Gadis Pilihan Mommy

Gadis Pilihan Mommy
... ...


__ADS_3

"mom ijin keluar sebentar ya,mia mau bertemu ifa" ucap nya berbohong.ramia tidak ingin mommy dina tau bahwa ia mempunyai seorang adik,menurutnya ini belum saat nya mommy dina mengetahui tania.jika sudah saat nanti dan ramia berhasil membawa tania dari tempat itu baru ia akan memberitahukan nya.


sebelum berangkat kesana,ramia mampir sebentar di toko untuk menemui ifa,ia akan meminta ifa untuk menemaninya.


"mia kamu yakin mau kesana?" sebenarnya ifa ragu dengan sikap tania yang tiba tiba baik.


"fa dia adikku,aku lebih tau dia seperti apa.aku yakin dia akan memintaku untuk membantunya keluar dari sana" ucap ramia yakin.


.


.


.


.


sebelum masuk,ramia menelpon tania lebih dulu untuk memberitaukan keberadaan nya.


"nia,kakak ada didepan"


"masuklah kak,jangan khawatir"


ramia dan ifa masuk kedalam lalu mencari keberadaan tania.tidak jauh dari tempat mereka berdiri,tania melambaikan tangannya memberi tanda agar kedua wanita itu berjalan menghampirinya.


Dari kejauhan clarissa melihat target sudah mulai masuk perangkapnya,namun ia kesal saat melihat ramia tidak sendirian.


"gadis itu,sialan.aku tidak mau rencanaku sampai gagal lagi" gumam clarissa.


ia harus memikirkan cara agar membuat ifa pergi dari sana.


"kak,mari kekamar nia aja biar ngobrolnya enak" ajak tania.


Ifa juga ikut masuk namun tania mencegahnya,bisa gagal rencananya jika ifa selalu berada didekat ramia.


"aku harus segera mengubungi clarissa tapi bagaiman kalau ramia tau" gumamnya pelan.


"clarissa dimana sih" batin tania gelisah.


namun beberapa saat ia menemukan ide dan menyuruh ifa mengambilkan mereka minuman.taniapun menunjuk kearah pelayan yang sedang berdiri.


"mari kak masuk" ajak tania lagi.


clarissa memperhatikan gerak gerik gadis yang dianggapnya penghalang rencananya itu.ia pun menyuruh seseorang untuk membuat ifa ketakutan dan pergi dari bar itu meninggalkan ramia.


"kak aku rindu,sudah lama kita tidak mengobrol seperti ini" ucap tania sedih memeluk kakaknya itu.


"maafkan kakak nia," balas nya lagi.


"kakak tidak perlu minta maaf,hari ini nia akan pergi dari tempat ini" kata tania.


"serius nia? kakak senang mendengarnya"


"iyah kak,nia akan bersekolah lagi" ucapnya berbohong.memang hari ini ia akan dibantu clarissa untuk keluar dari tempat terkutuk itu sesuai perjanjian utama jika nanti misinya berhasil.


"lalu ayah?" tanya ramia khawatir.

__ADS_1


"ayahhh" tania tertunduk,air matanya jatuh.


"ada apa nia,ayah kenapa?"


"ayah meninggal kecelakaan" tania memeluk kakaknya.


ingatannya kembali tersadar dengan ucapan clarissa,ia hampir lupa karena sangat terbawa suasana.


walau adnan adalah ayah tirinya,meski kejam dan suka menyiksanya,ramia tetap menyayanginya.


"maafkan ayah kak"


"kakak sudah memaafkannya dari dulu" ujar ramia,lalu menghapus air mata sang adik.


keduanya menoleh mendengar pintu kamar diketuk dari luar,ramia berdiri membukakan pintu karena ia pikir itu pasti ifa.lagi lagi tania mencegahnya.


"biar nia aja kak"


namun yang dibalik pintu itu bukan ifa melainkan pelayan yang membawakan minuman.


"dimana ifa,aku menghawatirkannya" ucap ramia berjalan kearah pintu.


"dia aman kak,aku sudah menyuruh orang utuk mengantarnya pulang" jelasnya meyakinkan ramia.


ramia hanya megerutkan dahinya lalu duduk disisi ranjang.


"drett drett" handphone tania bergetar,rupanya itu pesan dari clarissa.


tania menatap ramia sekilas lalu membuka pesan tersebut.


