
Setelah berpamitan Ramia buru buru keluar lalu melajukkan motornya dengan kecepatan tinggi.ia buru buru takut terjadi sesuatu pada ibu dan adiknya tania.belum lama ini ia mendapatkan telepon dari ibu nya bahwa ayah tirinya mengamuk dan akan membawa tania.
"Sial" umpat Ramia.motor yang ia kendari menabrak pembatas jalan ia terjungkal, lengan dan kakinya tergores bahkan celana levis yang ia gunakan robek hingga kepahanya.
"Awkkh,sakit." Rintihnya.
Beberapa orang berkumpul menolong ramia ada juga yang membantunya mengankat motornya.setelah dirasa cukup kuat Ramia berusaha melajukan motornya kembali.
Pikirannya saat ini hanya terus menghawatirkan ibu dan adiknya.
Kekejaman ayah tirinya sudah tidak bisa dibiarkan lagi ,kali ini ia harus melawan walaupun kekuatannya tidak cukup untuk mengalahkan ayahnya setidak nya ia harus berusaha sekeras mungkin.
Tibalah ramia dihalaman rumahnya,ia sudah bisa mendengar suara teriakan ayahnya dari luar rumah.bunyi benda pecah sangat nyaring terdengar.
"ayah apa apaan ini" bentak ramia,ia masuk dan berusaha melewati serpihan kaca yang berserakan.
"Aku butuh uang sekarang,mana uangnya" adnan mendekati ramia wajahnya sudah dipenuhi emosi.
"di otak ayah hanya uang ,uang dan uang.ayah tidak tau bagaimana susahnya aku dan ibu mencari uang" ucap ramia sambil sesegukkan,air matanya sudah luruh.
"apa kamu bilang,dasar anak tidak tau diri.dulu kalau aku tidak ada, kamu dan ibumu sudah jadi gelandangan,bersyukur aku sudah menampung kalian,,,,hahahahaha" tawa adnan menggelegar.
"cepat beri aku uang lima ratus juta" ucap adnan semakin mendekat kearah Ramia.
"Ayah gila ! dari mana kami mendapatkan uang sebanyak itu" balasnya dengan lantang.
Untuk kebutuhan sehari hari saja mereka sudah sangat kekurangan apalagi harus memberikan uang sebanyak itu.
"Kalau kalian tidak memberikan uangnya sekarang,aku akan membawa tania pergi" adnan berbalik mengambil kayu dan memukul pintu kamar tania.
"Buka,buka sekarang.Tania ayo ikut ayah" teriak adnan .
"Untuk apa ayah membawa tania,apa urusannya dengan ayah"
" dia anakku ,aku berhak membawanya kemanapun"
Adnan terbawa emosi lalu melempar ramia dengan kayu yang ada ditangannya,beruntung ramia cepat menghindarinya.
Takut terjadi apa apa dengan ramia ibu sarah memberanikan diri keluar,untuk melihat apakah ramia baik baik saja.
"Ibu,masuk" perintah ramia.ia tidak mau ibunya disakiti lelaki brengsek itu.
"Sarah berikan aku uang sekarang,aku membutuhkannya.lima ratus juta,iyah lima ratus juta saja" ucapnya frustasi.
" aku tidak punya uang sebanyak itu"
__ADS_1
"Kita jual saja rumah ini,mana setifikatnya? Aku tidak mau masuk penjara" teriaknya lalu masuk kekamar.
"Ayah" ucap tania gugup
"Kalau aku tidak menemukan sertifikatnya aku akan membawamu pergi bersamaku" adnan berjalan menuju lemari dan membongkar semua isinya lalu membolak balikkan tempat tidur.
Setelah beberapa jam mencari sertifikat itu akhirnya adnan menyerah juga,ia frustasi dan mengacak acak rambutnya asal.
Melihat ayahnya yang kebingungan ramia mencoba mendekat untuk berbicara baik baik.walaupun bukan ayah kandungnya ia sudah menganggap ayah adnan sebagai ayahnya sendiri.
Sejak umur ramia menginjak sepuluh tahun ,ia kehilangan sosok ayah yang sangat ia sayangi dan setelah beberapa bulan hidup tanpa ayah ia bertemu dengan adnan yang diperkenalkan oleh ibunya.adan yang penyayang waktu itu mampu membuat ramia melupakan dukanya karena kepergian ayah tercintannya.
