Gadis Pilihan Mommy

Gadis Pilihan Mommy
___ ___


__ADS_3

Tak ada keceriaan lagi,hidup ramia semakin tersiksa.selama dua bulan ini,ia selalu mengurung diri didalam kamar.berat badanya semakin menurun,wajahnya terlihat tirus dan pucat.perlakuan kasar yang diberikan mommy dina selama ini membuat batin nya terpukul,ingin rasanya ramia pergi dari rumah itu, namun Bian selalu membuatnya ingin tetap tinggal.


beberapa kali mommy dina membujuk bian agar menceraikan ramia,namun bian selalu diam dan tak mau merespon perkataan mommynya.hal itu semakin membuat momny dina membenci ramia dan ingin segera mengusirnya dari rumah nya.


pernikahan kedua bian mengharuskannya pindah dan tinggal dirumah mommy dina bersama clarissa.saat mommy dina tau clarissa hamil anak bian,ia langsung menerima clarissa jadi menantunya.tanpa meminta persetujuan dari ramia saat itu.


Bian juga membawa ramia ikut bersamanya walaupun mendapat penolakan dari mommy dina.


Apalagi ditambah dengan kehadiran clarissa yang menjadi istri kedua Bian,anak yang dikandung nya mampu membuat mommy dina bahagia.sesuai keinginannnya,mommy dina ingin secepatnya memiliki cucu.dan itupun semakin membuat nya membeci ramia.


.


.


.


pagi pagi sekali ramia bangun seperti bisa,ia melakukan tugasnya didapur membantu bi sarah membuatkan sarapan.meski keadaannya yang lemah,ia tetap harus kerja agar tidak mendapat hukuman dari mommy dina.Bibi sarah yang melihat ramia pun sangat merasa iba,ia juga ingin membantu gadis malang itu tetapi ia tidak bisa apa apa.


"bibi,kepalaku pusing lagi" ramia duduk dan menyandarkan pelan kepalanya dikursi.sudah beberapa minggu ini ia sering mual dan sakit kepala.


"duduklah nak,biar bibi saja yang mengerjakan ini.istirahatlah" ucap bibi sarah kasihan.


"hmm,aku sangat lelah bi" gumanya sambil menutup mata.tiba tiba rasa mual menjalar hampir memenuhi tenggorokannya,ramia berlari menuju kamar mandi dan memuntahkan isi perutnya yang kosong.


bibi sarah segera menyusul ramia kemudian memijit pelan punggung ramia.ia membawa ramia kekamar nya untuk mengobati ramia.


"sini bibi bantu"bi sarah membantu ramia menggosokkan minyak kayu putib dibagian perut dan punggung ramia.bi sarah juga menyuruh ramia untuk mengoleskan minyak kayu putih tersebut kebagian hidungnnya agar mualnya berkurang.


"terima kasih bi"


Di ruang makan mommy dina merasa kesal,makanan yang ada di meja tak ada satupun yang disukai menantunya.jangankan memakannya,mencium baunya saja clarissa sudah merasa mual hingga membuatnya menutup hidung.padahal makanan itu atas permintaannya semalam.


"mom,aku ingin rujak" pinta clarissa.ia melirik Bian yang duduk disampingnya sedang asik melahap makananya,tanpa mau merespon kedua wanita yang ada dihadapannya.


melihat itu,mommy dina mengerti apa yang diinginkan clarissa,iapun meminta bian agar mencarikan rujak keinginan menantu yang sedang mengandung cucu kesayangannya.


"Bian"

__ADS_1


"mom tidak hari ini,aku ada rapat penting dan akan keluar kota" ucap Bian menatap mommynya dan clarissa bergantian.


mendengar itu clarissa memutar bola matanya malas,ia juga sangat kesal.selama menikah,bian selalu menyibukkan diri dan jarang pulang kerumah,membuat komunikasi keduannya menjadi renggang.


"seharusnya dia bahagia dengan kehadiran anak ini,sialan" batin clarissa,ia mengepalkan tangannya melihat kepergian bian yang tak pamit dengannya.


"aku akan meminta ramia membelikan rujak untukmu" mommy dina segera pergi menuju kamar ramia.


.


.


