan duduk tuan" kata dokter anita lagi.


ramia terus saja menunduk,ia malu pada dokter anita.dan harus mulai dari mana menjelaskannya,dipernikahannya dulu dokter anita datang sebagai rekan bisnis suaminya bian,tapi dokter anita kini tidak mengenalnya.itu membuat nya lebih baik setidaknya rahasianya kehamilannya aman sekarang.


"aduh kak sen kenapa membawaku kesini sih" batin ramia melirik sean dan dibalas dengan senyuman.


"Nita,ada yang ingin aku bicarakan" ucap sean melihat ramia yang duduk disampingnya dengan menunduk.


"ada apa sean? dia siapa?" tanya anita lagi.


"sepertinya sean menyembunyikan sesuatu" anita berdiri menghampiri sean di samping jendela ruangannya yang terpisah dengan beberapa rak buku.


melihat keduanya menghilang dibalik lemari,ramia menghembuskan napas kasar.


"apa yang kak sen bicarakan dengan dokter itu,sepertinya keduanya sudah saling kenal" batin ramia lagi.

__ADS_1


beberapa menit menunggu,sean dan dokter nita datang.tatapan dokter nita sangat intens menatap ramia,ia tidak habis pikir bagaimana bisa seseorang bisa hamil tanpa mengetahui siapa yang menghamilinya.


"kasian dia" batin dokter anita.ia merasa iba dengan kisah hidup wanita yang ada dihadapannya ini.ia tidak bisa membayangkan jika dia berada diposisi ramia saat ini pasti ia sudah tidak sanggup menjalani hari harinya.


"silahkan nona biar saya periksa" ucap dokter anita.


saat berbaring ramia terlihat sangat gugup tangannya berkeringat dan begitu sangat dingin.merasa ada yang aneh dokter anita menggenggam tangan ramia memberikan kekuatan kemudian ia tersenyum.


"tenanglah,jangan takut saya dokter anita teman dari kak sean.saya juga akan merahasiakan kehamilanmu" genggaman tangan dokter anita membuat ramia merasa sedikit lega.


.


.


dirumah sakit yang sama mommy dina dan clarissa berjalan menuju ruangan dokter yang akan memeriksa kesehatan clarissa.mommy dina terus saja berbicara membuat clarissa semakin muak,ingin rasanya ia pergi dari hadapan wanita cerewet ini selama sebulan untuk menenangkan kepalanya yang sebentar lagi akan pecah.


"wanita tua ini aku ingin menyumpal mulutnya dengan sandal agar dia berhenti bicara" batin nya mengumpat mommy dina.


diruangan dokter anita.


ramia hanya mengangguk pelan sambil memasukkan vitamin didalam tasnya.


dokter anita melihat jam yang ada dipergelangan tangannya,seketika ia sadar bahwa mommy dina akan datang keruangannya bersama clarissa.mengenai clarissa dokter anita sudah lama mengetahuinya saat masih menjadi pacar bian dan sekarang sudah menjadi istri keduanya.


"sean,sepertinya nyonya dina akan kesini.aku lupa memberitahukanmu" ucap dokter anita dengan panik.


mendengar itu sean langsung berdiri menarik tangan ramia agar segera keluar dari ruangan itu sebelum mommy dina memergokinya dengan ramia.tetapi saat didepan pintu mommy dina dan clarissa sudah semakin dekat membuat keduanya tidak bisa menghindar lagi.dengan terpaksa mereka berdua masuk lagi keruangan dokter anita.


"ayo kesini" dokter anita membawa ramia dan juga sean keruangan pribadinya untuk bersembunyi disana.


setelah itu dia keluar menemui clarissa dan nyonya dina pemilik rumah sakit itu.


"maaf membuat nyonya lama menunggu" kata dokter anita sopan.


"tidak masalah dok" ucap nyonya dina tersenyum.


melihat itu dokter anita tidak menyangka dengan cerita sean bahwa nyonya dina seorang yang sangat ramah itu berubah menjadi kejam hanya karena salah paham.ia juga yakin semua ini pasti ada kaitannya dengan clarissa dan siapa yang tidak mengenal sifat clarissa bahkan dulu nyonya dina juga tau bagaimana kelakuan gadis yang sudah dijadikannya menantu itu.

__ADS_1


"berarti dok,calrissa bisa hamil lagi kan?" tanya Dina antusias


"iyah nyonya"


"syukurlah,cla akhirnya kamu bisa hamil lagi mommy sudah gak sabar mau punya cucu lagi" mommy dina memeluk clarissa dengan hangatnya.namun clarissa memutar bola matanya malas dan itu bisa dilihat oleh dokter anita.


"bukanya ini tujuan nya kenapa dia bereaksi seperti itu harusnya dia bahagia sudah bisa merebut hati nyonya dina dan menjadi istri dari tuan bian" batin dokter anita.


"kami permisi dulu dok"pamit nyonya dina lalu keluar dari ruangan dokter anita.


sean dan ramia juga kekuar dari persembunyiannya.sean mengusap dadanya pelan,jika saja mereka ketahuan ini akan menjadi masalah besar.


"syukurlah,terima kasih nit" ucap sean lalu membawa ramia segera keluar.


namun sean tidak menyadari bahwa asistennya sedari tadi memerhatikannya yang keluar dari ruangan dokter anita.


setelah mengantar ramia pulang sean kembali kekantor.ia menghidupkan kembali hpnya yang sempat ia nonaktifkan.beberapa notifikasi masuk membuat sean menari napas panjang.


"Hallo aku di..."


"kekantor sekarang" lalu tiba tiba mematikan panggilannya.


" ada apa sih,bukannya hari ini tidak ada jadwal miting? mengapa bian sangat marah.ah sudahlah dia memang seperti itu" sean menambah laju mobilnya agar segera sampai kekantor.


Bian tak henti hentinya menatap layar handphonya,sebuah foto yang dikirimkan asisten sean yang dia perintahkan untuk mengantarkan mobil baru untuk clarissa,sejak kemarin clarissa meminta mobil dan bian tidak bisa menolak itu.


"sean kau harus menjelaskannya padaku" guman bian lalu menggenggam keras handphonya.ia kesal,difoto itu tampak sean menggenggam erat tangan ramia.


.


.


.


.


lanjut yah 😊

__ADS_1


__ADS_2