Namun setelah itu perubahan kemudian terjadi dikehidupannya hingga ia tidak mengenali sosok ayah penggantinya itu.
"Ayah ,maafkan aku" ramia berjalan beberapa langkah mendekati adnan yang duduk sambil menyandarkan badannya di samping tempat tidur.
mendengar suara ramia adnan menoleh dan menatap nya dengan tajam lalu ia berdiri dan berjalan kearahnya.
Adnan terus berjalan melewati ramia,membuatnya merasa kebingunggan.
Setelah tiba didepan tania ,ia berhenti lalu memegang tangan anaknya lalu dipaksa mengikuyinya.
Melihat adiknya akan dibawa ramia mencegah ayahnya dan menarik tania di pelukannya.
"Biarkan tania bersamaku" ucap adnan dengan halus tapi menekan
"Cepat" bentaknya dengan amarah membuat keduanya terlonjak kaget.
"Lepaskan"adnan berusaha menarik tangan tania
"Akhh ibu sakit" keluh ramia saat ayahnya menendang dibagian perutnya.
"Adnan apa yg kau lakukan" sarah syok tidak percaya adnan sampai berbuat nekat seperti itu ,ia hampir tidak mengenal suaminya itu,perubahannnya sangat drastis berbeda pada saat bertemu dulu.
"Bertahanlah sayang,ibu akan membawamu kerumah sakit "
"Tidak usah bu aku tidak apa apa,tolong tania bu"
Namun percuma saja adnan sudah berhasil membawa tania pergi.
"Ayo sayang ,ibu obati kamu dulu baru kita cari tania" bujuk sarah.
____________
"Hallo bos,aku sudah membawa barangnya" ucapnya dengan tersenyum puas
__ADS_1
"Barang apa? Aku tidak membutuhkan barangmu" kesal sipenerima telepon.
"Cepat bayar utangmu,atau aku akan menyuruh anak buahku untuk membunuhmu" ancam nya tidak main main.
"Maaf bos,aku yakin boss akan menyukainya" bujuk nya lagi .
"Bawa padaku,awas saja jika kamu bermain main denganku" lalu mematikan teleponya .
"Ayah aku takut" tangis tania memohon
"Diam,kamu harus menyelamatkan ayah" adnan menyeret tania dengan kasar hingga membuat tania meringis kesakitan.
Tiba disebuah cafe,adnan membawa masuk tania dengan paksa. Saat masuk bau alkohol begitu sangat menyengat ditenggorokan membuat tania refleks menutup hidungnya,lampu kerla kerlip menghiasi ruangan itu dengan para wanita wanita yang terlihat meliuk liuk dibawah sinaran lampu remang remang itu.
Ada juga yang sedang asyik berpelukan manja.
Tania baru kali ini melihat tempat seperti ini.
Tiba ditempat yang dituju,disebuah ruangan khusus adnan membawa tania masuk.
tania panik dan ketakutan ,dihadapannya sekarang terlihat sosok yang sangat menyeramkan apalagi tatapannya yang mesum.
Pria botak ,jelek ,pendek dan perut yang sangat buncit.
"Siapa dia" tanya pria botak itu
"Dia anakku,yang aku maksud barang itu yah adalah dia,bagaimana cantik kan ?" Bujuk adnan lagi
"Manusia macam apa kamu ini adnan,tega menjual anak sendiri.tapi tak apa lah,lumayan lah.oke aku terima" ucapnya menatap tania dengan tatapan yang tidak bisa diartikan.
Matanya menyelidik tania dari ujung kaki sampai ujung rambut sambil mengangguk anggukkan kepalanya.
" bagaimana bos" tanya adnan memastikan.
"Oke,kerja bagus.aku anggap lunas utangmu" pria botak itu berdiri menghampiri tania
"Ayah aku takut" lirih tania
"Boss kalau begitu aku tinggal dulu yah" adnan berdiri meninggalkan keduanya.
"akhirnya aku bebas juga pergi kemana mana tanpa harus dikejar kejar dan bersembunyi lagi" batin adnan melangkah pergi tanpa ada beban
apapun.
"Ayah jangan pergi Tania takut yah " tangis tania pecah. Melihat adnan yang sudah pergi meninggalkan nya.
__ADS_1
"Ibu,kak Mia tolong aku" batinya pasrah.
___________