Dihalaman rumah langkah bian terhenti,ia sepertinya melupakan sesuatu dan kembali masuk kedalam.saat diruang makan,clarissa melihat kedatangan bian dengan tersenyum bahagia.namun bian berjalan melewatinya tanpa mengucapkan sepatah katapun.langkah bian terus berjalan kedapur dan menemui bi sarah.clarissa semakin kesal melihat tingkah bian yang dingin terhadapnya.


"aku akan membuatmu memujaku lagi seperti dulu dan selagi aku mengandung anak ini,kau tidak akan bisa pergi dari genggamanku.lihat saja nanti" batin clarissa.


sementara itu Bian mencari keberadaan Bi sarah,beberapa kali dipanggilnya namun bi sarah tak menyahutnya.


bian pergi kekamar bisarah lalu mengetuk pintunya.


"ehh Den bian,ada apa?" tanya Bi sarah,ia bingung kenapa sepagi ini bian sudah menemuinya.


mendengar itu Bi sarah tersenyum menganggguk,ia menggeser badannya kesamping agar bian melihat dengan siapa dia bersama didalam kamarnya.


Bian pun melihatnya sambil mengerutkan dahinya,ramia yang berbaring tak berdaya di kasur milik bi sarah.


"nak ramia tadi mual lalu pusing,jadi bibi membawanya kesini untuk mengobatinya" ucap bi sarah.keduanya melihat kearah ramia.


Bian menarik napas pelan kemudian pergi meninggalkan bi sarah yang menunggu jawaban dari bian.meski bian sedikit berubah,tapi bi sarah berharap agar bian mencintai ramia dan melindunginya.


ia sangat sedih,saat melihat majikannya,nyonya Dina dan clarissa yang selalu menyiksa ramia tanpa henti,bahkan dengan keadaan ramia yang lemah tak ada sedikitpun rasa kasihan.


sudah bertahun tahun ia bekerja dirumah nyonya Dina,baru kali ini ia melihat sikap majikannya yang kejam dan sangat berubah.seperti bukan Dina yang ia kenal dulu,yang ramah dan penyayang.


"ramiaaa,ramia aaa" teriak Dina.ia kesal tidak menemui ramia dikamarnya.


"ada apa mom?" tanya clarissa.

__ADS_1


"ramia,dimana anak itu"emosi dina sekamin tak terkontrol.ia juga bingung,saat menyebut nama ramia amarahnya selalu saja tak terkontrol.bayangan bayangan waktu itu selalu saja menghantui pikirannya,ia kecewa dan sangat kecewa pada ramia.


Bi sarah segera berlari menghampiri nyonya Dina.ia juga bisa mendengar dengan jelas saat nyonya dina menyebut nama ramia sambil berteriak.


"Bi dimana ramia?" tanya Dina sambil membentak bi sarah.


"nona ramia ada dikamar saya nyonya,dia sedang sakit" ujar Bi sarah sedikit gugup dan menunduk.


"dasar pemalas" gumamnya berjalan menuju kamar bi sarah.


sesampainya dikamar bi sarah,emosi Dina semakin meledak saat melihat ramia tertidur dikamar bi sarah,ia mendekat lalu menarik rambut ramia dengan kasar.


"awkh sakit" rintihnya sambil memegang rambutnya yang ditarik paksa Dina.


"dasar pemalas,aku membiarkanmu tinggal disini bukan untuk bersantai seperti nyonya besar" geramnya terus menarik rambut ramia dan menyeretnya keluar.


ramia hanya bisa pasrah ,air matanya terus saja mengalir.ia tidak mampu melawan mommy dina,biar bagaimanapun mommy dina adalah pengganti ibunya,saat terpuruk mommy dina lah yang menolongnya,yang selalu ada untuknya dulu,pikirnya.


"nyonya,biar saya saja yang membelikan rujak untuk nona clarissa.nona ramia sedang sakit." tawar bi sarah.


"biar dia saja,bibi tidak usah membelanya.dia pantas mendapatkan ini semua,wanita pelacur seperti dia tidak pantas dikasihani." kata mommy dina lalu masuk meninggalkan ramia yang duduk bersimpuh dilantai.bi sarah segera memeluk ramia,memberikan kekuatan pada agar ramia sabar dengan ujian ini.


clarissa tersenyum puas melihat kejadian menyenangkan membuat moodnya kembali bersemangat.


"bagus.aku akan terus membuat wanita tua itu membencimu dan mengusirmu dari rumah ini" gumam clarissa pelan.ia mengikuti dina lalu berusaha menghiburnya.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


lanjut yah 😊


__ADS_2