"iyah aku tau"


tanpa disuruh Ramia lalu meneguk habis minuman yang ada dihadapannya itu,tenggorokkan begitu kering.sejak tadi ia belum meminum apapun.


"nia,kakak puss" ramia pingsan tak sadarkan diri.


"aku benci kakak,karenamu aku harus berada ditempat ini? harusnya kau yang ada disini bukan aku" ucap tania meluapkan emosinya.karena hasutan dari clarissa tania semakin membenci ramia.


"bukan hanya aku saja,kau juga akan merasakan apa yang aku rasakan selama ini" ucapnya lagi sambil memperbaiki posisi tidur ramia.


clarissa masuk begitu saja,senyumnya mengembang melihat keadaan ramia yang sudah tidak tidak berdaya itu.ia melangkah semakin dekat lalu menarik baju ramia hingga bagian atasnya robek.menyisakan benda berkaca mata yang masih membungkus kedua gundukkan didadanya.


"hahaha" tawa clarissa memenuhi seluruh ruangan itu.


"karena kau berhasil aku akan mengajakmu belanja sepuasnya,kau bisa beli apa saja" ajak clarissa.


"jangan lupakan perjanjian awal kita"


"iyah aku tau"


lalu mereka keluar dari kamar itu meninggalkan ramia yang masih tak sadarkan diri.


sebelum pergi clarissa sudah menghubungi orang suruhannya lebih tepatnya lelaki yang biasa memuaskan hasratnya untuk segera masuk kekamar yang sering mereka gunakan untuk bersenang senang.


"dimana kamar tania?" tanya nya pada pelayan.

__ADS_1


"disana pak,mari saya antar"


tiba didepan kamar,pelayan itu lalu meninggalkan nya sendiri.ia bingung harus mulai dari mana.


"dimana clarissa,bukannya dia disini juga?" batinya lagi.ia mendongakkan kepalanya melihat sudut bar itu namun clarissa tidak ada disana.


iapun memberanikan diri masuk kedalam,sebelumnya sudah beberapa kali ia memanggil penghuni kamar tersebut namun tidak ada suara sedikitpun.


"hm ahh" terdengar suara aneh yang mengusik telinga lelaki itu.


karena gelap ia tidak bisa melihat siapa yang merintih di dalam sana.


"tolonggg ahh"rintih ramia lagi.


semakin lelaki itu mendekat,suara rintihan itu semaki terdengar jelas.


tiba tiba tangannya ditarik lalu ia jatuh menindih ramia yang tanpa memakai sehelai benangpun.


"cepat aku sudah tidak tahan" ucap ramia mendesah.


ramia meraih tangan lelaki itu lalu meletakkannya didadanya dan yang satunya lagi dituntunnya kebagian intimya.malam ini ramia sangat menggila akibat pengaruh obat perangsang,dan ia harus segera dipuaskan.


"diaaa" ucap lelaki itu kaget.cahaya bulan yang masuk melalui jendela membuat wajah ramia sedikit terlihat oleh lelaki itu.


Dengan sekuat tenaga ramia bangun lalu menindih lelaki itu,tangannya dengan cepat membuka pakayan nya.


semua lelaki normal tidak akan tahan jika didepan matanya sudah terlihat jelas pemandangan yang menggairahkan seperti itu.iapun hanya bisa menurut,mengikuti permainan ramia.


"ehhm" rintih lelaki itu.ramia bergoyang ngebor seperti seorang biduan yang sedang dangdutan,


(hehehe bisa aja,ngakak aku sambil nulis)


membuat lelaki dibawahnya itu mabuk dengan segala kenikmatan yang diberikan ramia.


ramia jatuh lemas dibadan lelaki itu,ia kelelahan saat mencapai puncaknya.ia kalah duluan dan sekarang giliran lelaki itu yang mengambil alih permainannya.


"dia pingsan" gumamnya.ia segera mempercepat gerakannya.


setelah selasai lelaki itu segera memakai pakayannya lalu keluar dari ruangan itu dengan tergesa gesa.


ia membayar pelayan di bar tersebut untuk menjaga kamar itu agar tidak ada seorangpun yang bisa masuk bahkan sipemilik kamar.


ramia masih juga belum sadarkan diri dalam keadaan tanpa memakai apapun.


.


.


.


.


.


lanjut yah ✌

__ADS_1


__ADS_2